
Tiwi memperkenalkan dirinya,sedangkan Yura dan Adelio dibuat bingung oleh putranya.
"bu aku kenal Tiwi sejak kami kuliah,kami sempat berpisah setelah lulus,namun kini takdir mempertemukan kami lagi",jelas Atha.
"dan untuk kesempatan ini aku ingin mengatakan kalo aku akan menikahi dia,aku harap ayah dan ibu merestui hubungan kami",lanjut Atha.
Yura tak percaya dengan ucapan Atha,karena selama ini dia tidak pernah terbuka tentang seorang wanita padanya.
"kalo soal merestui itu gampang,tapi pertanyaan kami apa kalian yakin dengan ini?",tanya Adelio.
"secara ini mendadak",lanjutnya.
"aku yakin yah",jawab Atha singkat.
Adelio melihat kearah istrinya yang tengah terpaku,"sebaiknya kita makan dulu,soal itu kita bicarakan di rumah om Andre,dan untuk kamu Tiwi,sementara waktu menginap dulu di apartemen milik kami",ucap Adelio.
Tiwi terdiam,jantungnya berdegup kencang,karena dia terlalu gugup untuk menghadapi itu semua,dan dia merasa takut kalo hubungannya dengan Atha tak di restui.
Yura, Adelio dan Atha sudah berada di rumah Andre,sedangkan Tiwi dia menginap di apartemen milik Adelio.
"sekarang jelaskan pada ibu,sebenarnya apa sih yang sedang terjadi,tiba-tiba kamu mengakui dia sebagai calon mantu ibu dan akan segera menikahinya",ucap Yura.
"kami tidak menghamili dia kan?",tanya Yura.
"ya ampun bu,kenapa sih punya pikiran kotor seperti itu",jawab Atha,"seperti yang sudah aku katakan,aku dan Tiwi sudah lama kenal,setelah lulus kuliah kami berpisah dan takdir mempertemukan kami lagi",ujar Atha.
"tapi kenapa kamu tiba-tiba ingin menikahinya,setahu ibu kamu tidak pernah berbicara hal ini",ucap Yura.
"aku memang belum mencintai dia,tapi aku yakin rasa itu akan perlahan hadir,apa lagi kita sering bersama",kata Atha.
"bukan hanya itu,aku ingin menjadi bagian dari hidupnya,apa lagi dia sudah tak memiliki siapa-siapa lagi di sini",lanjut Atha.
"itu artinya kamu menikahi dia hanya ingin menolongnya nak",ucap Yura.
"ibu gak mau kamu menyakiti anak orang,apa lagi seorang perempuan",lanjut Yura.
Atha menggenggam tangan ibunya dan mencoba meyakinkannya,"ibu percaya padaku kan,aku tulus menikahinya bukan hanya ingin menolongnya,soal perasaan aku sudah mulai menyukainya bu,aku terlahir dari rahimmu dan aku gak mungkin menyakiti seorang wanita",tutur Atha.
"iya sayang kita harus yakin dengan itu,kalo putra kita tidak akan berbuat kesalahan",timpal Adelio.
"tadi Andre bilang pada ayah kalo wanita itu yang membuat sikapmu berubah,tapi setelah kamu bertemu lagi dengannya,kamu kembali seperti biasa,malahan sekarang terlihat ceria".
"kamu tahu akan hal itu sayang?",tanya Adelio pada Yura,"putra kita memang menyukai wanita itu,dan dia sangat mengkhawatirkannya,seperti aku selalu mengkhawatirkan mu",lanjut Adelio.
__ADS_1
"baiklah ibu percaya padamu,kalo soal restu,ibu dan ayah pasti akan merestui,apa lagi dia sebatang kara,sama halnya dengan ibu dulu yang tak memiliki siapa-siapa,maafkan ibu bersikap seperti ini,karena ibu tidak mau seseorang mengalami nasib seperti ibu dulu karena putra ibu sendiri",tutur Yura.
"aku akan selalu ingat ucapan ibu",ucap Atha.
"lalu kapan kamu mau melangsungkan pernikahan?",tanya Adelio pada Atha.
"mungkin setelah Rachel,aku akan menikahi Tiwi",jawab Atha.
"baguslah kalo begitu,ayah akan selalu mendukung mu",ucap Adelio.
"makasih yah".
...----------------...
Di rumah Rachel sedang mencoba berbagai macam pakaian yang dibelikan Dafa,lalu dia melihat sebuah paper bag yang terakhir.
"aku penasaran isinya apa ya?",tanya Rachel sendiri.
Setelah Rachel melihat barangnya,dia membulatkan matanya,lalu di sana dia melihat sebuah tulisan yang terselip dalam kertas,lalu Rachel membacanya.
"ini hadiah pertama untuk pernikahan kita,aku mau kamu mengenakkan ini ketika malam pertama kita",tulis Dafa.
Rachel menutup wajahnya dengan kertas itu,"ya ampun apa aku bisa mengenakkan ini di hadapannya",ucap Rachel.
Tiba-tiba seseorang mengetuk pintu,tok...tok...tok...
Dengan cepat Rachel membuka pintunya,"iya bi ada apa?",tanya Rachel.
"di bawah ada den Dafa",jawab artnya.
"baiklah aku akan turun",ucap Rachel.
Di sana Dafa sedang menunggu kedatangan calon istrinya,dia sedang duduk di sofa yang berada di ruang TV.
"sayang kamu sudah pulang?",tanya Rachel.
Dafa tersenyum,"iya aku baru pulang,oh ya aku ingin memastikan kiriman ku sampai pada pemiliknya",jawab Dafa.
"sudah ku coba tapi satu yang belum,karena pengirimnya meminta agar dipakai saat nanti malam pertama",goda Rachel.
Dafa tersenyum malu,"aku tunggu nanti,dan kamu akan mendapatkan hadiah selanjutnya",Dafa balik menggoda Rachel.
"ngomong-ngomong ayah dan ibu belum pulang?",tanya Dafa.
__ADS_1
"belum,katanya mereka sedang di perjalanan menuju pulang bersama kak Atha",jawab Rachel.
"memangnya sudah selesai pekerjaan di sana?",
"selesai tidak selesai,kak Atha wajib datang,karena adiknya akan menikah sebentar lagi",jawab Rachel.
"baiklah kalo begitu aku pulang dulu,hati-hati di rumah sayang",ucap Dafa sambil mengacak-ngacak rambut Rachel.
"kalo ada apa-apa hubungi aku",pesan Dafa.
"makasih sayang",ucap Rachel,Dafa pun pergi.
Rachel tersenyum senang,"bilang saja kamu kangen padaku,kalo sekedar menanyakan hadiah lewat telepon juga bisa",ucap Rachel sendiri.
Tidak lama kemudian rombongan Adelio datang,tidak hanya Yura dan Atha,Tiwi pun di boyong nya,karena sebentar lagi Tiwi akan menjadi bagian dari keluarga Adelio.
"sayang,pengantinku",teriak Yura memanggil Rachel.
Rachel yang mendengarnya langsung berhamburan menemui ibunya.
"ibu sudah datang",ucap Rachel memeluk Yura.
"iya sayang karena ibu mengkhawatirkan mu",ujar Yura.
Rachel memeluk keluarganya secara bergantian,namun ketika dia memeluk kakaknya,Rachel melihat seorang perempuan yang berdiri tepat di belakang Atha.
Rachel melepaskan pelukannya,"dia siapa?",tanya Rachel.
Yura langsung menghampiri Tiwi,"kenalkan ini calon kakak ipar mu",jawab Yura memperkenalkan Tiwi.
Rachel melihat kearah Atha,"kakak sekarang sudah laku?",tanya Rachel yang membuat Atha malu bukan main,Adelio dan Yura pun terkekeh,begitu pula Tiwi dia ikut tersenyum.
"kamu sembarangan kalo ngomong,dari dulu memang banyak wanita yang ingin dengan kakak,hanya saja kakak tak tertarik pada mereka",ucap Atha yang membuat Tiwi terkejut mendengarnya.
"syukurlah kalo kakak sudah laku,biasanya kakak akan dingin terhadap wanita",goda Rachel.
"hai aku Rachel adiknya laki-laki dingin itu",ucap Rachel memperkenalkan diri.
"aku Tiwi",ucap Tiwi sambil berjabatan tangan dengan Rachel.
"selamat datang di keluarga kami,aku pastikan kamu akan betah dekat dengan kami",ujar Rachel.
"terima kasih",ucap Tiwi,dia merasa keluarga ini penuh dengan kehangatan.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...