Cinta Setelah Berpisah

Cinta Setelah Berpisah
Keputusan


__ADS_3

Pesta pun selesai,Yura dan Atha memilih pulang dan Adelio pun mengantarkan mereka ke apartemen.


Sampainya di apartemen Adelio membaringkan Atha di kamarnya,karena di dalam perjalanan Atha sudah tertidur di pangkuan ayahnya.


"ini sudah larut malam sebaiknya istirahat,aku akan pulang",titah Adelio pada Yura.


"terima kasih tuan sudah mengantar kami pulang",ucap Yura.


Adelio menghela nafas,"apa bisa kau tidak memanggil ku tuan?",tanya Adelio.


"kamu bukan bawahan ku,jadi kumohon jangan memanggil ku dengan sebutan itu",pinta Adelio.


"lalu aku harus memanggil apa, aku bilang mas Adel seperti dulu?",Yura balik tanya.


"panggil saja aku sayang",ucap Adelio sambil mengedipkan matanya.


Yura pun tertawa,"ha...ha..."


"kenapa tertawa?",tanya Adelio heran.


"lucu sekali kalo aku memanggil mu sayang",jawab Yura.


"kalo kamu gak mau bagaimana kalo dengan panggilan baby",usul Adelio.


"kamu bukan bayi kan!",ujar Yura.


Adelio jadi serba salah,"ya sudah terserah kamu saja".


"baiklah kalo begitu aku akan memanggil oppa saj", ucap Yura.


"aku bukan orang korea".


"tapi aku suka".


"baiklah aku menurut saja,tapi bolehkan aku memanggil mu cinta".


"baiklah oppa",Adelio pun tersenyum malu.


Tiba-tiba saja Atha terbangun mencari Yura,"ibu dimana?".


Yura tidak mendengar panggilan Atha,dia masih tertawa bersama Adelio.


"kalian sedang apa?",tanya Atha yang berdiri di ambang pintu kamarnya.


"sayang kamu bangun nak",ucap Yura sambil menghampiri putranya.


"aku memanggil ibu dari tadi",ujar Atha.


"maafkan ibu nak,ibu tak mendengarnya",lirih Yura.


Adelio pun ikut menghampiri Atha,"sebaiknya kamu tidur lagi dan ayah sebentar lagi akan pulang",titah Adelio.


"kenapa ayah pulang,kita kan keluarga kenapa kita terus terpisah",tanya Atha yang membuat orang tuanya saling melirik.


"lalu mau Atha apa?",Adelio balik tanya.


"aku mau kita tinggal bersama,jadi ayah tinggal saja bersama kami dan bikin dede buat aku",ucap polos Atha.

__ADS_1


Yura dan Adelio pun salah tingkah,"siapa yang mengajarkan mu sayang?",tanya Yura.


"om Soni",jawab Atha.


"awas saja kalo aku bertemu dengannya",gerutu Adelio.


"sebaiknya kita tidur ya biarkan ayah pulang dulu diakan harus ganti baju",tutur Yura.


"ayah jangan pergi tidurlah bersama kami",rengek Atha.


Yura pun membulatkan kedua matanya,sedangkan Adelio begitu senang dalam hatinya.


"anak pintar",ucap Adelio dalam hati.


"bagaimana aku boleh menginap malam ini,aku kasihan melihat putraku merengek seperti ini",ijin Adelio.


"alasan pasti itu kemauan mu kan!",ketus Yura.


"oke kalo begitu aku pulang saja,kalo Atha nangis aku gak tanggung jawab ya",ujar Adelio merasa malu untuk mengakuinya.


"ya sudah tapi malam ini saja ya,kalo begitu aku mau mandi dulu",pamit Yura.


Adelio pun langsung menggendong putranya agar tidur kembali.


Waktu menunjukkan jam 2 malam,Yura berdiri di balkon sambil melihat pemandangan malam ibu kota,Yura belum juga tidur,dia memikirkan keputusannya saat menerima kembali Adelio,dan entah apa yang mendorongnya untuk melakukan hal itu.


Tiba-tiba Adelio datang menghampiri dan berdiri di samping Yura,"kenapa belum tidur?",tanya Adelio.


"saat ini aku sedang memikirkan keputusanku untuk kembali lagi padamu,aku takut akan mengecewakan putraku",jawab Yura.


"berarti kau tidak yakin dengan keputusanmu menerima ku kembali",Adelio merajuk sambil memalingkan wajahnya.


Adelio menoleh ke arah Yura,dia menatap wajah Yura dalam-dalam,dan akhirnya dia menarik tengkuk Yura lalu mencium bibir wanita yang di cintainya,Yura pun kini membalas dan menikmatinya.


Setelah lama melakukannya,akhirnya mereka pun melepaskan untuk menghirup oksigen,Adelio menempelkan keningnya pada kening Yura.


"kau harus yakin dengan keputusanmu,karena aku juga yakin dengan keputusanku,dan aku tak akan sia-siakan kesempatan ini cinta",bisik Adelio.


Yura pun mengangguk dan akhirnya mereka berpelukan.


...----------------...


Hari sudah pagi,Yura sedang mengerjakan pekerjaan rutin di dapur,dia memasak nasi goreng untuk sarapan bersama dengan Adelio dan Atha.


Tiba-tiba dua buah tangan melingkar di pinggangnya dari belakang.


"selamat pagi cinta...",bisik Adelio.


"pagi...jangan seperti ini nanti Atha melihatnya",ujar Yura.


"dia masih tidur,jadi kita leluasa melakukan hal seperti semalam",goda Adelio.


"jangan macam-macam kita belum menikah",tutur Yura.


"nikahnya hari ini aja ya aku sudah gak tahan",goda Adelio.


Yura menghentikan aktivitasnya dia langsung membalikan tubuhnya lalu mendorong Adelio ke belakang untuk memberi jarak.

__ADS_1


"jangan lakukan hal yang di luar dugaan ku lagi",ujar Yura.


"maksudnya?",tanya Adelio tidak mengerti dengan pertanyaan Yura.


"jangan seperti semalam,tiba-tiba kau melamar ku",ucap Yura.


Adelio pun tersenyum,"tapi kamu suka kan",goda Adelio.


Tiba-tibaa saja terdengar Atha memanggil ayahnya,Adelio pun bergegas menghampiri.


"selamat pagi sayang",sapa Adelio.


"pagi Ayah...",ucap Atha dengan ceria.


"ayah bagaimana dengan ibu apa dia terlihat bahagia?",tanya Atha.


"bahagia sekali nak,semua ini berkat kerja sama kita",tutur Adelio.


"yeee...ternyata rencana kita berhasil",sorak Atha.


"yeeeee...",mereka bersorak bersama.


Ternyata Adelio dan Atha merencanakan sesuatu agar Adelio bisa melamar Yura dan akhirnya Adelio tahu kalo Yura juga sama mencintainya.


Yura tak sengaja mendengar percakapan mereka di balik pintu,dia tersenyum melihat kedekatan Adelio dan Atha.


"selamat pagi anak ibu",sapa Yura ketika sudah masuk dalam kamar.


"ibu sudah membuat nasi goreng buat kita sarapan,ayo cepat turun nanti dingin makanannya",ajak Yura.


Mereka pun keluar dari kamar lalu menuju dapur dan sarapan bersama di meja makan.


Adelio sangat bahagia saat ini,apa lagi kalau mereka sudah satu rumah kebahagiaanya semakin lengkap.


Waktu menunjukkan jam 3 sore,sudah waktunya Adelio pulang,namun Atha tetap saja merengek pada ayahnya agar Adelio tidak pulang.


"sayang,ayah harus pulang besok ayah ke sini lagi ya",bujuk Yura.


Atha tetap kukuh pada pendiriannya dan dia malah merajuk pada Yura dan Adelio.


Yura pun menyerah dia tak sanggup lagi untuk membujuk Atha,dan akhirnya Adelio pun turun tangan.


"boy...dengar ayah nak,kamu anak yang pintar dan baik,pasti kamu paham sama keadaan ibu dan ayah,kita gak bisa bersama-sama karena ibu dan ayah belum menikah",jelas Adelio.


"lalu kapan ibu sama ayah nikah?",tanya Atha.


"sabar nak,nanti kalo sudah waktunya",jawab Yura,dan Atha pun lalu pergi ke kamarnya.


Adelio menatap kepergian Atha ada rasa sakit di hatinya karena dia belum bisa memenuhi keinginan putranya.


"aku rasa kita harus secepatnya mengurus pernikahan kita yang kedua",ujar Adelio.


"kita perlu waktu yang matang untuk memikirkan hal ini",tutut Yura.


Adelio pun mengerti maksud Yura,dia tidak mau terburu-buru karena semuanya perlu proses yang matang.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


maaf ya author sering bolos soalnya banyak tugas sekolah dan tugas di rumah...


makasih yang sudah memberikan like nya,ini membuat author bersemangat untuk menulis...


__ADS_2