
Waktu tak terasa,sudah saatnya Andre memperkenalkan Kiki pada neneknya,kini mereka berdua sudah berada di tempat kelahiran Andre.
Kiki takjub dengan rumah nenek Andre yang dihiasi dengan berbagai tanaman yang mengisi halaman depan rumah.
"ayo kita masuk,kita buat kejutan untuk nenek",ajak Andre pada Kiki dan mereka pun melangkah beriringan.
Nenek Andre sedang memasak air di dapur,dia terlihat sibuk dengan memakai celemek di tubuhnya.
Dengan perlahan dia mengambil teko yang biasa di pakai untuk memasak air.
Andre tersenyum melihat neneknya yang masih sehat,seketika Andre memeluk neneknya dari belakang.
"selamat siang nek",sapa Andre.
Nenek pun sedikit terkejut dan hampir saja memukul cucunya,"kebiasaan kamu suka ngagetin nenek",ucapnya.
"maaf habisnya nenek terlalu sibuk sampai tidak menyadari kedatangan ku",ujar Andre.
"kamu ambil cuti lagi nak?",tanya Nenek.
"cuman satu hari besok aku pergi lagi",jawab Andre.
Andre melihat wajah neneknya seperti tidak suka dengan jawabannya.
"nenek baik-baik saja kan?",tanya Andre.
"apa gak bisa kamu kerja di sini lagi?",nenek balik tanya.
"setiap hari nenek kesepian,hanya Intan yang selalu setia menemani nenek",lanjut Nenek,dan Andre terdiam saat mendengar nama Intan.
Intan adalah anak gadis tetangganya yang selalu berkunjung ke rumah nenek,Intan orangnya sangat baik dan cepat akrab,malahan Intan pernah bilang pada nenek kalo dia sangat menyukai Andre.
Tapi Andre tidak pernah memberi harapan untuknya dan Andre tidak pernah menaruh hati pada Intan.
Pernah Intan marah padanya saat Andre sering jalan bersama Yura mungkin Intan sangat cemburu terhadap Yura.
Andre begitu terusik saat mendengar Intan masih sering berkunjung ke rumah nenek.
"kamu kenapa diam?",tanya Nenek.
"enggak nek,aku bersyukur kalo Intan masih datang ke sini",jawab Andre bohong.
"oh ya,sebenarnya aku bawa kejutan buat nenek",ucap Andre.
"kejutan apa?",tanya nenek penasaran.
"ayo kita ke depan",Andre pun mengajak nenek keruang tamu.
__ADS_1
Setelah sampai di sana,Nenek melihat seorang gadis cantik,putih dan agak kurus yang sedang melihat-lihat bunga-bunga milik nenek.
"dia siapa?",tanya nenek pada cucunya.
"ehm...",Andre berdehem membuat Kiki langsung menoleh ke arahnya.
Seketika Kiki menghampiri nenek dan Andre lalu mengambil dan mencium punggung tangan nenek.
"nek kenalkan ini Kiki",ucap Andre.
"Ki,ini nenekku",lanjut Andre.
"senang bertemu dengan nenek",ucap Kiki sambil tersenyum.
Nenek melihat ke arah Andre,dia meminta penjelasan cucunya,Andre pun mengerti arti tatapan neneknya.
"ayo kita duduk dulu",ajak Andre,dan mereka pun duduk di kursi yang tersedia di ruangan tamu.
"sebenarnya kepulangan Andre untuk memperkenalkan Kiki calon istri Andre",nenek pun terkejut saat mendengarnya.
"Andre mau meminta restu nenek kalo Andre berniat menikahi Kiki bulan depan",lanjut Andre.
Nenek masih terdiam,Andre pun heran dengan sikap neneknya dan dia punya firasat buruk.
"nenek perlu bicara berdua dengan kamu",ucap nenek dan langung pergi kedalam.
"ya tuhan berikan kelancaran pada kami",ucap Kiki dalam hati yang merasa ada yang aneh.
Di dalam nenek sudah menunggu Andre,dia merasa kebingungan entah apa yang membuatnya seperti itu.
Andre pun datang menghampirinya,"sebenarnya ada apa nek?",tanya Andre.
Nenek melihat ke arah Andre yang sudah berada di sana,"maafkan nenek nak,sebenarnya belum lama ini orang tua Intan datang ke sini untuk melamar mu",jawab Nenek.
Sontak Andre pun terkejut,"apa melamar?",tanya Andre tak percaya.
"kok bisa",ujar Andre.
"bisa saja nak",ucap Nenek.
"terus jawaban nenek apa?",tanya Andre penasaran.
Nenek terdiam,"ayo katakan nek",pinta Andre.
"nenek tidak bisa memutuskannya,nenek hanya bilang untuk meminta berbicara terlebih dahulu dengan mu,dan mereka menyetujuinya",jelas nenek.
Andre mengusap wajahnya kasar,"kenapa nenek tidak menolaknya,nenek kan tahu kalo aku tidak menyukai Intan",ucap Andre kesal.
__ADS_1
"maafkan nenek,tadinya nenek mau kamu menikahi Intan supaya hatimu terobati,apa lagi Yura masih berada di sekitar mu",tutur nenek.
"ya ampun nek,aku sudah gak ada hati lagi sama dia semenjak aku mengetahui kalo dia mantan bos ku,apa lagi mereka sudah menikah",ucap Andre.
Andre terdiam sejenak lalu dia berkata,"tapi tak perlu di pikirkan karena aku berhak menolaknya".
"tapi nak,nenek merasa tidak enak",ujar nenek.
"kenapa tidak enak?",tanya Andre.
"mereka sangat baik pada nenek",jawab nenek.
"kenapa nenek memikirkan perasaan mereka,kenapa tidak memikirkan perasaan ku",tanya Andre lagi.
"pernikahan satu kali seumur hidup nek,aku gak mau memberikannya pada wanita yang tidak aku cintai",lanjut Andre.
Nenek pun terdiam dan tidak mengatakan apa pun lagi,neneknya juga merasa bingung,bukan tidak suka pada Kiki tapi dia tidak mungkin menolak Intan menjadi cucunya,karena selama ini Intan selalu menemaninya di kala Andre pergi meninggalkannya.
Di balik pintu Kiki mendengar percakapan Andre dan Neneknya,dan dia mendengar semuanya,hatinya begitu hancur saat mendengarnya,andai saja tempat itu dekat dengan rumahnya mungkin Kiki memilih untuk pulang sendiri,Kiki juga penasaran dengan hubungan Yura dan Andre di masa lalu,dan dia berpikir kalo ini godaan menjelang pernikahan.
Tidak lama kemudian Andre menghampiri Kiki lagi,dia melihat Kiki yang tengah duduk sambil menundukkan kepalanya.
"Ki...",sapa Andre.
Kiki pun mengangkat kepalanya,Andre duduk di samping Kiki lalu menggenggam tangannya,"maaf ya kamu harus menunggu lama,ayo kita masuk",ajak Andre.
Namun Kiki hanya diam saja,Andre yang melihat Kiki hanya terdiam mencoba bertanya,"kamu kenapa?".
"apa hubungan kita baik-baik saja?",Kiki balik tanya.
Andre menatap Kiki,lalu dia berkata,"kamu jangan takut,semuanya baik-baik saja".
"ayo kita masuk,kamu harus istirahat dulu",ajak Andre,Kiki pun menurut dia langsung mengikuti Andre kedalam.
Andre menunjukkan sebuah kamar pada Kiki,"ini kamar yang akan kamu tempati,sebaiknya kamu istirahat aku juga mau langsung ke kamar,kebetulan kamar kita bersebalahan",ucap Andre.
"iya mas".
"kalo kamu butuh sesuatu panggil saja aku",
Kiki hanya menganggukkan kepalanya,dan Andre pun keluar dari kamar.
Di balik pintu Andre menarik nafasnya dalam-dalam,entah apa yang sedang dia rasakan saat ini,seharusnya dia menikmati masa-masa kebahagiaannya tapi kenapa semua itu tidak sesuai dengan ekspetasi.
Nenek yang memperhatikannya merasa sangat bersalah pada cucunya,dan berpikir keras untuk mencari solusi permasalahan yang sedang berada di depannya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1