Cinta Setelah Berpisah

Cinta Setelah Berpisah
Episode terakhir


__ADS_3

Ketika Adelio sedang nyenyak tidur,tiba-tiba dia terbangun karena mendengar suara seseorang terjatuh.


Adelio melihat ke sampingnya,dan dia tak menemukan istrinya,Adelio panik lalu dia hendak mencari Yura ke kamar mandi yang berada di dalam kamarnya.


"sayang kamu di dalam kan?",tanya Adelio dengan jantung berdetak kencang.


Tidak ada jawaban dari dalam kamar mandi,Adelio pun semakin panik.


Adelio memaksa masuk dan dia sangat terkejut ketika melihat Yura tergeletak di lantai kamar mandi dengan darah banyak yang keluar dari hidungnya.


"sayang...",ucap Adelio sambil memangku kepala Yura.


"bangun sayang kamu masih sadarkan",ucap Adelio ketakutan.


Yura masih memejamkan matanya,tidak ada respon darinya.


Tidak berpikir panjang Adelio langsung membawa Yura ke rumah sakit.


Setelah beberapa menit di perjalanan,akhirnya Adelio dan Atha sampai di rumah sakit dan Yura pun langsung ditangani dokter,namun hal yang mengejutkan kini keadaan Yura semakin memburuk,dan dokter menyarankan agar Yura di rawat kembali di rumah sakit.


Di ruangan yang tertata rapih dan bersih,Adelio sedang berbincang dengan dokter yang menangani Yura.


"kemungkinan kecil untuk nyonya Yura bisa sembuh kembali tuan,kini keadaannya semakin memburuk,tapi kita tidak tahu dengan sebuah keajaiban",ucap dokter.


Adelio terdiam dengan tatapan kosong,kini dia tak mampu mengucapkan sepatah kata pun,di benaknya kini,dia harus bisa menerima takdir yang akan menimpa istrinya.


Dokter menepuk pundak Adelio,"kita serahkan saja semuanya pada sang pencipta",kata dokter lagi.


Di luar ruangan ICU,Atha sedang menatap ibunya yang tengah berbaring di ranjang rumah sakit,dia tak henti-hentinya berdoa untuk kesembuhan sang ibu tercinta.


"tuhan,berikanlah kekuatan pada ibuku untuk menghadapi sakitnya",pinta Atha dalam hatinya.


Setelah beberapa jam,Yura pun tersadar dia mengedarkan pandanganya ke seluruh ruangan,dengan di bantu alat medis yang menempel di seluruh badannya,Yura berusaha mengeluarkan suaranya namun dengan sekuat tenaga dia tak mampu,dan akhirnya hanya air mata yang mewakilinya.


Yura berpikir mungkin ini sudah waktunya dia harus meninggalkan suami dan anak-anaknya.


Di rumah,Rachel terus mondar mandir tak karuan,perasaannya tak tenang,bukan hanya Rachel tapi seluruh orang yang berada di rumah itu merasakan hal yang sama.


"sayang,sebaiknya kamu tenangkan dulu pikiran mu",ucap dafa.


"aku gak bisa duduk santai di sini,sedangkan keadaan ibu sedang kritis",ujar Rachel.


"aku tahu,tapi setidaknya kamu memberikan kekuatan kepada mereka",kata Dafa sambil menunjukkan kepada Mia,Alin dan kiki yang sedang menangisi Yura.

__ADS_1


Rachel pun tak bisa berkata lagi saat melihat orang-orang terdekat ibunya sedang bersedih.


"kita doakan saja ibu,semoga dia bisa melewati masa kritisnya",ucap Dafa lagi.


Rachel pun tak bisa membendung tangisnya lagi,akhirnya dia terisak di pelukan suaminya.


"aku takut kehilangan ibu",ucap Rachel.


Dafa membelai rambut Rachel dengan lembut,"jangan takut sayang di sini ada aku",ucap Dafa menenangkan istrinya.


...----------------...


Adelio kini sedang bersama Yura,dia menggenggam tangan Yura dengan erat,lalu menciuminya dengan setulus hati.


Yura hanya bisa melihat dan merasakannya,namun tak mampu untuk mengucapkan perasaannya.


"aku sangat mencintai dan menyayangimu sayang",ucap Adelio.


"aku akan selalu berada di sisimu,dan aku tak akan meninggalkan mu,dengan keadaan seperti ini",lanjut Adelio.


Yura terharu dengan perkataan suaminya,dan dia pun mengeluarkan air matanya,Adelio yang melihatnya langsung mengusapnya lalu mencium kening Yura.


"kau wanitaku,sampai kapan pun kau adalah pemilik hati ini",ucap Adelio.


Ketika Adelio dan Yura menikmati kebersamaan mereka,tiba-tiba nafas Yura tersengal-sengal yang membuat Adelio panik.


"sayang kamu kenapa?",tanya Adelio.


Bel darurat pun berbunyi,dokter dan para perawat berlarian ke ruangan ICU,Atha yang melihatnya pun panik,perasaannya tertuju pada ibunya.


"ibu jangan tinggalkan aku",ucap Atha dalam hati.


Dokter memeriksa keadaan Yura,Adelio yang masih berada di ruangan itu pun tak kuasa melihatnya.


"kamu harus kuat sayang",ucap Adelio.


Keadaan Yura semakin memburuk,tiba-tiba badannya melemas dan Yura mulai menutup mata.


Saat itu hati Yura berkata,"selamat jalan sayang,maaf aku lebih dulu meninggalkan mu".


Tuuuuuut.....


Komputer pendeteksi jantung pun berbunyi nyaring,menandakan kalo Yura sudah pergi meninggalkan orang-orang yang di cintainya.

__ADS_1


"maaf tuan kami tak bisa berbuat apa-apa jika tuhan sudah berkehendak",ucap dokter.


Adelio diam terpaku,tubuhnya seperti melayang,kakinya terasa berat untuk di gerakkan.


Adelio menggelengkan kepalanya,dia tak percaya kalo Yura akan pergi secepat ini.


"tidak...Yura jangan pergi Yura",teriak Adelio histeris.


Di luar ruangan,Atha terkejut mendengar teriakan ayahnya,dia terdiam tanpa kata,Atha yakin kalo ibunya sudah pergi.


Atha pun terjatuh ke lantai,seakan kakinya tak kuat untuk menopang tubuhnya,matanya sudah berkaca-kaca,"ibu maafkan aku belum bisa menjadi anak yang baik,aku berharap kita bisa di pertemukan kembali nanti di akhirat",ucap Atha dalam hati lalu dia menangis.


...----------------...


Di pemakaman umum,Yura sedang di kebumikan,semua sanak saudara hadir di upacara tersebut,Adelio mencoba menguatkan diri ketika jasad Yura di turunkan ke liang lahat.


Sedangkan Atha dia ingin berbakti pada ibunya untuk terakhir kalinya,Atha ikut membantu yang lainnya untuk mengebumikan Yura.


"terima kasih bu,sudah memberikan segalanya padaku,selamat jalan semoga ibu tenang di alam sana",ucap Atha dalam hati.


Ada pertemuan pasti ada perpisahan,ada kehidupan pasti ada kematian,semua orang pasti akan mengalaminya,usia tidak menjadi jaminan.


1 tahun kemudian


Adelio sedang duduk di taman rumah,hari ini tepat satu tahun dimana Yura pergi meninggalkannya,Adelio mengenang memory saat dulu dia bersama mendiang istrinya.


Adelio tersenyum sendiri,dan sekejap mata senyum itu menjadi tangisan,"aku merindukan mu sayang",ucap Adelio.


Tiba-tiba seorang anak laki-laki datang menghampiri Adelio,anak itu baru saja lancar berjalan.


Adelio langsung menduduki anak itu di pangkuannya.


Tidak lama kemudian Rachel dan Dafa datang menghampiri Adelio,begitu juga Atha dan Tiwi sambil menggendong buah hati mereka.


Dan kini mereka berkumpul bersama Adelio di taman itu sambil melihat kelucuan si kembar anak-anak Rachel.


"jika kamu masih berada di sini,lengkap sudah kebahagiaanku sayang",ucap Adelio.


.......... TAMAT ..........


Maaf ya Author baru sempat menulis lagi,beberapa hari kebelakang,anakku sakit dan dirawat di rumah sakit,alhamdulillah sekarang sudah sehat,dan author bisa kembali menulis.


Jangan lupa mampir ke novel terbaru author berjudul "Tulang punggung".

__ADS_1


__ADS_2