Cinta Setelah Berpisah

Cinta Setelah Berpisah
Deary


__ADS_3

Atha sudah berada di kantornya,dia pagi-pagi sekali sudah berangkat karena ingin mencari identitas para karyawannya yang tersimpan dalam file.


Bisa saja Atha meminta bantuan Andre,namun dia tidak mau orang mengetahui kalo dirinya sedang mencari sesuatu.


Kantor masih terlihat sepi,hanya ada dua orang penjaga yang sedang menjaga.


"hei,itu kan pak direktur,mau apa dia pagi-pagi datang kekantor?",tanya penjaga kepada temannya.


"mungkin ada yang harus dia kerjakan",ucap penjaga lain.


"selamat pagi pak",sapa para penjaga ketika Atha mendekati mereka.


"pagi,tolong buka kunci ruangan saya",ucap Atha.


"baik pak",salah seorang penjaga mengikuti perintah Atha.


"kamu duluan ke sana,saya mau ke pantry dulu mau ngambil kopi",titah Atha.


"baik pak,tapi biar saja saya yang buatkan kopi buat bapak,setelah saya membuka kan kunci",ujar penjaga.


"terima kasih,tapi saya ingin membuatnya sendiri",ucap Atha lalu dia pergi ke pantry,sedangkan penjaga pergi menuju ruangan direktur.


Atha membuka pintu pantry,namun setelah pintu terbuka dia melihat pemandangan yang sangat dia cari.


"Tiwi",ucap Atha lalu dia mendekati Tiwi yang tengah tertidur.


"ternyata kamu tidur di sini Wi",gumam Atha.


Atha tidak ingin menganggu tidur Tiwi dan dia membatalkan niatnya untuk membuat kopi.


Namun ketika Atha hendak pergi,dia melihat sebuah buku deary berwarna merah yang terbuka dan berada tepat di samping tangan Tiwi.


Atha penasaran lalu dia mengambilnya,dan membaca curhatan Tiwi yang di tuangkan di deary itu.


Tapi Atha tidak berani untuk membuka halaman lainnya,namun ketika Atha meletakkan lagi buku itu tiba-tiba sebuah poto jatuh dari dalam buku itu.


Lalu Atha mengambilnya,Atha tersenyum saat melihat poto itu,karena itu kenang-kenganan Tiwi dan Atha saat berlibur,dan Tiwi masih menyimpannya.


Atha membalikan poto itu,dan di sana ada sebuah tulisan tangan,


Hari-hari yang sangat menyenangkan bersama sahabat namun sayang kami hanya sekedar sahabat,


Atha terus mengamati arti dari kata-kata itu,dan dia mengambil lagi buku deary Tiwi,lalu membacanya halaman demi halaman.


...----------------...


Hari semakin siang,semua para staf berkerja dengan seperti biasanya,termasuk Tiwi,dia masih fokus pada laptopnya.


"Wi,kamu di panggil pak direktur",ucap sekretaris.


"oh terima kasih",ucap Tiwi langsung beranjak dari duduknya lalu pergi menemui Atha.

__ADS_1


Tiwi mengetuk pintu,tok...tok...


"masuk",titah Atha.


Tiwi pun masuk kedalam,"bapak memanggil saya?",tanya Tiwi.


"silahkan duduk",


Tiwi pun duduk tepat dihadapan Atha,"semalam kamu tidur di pantry?",tanya Atha.


Tiwi terkejut,kenapa Atha bisa tahu kalo dia tidur di pantry.


"ehm anu pak...ehm...",Tiwi sangat gugup.


"aku sudah tahu semuanya",ucap Atha.


"tahu soal apa?",tanya Tiwi.


"tentang kamu",jawab Atha singkat.


Tiwi menatap Atha,pikirannya berkecamuk dia tidak tahu apa yang sudah diketahui Atha.


"Wi kamu mau kan jujur padaku?",tanya Atha.


"soal apa?",tanya Tiwi.


"soal perasaan mu",jawab Atha yang membuat Tiwi terpaku.


"aku gak ngerti",ujar Tiwi.


"maaf saya masih banyak pekerjaan",pamit Tiwi untuk menghindar.


"kenapa kamu menyuruhku mengatakan perasaanku pada orang lain,tapi kamu sendiri tidak berani mengatakan perasaan mu",ucap Atha,Tiwi pun menatap Atha.


"sebenarnya apa yang kamu ketahui soal perasaan ku?",tanya Tiwi.


"apa kamu menyukaiku?",tanya Atha yang membuat Tiwi membulatkan bola matanya.


"ya tuhan dia mengetahuinya,tapi dari mana,perasaan aku tidak mengatakan ini pada orang lain",ucap Tiwi dalam hati.


"aku dan kamu sama sama bodoh",ujar Atha.


Atha mendekati Tiwi,"jujurlah Wi",ucap Atha.


Tiwi memandang wajah Atha,pria yang di depannya sedang meminta kejujurannya.


"ya aku menyukaimu,bahkan lebih dari sekedar suka",ucap Tiwi.


Atha memandang wajah Tiwi,"kenapa baru kali ini kamu mengungkapkannya?",tanya Atha.


"aku merasa punya batasan dalam pertemanan kita,apalagi saat aku mengetahui kalo kamu menyukai wanita lain yang lebih sempurna dari ku",jawab Tiwi.

__ADS_1


Atha menjauh dari Tiwi,selama ini dia tidak menyangka kalo Tiwi menyukainya.


"kamu jangan pikirkan hal itu,semua itu tidak akan terjadi,jadi kamu bebas memilih perempuan mana pun,anggap saja itu rasa suka sebagai sahabat",ucap Tiwi lalu dia pergi.


Atha terdiam saat mendengar ucapan Tiwi,dia tidak suka Tiwi berbicara seperti itu,dan ingatannya kembali saat mereka bersama,Atha tidak suka kalo Tiwi di ejek teman-temannya dan Atha selalu menjadi pelindung Tiwi.


Begitu juga Tiwi,dia memperlakukan Atha dengan baik,Tiwi selalu memberikan perhatian pada Atha,apalagi disaat Atha sakit,Tiwi sangat mengkhawatirkan Atha.


Atha membuka layar laptopnya,lalu dia membuka file yang di dalamnya tersimpan poto-poto saat masih kuliah bersama Tiwi.


Semua moment mereka abadikan,seketika Atha tersenyum,memang di dekat Tiwi dia merasa tenang,tapi saat dia berpisah dengan Tiwi,Atha selalu ada yang kurang.


Atha bersandar pada kursi kebesarannya,dia terus memikirkan hal itu,dan terlintas dalam benaknya,semua yang di alaminya bersama Tiwi adalah cinta.


Yang lebih menguatkan lagi,saat Atha menyukai seseorang namun dia tak tertarik untuk memilikinya,dia berpikir itu bukan cinta.


Yang dinamakan cinta adalah,saling memberi rasa,perhatian,dan menguatkan,itu lah yang ada dipikiran Atha saat ini.


Sedangkan di luar sana,Tiwi menangisi nasibnya,dari dulu dia berharap bisa bersama Atha tanpa ikatan teman,namun pada akhirnya keinginan itu dia kubur dalam-dalam.


Setelah sembuh dari semua itu,kenapa tuhan mempertemukannya lagi dengan lelaki yang dia sukai.


...----------------...


Hari berganti malam,Atha masih berada di kantor,seharian dia memikirkan tentang perasaan Tiwi padanya.


"kamu belum pulang",ucap Andre yang membuyarkan lamunannya.


"belum om,sepertinya aku lembur",ujar Atha.


"kenapa harus lembur,tadi kan kamu datang lebih awal,sebaiknya pulang lah dan istirahat lah",ucap Andre.


"baiklah kalo gitu aku pulang,tapi sebelumnya aku mau ke pantry dulu",ujar Atha.


"mau melihat keadaan Tiwi?",tanya Andre tiba-tiba.


Atha menoleh kearah Andre,"dia tidak tidur di sini lagi",ucap Andre.


"semalam Tiwi menelepon om,dia meminta ijin tidur di sini satu malam saja,dan om pun mengijinkannya",


"maaf ya om baru memberi tahu mu",lanjut Andre.


"lalu dia sekarang dimana?",tanya Atha.


"om tidak tahu,tapi kata teman-temannya dia menginap di sebuah hotel",jawab Andre.


"om tahu di hotel mana dia menginap?",tanya Atha lagi,Andre pun menggelengkan kepalanya.


Atha langsung pergi mencari keberadaan Tiwi,Andre bertanya-tanya tentang hubungan mereka.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2