
Di sebuah rumah sederhana,yang tidak begitu mewah tapi seisi rumah terdapat barang-barang tempo dulu,Atha sedang duduk sambil menyantap pisang goreng di temani kopi hitam.
Dia begitu menikmati suasana yang terasa sunyi itu.
Tiba-tiba seorang perempuan datang menghampiri,"sudah lama sekali kamu tidak berkunjung ke sini",ucap Kiki sambil membawa nampan yang berisikan makanan ringan.
"iya ni mba aku kangen dengan suasana seperti ini,jauh dari kebisingan apa lagi rumah ini masih utuh,beruntung om Andre tidak banyak merombaknya jadi suasana dulu masih teringat",ucap Atha.
"bagaimana kabar Ayah,ibu dan Rachel mereka baik-baik saja kan?",tanya Kiki.
"semuanya baik mba",
"syukurlah,ayo diminum kopinya Tha",ucap Kiki.
"iya mba",Atha pun meminum kopi buatan Kiki.
"kamu menginap saja di sini gak perlu di apartemen,nanti mba buatkan makanan kesukaan kamu",bujuk Kiki.
"oh ya,makasih lho mba tapi maaf aku gak bisa menginap di sini soalnya banyak yang harus ku kerjakan di apartemen,mungkin lain waktu saja",tutur Atha.
"gak apa-apa nanti mba kirim makanan ke sana",ucap Kiki.
"makasih mba",
"om Andre tahu kamu mau datang?",tanya Kiki.
Atha menjawab,"ya dia mengetahuinya kalau aku akan datang kesini".
"baiklah kalo begitu,tunggu om Andre pulang ya",ucap Kiki.
"baik mba".
Di rumah Yura dan Adelio sedang mempersiapkan kebutuhan pernikahan Rachel,mereka begitu antusias,semua yang di butuhkan di rinci dengan detail.
Dari dekorasi,tukang catering sampai undangan mereka masukkan kedalam daftar rincian.
"sayang kira-kira berapa ribu undangan yang akan kita sebar?",tanya Yura pada Adelio.
"mungkin seribu lebih,soalnya teman Atha terus klien-kliennya akan aku undang,belum yang lainnya seperti teman Rachel,teman Dafa pokoknya masih banyak lagi",jawab Rachel.
"ehm baiklah kalo masalah undangan kita bicarakan nanti dengan mereka,kalo sekarang kita cari tukang dekorasi yang bagus,yang sesuai dengan gedungnya",tutur Yura.
"terserah kamu sayang,aku ikut saja",ucap Adelio.
Tidak lama kemudian Rachel datang seorang diri,"ayah ibu",teriak Rachel sambil berlari menghampiri kedua orang tuanya lalu memeluk Yura.
"bu...",ucap Rachel.
"kamu kenapa sih kelihatannya senang sekali?",tanya Yura.
Rachel tersenyum lalu menunjukkan jari manisnya yang terpasang sebuah cin-cin.
__ADS_1
Yura dan Adelio saling lirik dan melempar senyum.
"ehm jadi ini yang membuat putriku sebahagia ini",ucap Yura.
"iya bu aku senang banget",ujar Rachel.
"ibu dan ayah ikut senang sayang,mudahan-mudahan kalian langgeng sampai kakek nenek",ucap Yura yang mendoakan putrinya.
"makasih bu",balas Rachel.
...----------------...
Keesokan harinya,Atha bersiap untuk pergi ke kantor cabang milik ayahnya,dia memakai setelan jas berwarna hitam yang memperlihatkan ketampanannya.
Setelah sampai di kantor,Atha di sambut baik oleh para staf dan karyawannya,apa lagi karyawan wanita mereka dibuat terpesona oleh ketampanan bosnya,ini pertama kalinya Atha berkunjung ke perusahaan ayahnya.
Andre memperkenalkan Atha pada karyawannya,kalo dia adalah direktur utama di perusahaan itu.
Setelah itu Andre mengajak Atha berkeliling melihat kantor cabangnya,sejenak Atha berdiri di depan pintu ruangan direktur,seketika ingatannya kembali kalo di sini lah pertama kali dia bertemu dengan ayahnya.
"Tha ayo masuk",ajak Andre sambil menepuk pundak Atha.
Atha pun tersadar lalu dia mengikuti Andre,"inilah ruangan direktur utama,sedikit ada renovasi",tutur Andre.
Atha melihat sekeliling ruangan itu,tak sengaja matanya melihat kearah rak yang berisikan koleksi mainan.
Atha mendekati rak itu,satu persatu dia melihatnya,dan pandangannya terhenti pada sebuah mainan yang pernah Adelio tawarkan.
"ehm makasih om,ayah pasti sangat senang kalo semua ini masih tertata rapih",ujar Atha.
"mau minum apa,biar om yang akan ambilkan",Andre menawarkan minuman pada Atha.
"ehm gak perlu om,aku masih ingin melihat-lihat yang lainnya",ujar Atha.
"baiklah kalo begitu biar om antar",
"aku akan pergi sendiri,sebaiknya om persiapkan pemberkasan yang akan aku lihat nanti",
"oke kalo gitu om akan pergi keruangan om,kalo kamu butuh sesuatu hubungi om",
Atha menganggukkan kepalanya,dan Andre pergi ke ruangannya.
Atha membuka ponselnya dan dia ingin menghubungi keluarganya lewat Videocall.
"selamat pagi bu",sapa Atha.
"pagi sayang",balas Yura.
"tebak bu aku lagi dimana?",tanya Atha yang memperlihatkan ruangan tersebut pada Yura.
Seketika Yura tersenyum,"di sana banyak sekali kenangan ibu,dan sana pula ibu mencari rezeki",jawab Yura.
__ADS_1
Adelio yang mendengar percakapan Yura dan Atha langsung menghampiri Yura.
"lihat sayang apa kamu tidak merindukan tempat itu?",tanya Yura.
Adelio melihat kearah ponsel Yura,"tentu saja",jawab Atha.
"Ayah coba lihat ini",ucap Atha memperlihatkan koleksi milik Adelio.
"bagus masih terawat",ujar Adelio.
"kapan ayah datang ke sini?",tanya Atha.
"mungkin setelah Rachel menikah,ayah akan mengajak ibu pergi ke sana",jawab Adelio.
"oke yah,kalo gitu aku mau lanjut kerja lagi",ucap Atha.
"jangan lupa makan ya,secepatnya pulang",ujar Yura.
"iya bu",ucap Atha sambil melambaikan tangannya dan Videocall pun di tutup.
Tidak menunggu lama Atha pun langsung melanjutkan kerjanya,dia melihat-lihat setiap ruangan dan memperhatikan para stafnya yang sedang bekerja.
Sedang asyik menikmati aktivitasnya tiba-tiba seorang perempuan menabrak tubuhnya yang hampir membuatnya terjatuh,namun dengan sekuat tenaga Atha menahan tubuhnya.
"maaf pak",ucap seorang perempuan yang tak lain adalah salah satu staf di kantornya.
"Tiwi...",panggil Andre.
Perempuan itu pun menoleh kearah Andre,"apa yang kamu lakukan?",tanya Andre kesal.
"maaf pak,saya terburu-buru karena saya harus menyerahkan ini kepada staf administrasi",jawab Tiwi sambil memberikan sebuah map.
"lain kali jalannya hati-hati",Andre memperingatkan Tiwi.
"iya pak saya tidak akan mengulanginya lagi",ucap Tiwi sambil menundukkan kepalanya.
Atha sedari tadi tidak berkomentar dia terus memandang Tiwi tanpa berkedip sekali pun.
"maaf pak direktur atas kecerobohan staf di sini",ucap Andre.
Tidak ada respon dari Atha,dan Andre pun merasa aneh,Atha terus memandangi perempuan itu.
Tiwi yang sedari menunduk mencoba mengangkat kepalanya,dan Tiwi membulatkan matanya.
"Atha",ucap Tiwi terkejut tak percaya kalo di hadapannya adalah orang yang dia kenal.
Tidak banyak basa basi,Atha langsung menarik tangan Tiwi lalu membawanya pergi dari sana.
Semua staf yang melihatnya di buat penasaran,mereka tidak tahu apa yang akan dilakukan Atha pada Tiwi,begitu juga Andre dia tidak mengerti,kenapa Tiwi bisa mengucapkan nama Atha.
"lepas,aku mau di bawa kemana?",tanya Tiwi dan Atha pun tidak menghiraukannya,dia tetap menarik tangan Tiwi.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...