
Di pagi hari Adelio sedang duduk di balkon yang berada di kamarnya sambil menghirup udara segar,tiba-tiba Atha datang sambil membawa satu gelas air putih hangat dan di berikan pada Adelio.
"ibu yang menyuruhku untuk memberikan ini",ucap Atha jutek, Adelio mengambil air dari tangan mungil anaknya.
"terima kasih kau anak yang pintar",puji Adelio sambil tersenyum,tidak lama Atha langsung pergi lagi.
Beberapa menit kemudian Yura datang sambil membawa semangkuk bubur dan air putih,"tuan saya sudah siapkan bubur untuk sarapan",ucap Yura sambil menyimpan buburnya di atas meja.
Yura mengernyitkan keningnya,dia melihat gelas yang berada di meja tetapi sudah kosong.
"apa tuan tadi mengambil minum ke dapur?",tanya Yura.
Adelio menjawab,"Atha tadi membawakan air untukku dia bilang kamu yang menyuruhnya".
Yura pun tersenyum saat mendengar jawaban Adelio,ternyata anaknya masih punya simpati terhadap ayahnya.
"kamu kenapa tersenyum?",tanya Adelio.
"tidak,sebaiknya tuan makan dulu buburnya mumpung masih hangat",ucap Yura.
"aku suapi ya",lanjut Yura.
Adelio pun menganggukkan kepalanya,dengan lahap dia memakan bubur yang di berikan Yura.
Setelah selesai makan bubur,Yura membereskan mangkuk serta gelas dan dia hendak beranjak namun Adelio menahannya.
"jangan pergi dulu,ada yang harus aku bicarakan",ucap Adelio.
"tuan mau bicara apa?",tanya Yura.
"sebenarnya aku malu mengatakan hal ini,namun apa salahnya".
"terima kasih sudah melahirkan seorang anak yang pintar juga sosok pelindung bagi ibunya,aku mengerti apa yang di lakukan Atha pada ku kemarin,semata-mata dia ingin aku merasakan penderitaan yang selama ini kalian alami".
"maaf dengan sikap Atha kemarin".
"aku tidak marah malahan aku bersyukur karena dia masih mau menemui ku,aku yakin dia anak yang baik dan cerdas,sebenarnya aku takut kehilangannya dan aku berjanji pada diriku sendiri tidak akan menyia-nyiakan dia seperti aku menyia-nyiakan mu,maka dari itu aku akan melindunginya".
"aku juga minta maaf kalo selama ini membuat kalian menderita,seandainya aku tahu kalo kamu sedang hamil,aku tidak akan membiarkan kamu pergi,jujur saja aku malu mengatakan semua ini",ucap Adelio.
"aku sudah memaafkan mu,aku tidak mau mengungkit semua itu,jadi jangan lagi membebani diri dengan rasa bersalah,aku paham manusia tidak luput dari dosa",tutur Yura.
"ya aku juga berpikir seperti itu,tapi ada satu hal yang aku inginkan sekarang ini,aku ingin memeluk anakku,aku ingin merasakan bagaimana peran seorang ayah,itu adalah keinginan pertama ku",lirih Adelio sambil menitikkan air matanya.
"maaf aku sudah cengeng,seharusnya aku lebih kuat mengahadapi semuanya",ucap Adelio sambil menyeka air matanya.
Mata Yura pun berkaca-kaca dia terharu dengan penyesalan Adelio.
"aku akan berusaha mengabulkan keinginanmu,aku akan membujuk Atha agar dia mau menerima ayahnya",tutur Yura.
"terima kasih...",ucap Adelio.
"ayah...."seru Atha yang tiba-tiba sudah berada di hadapan mereka.
__ADS_1
Ternyata di balik pintu Atha mendengarkan pembicaraan kedua orang tuanya,sejak tadi Atha masuk kedalam kamar Adelio.
"ibu tidak perlu membujukku untuk memeluk ayah,karena sekarang aku akan memeluk nya",ucap Atha setelah itu merentangkan tangannya lalu memeluk Adelio,dan akhirnya kedua laki-laki berbeda usia itu berpelukan.
Adelio menciumi seluruh wajah putranya,begitu pula Atha dia membalas mencium pipi kiri dan kanan juga kening ayahnya.
"maafkan aku ayah karena membuatmu seperti ini,dan aku senang bisa melihatmu lagi,terima kasih sudah membuktikan kalau kau ayah terhebat dan kuat",ucap Atha.
Tangisan Adelio pun pecah begitu juga Yura,mereka berdua bersyukur memiliki anak pintar seperti Atha.
"ayah juga berterima kasih padamu sudah menerima kehadiran ayah",kata Adelio.
...----------------...
Waktu terus bergulir,tak terasa sudah hampir satu bulan Yura menempati apartemen pemberian Adelio.
Yura dan Atha sangat di lindungi oleh Adel,secara para penjaga selalu bergantian menjaga mereka.
Di apartemen Yura sedang membuatkan makanan untuk di kirim ke kantor Adelio,karena hari ini semua karyawan bekerja lembur untuk acara pesta yang di adakan Adelio setahun sekali di kantornya.
"ibu aku akan ikut ke kantor ayah untuk mengantarkan makanan ini",ucap Atha sambil menikmati kue basah buatan Yura.
"ibu akan menyuruh pak Amin yang mengantarnya",ujar Yura.
"jadi ibu tidak akan pergi?" tanya Atha.
"tidak nak",jawab Yura.
"tentu sayang,sebaiknya kamu bersiap-siap sebentar lagi pak Amin akan datang menjemput",titah Yura,Atha pun berlari ke kamarnya untuk mengganti pakaian.
Di kantor Adelio sedang merapatkan acara yang akan berlangsung besok malam,Andre sebagai Asistennya pun begitu sibuk sekali mengatur acara.
Setelah selesai rapat mereka di suguhkan dengan makanan yang di kirim Yura.
Adelio pun senang bukan hanya makanan tapi Yura juga mengirimkan putranya.
"boy,kenapa ibu mu tidak ikut?",tanya Adelio.
"ibu sedang bersih-bersih rumah,dan aku bosan jadinya ikut pak Amin ke kantor ayah",jawab Atha.
"ya sudah berhubung pekerjaan ayah sudah beres bagaimana kalau kita pergi jalan berdua dan membelikan sesuatu untuk ibu",Adelio mengajak Atha berbelanja.
"ayo,tapi aku bolehkan beli ice cream?"
"tentu sayang,ayo...",mereka pun akhirnya pergi.
Waktu menunjukkan jam 5 sore,Yura merasa bosan di rumah sendiri karena Atha belum pulang dari kantor ayahnya.
Dia mencoba menelepon Adelio namun ponselnya tidak aktif.
"kenapa jam segini Atha juga belum pulang",gumam Yura.
Tidak lama kemudian suara bel berbunyi,
__ADS_1
ting...teng...
Yura dengan cepat membukakan pintu,"ibu...",sapa Atha yang sudah berdiri di hadapan pintu bersama Adelio sambil membawa banyak belanjaan.
Yura pun membantu Atha dan Adelio membawakan belanjaannya.
"banyak sekali belanjaannya...",ujar Yura.
"iya bu ayah yang membelikan semua ini",ucap Atha.
Yura menoleh pada Adelio,"jangan terlalu menuruti keinginannya",pesan Yura.
"kali-kali boleh kan",ujar Adelio.
"oh ya yang ini untuk mu",ucap Adelio sambil memberikan sebuah paper bag pada Yura.
"kenapa repot-repot membelikannya untukku",tutur Yura.
"bukanya nanti setelah aku pulang",ucap Adelio.
"baiklah aku akan menyimpannya di kamar,terima kasih hadiahnya padahal aku sedang tidak berulang tahun",ujar Yura sambil pergi.
Setelah Yura kembali Adelio pamit pulang,"aku tidak akan lama ada sesuatu yang harus aku kerjakan",pamit Adelio.
"baiklah kalo tuan tidak ingin minum kopi dulu",ucap Yura.
"lain kali saja".
"kamu pegang ini",ucap Adelio sambil memberikan 2 buah kartu ATM.
"ini apa?" tanya Yura.
"kamu lucu sekali,itu kartu ATM gunakan untuk kebutuhan kalian,yanh satu untuk kamu dan yang satu untuk Atha,mulai hari ini kamu jangan cari lagi pekerjaan",jelas Adelio.
"boy,ayah pulang ya...",Adelio pamit pada putranya.
"sebentar ayah,aku ingin meminta ijin pada ibu",ucap Atha.
"mau ijin apa sayang?" tanya Yura penasaran.
"bu aku boleh kan malam ini tidur di rumah ayah?"
Yura melihat ke arah Adelio,"lalu ibu di sini sendiri!",ujar Yura.
"hanya satu malam bu,aku masih ingin bersama ayah",rengek Atha.
"ayah bolehkan...",Atha merengek lagi pada Adelio.
"aku tidak bisa menolaknya",ucap Adelio pada Yura.
"baiklah ibu ijinkan tapi ingat jangan mengganggu ayah sedang bekerja ya",pesan Yura yang akhirnya tidak bisa menolak keinginan Atha,dan kini mereka berdua pun pergi lagi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1