
Keesokan harinya Rachel sudah bersama Dafa,mereka berniat pergi untuk menemui ibu Dafa.
"apa kamu siap?",tanya Dafa.
"aku sedikit deg degan",jawab Rachel.
"jangan gugup,ada aku di sini",ucap Dafa.
Rachel menarik nafas dalam-dalam,"aku sudah siap",ucap Rachel,tidak ragu lagi Dafa langsung menggenggam tangan Rachel.
Mereka pun pergi dan masuk kedalam rumah,"kamu tunggu di sini sebentar,aku mau panggil ibu",Dafa pergi mencari ibunya dan Rachel dia menunggu di ruang tamu.
Tidak lama kemudian Dafa datang dengan mendorong kursi roda yang di tumpangi ibunya.
"ada nak Rachel",sapa Ibu Dafa.
Rachel tersenyum lalu mengulurkan tangan untuk mencium punggung tangan ibu Dafa.
"Chel,ayo duduk",Dafa mempersilahkan duduk pada Rachel.
Kini mereka bertiga duduk bersama,"bu sebenarnya ada yang ingin Dafa bicarakan pada Ibu",ucap Dafa.
"bicara apa nak?",tanya Ibu.
Dafa melirik kearah Rachel yang menundukkan kepalanya.
"Rachel adalah calon menantu Ibu",
Ibu Dafa terdiam,lalu dia menggenggam tangan putranya.
"kamu sedang tidak main-main kan?",tanya Ibu Dafa.
"maksud ibu?",
"ibu tidak mau kamu mempermainkan anak orang,ibu ingin kamu lebih serius lagi menjalani suatu hubungan",jawab Ibu Dafa.
"kalo soal pilihan,ibu akan selalu mendukungmu asalkan kamu bahagia,apa lagi dia adalah tetangga kita",lanjut Ibu Dafa.
Seketika Dafa tersenyum,begitu pula Rachel dia merasa lega karena hubungannya sudah di restui kedua orang tua.
"nak Rachel,tolong jaga putraku dia begitu manja jika dekat dengan orang yang dia sayang",goda Ibu Dafa yang membuat mereka tersipu malu.
Sedang asyik berbincang tiba-tiba Ana datang,"Daf",ucap Ana sambil menahan tangis.
Sontak Dafa berdiri,"ada apa An?",tanya Dafa.
Ana berlari menghampiri Dafa lalu memeluknya di hadapan Rachel sambil menangis.
Dafa mencoba melepaskan pelukan Ana namun pelukannya terlalu kuat.
Rachel terpaku melihat Ana memeluk pujaan hatinya,wajahnya memerah,Dafa pun menyadarinya lalu dengan paksa dia melepaskan pelukan Ana.
__ADS_1
"Ana kamu kenapa?",tanya Dafa.
"Daf,bantu aku untuk menyelesaikan masalah dengan atasanku",jawan Ana sambil terisak.
"iya tapi masalah apa?",tanya Dafa lagi.
"ini masalah dengan klien perusahaan dan mereka memecat ku",jawab Ana.
"ya sudah sebaiknya kamu tenangkan diri dulu,nanti Dafa akan membantu mu",ucap Ibu Dafa.
Ana menganggukkan kepalanya sambil mengusap air matanya.
Rachel menundukkan kepalanya dia merasa sakit hati menyaksikan semuanya.
Dafa melihat kearah Rachel,"Chel kenalkan ini Ana",ucap Dafa memperkenalkan Ana pada Rachel.
"An,ini Rachel dia calon menantu ibu",ucap ibu Dafa.
Ana tersenyum pada Rachel,dan Rachel pun membalas senyuman Ana dengan hati kesal karena wanita itu sudah berani memeluk kekasihnya.
"maaf ya Daf,aku tidak memperhatikannya",ucap Ana,Dafa hanya tersenyum.
Akhirnya mereka berbincang,Ana membicarakan semua yang sudah terjadi padanya.
Rachel terdiam dia hanya menjadi pendengar setia,Rachel merasa canggung dengan obrolan ketiganya,dan dia memutuskan untuk pulang saja.
"maaf pak,bu saya harus pulang",pamit Rachel.
"ehm saya belum mengerjakan tugas bapak",jawab Rachel.
"oh gitu ya,ehm kalo gitu aku antar",ucap Dafa.
"ehm gak usah,rumah saya kan dekat,kalo gitu saya pamit pulang,permisi",ucap Rachel lalu dia pergi.
Dafa terdiam dia merasa heran dengan sikap Rachel,dan Dafa berpikir mungkin Rachel kesal karena tadi melihat Ana memeluknya.
"ehm bu,sepertinya aku harus menemui Rachel",ucap Dafa.
Ibu Dafa mengerti lalu dia membiarkan putranya pergi mengejar Rachel,"pergilah nak".
Tidak menunggu lama Dafa pun keluar mengejar Rachel tanpa menghiraukan keberadaan Ana.
"Chel",panggil Dafa ketika melihat Rachel hendak masuk ke rumahnya.
Rachel membalikkan tubuhnya,"ada apa?",tanya Rachel jutek.
"maaf ya atas apa yang kamu lihat",ucap Dafa.
"ehm mungkin mulai sekarang saya akan terbiasa melihat bapak dekat dengan wanita lain",ujar Rachel.
"kamu kok ngomong gitu?",tanya Dafa.
__ADS_1
"memang benarkan,bahkan saya tidak tahu siapa wanita itu dan tidak mau tahu,maaf ya pak saya masuk dulu",ucap Rachel lalu masuk kedalam rumah tanpa mempersilahkan Dafa masuk.
Dugaan Dafa benar kalo Rachel akan marah padanya,tidak ingin berlama-lama akhirnya Dafa memutuskan untuk pulang.
...----------------...
siang harinya Rachel hendak pergi ke rumah lamanya,dia mengeluarkan sepeda motornya,namun niatnya terhenti karena melihat ibu Dafa tengah berada di sana dengan Artnya.
"ibu",ucap Rachel lalu menghampirinya.
"kamu mau pergi?",tanya Ibu Dafa.
"ehm iya bu,oh ya ibu sedang apa di sini?",tanya Rachel penasaran.
"boleh kita bicara sebentar,ada sesuatu yang harus ibu bicarakan",
"ehm boleh,kalo gitu silahkan masuk",
"tapi tidak di sini,ibu mau kamu ikut ke rumah ibu",
"ehm baiklah,bi biarkan saya yang mendorongnya",ucap Rachel sambil mengambil alih posisi art Dafa.
Kini Rachel dan Ibu Dafa tengah berdua di taman milik Ibu Dafa,"maaf ya ibu sudah mengganggu waktu kamu",ucap Ibu Dafa.
"ehm gak apa-apa",
"apa kamu tahu yang sebenarnya tentang putra saya?",tanya Ibu Dafa,Rachel terdiam.
"kamu pasti akan terkejut mendengarnya",
"dia adalah seorang duda tapi perjaka",lanjut Ibu Dafa.
Rachel terkejut,"duda...",ucap Rachel.
"iya dia duda,dan yang tadi adalah mantan istrinya",
Rachel di buat terkejut lagi oleh ibu Dafa,"kamu sudah tahu tentang putra saya siapa sebenarnya,dan ibu mau tanya apa kamu masih mau menerima putra saya?",tanya Ibu Dafa yang membuat Rachel tidak bisa berpikir.
"Ibu akan beri waktu untuk kamu sampai besok,karena ibu benar-benar ingin mendengar secepatnya",ucap ibu Dafa.
"maaf bu,kenapa pak Dafa gak bilang pada saya kalo dia seorang duda",ujar Rache.
Ibu Dafa tersenyum,"mungkin dia butuh waktu untuk mengatakannya padamu,tapi sekarang kamu sudah tahu dan ibu harap kamu memberikan jawaban yang tepat".
"sebelum saya menjawab atas pertanyaan ibu,saya ingin tahu tentang hubungan mereka sebelumnya",ujar Rachel.
Ibu Rachel pun menceritakan semuanya,kalo Dafa dan Ana menikah atas perjodohan kedua orang tua,namun mereka gagal untuk menciptakan keharmonisan para putranya,karena rasa cinta tak kunjung juga hadir,bahkan selama menikah dengan Ana mereka tidak melakukan hubungan suami istri sebagai mestinya,dan pada akhirnya mereka memilih berpisah.
Rachel mengerti dengan cerita ibu Dafa,dan dia akan memikirkan jawaban yang akan di berikan pada calon mertuanya.
Ibu Dafa pun meminta pada Rachel untuk tidak memberi tahu dulu Dafa,kalo dirinya sudah mengetahui yang sebenarnya.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...