
Yura sedang berlari di koridor rumah sakit,dia mendapat kabar kalau Mika kritis,sesampainya di ruangan Mika,Yura melihat Mika sedang terbaring lemah dan wajah yang pucat.
Yura merasa iba melihat kondisi Mika sekarang ini,memang Mika yang telah menghancurkan rumah tangganya dulu dan dia juga hampir kehilangan putranya karena ulah Mika dan Yura pun sempat ingin membalas perbuatan Mika.
Tapi Yura berusaha mengubur dalam-dalam kebencian itu saat dia tahu kondisi Mika sekarang ini.
Waktu menunjukkan jam 21.00 malam,Adelio begitu resah memikirkan Yura karena dia tidak bisa menghubungi ibu dari Atha saat ini.
"kenapa tidak aktif?",tanya Adelio dalam hati.
Yura pamit pada bi iyem untuk pergi ke suatu tempat dan dia juga menitipkan Atha,namun Yura tidak menyebutkan dia akan pergi kemana alhasil Adelio dan para pekerjanya kebingungan mencari ibu satu anak itu.
Adelio bertanya pada pak amin supir yang selalu di perintahkan untuk mengantarkan Yura kemana pun.
"pak katakan kemana Yura pergi?",tanya Adelio pada pak Amin.
"maaf den,hari ini nyonya tidak meminta saya untuk mengantarnya,bahkan nyonya pergi saja saya tidak tahu",jawab pak Amin.
"sial kenapa tidak ada yang tahu kemana Yura pergi",Adelio menggerutu.
Adelio pergi ke kamar Atha dan dia menatap lekat putranya yang sudah tertidur lelap,wajahnya begitu damai lalu Adelio tersenyum,"kau tampan sekali nak,aku bersyukur ibu mu melahirkan mu tak akan ku sia-siakan lagi,tapi aku bingung kemana ibu mu pergi kenapa dia tidak mengabari keadaannya",gumam Adelio.
Di rumah sakit Yura setia menjaga Mika yang masih memejamkan matanya,bukannya dia tidak ingat pada putranya tapi dia yakin kalo Atha akan aman bersama ayahnya.
Mika menggerakkan matanya perlahan dia membukanya,seketika dia melihat Yura tengah tertidur di kursi yang berada di sampingnya.
Mika pun tersenyum,dia merasa kali ini Yura benar-benar memperhatikan kondisinya.
Yura pun terbangun saat tangan Mika menyentuh tangannya.
"nyonya sudah sadar,"ucap Yura kaget.
"iya aku sudah bangun",kata Mika.
"syukur lah,ingin minum",Yura menawarkan air pada Mika.
"aku tidak haus".
"sejak kapan kamu di sini?",tanya Mika.
"sejak tadi sore",jawab Yura.
"lalu putramu?"
"dia bersama ayahnya",jawab Yura pelan karena dia merasa tidak enak.
"terima kasih",ucap Mika.
Yura mengernyitkan keningnya,"untuk apa?",tanya Yura heran.
"untuk semuanya,kamu sudah menemaniku di sini padahal aku orang yang paling jahat di hidup mu",lirih Mika.
"jangan pikirkan itu aku sudah memaafkan nyonya",tutur Yura.
__ADS_1
"mulai sekarang kita berdamaikan!",ucap Mika.
Yura tersenyum,"ya kita berdamai,mulai malam ini kita adalah teman",ucap Yura.
"terima kasih,dan mulai sekarang jangan panggil aku Nyonya karena aku bukan majikan mu,panggil saja Mika",pinta Mika.
"baiklah Mika",ucap Yura dan mereka pun tertawa bersama.
Kini keduanya memutuskan menjalin pertemanan,Yura maupun Mika mereka saling menguatkan satu sama lain.
"kamu sudah meluluhkan kerasnya hatiku,aku berharap sampai aku pergi nanti tetaplah menjadi temanku",pinta Mika.
"aku tidak akan berubah",ucap Yura.
Yura memberanikan diri untuk bertanya perihal keinginan Mika yang terakhir kalinya.
"apa aku boleh tahu,apa keinginanmu untuk terakhir kalinya?",tanya Yura.
Mika hanya diam,dia tidak tahu harus menjawab apa,karena keinginan terakhirnya adalah kembali menjalin hubungan dengan Adelio karena dia ingin menebus kesalahan yang di perbuat pada Adelio.
"jangan takut,katakanlah",ucap Yura.
"aku takut menyakitimu lagi",ujar Mika.
Yura terdiam sejenak,lalu dia berkata,"aku sudah tahu keinginanmu,kalau boleh berkenan aku akan mengabulkannya".
Mika pun menangis,sampai dia akan mati pun masih sempat menyakiti wanita yang ada dihadapannya.
"jangan menangis,aku mengerti",ucap Yura sambil menyeka air mata Mika.
...----------------...
Sudah saatnya Yura pulang,dia pamit pada Mika,"aku pulang,besok aku akan kembali",ucap Yura.
"terima kasih sudah menemaniku semalaman",tutur Mika.
"itu kan sudah tugas teman,lain kali kamu juga harus menemaniku kalo aku lagi kesepian",ujar Yura.
"baiklah aku harus membalas kebaikanmu",ucap Mika.
"kalo begitu aku pergi daa....h",pamit Yura sambil melambaikan tangannya lalu pergi keluar dari ruangan.
Mika pun membalasnya,"daa...h hati-hati dijalan",teriak Mika.
Seketika senyumannya menjadi tangisan,dia merasa begitu bodoh sudah menyakiti wanita sebaik Yura.
"andai kita lebih awal bertemu sebelum aku bertemu Adelio,mungkin aku tidak akan menyakiti mu Ra...",ucap Mika penuh penyesalan.
Yura sudah sampai di apartemen,dia mencoba merebahkan tubuhnya di atas kasur,seketika dia teringat dengan ponselnya yang dimatikan sejak kemarin sore.
Dilihat beberapa pesan dari Adelio dan panggilan tak terjawab.
Braaak...
__ADS_1
Yura terperanjat saat Adelio membuka pintu dengan keras.
"dari mana saja?",tanya Adelio dengan tatapan tajam.
Dengan gelagapan Yura menjawab,"aa..ku,aku pergi dengan teman ku yang baru".
"apa pergi,dengan teman baru?"
"apa aku tidak salah dengar?",tanya Adelio yang tidak mengerti dengan jawaban Yura yang tidak masuk akal.
"pergi dengan teman baru,aku rasa itu bukan sifat mu yang begitu saja membiarkan putranya bersama orang lain",ujar Adelio.
"kenapa kamu menyebut orang lain,bukankah kamu ayahnya dan aku meninggalkan Atha karena aku merasa kalo dia akan aman bersama mu",jelas Yura.
"aku tidak ingin berdebat dengan mu,katakan semalam kamu pergi kemana?",tanya Adelio sekali lagi.
"aku pergi ke rumah temanku",tegas Yura.
"sampai pulang pagi!",ucap Adelio.
Yura hanya terdiam dan Adelio merasa ada yang tidak beres dengan kelakuan Yura.
"apa kamu punya yang lain?",tiba-tiba Keluar dari mulut Adelio.
Yura pun menatap Adelio nanar,"apa maksud kamu,memangnya aku murahan?",tanya Yura.
"lalu dengan siapa,teman yang mana Yura...",tanya Adelio penuh penekanan.
"katakanlah sebenarnya siapa temanmu itu?",lanjut Adelio.
Sejenak Yura terdiam,Adelio mendekati Yura dan memegang dagu Yura agar sedikit mendongak.
"semalaman aku seperti orang gila mencari mu kemana-mana tapi tidak ketemu juga",lirih Adelio.
"maafkan aku sudah membuatmu gelisah,tapi aku tidak memiliki yang baru seperti yang kamu katakan",ucap Yura mencoba meyakinkan ayah Atha.
Adelio menempelkan keningnya dengan kening Yura,"aku takut kehilangan mu jadi mohon jangan lakukan seperti ini lagi",pinta Adelio.
Namun Yura tidak merespon apa pun,karena dia belum tahu kedepannya seperti apa karena yang ada dipikirannya adalah janjinya pada Mika.
Adelio menatap mata Yura begitu dalam dengan nafas yang tidak teratur.
"kamu kenapa?",tanya Yura.
Adelio tidak menjawab,dia malah menyerang bibir Yura yang ranum dengan lembut oleh bibirnya.
Yura pun membalasnya,kini pautan bibir mereka semakin panas.
Adelio menekan tengkuk Yura dan memperdalamnya,tangan Adelio pun tidak diam dia membelai apa yang dia inginkan,Yura pun cepat-cepat menepisnya dan melepaskan pautannya.
"hentikan...",ucap Yura dengan nafas yang tidak teratur.
"maafkan aku cinta aku terlalu menginginkanmu",bisik Adelio
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
perjuangan cinta mereka akan segera di mulai di episode selanjutnya....