
Waktu menunjukkan jam 3 pagi,Marcel tengah berbaring di samping Mika sambil memeluk istrinya.
Sedangkan Mika dia tidak bisa memejamkan matanya,sakit yang dia rasakan semakin menjadi.
Mika menahannya karena dia tidak mau Marcel menjadi cemas,wajah Mika sudah semakin pucat dan dia hampir kehilangan kesadaran.
Tidak berselang lama,Marcel pun terbangun dan dia melihat wajah istrinya yang sudah berkeringat akibat menahan sakitnya.
"sayang kamu sadarkan?",tanya Marcel sambil menepuk pipi Mika.
Seketika Mika menganggukkan kepalanya sebagai isyarat kalau di masih sadar.
Marcel dengan segera memencet bel darurat,dia yakin kalo Mika sedang tidak baik-baik saja.
Di rumah Yura tidak bisa tidur,pikirannya masih tertuju pada Mika,semenjak pulang ke rumah perasaannya tidak enak dan dia hampir kembali lagi ke rumah sakit.
Tiba-tiba ponsel Adelio bergetar tanda panggilan masuk,Yura pun mengambil ponselnya dan di berikan pada Adelio.
"sayang bangun,seseorang menelpon mu",ucap Yura membangunkan suaminya.
Adelio pun terbangun,dia masih setengah sadar dan dia langsung mengangkat teleponnya namun tiba-tiba ponsel Adelio mati karena baterainya habis.
Yura pun menarik nafas,dia semakin cemas karena dia yakin kalo telepon tadi dari anak buah Adelio yang ditugaskan untuk berjaga di rumah sakit.
Yura tidak berpikir panjang dia langsung mengganti pakaian dan hendak pergi,"kamu mau kemana sayang malam-malam gini?",tanya Adelio pada Yura yang sudah siap pergi.
"aku mau pergi ke rumah sakit lagi,jujur saja di sini aku tak tenang,aku terus memikirkan Mika",jawab Yura.
Adelio menarik nafas,"baiklah aku akan ikut dengan mu tunggu sebentar",ucap Adelio.
"aku tunggu di bawah",ujar Yura lalu keluar dari kamar.
__ADS_1
Di rumah sakit keadaan Mika semakin memburuk,dia dipindahkan ke ruang ICU,suster memasang peralatan medis di tubuh wanita itu.
Marcel pun semakin terpukul,tidak ada teman untuk berbagi kesedihan lagi,perasaannya begitu hancur,tapi dia terus berharap dengan keajaiban yang di berikan tuhan pada istrinya.
Tidak lama kemudian Yura dan Adelio sudah sampai di rumah sakit,mereka langsung pergi ke ruang ICU karena anak buah Adelio yang mengatakannya pada mereka.
Sesampainya di depan ruang ICU,Yura melihat Marcel yang tengah duduk sambil tertunduk,Yura merasakan apa yang di rasakan Marcel saat ini,menghadapi situasi seperti ini sangatlah tidak mudah.
Yura dan Adelio mendekati Marcel,Yura menepuk pundak suami Mika itu,"Marcel,kami datang lagi",ucap Yura.
Marcel pun menoleh kearah Yura lalu dia berdiri,"makasih kalian sudah datang lagi ke sini,aku benar-benar tidak tahu harus bagaimana mengahadapi Mika saat ini,aku tak kuasa melihatnya",lirih Marcel.
"aku yakin kamu kuat menghadapinya bersabarlah",ucap Adelio menenangkan Marcel.
Tiba-tiba seorang perawat keluar dan memanggil Marcel,"maaf tuan Marcel,anda di minta untuk masuk",ucap perawat itu.
Marcel pun dengan segera masuk,saat dia sudah berada di dalam,dia melihat Mika yang terbaring lemah,kini badannya di penuhi dengan alat medis.
Marcel pun mendadak lemas,kakinya sudah tidak bisa menopang tubuhnya,dan akhirnya dia ambruk.
Di luar Yura dan Adelio menunggu kabar baik dari Marcel,namun dia tak kunjung keluar,mereka sangat penasaran,setiap perawat keluar pasti bertanya soal Mika.
Marcel masih menunggu di ruangan ICU,dia melihat wajah istrinya yang cantik,kenangan saat bertemu dengannya terlintas di pikirannya.
Waktu itu Marcel baru saja pulang ke apartemennya,tiba-tiba pamannya membawa seorang perempuan cantik dan menjodohkannya.
Hanya satu minggu Marcel mengenal Mika dan akhirnya mereka memutuskan untuk segera menikah secara sederhana di KUA,tidak ada kata mewah tapi Mika menerima Marcel sebagai suaminya.
Hari demi hari mereka lalui bersama,sampai waktunya Marcel mengetahui kalo Mika sakit dan harus segera di operasi,setelah di nyatakan sembuh Mika dan Marcel berencana untuk memiliki momongan.
Namun setelah janin sudah ada di perut Mika,dia merasakan sakit yang luar biasa dan dokter pun menyatakan kalo penyakit kankernya masih ada dan Mika di minta untuk menggugurkan kandungannya,tapi dengan tekad yang kuat dia mempertahankannya sampai pada akhirnya dia harus mengorbankan nyawanya demi sang buah hati.
__ADS_1
Marcel yang berlarut dalam pikirannya tiba-tiba dia mendengar alat detak jantung Mika berhenti,sontak Marcel pun panik dan memanggil perawat.
Dokter dan Perawat pun memeriksa keadaan Mika,dan akhirnya tepat pukul 5 pagi Mika di nyatakan meninggal dia menghembuskan nafas terakhirnya,Marcel pun terpukul dia meninju angin meluapkan kesedihannya karena kehilangan orang tercinta.
Yura dan Adelio terkejut saat perawat memberi tahu mereka,Yura menangis dan Adelio terduduk lemas,serasa tak ada tenaga untuk berdiri.
...----------------...
Di sebuah gudang Jodi tengah tertidur,tiba-tiba dia terbangun dan berteriak,"Mika...."
Nafas Jodi tidak teratur,badannya di basahi oleh keringat,mimpinya seakan nyata,"Mika,kamu jangan pergi tunggu aku,aku akan keluar dari sini",ucap Jodi sambil mencari celah untuk keluar.
Sedangkan di rumah sakit,mereka sedang mengurus jenazah Mika untuk di bawa pulang,Yura,Adelio dan Marcel mereka di runung kesedihan yang tiada tara.
Yura menangis,dia mengingat masa dimana Yura mengetahui penyakit Mika,dan di situ lah mereka mengikrarkan pertemanan sampai Yura siap berkorban demi permintaan terakhirnya,walaupun itu hanya angan-angan saja bagi Mika.
Begitu pula dengan Adelio,dia pernah mencintai Mika sampai dia meninggalkan Yura kala itu,dan Mika pun mengkhianati cintanya,namun begitu Adelio memaafkan Mika berkat sikap Mika yang berubah dan dorongan yang kuat dari sang istri.
Beralih pada Jodi,dia duduk termenung dia berharap tuhan akan memberikan kesempatan untuknya agar bisa bersama Mika lagi,semua yang Mika ucapkan dia pikirkan matang-matang sampai akhirnya dia akan berubah demi bisa bersama Mika lagi.
Tiba-tiba seseorang datang,dia adalah anak buah Adelio yang di perintahkan untuk melepaskan Jodi.
"hey,bos kami memerintahkan agar anda di bebaskan,maka dari itu cepatlah pergi tapi dengan satu syarat",ucap anak buah Adelio.
"kamu tidak boleh mengusik kehidupan bos lagi,kalau kamu masih saja mengusiknya,maka bos kami tidak segan-segan akan membunuhmu",lanjutnya.
Jodi pun tidak berpikir panjang,dia langsung beranjak,namun langkahnya seketika terhenti dan menoleh ke arah penjaga itu.
"sampaikan ucapan terima kasihku pada bos mu itu",ujar Jodi lalu dia pergi.
Jodi berjalan dengan langkah panjang,dia sangat bahagia karena bisa bebas dari jeratan Adelio,kini dia berniat untuk pergi bertemu Mika dan akan mengatakan kalo dirinya akan menjaga dan melindungi Mika.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...