Cinta Setelah Berpisah

Cinta Setelah Berpisah
Villa


__ADS_3

Waktu menunjukkan jam 8 malam,Lorenza begitu menantikan kehadiran Adelio,dia sudah menyiapkan makan malam yang sudah di pesankan dan dia memilih ruangan tertutup hanya ada dirinya dan Adelio.


Tok...tok...


Suara pintu diketuk,tidak lama kemudian seorang pelayan membuka pintu,"nyonya tamu anda sudah datang",ucap seorang pelayan.


Lorenza tersenyum lebar,akhirnya yang ditunggu-tunggu telah datang,"persilahkan masuk",titah Lorenza sambil beranjak dari duduknya dan merapikan bajunya.


Suara kaki melangkah,detik-detik seseorang datang menghampiri Lorenza,dan datang lah tamu yang ditunggu,Lorenza melihat mulai dari ujung kaki,namun ketika dia melihat ke atas bukannya Adelio melainkan Andre asistennya.


Begitu terkejutnya Lorenza,kini dia gagal lagi mendapatkan Adelio masuk ke dalam perangkapnya.


"selamat malam nona",sapa Andre.


Lorenza menatap Andre dengan tajam,kenapa harus Andre yang datang bukannya Adelio.


"malam,silahkan duduk",ucap Lorenza.


"terima kasih",Andre pun duduk di kursi yang sudah di sediakan yang bersebrangan dengan Lorenza.


"maaf nona,saya mewakilkan bos saya pak Adel,karena dia berhalangan hadir",ucap Andre.


"kalau boleh tahu kenapa pak Adel tidak bisa datang?",tanya Lorenza.


Andre menjawab,"beliau sedang ada acara keluarga yang tidak bisa di tinggalkannya,maklum suami siaga yang sangat mencintai keluarganya",ucap Andre memanas manasi Lorenza.


Lorenza mengepalkan tangannya,di hatinya begitu marah saat mendengar kalo Adelio amat menyayangi istrinya.


...----------------...


Di villa,Adelio dan Soni sedang membakar ayam dan ikan,Yura dan Alin menyiapkan menu lainnya untuk makan malam,kebetulan cuaca tidak hujan jadi mereka mengadakan makan-makan di halaman villa.


"Lin,kamu duduk saja biar aku yang mengerjakannya",titah Yura.


"aku tidak ingin diam saja,aku ingin membantu kakak",ucap Alin.


"nanti kamu kelelahan",ujar Yura.


"aku baik-baik saja",ucap Alin dengan senang hati membantu Yura.


Sedangkan Atha,dia sedang asyik menonton tv kartun kesukaannya.


Waktu terus berjalan akhirnya mereka pun makan malam bersama,banyak sekali makanan yang dihidangkan,mereka pun sangat menikmatinya.


Setelah selesai makan-makan mereka berempat memilih berbincang di ruangan tv,sedangkan Atha dia sudah terlelap tidur di kamar.

__ADS_1


"kenapa pak Andre tidak di ajak?",tanya Yura pada Adelio.


Soni menjawab,"kalo dia bersama kita di sini kasihan apa lagi dia tidak ada pasangan".


Adelio pun tersenyum lalu berkata,"dia ada acara lain yang tidak bisa di tunda".


Perbincangan mereka begitu hangat dan menyenangkan,tak terasa waktu menunjukkan jam 22.00 malam,mereka berempat berniat istirahat di kamarnya masing-masing.


"sayang istirahat dulu,aku mau ke kamar kecil",titah Alin pada Soni yang sudah berada di dalam kamarnya.


"hati-hati lantainya licin sayang",ucap Soni penuh perhatian.


Alin pun mengangguk dan dia langsung menuju kamar kecil yang berada di kamar yang di tempati nya.


Soni memilih duduk di tepi ranjang sambil memainkan ponselnya.


Tidak lama kemudian Alin pun keluar dari kamar mandi,dia melihat Soni yang sibuk dengan ponselnya.


"tidurlah ini sudah malam",titah Alin sambil menghampiri suaminya.


"sayang duduklah di sini",pinta Soni sambil menepuk pahanya.


Alin pun mengikuti keinginan suaminya walau dia merasa ragu.


"kenapa harus seperti ini,nanti kakinya sakit loh",ucap Alin yang sudah duduk di pangkuan suaminya dan melingkarkan tangannya di leher Soni.


Alin pun tersenyum,dia paham dengan sikap suaminya kalau malam ini Soni meminta haknya.


Soni memeluk Alin begitu erat,seakan Alin akan pergi meninggalkannya,"sayang apa ini yang dinamakan cinta?",tanya Soni.


"memangnya kenapa?",Alin balik tanya.


"setiap aku berada di dekatmu,jantungku selalu berdegup kencang rasanya mau lepas",jawab Soni.


Alin tersenyum,"memangnya kakak mencintaiku?",tanya Alin yang membuat Soni melepaskan pelukannya.


"kenapa bertanya seperti itu?",tanya Soni.


"kalau tidak mencintai mu aku tidak akan menikahi mu",jawab Soni kesal.


Alin memegang kedua pipi suaminya,"aku hanya ingin tahu dengan niat kakak menikahi ku,dan aku tidak bisa menikah tanpa cinta",ucap Alin.


Soni melihat mata Alin yang meminta kepastian,"lalu kenapa baru sekarang kamu pertanyakan,bukankah pernikahan ini sudah pasti kalau aku mencintai mu dan menginginkan mu,lalu apa arti malam itu,malam dimana aku mengambil kesucian mu,apa kamu menganggapnya aku main-main",jelas Soni.


"Lin,semua yang aku lakukan itu demi kamu demi cinta",lanjut Soni.

__ADS_1


Alin menundukkan kepalanya,seketika dia turun dari pangkuan suaminya,"maaf kan aku,bukan maksud ku meragukan cinta kakak,hanya saja dari awal kakak ingin menolongku",lirih Alin.


Soni memejamkan matanya,lalu meraba perut Alin yang datar,"di dalam sini ada buah cinta kita berdua apa masih meragukannya",ucap Soni.


"dengarkan aku,jangan pernah ragukan cintaku,sudah banyak yang aku korbankan demi mendapatkan mu",lanjut Soni.


Alin pun mengangkat wajahnya,kini pandangan mata Alin dan Soni saling bertemu,Alin melihat ada ketulusan dari mata Soni kalau suaminya itu benar-benar mencintainya.


Tapi bukan maksud Alin meragukan cinta suaminya tapi dia ingin melihat sendiri kalau Soni begitu mencintainya bukan hanya sekedar menolong dan menikahinya.


"aku juga merasakan hal yang sama,aku benar-benar mencintai mu dan ingin selalu bersama sampai maut memisahkan kita",ucap Alin.


Seketika Soni tersenyum dengan pengakuan Alin,dan dia langsung mendaratkan ciuman di bibir istrinya,Alin pun dengan senang hati membalasnya dan akhirnya pertarungan mereka pun dimulai.


...----------------...


Di kamar lain,Adelio dan Yura tak kalah romantisnya dengan pengantin baru,mereka berdua kini bermandi keringat,entah siapa yang duluan kini mereka berdua sedang menikmati penyatuan.


Yura mengeluarkan suara yang membuat Adelio semakin bersemangat,dan penyatuan mereka pun berakhir.


Yura begitu lemas,badannya serasa tidak berdaya,sedangkan Adelio dia tersenyum lebar saat menerima sensasi yang luar biasa dari istrinya.


Setelah beberapa menit mereka menyudahi penyatuan,Adelio dan Yura memilih untuk beristirahat,tapi sebelum itu Yura sempat bertanya pada Adelio tentang Andre.


"sayang,memangnya pak Andre ada urusan apa?",tanya Yura.


Adelio menjawab,"aku sengaja mengutusnya untuk menemui Lorenza,kebetulan malam ini dia mengundangku makan malam di sebuah restauran".


"apa makan malam berdua?",tanya Yura.


"entahlah",jawab Adelio singkat.


"tapi kenapa kamu menyuruh pak Andre yang datang?",tanya Yura lagi.


Adelio tersenyum,"sebenarnya aku malas berurusan dengan seorang wanita,cukup kamu saja yang selalu bersama ku",goda Adelio.


"ehm bohong,aku sudah dua kali memergoki kamu sedang berdua bersama karyawan mu,apalagi berbeda orang",ketus Yura.


"itukan di kantor dan yang dibahas kan masalah pekerjaan",ujar Adelio.


"iya tapi kan memilih karyawan wanita itu tidak harus seksi dan cantik,yang penting pekerjaannya bagus",ucap Yura.


"aku tahu,cantik dan sexy itu bonus",ujar Adelio.


"Adel....",teriak Yura sambil membulatkan matanya.

__ADS_1


Adelio pun tertawa saat Yura marah,dia senang sekali membuat istrinya marah.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2