Cinta Setelah Berpisah

Cinta Setelah Berpisah
Gagal


__ADS_3

Pesta pun berakhir,semua orang sudah pulang,hanya menyisakan pengantin yang akan bermalam di hotel.


Dafa sudah mengganti bajunya,sedangkan Rachel masih berada di kamar mandi,dia masih membersihkan sisa make up yang menempel di wajahnya.


Dafa menunggu Rachel yang masih di kamar mandi,dia sudah tak sabar memberikan keindahan di malam pertamanya.


Setelah selesai bersih-bersih,Rachel langsung mengganti pakaiannya dengan lingerie yang diberikan Dafa untuk di pakai di malam pertamanya.


Rachel terlihat sexy saat memakainya,"gila,aku kaya wanita penggoda",ucap Rachel merasa risih saat memakainya.


"aku berani gak ya memakai ini di hadapannya",


"tapi ini permintaan suami ku",Rachel terus berbicara sendiri.


tok...tok...tok....tiba-tiba suara pintu kamar mandi di ketuk.


"sayang kamu sedang ngapain?",tanya Dafa di balik pintu.


"bentar",jawab Rachel lalu dia menarik nafas dalam-dalam lalu mengeluarkannya secara perlahan.


Perlahan Rachel membuka pintu kamar mandi,dia melihat suaminya sedang sibuk dengan ponselnya.


"sayang",ucap Rachel dengan memakai lingerie berwarna hitam dan rambut terurai panjang.


Dafa yang melihatnya terpesona dengan kecantikan istrinya dan dia langsung menelan saliva nya.


"kamu cantik banget sayang",puji Dafa.


Rachel tersenyum malu,lalu dia menghampiri suaminya dan duduk di sampingnya.


"yakin akan melakukan malam ini?",tanya Rachel.


Dafa membelai pipi mulus Rachel,tanpa ragu dia mencium bibir Rachel.


"apa kamu siap?",tanya Dafa.


Rachel memberikan senyumnya tanda dia akan menerima perlakuan dari suaminya malam ini.


Dafa pun mulai menunjukkan kelelakiannya,dia membaringkan tubuh istrinya.


Sedang asyik menikmati malam pertama,dan masih pemanasan,tiba-tiba Rachel mendorong Dafa.


"ada apa sayang?",tanya Dafa heran.


"maaf sepertinya aku harus ke kamar mandi",jawab Rachel.


"kita akan melakukannya di kamar mandi?",tanya Dafa.


"bukan,sepertinya ada yang keluar",jawab Rachel lagi.


"maksudnya?",Dafa tidak mengerti dengan ucapan istrinya.


"udah ah nanti keluar banyak",ucap Rachel lalu beranjak pergi ke kamar mandi.

__ADS_1


Dafa hanya terdiam tak berkutik,baru saja pemanasan tiba-tiba Rachel menghentikannya.


"sayang tolong ambilkan pembalut di dalam tas",titah Rachel.


"ya sebentar sayang",ucap Dafa sambil mencari pembalutnya,namun seketika dia menghentikan pencariannya.


"jika dia meminta pembalut artinya dia sedang datang bulan dan malam ini gagal dong",ucap Dafa.


"aduh...gimana dong",lanjut Dafa sambil mengusap wajahnya dengan kasar.


"sayang",panggil Rachel lagi.


"iya bentar aku masih nyari",ucap Dafa.


Kini Dafa dan Rachel sudah berbaring di ranjang,mereka saling menatap ke arah langit-langit kamar hotel.


"sayang maaf ya,malam ini kita tak melanjutkan malam pengantin",ucap Rachel.


"gak apa-apa,aku akan sabar menunggunya",ujar Dafa sambil menahan sakit di kepalanya.


Dia pura-pura bisa bertahan karena gengsi,lalu Rachel mencium pipi Dafa,"selamat tidur sayang semoga mimpi indah,dan jangan lupa berdoa dulu sebelum tidur",ucap Rachel.


Dafa hanya tersenyum,"aduh pake cium pipi segala lagi,sinyalnya jadi tambah kuat ni",ucap Dafa dalam hati.


...----------------...


Keesoakan harinya,di kediaman Adelio mereka sedang menyantap sarapan pagi buatan Tiwi.


"ehm luar biasa masakan kamu sangat enak nak",ucap Yura memuji Tiwi.


"makasih bu",


"hari ini kamu gak ke kantor?",tanya Adelio pada Atha.


"gak yah,aku ingin istirahat dulu,mungkin besok mulai masuk sekalian bertemu dengan klien",jawab Atha.


"ehm kalo gitu kapan pulang?",tanya Adelio lagi.


"memangnya ada apa?",Atha balik tanya.


"kita akan bicarakan soal pernikahan kalian,ayah rasa sudah waktunya membahas itu",tutur Adelio.


"tapi yah,baru saja kemarin Rachel menikah",ucap Atha.


"memangnya kalo kemarin Rachel menikah kenapa?",


"ya enggak apa-apa",


"mungkin maksud Atha apa tidak terlalu dekat dengan pernikahan Rachel dengannya",Yura ikut menjelaskan.


"iya yah,aku takut ayah dan ibu kecapean",ucap Atha.


"ayah ngerti tapi kita lihat dengan wanita yang berada dihadapan kita,pasti dia menunggu kepastian,kalo orang tuanya masih ada pasti akan merasakan seperti apa yang pernah dirasakan ayah saat Rachel belum menikah",jelas Adelio.

__ADS_1


"kita tidak akan menunda pernikahan kamu secara lama,bulan depan ayah pastikan kalian sudah menikah",lanjut Adelio.


Tiwi tertunduk saat mendengar penjelasan Adelio,sedangkan Atha dan Yura mereka mulai mengerti dengan penjelasan Adelio.


"baiklah kalo ayah sudah memberikan restu untuk pernikahan kami,tapi ada yang harus Atha katakan",tutur Atha.


"apa itu nak?",tanya Yura.


"aku dan Tiwi akan menikah di rumah Ayah yang dulu,dan tidak ada pesta pernikahan semewah Rachel",jawab Atha.


"apa alasanmu sayang?",tanya Yura lagi.


Atha melihat kearah Tiwi,"karena ini permintaan calon istriku",jawab Atha.


Yura dan Adelio menoleh kearah Tiwi,"apa ibu boleh tahu alasanmu?",tanya Yura pada Tiwi.


Tiwi mengangkat kepalanya,"aku hanya ingin pernikahan sederhana bu",jawab Tiwi.


"apa kamu memikirkan soal biaya?",tanya Adelio,Tiwi menggelengkan kepala.


"nak,dengarkan ibu,pernikahan itu sekali seumur hidup,kalo kamu ingin merayakan pernikahan secara meriah kami akan kabulkan,jadi kamu jangan takut sayang",tutur Yura.


"ayah,ibu,aku bersyukur memiliki kalian,tapi bukan itu yang aku mau,aku ingin menikah sederhana karena itu memang sudah keinginanku dari dulu",jelas Tiwi.


"karena prinsip ku adalah tidak mau merepotkan orang lain",lanjut Tiwi.


Adelio menarik nafasnya lalu dia berkata,"ayah mengerti,baiklah kalo itu sudah keinginan mu,ayah dan ibu akan menghargainya,tapi bagaimana dengan mu?",tanya Adelio pada Atha.


Atha menjawab,"kalo aku akan mengikuti keinginan Tiwi".


"oke kalo begitu,kita siapkan dari sekarang,mulai dari tamu undangan,catring dan organizir weeding",ujar Adelio.


"oke ibu juga setuju,dan untuk semua itu kita pakai saja jasa pernikahan Rachel kemarin atau kalian punya ide yang lain?",tanya Yura.


"ehm kalo soal itu kami serahkan saja pada ibu",jawab Tiwi.


Yura tersenyum,dia bersyukur Atha mendapatkan calon istri seperti Tiwi yang sangat sederhana dan Yura begitu bangga pada sikap Tiwi.


"berarti pernikahannya bulan depan?",tanya Yura.


"iya pernikahannya bulan depan",jawab Adelio.


Setelah selesai membahas pernikahan Atha dan Tiwi,mereka langsung menghubungi Rachel prihal pernikahan Atha.


Rachel dan Dafa pun setuju dengan rencana mereka,dan akhirnya keluarga Adelio mulai menyusun untuk pernikahannya.


Di kira sudah selesai,Atha pun pamit pulang kerumah orang tuanya dulu.


Semenjak Tiwi hadir,Atha tinggal di rumah orang tua yang satunya lagi,sedangkan Tiwi tinggal bersama Adelio dan Yura.


Itu sudah kesepakatan mereka,karena tidak mau mendapat fitnah dari para tetangga.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2