Cinta Setelah Berpisah

Cinta Setelah Berpisah
Tak Habis Fikir


__ADS_3

Ana masih berada di kamar milik Dafa dan Rachel,Ana mencoba membujuk Dafa untuk kembali lagi padanya.


"akan ku berikan segalanya untukmu Daf",ucap Ana.


"hentikan Ana,kamu sudah berpikir terlalu jauh,sebaiknya kamu pulang,aku tak ingin ibu mengetahuinya",kata Dafa.


"justru ibu harus tahu,kalo aku mencintai mu,bukan kah aku menantu yang di dambakan ibu,aku yakin kalo kita bicarakan ini pada ibu kita akan mendapatkan restunya",tutur Ana.


Dafa sudah kebingungan menghadapi Ana yang tiba-tiba seperti ini.


"jujur saja,aku tak mengenali Ana yang saat ini,yang aku kenali adalah Ana yang baik,yang pengertian",ucap Dafa.


Ana terdiam,sepertinya dia sedang memikirkan sesuatu,dan tiba-tiba saja dia membuka pakaiannya,yang tersisa pakaian dalam.


Dafa begitu terkejut saat Ana melakukan hal itu,lalu Dafa memalingkan wajahnya.


"pakai baju mu kembali Ana",titah Dafa.


Ana tak menghiraukan Dafa,dia malah semakin mendekati Dafa.


"berhenti Ana",ucap Dafa lagi.


Ana semakin mendekat dan dia langsung memeluk erat Dafa,"sentuh aku Daf,aku sangat mencintai mu sayang",bisik Ana di telinga Dafa.


Dafa sendiri mencoba tuk tidak tergoda oleh Ana,dan dia berusaha untuk melepaskan pelukan Ana.


"Ana jangan seperti ini Ana",ucap Dafa.


Namun dengan sekuat tenaga Ana ingin mencium bibir Dafa,dengan sekali dorongan Dafa,Ana pun terpental terjatuh ke lantai.


"hentikan Ana",teriak Dafa dengan wajah yang sudah memerah akibat kesal terhadap Ana.


Nafas Dafa pun tak beraturan,Dafa mencoba menjauh dari Ana.


Dafa mengusap wajahnya dengan kasar,"aku tak habis pikir kamu akan melakukannya sejauh ini",ucap Dafa.


Ana berdiri lalu dia memeluk Dafa dari belakang,"aku lakukan ini karena aku sangat mencintai mu,aku ingi sekali di perlakukan seperti kamu memperlakukan Rachel",ucap Ana.


Dafa melepaskan pelukan Ana,"Rachel adalah istriku,aku berhak atasnya",ujar Dafa.


"lalu kenapa dulu kamu tak seperti itu padaku Daf",teriak Ana.


"apa kamu mengerti Ana kalo cinta tak bisa di paksa",kata Dafa.


"aku kira kamu mengerti akan hal itu tapi aku salah",lanjut Dafa.

__ADS_1


"pakai bajumu sekarang,aku tak mau melihat mu mengemis seperti ini",titah Dafa.


Di hadapan mereka,ada satu pasang mata yang melihat adegan itu,dia adalah ibunya Dafa.


"jangan harap aku akan mencintai mu,dengan caramu seperti ini,aku semakin tak ingin menemui mu",teriak Dafa lagi.


Dafa pun hendak pergi untuk menghindari aksi gila Ana,namun langkahnya terhenti ketika dia melihat ibunya tengah berada di sana.


"ibu",ucap Dafa.


Ana yang mendengarnya dia terkejut lalu dengan cepat dia memungut bajunya dan memakainya kembali.


...----------------...


Kini,Dafa,Ana dan Ibu Dafa tengah berada di ruang kerja milik Dafa.


Ibu Dafa ingin mengetahui penjelasan dari mereka berdua.


"jelaskan pada ibu apa yang sebenarnya terjadi",


Dafa pun menjelaskan semuanya pada ibunya,sedangkan Ana dia duduk santai mendengarkan penjelasan Dafa tanpa rasa malu.


"apa benar Ana yang di katakan Dafa?",tanya ibu Dafa pada mantan menantunya.


"ibu aku tidak akan menyangkalnya,yang dikatakan putramu memang benar,aku melakukan itu karena aku mencintai putra mu,bagiku dia adalah cinta sejatiku",Ana mengakuinya.


"dan aku yakin kalo ibu akan merestui cinta kami,iya kan bu",jelas Ana.


Plaaak....


Tiba-tiba sebuah tamparan mendarat di pipi Ana,"aku tak pernah mengajarkan putra ku untuk menyakiti seorang perempuan,apa lagi perempuan itu sudah memberikan keturunan padanya,dan aku juga tidak suka dengan caramu seperti ini",


"apa yang kamu lakukan salah besar Ana,aku tak akan merestui hubungan mu dengan Dafa lagi,karena Dafa sudah berkeluarga",


"tidak seharusnya kamu merendahkan harga diri mu di hadapan seorang lelaki",


"aku sudah menganggap mu seperti putri ku sendiri,jadi aku berhak untuk memperingatkan mu",jelas Ibu Dafa.


Ana memegang pipinya yang terasa panas akibat tamparan ibu Dafa.


"bukankah dulu ibu menginginkan aku menjadi menantu ibu,tapi kenapa sekarang ibu tak mendukungku,aku bisa memberikan keturunan seperti Rachel",ucap Ana.


"itu dulu,tapi sekarang Dafa sudah berkeluarga,dan aku tak akan membiarkannya menyakiti memantu ku",ujar Ibu Dafa.


"lalu bagaimana dengan perasaan ku,aku sangat mencintainya bu",ucap Ana.

__ADS_1


Ibu Dafa tertunduk lalu berkata,"maafkan ibu nak,semua itu salah ku,andai saja aku tak pernah menjodohkan kalian mungkin perasaan mu tak akan seperti ini".


Mata Ana berkaca-kaca,ternyata dugaannya selama ini salah,ibu Dafa sudah merestuinya lagi.


"ibu harap kamu menerima semuanya Ana,dan ibu selalu berdoa kamu mendapatkan lelaki yang jauh lebih baik dari putra ku",lanjut Ibu Dafa.


"terima kasih untuk semuanya,karena kalian perasaan ku hancur,aku tak akan pernah melupakan semua perbuatan kalian",ucap Ana lalu dia mengambil tasnya.


"ada sesuatu yang harus aku katakan padamu",ucap Dafa.


"tolong jangan usik lagi keluarga ku",pinta Dafa.


Ana merasa sakit hati dengan ucapan Dafa,dia langsung menangis.


Ibu Dafa langsung menghampiri Ana dan memeluknya,dia mencoba menenangkan mantan menantunya.


"aku sudah menganggap mu sebagai putriku,jika kamu bersedih aku pun ikut bersedih,sudah lah jangan menangis lagi,ibu yakin suatu saat kamu akan bersama orang yang tepat",kata ibunya Dafa.


Ana menatap wajah ibu Dafa,"aku malu bu,kenapa aku mencintai orang yang tak pernah mencintaiku",isak Ana.


Ibu Dafa semakin erat memeluk Ana,dia sangat bersalah dalam hal ini.


"Dafa memang bukan jodohmu,jangan bersedih lagi ibu akan selalu mendoakan mu yang terbaik",ucap Ibu Dafa,Ana pun menangis di pelukan wanita tua yang sudah dia anggap ibu sendiri.


...----------------...


Keesokan harinya Rachel hendak pulang dari rumah sakit,namun dia bertemu dengan Ana yang datang menghampirinya.


Rachel melihat mata Ana sembab,Rachel berpikir Ana sudah menangis dan memiliki masalah.


Rachel pun menyapa Ana dengan baik,"Ana,kamu sedang apa di sini?",tanya Rachel.


"aku ingin berbicara dengan mu",jawab Ana.


Dan kini mereka berada di sebuah cafe di rumah sakit.


"apa yang ingin kamu bicarakan?",tanya Rachel.


"kamu wanita yang sangat di cintai Dafa,kamu sangat beruntung Chel,aku pun sempat iri padamu",


"maaf aku berkata seperti ini,aku hanya ingin mengatakan,jaga Dafa baik-baik karena tak mudah menaklukan cintanya,jangan sampai kamu kehilangannya",tutur Ana.


Rachel mengernyitkan keningnya,"aku tidak tahu arah pembicaraanmu",ucap Rachel.


Ana tersenyum,lalu dia meminum teh yang di pesan.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2