
Pernikahan Rachel dan Dafa sebentar lagi di gelar,semua para tamu undangan sudah berdatangan,begitu juga kerabat dekat dan para tetangga,mereka sudah siap menyaksikan upacara sakral ini.
Terlihat Dafa memakai setelan jas berwarna hitam yang menutupi tubuhnya yang atletik,sedangkan Rachel dia memakai kebaya putih buatan perancang terkenal,Dafa dan Rachel terlihat sangat serasi.
Sedangkan Yura,Adelio,Atha dan Tiwi memakai seragam yang senada menunjukkan ciri khas keluarga dari mempelai wanita,begitu pula ibunya Dafa.
Kini semua orang sedang menyaksikan Dafa mengucapkan ijab qobul dan sumpah janjinya di hadapan semua orang.
Dengan satu nafas,Dafa mengucapkan ijab qobulnya,semua orang yang hadir ikut mendoakan mereka.
Dan kini Dafa dan Rachel resmi menjadi pasangan suami istri.
Yura dan Adelio sangat bahagia bisa menyaksikan pernikahan Rachel,"Mika tugasku sudah selesai,putri mu sudah memiliki pasangan hidupnya",ucap Yura dalam hati sambil menyeka air matanya.
Rachel memeluk ibunya,"berbahagialah nak",ucap Yura.
"makasih bu",
"ingat sekarang kamu bukan tanggung jawab ayah dan ibu lagi,maka dari itu patuhilah setiap perintah dari suami mu",pesan Yura.
"iya bu,aku akan selalu mengingat pesan ibu",ucap Rachel.
Rachel bergeser pada Adelio,"kamu putri ayah yang paling cantik",ucap Adelio lalu mencium kening Rachel.
"ayah akan selalu mendoakan yang terbaik untukmu",ucap Adelio.
"itu harus yah",ucap Rachel.
Lalu Rachel bergeser lagi,dan sekarang yang berada di hadapannya adalah kakak satu-satunya yang selalu menyayanginya.
Terlihat Atha yang sedang mengusap air matanya,"kakak jangan cengeng",ujar Rachel yang matanya sudah berkaca-kaca.
"aku akan kesepian",ucap Atha.
Rachel memeluk kakaknya,"kakak jangan bilang seperti itu,sebentar lagi kan kakak akan punya teman hidup",tutur Rachel.
"iya Chel,kakak ikut bahagia",ucap Atha,Rachel pun menganggukkan kepalanya.
Setelah selesai ijab qobul,pesta pernikahan pun di mulai,para tamu undangan yang hadir sedang menyantap hidangan yang sudah di sediakan.
Abimanyu tersenyum ketika melihat Rachel dan Dafa berada di pelaminan.
"kenapa kamu?",tanya Atha sambil menepuk pundak Abimanyu.
"lucu aja,kok dia mau sih nikah di usia muda",jawab Abimanyu.
"itu sudah pilihannya,memangnya kenapa?",tanya Atha.
"ya perjalannya masih panjang,masih banyak yang harus di kerjakan,kalo menikah secepat ini,gagal dong jadi wanita karir yang akan mendapatkan penghasilan",jawab Abimanyu.
"gak gitu juga,ibu rumah tangga bisa menghasilkan uang tanpa harus menjadi wanita karir,dan tanpa harus keluar rumah,iya kan",ujar Atha.
Abimanyu tersenyum karena dia merasa kalah dengan ucapan Atha,lalu dia hendak pergi namun Atha menahannya,"mau kemana bro?",tanya Atha.
__ADS_1
"mau makan lapar",jawab Abimanyu lalu dia pergi,Atha tersenyum melihat sikap Abimanyu yang mendadak menghindar darinya.
Atha mengedarkan pandangannya,dia mencari sosok wanita mungil,namun dia tidak menemukannya.
"kemana dia pergi?",tanya Atha sendiri.
Tiwi sedang bersama Ana,mereka berbincang berdua,di tempat agak jauh dari pesta.
"makasih ya kamu sudah mau menemani ku",ucap Ana.
"aku hanya memenuhi ajakan mu kemarin",ujar Tiwi.
"oh ya ngomong-ngomong kamu sudah kenal lama dengan Rachel?",tanya Tiwi.
"belum sih,hanya kenal aja tapi kalo dekat enggak sih",jawab Ana.
"oh...",
"Wi aku boleh tanya sesuatu gak",ucap Ana.
"tanya soal apa?",
"sebenarnya kamu dan Atha punya hubungan spesial gak sih?",tanya Ana.
Tiwi mendadak diam,dia masih ragu untuk mengatakannya.
"kok diam",ucap Ana.
"Tiwi adalah calon istriku",timpal Atha yang sudah berada di belakang mereka.
"kamu tadi tanyakan soal hubungan kita,jadi aku yang menjawabnya kalo Tiwi adalah calon istriku dan sebentar lagi kami akan menikah",jelas Atha lalu dia merangkul pinggang Tiwi untuk lebih mendekat dengannya.
Ana yang melihatnya merasa tak suka,kenapa cewek cupu di kampusnya dulu bisa menjadi kekasih dari Atha si pengusaha muda yang sukses.
"oh kalo gitu selamat ya,jangan lupa undang semua teman-teman itung-itung kita reunian",ucap Ana.
"karena sekarang sudah ada Atha,aku pergi dulu ya",pamit Ana.
"mau kemana,kita kan sedang mengobrol?",tanya Tiwi.
"ehm aku gak mau ganggu kalian,dah...",ucap Ana lalu pergi dengan tergesa-gesa.
Atha yang melihatnya lalu tersenyum,"aw...",tiba-tiba Atha meringis karena Tiwi mencubit perutnya.
"kamu tuh suka pamer",ucap Tiwi kesal.
"pamer apa?",tanya Atha.
"iya tadi kamu bilang kalo kita akan menikah",jawab Tiwi.
"memang benarkan kita akan menikah,dan dia yang tanya dahulu soal kita,terus tadi kenapa kamu gak menjawabnya?",Atha balik tanya.
"habisnya aku bingung,karena dia perempuan yang kamu sukai",jawab Tiwi.
__ADS_1
"oh seperti itu,ya udah kalo gitu aku sama dia aja",goda Atha.
"ih kamu nyebelin deh",
"habisnya kamu ngungkit-ngungkit masa lalu",ucap Atha.
"dengar ya,aku sengaja bilang kaya gitu tadi sama Ana,agar dia tahu kalo aku sudah memiliki tambatan hati",ucap Atha.
Tiwi melihat kearah Atha,"apa tambatan hati?",tanya Tiwi.
"iya memangnya kenapa?",Atha balik tanya.
"jadi kamu mulai suka padaku?",tanya Tiwi lagi.
Atha tersenyum melihat tingkah Tiwi,"dari kemarin juga aku sudah suka kamu,tapi sekarang suka itu berubah jadi rindu ketika jauh,sayang ketika kita dekat dan khawatir ketika kamu terluka",jelas Atha.
Tiwi tersenyum bahagia,lalu di mencium pipi Atha,"makasih sayang",ucap Tiwi.
Atha bengong saat Tiwi mencium pipinya dan mengucapkan sayang padanya.
"kamu kenapa?",tanya Tiwi heran melihat Atha.
"ini tidak boleh dibiarkan lagi,kita harus secepatnya menikah",goda Atha yang membuat Tiwi malu.
...----------------...
Pesta pernikahan Rachel dan Dafa di gelar sampai malam,para tamu undangan masih berdatangan.
Rachel yang sudah berganti gaun dia kembali lagi ke pelaminan,namun di sana sudah ada Ana yang sedang mengobrol dengan Dafa.
Rachel tidak suka kalo Dafa dekat dengan mantan istrinya,apalagi saat kemarin Ana datang menemuinya dan sempat mengatakan perihal perasaannya terhadap Dafa.
"ehem",Rachel berdehem membuat Ana berdiri lalu bergeser ke arah sebelahnya,"silahkan duduk tuan putri",ucap Ana,Rachel pun memasang wajah cemberut.
"Daf,aku pulang ya,selamat ya buat kalian",ucap Ana.
"makasih An",ucap Dafa.
Ana pun berlalu,lalu Dafa melihat kearah Rachel yang sekarang sudah jadi istrinya.
"senyum dong sayang biar kelihatan cantiknya",goda Dafa.
"males ah",ucap Rachel lalu duduk di kursi.
"kamu cemburu ya",
"tau ah",
"aku senang lho lihat kamu kaya gini,artinya kamu sangaaaaaat mencintai ku",Dafa masih menggoda Rachel.
"ih pede banget",ucap Rachel yang gengsi mengakuinya.
"udah ah jangan marah,kita kan sepasang pengantin baru",ucap Dafa.
__ADS_1
"setelah ini kamu harus siap-siap karena aku akan meminta jatahnya malam ini juga",bisik Dafa yang membuat Rachel jadi tegang.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...