Cinta Setelah Berpisah

Cinta Setelah Berpisah
Keinginan


__ADS_3

Adelio melangkahkan kakinya ketika dia turun dari mobil sambil menggenggam tangan Yura,semua karyawannya menunduk dan menyapa Adelio dan Yura saat berpapasan dengan mereka.


"selamat pagi pak",sapa sekretaris Adelio.


"pagi,jam berapa meeting hari ini?",tanya Adelio.


"jam 9 pagi pak",jawab sekretarisnya.


Adelio hanya menganggukkan kepalanya lalu dia masuk dengan menarik tangan Yura.


"seharusnya tidak membawaku ke sini!",rengek Yura.


"itu hukuman karena kamu semalaman tidak pulang",ucap Adelio sambil duduk di kursi kebesarannya.


"tapi aku harus bertemu dengan putraku",ucap Yura.


"aku sudah menyuruh Mia untuk menjaganya,lagian kamu sibuk dengan duniamu sendiri",sindir Adelio.


Yura menatap tajam,dia tidak rela kalau Adelio berkata seperti itu,"kenapa menatap ku seperti itu?",tanya Adelio santai.


"aku bukan orang seperti itu ya,aku punya alasan tersendiri",ketus Yura lalu dia pergi keluar dari ruangan kerja Adelio.


"Ra...kamu mau kemana,kembalilah...",titah Adelio namun Yura tak menghiraukannya dia tetap melangkah meninggalkan Adelio.


"sial pasti dia marah",gumam Adelio sambil mengejar Yura.


Secepat kilat Yura pergi,Adelio tidak menemukan sosok Yura di kantornya,dia sangat kebingungan,semua karyawannya pun melihat tingkah Adelio.


"bos sedang mencari apa?",tanya Andre.


"aku mencari Yura,secepat itu dia pergi",jawab Adelio.


"bos sedang marahan?",tanya Andre.


Adelio menoleh ke arah Andre,"jangan ikut campur urusan pribadiku",ucap Adelio memperingatkan Andre.


"baik bos...",ucap Andre sambil menundukkan kepalanya.


"meeting hari ini di tunda",kata Adelio lalu dia pergi untuk mencari kekasihnya.


Andre pun menggelengkan kepalanya,"orang bucin lupa sama pekerjaan sendiri",ucap Andre.


Yura berjalan di tepian jalan,sungguh sial hari ini dia pergi tidak membawa uang sepeser pun,apa lagi Adelio begitu memaksanya untuk memintanya ikut ke kantor karena alasan yang tidak masuk akal menurut Yura.


"pria menyebalkan kenapa dia bisa berkata seperti itu,padahal aku sudah berjuang sendiri untuk hidup bersama putraku",gerutu Yura sambil berjalan.


Tiba-tiba sebuah mobil hitam berhenti tepat di sampingnya,Yura pun menghentikan langkahnya.


Adelio keluar dari mobil itu,saat Yura menyadari kalo itu Adelio dia cepat-cepat melangkahkan kakinya.


Namun Adelio dengan sigap menarik tangan Yura.


"kamu mau pergi kemana cantik",rayu Adelio.


"lepas...",Yura mencoba memberontak.


"diam Ra...aku nanti di kira penjahat",ucap Adelio,Yura pun langsung terdiam.

__ADS_1


"kamu kenapa pergi?",tanya Adelio,Yura masih tetap terdiam.


"maaf kalo perkataan ku tadi menyinggung perasaanmu",ucap Adelio.


"tidak tersinggung bagaimana,jelas selama ini aku berusaha untuk melindungi anakku",teriak Yura.


"sst...jangan berteriak cinta,malu di lihat orang,ya aku percaya padamu,maafkan aku ya",Adelio mencoba meluluhkan Yura tapi tetap saja Yura pada pendiriannya.


"baiklah sebagai permintaan maaf,apa yang kamu inginkan aku akan mengabulkannya",ucap Adelio.


"benarkah?",tanya Yura dengan perasaan senang,Adelio pun menganggukkan kepalanya.


"aku akan memikirkannya nanti",ujar Yura.


"kalo begitu kita pulang saja",ajak Adelio.


"tapi pekerjaannya?",


"hari ini aku akan menghukum mu di rumah saja".


...----------------...


Adelio dan Yura sudah sampai di rumah,Atha sangat senang melihat ibunya sudah pulang.


"ibu....",panggil Atha sambil berlari menghampiri Yura.


"ibu kangen kamu sayang...",ucap Yura sambil memeluk putranya.


Adelio ikut senang melihat Atha yang kegirangan saat ibunya kembali.


Yura mengernyitkan keningnya,"janji apa?",tanya Yura heran.


"janji kalo ayah akan membawa ibu pulang",jawab Atha.


Yura melirik ke arah Adelio,"oh ya...",ucap Yura.


"tentu cinta,kemarin aku mencoba membujuknya",ujar Adelio sambil tersenyum.


Di rumah sakit Mika menatap poto Adelio yang berada di layar ponselnya,dia sangat menyesali perbuatannya.


"andai aku dulu tak tergoda oleh Jodi,mungkin kita masih bersama,asal kamu tahu sayang aku ingin sekali memutar waktu andai itu bisa",ucap Mika.


Mika berpikir sejenak dengan perkataan Yura yang akan mengabulkan keinginannya,"apa dia akan berhasil meyakinkan Adelio,apa aku tidak keterlaluan padanya",ucap Mika lagi yang merasa egois.


Adelio dan Yura tengah duduk sambil berpegangan tangan di taman rumah,genggaman Adelio begitu erat,Yura pun sadar kalo pria di sampingnya begitu bucin padanya.


"jangan seperti ini malu dengan yang lain",ucap Yura sambil melihat putranya yang tengah bermain di bersama Mia.


"kenapa harus malu bukannya kita saling mencintai",ujar Adelio.


"bukan soal itu,tapi kita belum menikah",ucap Yura pelan.


Adelio menoleh,"jadi ingin secepatnya!",ucap Adelio kegirangan.


"bukan itu maksud ku..."


"lalu kapan kita akan meresmikan hubungan kita?",tanya Adelio serius.

__ADS_1


Yura menghela nafas sudah waktunya dia mengatakan soal Mika pada Adelio.


"aku akan menagih janjimu tadi pagi",ucap Yura.


"boleh,kau mau apa?",tanya Adelio menawarkan sesuatu yang di inginkan Yura.


"aku ingin kamu menemani Mika sampai akhir hayatnya",ucap Yura yang membuat Adelio terdiam tidak percaya Yura mengatakan hal semacam itu.


Adelio tertawa,"jangan bercanda cinta",ucap Adelio.


"aku tidak bercanda,aku serius",


Adelio menggelengkan kepalanya,"jangan berbuat yang tidak-tidak Yura",kata Adelio sambil pergi meninggalkan Yura.


Tidak tinggal diam Yura pun mengejar Adelio,"tunggu...",panggil Yura sambil menarik tangan Adelio.


"dengarkan dulu penjelasan ku",ucap Yura.


Adelio pun menyeret Yura masuk ke dalam ruang kerjanya,"aku tidak tahu tujuan mu Ra...",ucap Adelio kesal saat berada di ruangan kerjanya.


"oke aku akan jelaskan".


"sebenarnya semalam aku bersama Mika,teman yang dimaksud adalah Mika".


"sekarang dia sedang sakit,dia mengidap kanker sudah stadium 3,aku pertama melihatnya ketika mengantar Atha ke rumah sakit,dan dia mempunyai keinginan terakhirnya yaitu hidup bersama mu sampai dia menutup mata",jelas Yura.


Adelio tersenyum lalu dia berkata,"kau sudah dibodohi olehnya,dulu aku juga masuk dalam perangkapnya namun dengan sigap Andre mengetahui kalo dia berbohong",


"dengarkan aku jangan pernah percaya dengan ucapannya",lanjut Adelio.


"itu tidak bohong,keadaan Mika sekarang mengkhawatirkan",Yura mencoba meyakinkan Adelio.


"aku tidak akan percaya semudah itu",ucap Adelio.


"percayalah,dia benar-benar sakit",rengek Yura.


Adelio tetap diam,dia masih tidak percaya kalo Yura memintanya untuk menemani Mika.


"baiklah tapi tolong ini demi aku dan hubungan kita",tutur Yura.


"apa maksud kamu,lalu kenapa membawa hubungan kita?",tanya Adelio semakin tidak mengerti dengan cara berpikirnya Yura.


"aku janji akan menikah dengan mu setelah Mika pergi,ku mohon",rengek Yura.


"hentikan Yura aku tidak mau mendengarnya lagi",bentak Adelio.


"aku akan tetap pada pendirian ku,aku akan membawanya pulang ke rumah ini",tegas Yura.


Braaak...


Adelio menggebrak meja,dia melampiaskan kekesalannya.


"aku tidak akan pernah menerimanya kembali",ucap Adelio.


"aku tidak meminta kau menjalin hubungan dengannya tapi yang aku minta temani dia sebagai sahabat atau keluarga",jelas Yura lalu dia pergi meninggalkan Adelio karena dia tidak mau berdebat lagi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2