
Di pagi hari yang cerah,Kiki sudah siap pergi ke rumah sakit,dia membawa makanan untuk di bawa ke rumah sakit,sengaja dia bangun pagi dan bersih-bersih karena dia ingin sarapan bersama sang kekasih hati,apa lagi dia menerima kabar dari Andre kalo nenek sudah sadar.
Setelah sampai di rumah sakit,dia melihat Andre yang tengah berjalan,Kiki pun langsung mengikutinya.
"mas...",sapa Kiki.
Andre pun menoleh ke belakang,dia melihat Kiki yang sedang berdiri di hadapannya.
"kamu di sini",ucap Andre.
"iya aku membawa sarapan,kebetulan aku ingin sarapan bersama",ujar Kiki.
Andre tersenyum senang karena Kiki sudah tidak marah lagi padanya.
"terima kasih,tapi kamu ke sini sendiri?",tanya Andre.
"aku dengan seorang pria",jawab Kiki,Andre pun mengernyitkan keningnya,"tukang Go jek mas",ucap Kiki.
"oh,aku kira pria bertemu di jalan",ujar Andre.
"emangnya aku cewek murahan",gumam Kiki yang terdengar Andre.
Andre pun tersenyum sambil mengusap pucuk kepala Kiki,"ya sudah kalo gitu sekarang saja aku sudah lapar",ajak Andre.
"boleh",Kiki dan Andre pun sarapan bersama di kantin,kebetulan kantin rumah sakit sangat luas dan di sediakan kursi dan meja untuk keluarga pasien.
"apa sebaiknya kita sarapan bersama nenek",Kiki memberi saran.
"di sini saja nenek sama perawat,lagian aku ingin berduaan bersama kamu",ucap Andre genit,Kiki pun hanya tersenyum malu.
"Mas",ucap Kiki.
"heem",
"semalam Intan datang ke rumah",ucap Kiki.
Andre menghentikan makannya,"mau apa?",tanya Andre.
"dia mengungkapkan perasaannya terhadap kamu,dan dia bilang dia bersedia menjadi istri kedua kamu",jawab Kiki.
"lalu apa kamu setuju dengan hal itu?",Kiki balik tanya.
Andre menghela nafas,lalu dia menggenggam tangan Kiki,"kamu percaya padaku kan?",Andre malah balik tanya.
Tapi Kiki tidak menjawab dia malah menatap mata Andre.
"aku gak mungkin nyakitin kamu,aku sudah berjanji pada bapakmu untuk selalu menjaga mu,",jelas Andre.
"asal kamu tahu kemarin nenek sudah merestui hubungan kita",lanjut Andre.
Kiki pun terkejut,"apa iya?",tanya Kiki tidak percaya.
__ADS_1
"benar,jadi kamu jangan takut aku akan memperjuangkan cinta kita",ucap Andre.
"tapi Intan bagaimana?",tanya Kiki.
"jangan pikirkan dia ya,aku mau kita fokus pada hubungan kita dan kesehatan nenek,soal dia biar saja dia yang memikirkannya",jawab Andre.
Namun Kiki merasa tidak enak pada Intan dan keluarganya,apa lagi dia merasa kalo Intan sangat mencintai Andre.
Di kamar dimana nenek di rawat,Intan sedang menyuapi nenek,"makan yang banyak ya nek",ucap Intan.
"iya..."
Sesekali Intan melihat kearah pintu,Andre belum juga kembali,dia sangat takut kalo Andre berduaan dengan Kiki.
Ternyata Intan mengetahui kalo Kiki pergi ke rumah sakit,dan dia langsung menyusulnya karena dia tidak akan membiarkan mereka bersama.
"habis deh,minum dulu nek",ucap Intan sambil menyodorkan segelas air putih.
"makasih nak",ucap nenek.
"nek,Intan keluar dulu ya,mau nyari om Andre",pamit Intan lalu pergi begitu saja.
Di luar Intan mencari keberadaan Andre dan Kiki,dengan teliti dia melihat ke setiap sudut ruangan rumah sakit.
"kemana mereka pergi ya",gumam Intan.
Tiba-tiba dia melihat Andre sedang berjalan bersama Kiki sambil berpegangan tangan,sontak Intan pun kesal dan cemburu saat melihatnya.
Sontak semua orang menoleh kearah Intan tapi tidak dengan sepasang kekasih itu,mereka malah asyik mengobrol dan bercanda sambil melangkah pergi.
Intan pun kesal dan malu karena semua orang melihat kearahnya,lalu dia pergi berlari mengejar Andre dan Kiki.
"om Andre kemana aja",tanya Intan yang menerobos di antara Kiki dan Andre sampai pegangan tangan mereka terlepas.
Intan bergelayut manja di lengan Andre,"aku dari tadi di sini,malahan aku menyuapi nenek",ucap Intan.
Kiki yang melihatnya langsung mengalihkan pandangannya.
"tolong jangan gini Tan",pinta Andre yang melepaskan tangan Intan.
"kok om Andre gitu sih,dari tadi pegangan tangan sama dia om Andre biasa saja",ucap Intan sambil cemberut.
"Intan tolong ya kamu belajar berpikir dewasa",ucap Andre kesal dan langsung pergi meninggalkan Intan,Kiki pun mengikuti Andre.
Intan terlihat kesal,"awas ya om,suatu saat om akan berlutut dihadapan ku",ucap Intan.
Kiki dan Andre sudah berada di kamar nenek,"bagaimana keadaan nenek?",tanya Kiki pada nenek.
"lumayan sudah membaik",jawab nenek.
"syukurlah Kiki jadi ikut lega",ucap Kiki.
__ADS_1
"apa kamu sudah memberi kabar pada bapakmu?",tanya nenek pada Kiki.
"sudah nek",jawab Kiki.
"maafkan nenek ya sudah membuat kalian tidak jadi pergi",ucap nenek.
"tidak apa-apa kok nek,kami akan di sini sampai nenek sehat",ujar Kiki.
Andre tersenyum melihat calon istrinya dan Nenek sudah mulai berbicara satu sama lain.
Tiba-tiba Intan datang,"nenek maaf ya aku lama keluarnya,soalnya susah banget nyari orang yang lagi bucin",sindir Intan.
Nenek mengerti dengan ucapan Intan,dan dia tidak mau menanggapinya.
"nek,sebenarnya ada yang ingin Intan bicarakan".
Mereka bertiga menoleh ke arah Intan,"Intan bersedia menjadi istri kedua om Andre",ucap Intan.
Nenek terkejut dan melihat ke arah Andre yang langsung mengusap wajahnya kasar,sedangkan Kiki hanya tertunduk.
"nenek setuju kan?",tanya Intan.
Dengan bijak nenek langsung menjawab,"Intan, semua keputusan ada pada om Andre,karena bagaimana pun dia yang akan menjalani rumah tangganya,dan nenek tidak mau keputusan yang nenek buat akan merusak kehidupannya".
"om,bagaimana?",tanya Intan pada Andre.
"bukan saatnya untuk membahas hal itu,apa lagi sekarang nenek masih sakit,sebaiknya kita tunggu sampai nenek sembuh,soal jawabannya mau tidak mau kamu harus siap menerimanya",jawab Andre.
Intan terdiam,dan Andre memilih menunggu di luar,sedangkan Kiki dan Intan masih di dalam bersama nenek.
Di luar ruangan,Andre sedang duduk di kursi sambil memijat keningnya,kepalanya terasa sakit dan berat mungkin efek banyak pikiran.
Tidak lama kemudian Kiki pun menghampiri Andre dan dia duduk di samping kekasihnya itu.
"apa perlu aku belikan obat?",tanya Kiki.
"tidak perlu cukup melihat wajah kamu sakitnya akan berkurang",jawab Andre sambil menggenggam tangan Kiki.
"kamu harus sabat ya menghadapi Intan,mungkin pikirannya masih labil",ucap Kiki.
"bukan hanya aku tapi kita",ujar Andre.
"kita akan sama-sama menghadapinya",lanjut Andre.
"terima kasih sudah rela berjuang untukku",tutur Kiki.
"aku akan selalu memperjuangkan cinta kita,kamu memang bukan wanita pertama dalam hidup ku tapi kamu adalah wanita terakhir yang akan mengisi relung hati ku",ucap Andre lalu mengecup punggung tangan Kiki.
Kiki tersenyum lebar,dia sangat berharap kalo hubungannya dengan Andre akan baik-baik saja,tidak hanya itu,Kiki berdoa agar tuhan membukakan pintu hati Intan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1