
Kini mereka sudah sampai di rumah sakit yang dituju,Atha pun sudah di tangani oleh dokter ahli jantung dan akan di analisis secepatnya.
Yura dan Adelio menunggu di ruang tunggu bersama Andre yang sudah tiba lebih dulu dari mereka,kini mereka berbincang bertiga.
"aku turut sedih melihat kondisi Atha seperti ini" ucap Andre pada Yura.
"aku juga tidak menyangka pak dia akan mengalami seperti ini" tutur Yura.
"yang sabar ya,semoga tuhan memberikan keajaiban pada Atha" kata Andre.
"aamiin makasih pak atas doanya" ucap Yura.
Adelio melihat jam tangannya ternyata waktu menunjukkan jam 2 pagi dia mengajak Yura untuk beristirahat di rumahnya.
"sudah beberapa hari tidur mu terganggu,sebaiknya istirahat saja di rumahku di sini Atha sudah ada yang menjaganya" ucap Adelio.
"tapi tuan...saya tidak enak harus menginap di rumah tuan" ujar Yura merasa tidak enak.
"aku gak bisa membiarkan kamu tidur di sembarang tempat,ayolah jangan mencoba menolaknya" bujuk Adelio.
"Ra,sebaiknya kamu ikut saja pak Adel" saran Andre.
"baiklah kalo begitu saya ikut tuan" akhirnya Yura pun mengalah.
"ya sudah kalo begitu,ayo supir sudah menunggu kita di luar" ajak Adelio,mereka pun langsung pergi tidak lupa pamit pada Andre.
Di perjalanan menuju rumah,Yura sepertinya kelelahan dia tertidur di mobil,Adelio yang melihatnya tersenyum lalu dia mencoba menggenggam tangan Yura dengan perlahan.
Seketika jantungnya berdetak kencang sampai nafas Adelio tidak beraturan dengan cepat dia melepaskan genggamannya.
Setelah sampai rumah Adelio tidak membangunkan Yura akan tetapi dia malah menggendong Yura yang masih tidur.
Yura di baringkan di kasur milik alm mamah Adelio,"tidur lah yang nyenyak" bisik Adelio sambil menatap wajah Yura.
"kenapa baru kali ini aku merasakan semuanya" ucap Adelio dalam hati,lalu dia pergi membiarkan Yura beristirahat.
Di apartemen Andre sedang mencari informasi tentang keberadaan Mika di laptopnya namun hasilnya nihil,sampai sekarang Andre tidak menemukan jejak Mika.
"sial pintar sekali wanita ini bersembunyi" ucap Andre kesal.
Andre merebahkan tubuhnya di kasur tiba-tiba dia membayangkan Atha saat bermain bersamanya seketika Andre tersenyum namun arti senyuman itu adalah mengisyaratkan kesedihan di hatinya.
__ADS_1
Andre pernah berkata pada Atha kalo dia akan menjadi pengganti ayahnya tapi sekarang ini Atha sudah menemukan ayah yang sebenarnya.
Suara kicauan burung membangunkan Yura,dia mulai membuka matanya dengan perlahan lalu dia mengedarkan pandangannya dia merasa tidak asing dengan ruangan itu.
Kini dia tersadar kalo dirinya tidur di suatu ruangan,dengan cepat dia bangun namun dia terkejut dengan sosok lelaki yang tengah duduk sambil memandanginya.
"selamat pagi,sepertinya tidurmu nyenyak" ucap Adelio pada Yura.
"sejak kapan tuan berada di sini?" tanya Yura.
"sejak kamu tertidur pulas" jawab Adelio.
Yura berdiri dari duduknya lalu dia melihat sekeliling kamar itu dan matanya berhenti di sebuah poto keluarga.
Yura melihatnya dengan seksama,"mamah" gumam Yura.
Adelio ikut berdiri lalu menghampiri Yura,"selamat datang kembali di rumah ini,maaf kalo dulu kurang berkesan" ucap Adelio.
"sebaiknya kamu mandi dulu,aku tunggu di bawah kita akan sarapan bersama" titah Adelio lalu dia pergi keluar.
Yura yang masih berdiri melihat poto alm mama mertuanya dia langsung mengambil sebuah kalung.
...----------------...
Adelio dan Yura sarapan bersama,Yura di layani oleh art dengan baik seperti nyonya di rumah itu namun tidak seorang pun art yang di kenali nya.
"setelah kepergian mu semua art di sini semuanya di pecat karena permintaan Mika,dan bodohnya aku begitu saja menuruti keinginannnya" tiba-tiba Adelio berkata seperti itu yang sudah melihat tingkah Yura yang merasa heran.
"aku mengerti namun baru kali ini aku duduk di kursi dan makan di meja ini,sebelumnya aku hanya makan di dapur bersama art lainnya" ujar Yura mengingat masa lalu nya.
Adelio pun menghentikan aktivitasnya dia sedikit tidak enak dengan ucapan Yura.
"aku sudah kenyang sebaiknya aku berangkat ke kantor" ucap Adelio sambil pamit pada Yura karena dia enggan mengingat perlakuannya dulu.
"baiklah aku juga sebentar lagi mau ke rumah sakit menjenguk Atha dan mungkin akan menginap di sana" ucap Yura.
"terima kasih sudah membiarkan aku beristirahat di sini tuan" lanjut Yura.
Adelio merasa serba salah dia tidak tahu harus berkata apa, yang dia inginkan Yura tetap di rumahnya.
"baiklah kalo begitu jam berapa kamu berangkat?" tanya Adelio.
__ADS_1
"setelah menghabiskan sarapan" jawab Yura.
"kalo begitu aku akan menyusul nanti setelah selesai bekerja" ucap Adelio lalu dia pergi namun tidak lama kemudian Adelio kembali lagi.
Yura pun mengernyitkan keningnya saat melihat Adelio kembali.
"apa ada yang tertinggal?" tanya Yura.
Adelio menjawab,"ya memang ada yang tertinggal".
"apa?" tanya Yura lagi.
Tiba-tiba Adelio mendekati Yura lalu dia mencium kening Yura dan berkata,"setelah menjenguk Atha aku akan menjemputmu kembali"
Adelio pun langsung pergi,sedangkan Yura mematung dia terkejut dengan perlakuan Adelio.
Sedangkan Adelio tersenyum senang,dia merasa kalo Yura akan paham dengan apa yang dia lakukan.
Yura sudah sampai di rumah sakit,dia melihat kondisi Atha yang belum ada perubahan,Yura sudah tidak punya harapan lagi,kini dia harus bisa merelakan putranya untuk pergi jika tuhan berkehendak.
Tiba-tiba saja dokter yang menangani Atha datang menghampiri Yura,"selamat pagi bu Yura,apa boleh saya bicara sebentar dengan anda?" tanya dokter.
"tentu saja dok" jawab Yura.
"mari bu ikut ke ruangan saya" ajak dokter.
Kini Dokter dan Yura sudah berada di ruangan,sepertinya ada yang harus di sampaikan dokter tentang Atha pada Yura.
"begini bu saya sudah memeriksa keadaan anak ibu dan saya Analisis dari hasil pemeriksaan saya dan dokter sebelumnya hasilnya sama,namun cara untuk satu-satunya yaitu dengan tindakan operasi namun saya tidak bisa menjamin semuanya untuk kembali pulih hanya tuhan lah yang menentukan" jelas dokter.
"tapi tidak ada jalan lain dok?" tanya Yura.
Dokter menjawab sambil menggelengkan kepala," tidak ada bu,itu pun resikonya sangat tinggi".
Yura menghela nafas sudah saatnya dia harus mengambil resiko apa pun yang terjadi,"tapi dok bagaimana dengan biayanya?" tanya Yura lagi.
"soal biaya nanti pihak kasir yang akan memberi tahu,silahkan ibu pikirkan terlebih dahulu" jawab dokter.
Yura berpikir dia harus membicarakan ini dengan Adelio,karena itu jalan satu-satunya bagi Yura.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1