
Yura dan Alin sudah lelah mencari Mika,mereka tidak tahu harus mencari Mika kemana,Yura begitu cemas,dan dia berniat untuk menelepon Adelio.
Belum melakukan panggilan telepon,tiba-tiba Yura melihat orang-orang di sekitarannya berlari menuju jalan.
"maaf bu ada apa ya,kok semuanya berlari ke sana?",tanya Alin pada seorang ibu-ibu.
"itu neng,katanya ada wanita hamil yang tertabrak mobil",jawab ibu tadi.
Sontak Yura dan Mika pun saling melihat,mereka berpikir yang sama kalo wanita hamil yang di maksud adalah Mika.
Tidak menunggu lama,Yura dan Alin pergi ke TKP,di sana orang-orang sudah berkerumun Yura dan Alin memaksa masuk dan mereka melihat korban sudah di tutupi kain.
Yura berjongkok,dengan tangan bergetar dia mencoba membuka penutup untuk memastikannya.
Yura pun mendadak lemas,dia menghela nafas,"dugaan ku salah Lin",ucap Yura.
"syukurlah kak,ayo kita pergi",ajak Alin.
Ternyata korbannya bukan Mika,Yura dan Alin pun pergi mencari Mika,Yura sedari tadi mencoba menelepon Mika namun tidak di angkat.
"ayo Mika angkat teleponnya",ucap Yura kesal.
Di rumah sakit Jodi tengah membawa Mika ke ruangan IGD,"dokter tolong...",teriak Jodi.
Tiga perawat langsung menghampiri Jodi dan membantunya,"bapak tunggu saja di sini kami akan memeriksa pasien",ucap salah seorang perawat.
Jodi menurut lalu dia duduk di ruang tunggu,Jodi kebingungan dia tidak tahu harus berbuat apa,"aku harus bagaimana,tidak mungkin aku bilang pada Adel tentang kondisi Mika,sama saja aku menyerahkan diri padanya",ucap Jodi.
Tiba-tiba saja Jodi merasakan getaran ponsel di dalam tas Mika yang dipegang olehnya,Jodi pun memberanikan diri untuk mengambilnya,terlihat satu panggilan dari Yura namun Jodi tidak berani mengangkatnya.
Tiba-tiba saja dokter keluar dari ruangan,"bagaimana dok?",tanya Jodi.
Dokter balik bertanya,"anda siapanya pasien ya?".
"saya suami pasien",ucap Jodi berbohong,karena dia berniat untuk membawa Mika pergi,karena itu pilihan keduanya setelah dia gagal membuat Adelio hancur.
"apa sebelumnya istri tuan sudah pernah melakukan kemoterapi?",tanya dokter.
Jodi mengernyitkan keningnya,"maaf saya tidak mengerti",jawab Jodi.
"tuan benar-benar tidak tahu kondisi istri anda sekarang ini?",tanya dokter lagi.
Jodi menggelengkan kepalanya,"hasil pemeriksaan saya kalo istri anda pernah mengidap kanker rahim,dan saya rasa dia sudah pernah melakukan kemoterapi,tapi untuk saat ini sebenarnya istri anda tidak di perbolehkan untuk hamil karena itu beresiko tinggi pada ibu dan calon bayinya",jelas dokter.
Jodi pun mendadak lemas saat mendengar Mika mengidap kanker rahim,perasaannya semakin hancur,orang yang di cintai nya ternyata sedang tidak baik-baik saja.
Jodi mencoba berkata pada dokter,"maaf dok,wanita yang memiliki penyakit kanker rahim biasanya akan kesulitan mengandung janin,tapi kandungannya sudah hampir besar".
__ADS_1
"memang betul,tapi apa anda yakin dengan kekuasaan sang pencipta?",dokter balik tanya.
Jodi pun tertegun,mungkin ini yang di sebut dengan keajaiban tuhan.
"tuan,istri dan anak anda dalam bahaya,kami tidak yakin dengan keselamatan keduanya,apa lagi kondisinya sekarang semakin memburuk",ucap Dokter.
Jodi pun semakin terpuruk mendengar penjelasan dokter,tapi dengan tekad yang kuat dia akan berusaha untuk menyelamatkan Mika.
...----------------...
Yura sedang bersama Adelio,dia terisak menangis karena menyesal membiarkan Mika pergi sendiri.
"sudahlah sayang jangan menangis lagi,aku akan berusaha mencari keberadaan Mika",ucap Adelio menenangkan istrinya.
"tapi bagaimana aku menjelaskannya pada Marcel?",tanya Yura.
"tenang kak,kita akan sama-sama menjelaskannya pada tuan Marcel",jawab Alin yang baru datang menghampiri Yura dan Adelio.
"Lin,aku takut kalo ada apa-apa pada Mika",rengek Yura.
"aku juga sama kak",ucap Alin.
Adelio memijit keningnya,dia harus bertindak cepat sebelum terjadi sesuatu pada Mika.
"apa kalian sudah menghubungi ponselnya?",tanya Adelio.
"berarti ponselnya hidup",gumam Adelio.
"ada apa sayang?",tanya Yura.
Adelio tidak menjawab pertanyaan istrinya dia malah menyuruh Andre untuk melacak keberadaan Mika lewat ponselnya.
Andre pun langsung bergegas mengerjakannya,Adelio berharap dengan cara ini dia bisa menemukan Mika,begitu juga dengan Alin dan Yura,mereka berharap yang terbaik untuk Mika.
Di rumah sakit,Jodi sudah bersama Mika di ruangan rawat inap,Mika yang baru sadar terus memanggil nama suaminya.
"Marcel...Marcel...",ucap Mika lemah.
Jodi pun menghampiri Mika,"aku Jodi bukan Marcel,seharusnya aku yang menjadi suami mu bukan dia",ucap Jodi.
Mika yang sudah sadar benar,melihat Jodi berada di sampingnya langsung membuang muka,"aku ingin Marcel berada di sini",ujar Mika.
"aku akan menjagamu Mika,jadi kamu jangan berharap Marcel akan datang menemui mu",tutur Jodi.
"Marcel adalah suami ku,jadi dia berhak atas ku,dan kamu bukan siapa-siapa aku lagi jadi sebaiknya kamu silahkan pergi",jelas Mika.
Jodi tersenyum,"walau pun kamu memintanya sambil menangis darah,aku tidak akan membiarkannya datang kesini",tekan Jodi.
__ADS_1
Mika pun menutup matanya,dia benar-benar sudah masuk kedalam perangkap Jodi,kali ini dia hanya bisa berdoa agar seseorang menolongnya dari ambisi Jodi.
"sebenarnya mau kamu apa terhadap ku?",tanya Mika pada Jodi.
"keinginan ku simpel,aku mau kamu kembali padaku lagi dan kita menikah,dan aku akan mengakhiri balas dendam ku pada Adelio",jawab Jodi.
"kenapa seperti itu Jodi?",tanya Mika lagi.
"bukannya kamu akan melindungi Adelio untuk menebus kesalahanmu,dan itu pilihan yang kuberikan padamu",jawab Jodi.
"kalau kita bersama,aku akan melepaskan Adelio,dan sebaliknya kalo kamu gak mau bersama ku,maka Adelio yang jadi taruhannya,karena aku sudah mempersiapkan untuk kematian mantan suami mu",lanjut Jodi.
Mika menggelengkan kepalanya,dia tidak menyangka kalo Jodi akan sejahat itu,dan Mika pun tidak bisa melawan karena kondisinya yang tidak memungkinkan.
"bagaimana sayang?",tanya Jodi.
"kalau kita bersama,aku janji akan menjagamu seumur hidupku,apa lagi aku baru tahu kalo kamu sedang sakit,hal itu membuat perasaan ku hancur sayang",lanjut Jodi sambil mengusap pipi Mika.
Dan Mika pun menepisnya dengan tangannya,"jangan coba-coba sentuh aku,dan ingat suami ku dan Adelio akan segera menemukan ku,bersiap-siap lah kamu akan mendapatkan hukuman yang setimpal",ucap Mika.
Jodi tertawa,"ha..ha...kamu lucu sekali Mika mereka akan tahu dari mana kamu di sini",ujar Jodi dengan yakin,padahal dia membiarkan ponsel Mika terus aktif dan memudahkan Adelio untuk melacaknya.
...----------------...
Setelah beberapa menit mencari lokasi ponsel Mika,akhirnya Andre berhasil mendapatkannya.
"kerja bagus",gumam Andre dengan senang.
Andre mengernyitkan keningnya dia melihat di layar laptopnya kalo keberadaan Mika berada di sebuah rumah sakit.
Andre pun langsung mengirimkan alamat keberadaan Mika pada Adelio.
Tidak menunggu Adelio dan Yura pun langsung bergegas pergi ke alamat yang dikirim Andre.
Sesampainya di sana Adelio dan Yura langsung bertanya pada seorang perawat.
"apa ada yang bisa saya bantu?",tanya seorang perawat.
"maaf sus,ada pasien bernama Mika di sini?",tanya Adelio.
"sebentar ya pak saya lihat dulu",jawab perawat itu.
Setelah menunggu beberapa detik,perawat itu langsung berkata,"memang betul di rumah sakit ini ada pasien bernama Mika dan dia sedang berada di ruangan VVIP Dahlia 2".
"terima kasih sus",ucap Adelio lalu dia dan Yura bergegas pergi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1