Cinta Setelah Berpisah

Cinta Setelah Berpisah
Lamaran Ibu Dafa


__ADS_3

Rachel sedang bersama Dafa,mereka sedang berada di sebuah gedung perbelanjaan,niatnya hari ini Dafa ingin membelikan sebuah tas untuk Rachel.


Namun ketika mereka sedang asyik memilih tas tiba-tiba Ana datang menghampiri,"hai...Daf",sapa Ana.


Rachel dan Dafa menoleh,"hai",ucap Dafa.


"gak nyangka ya ketemu kalian di sini",ucap Ana.


Dafa hanya tersenyum,namun Rachel tidak memberikan ekspresi apapun.


"udah belanjanya?",tanya Ana.


Dafa menjawab,"belum,kita masih pilih-pilih".


"oh,kirain udah beres,tadinya mau ngajak makan",ujar Ana.


Dafa menoleh kearah Rachel,"kayanya ada yang mau traktir kita nih",ucap Dafa.


Ana tersenyum,"iya Daf,itung-itung aku mau ngucapin terima kasih sama kamu karena sudah nolongin aku".


"gimana sayang,mau kan?",tanya Dafa pada Rachel.


Rachel menganggukkan kepalanya dengan berat,sejujurnya dalam hatinya dia ingin menolak ajakan Ana,namun dia harus menjaga harga dirinya didepan Ana.


"oke kalo gitu yuk",ajak Ana dan mereka pun mencari tempat makan di tempat itu.


Kini mereka duduk bertiga,Ana memesan makanan dan minuman yang khas di tempat itu.


"Daf,gimana kabar ibu?",tanya Ana.


"ehm baik",jawab Dafa singkat.


"maaf ya aku belum sempat datang ke rumah soalnya pekerjaan yang waktu itu di tunda kini aku kerjakan lagi",


"gak apa-apa An,ehm ngomong-ngomong aku ke toilet dulu",pamit Dafa yang lalu beranjak dari duduknya.


Dan kini tinggal Rachel dan Ana,"hai Chel,senang bisa berkenalan dengan mu",ucap Ana yang baru menyapa Rachel.


Rachel hanya tersenyum dengan keterpaksaan,"gimana rasanya pacaran dengan dosen sendiri?",tanya Ana.


Rachel tersenyum,"ehm rasanya tidak bisa di ungkapkan dengan kata-kata,terlalu indah untuk di ucapkan",ucap Rachel yang membuat Ana tidak bisa berkata.


Ana mengakui kalau Rachel sangat beruntung bisa di cintai oleh Dafa,beda dengannya menikah dan satu atap dengan Dafa namun pria itu tidak pernah memiliki rasa sedikit pun padanya.


"ehm kapan kalian akan meresmikan hubungan ini?",tanya Ana lagi.


"ya secepatnya",jawab Rachel singkat,padahal dia tidak tahu kapan mereka akan menggelar pernikahan dan belum tentu juga orang tuanya setuju kalo Rachel dan Dafa secepatnya menikah,karena Rachel masih duduk di bangku kuliah.


"syukurlah kalo memang seperti itu,aku ikut bahagia",ujar Ana.


"tapi apa kamu sudah memikirkan matang-matang,membina rumah tangga itu gak semudah yang ada di pikiran",lanjut Ana.

__ADS_1


"terima kasih",ucap Rachel yang tak suka perkataan Ana,karena dirinya dan Ana jelas berbeda.


Tidak lama kemudian Dafa kembali,"makanannya belum datang ya?",tanya Dafa sambil duduk di samping Rachel.


"belum mungkin sebentar lagi,oh ya Daf aku juga pesan buat mamah untuk di bawa pulang",jawab Ana.


"makasih An",ucap Dafa.


...----------------...


Di kantor Atha sedang kedatang tamu yang sudah lama tidak ditemuinya,dia adalah Andre yang menjadi orang tua kedua setelah Yura dan Adelio.


"om bangga padamu,tak menyangka kamu akan sesukses ini di usia muda",puji Andre.


"iya om,semua ini berkat om juga yang sudah membantu aku",ucap Atha.


"itu sudah kewajiban om,karena om sudah menganggap kamu anak om",


"ehm sukses udah,masih muda lagi tapi kok belum punya pasangan ya",lanjut Andre.


Atha tertawa kecil,"kamu kok tertawa?",tanya Andre.


"semua orang memang selalu bicara seperti itu,anak ingusan juga ngomong kaya gitu",ujar Atha.


"memang benarkan,seharusnya kamu cepat-cepat cari calon buat di jadikan istri,biar hidup kita semakin lengkap",tutur Andre.


"mungkin belum saatnya om",


"tentu om,makasih loh sudah memberikan support",ucap Atha.


"pokonya om akan selalu mendoakan mu yang terbaik",ujar Andre.


"makasih om",ucap Atha.


Atha bersyukur di kelilingi orang-orang yang sangat menyayanginya,kalo tentang pasangan hidup,Atha belum berpikir sejauh itu tapi jika memang tuhan memberikan jodohnya secepat apa yang dipikirkannya dia tidak akan menolak.


Sedang asyik mengobrol tiba-tiba terdengar suara pintu di ketuk,tok...tok...


"masuk",ucap Atha.


Sekretaris Atha pun masuk,"pak ini dokumen yang bapak minta",ucap Sekretarisnya.


"oh ya makasih",ucap Atha sambil mengambil dokumen tersebut dan Sekretarisnya pun kembali ke tempatnya.


"ehm cantik juga Tha,boleh juga tuh di jadiin calon istri",goda Andre memuji sekretaris Atha.


"apaan sih om,dia sekretaris ku,gak mungkin aku jadiin istri",ucap Atha.


"kok gak mungkin,kalo berjodoh gimana?",


"udah ah om jangan ngebahas itu terus,lebih baik kita temui ayah dan ibu di rumah",ajak Atha.

__ADS_1


Andre tertawa,"ha...ha..."


...----------------...


Rachel dan Dafa sudah pulang,mereka langsung unboxing belanjaan yang di beli di tempat perbelanjaan tadi,Rachel sangat senang akhirnya dia memiliki tas impiannya.


"makasih sayang ini bagus banget",ucap Rachel.


Dafa tersenyum,"sama-sama",ujar Dafa sambil mencubit pipi Rachel.


"ehm ngomong-ngomong ibu kemana ya?",tanya Rachel pada Dafa,karena Rachel pulang langsung ke rumah Dafa.


"ehm mungkin ibu di kamarnya",jawab Dafa.


"kamu lihat dulu sana",titah Rachel.


"ehm baiklah aku ke sana dulu",ucap Dafa lalu beranjak dari duduknya.


Di kediaman Adelio,para orang tua sedang berbincang di halaman samping,mereka sedang membicarakan hubungan Rachel dan Dafa.


"kedatangan saya ke sini ingin membahas hubungan putra putri kita yang waktu itu sempat tertunda",ucap Ibu Dafa.


"maafkan kami nyonya",ucap Yura.


"tidak apa,tapi bagaimana dengan lamaran saya apa kalian menerimanya?",tanya Ibu Dafa.


Adelio dan Yura saling melirik dan menganggukkan kepala satu sama lain.


"dengan senang hati kami menerima lamaran nyonya",ucap Adelio.


Ibu Dafa tersenyum,"lalu kapan rencana pernikahan mereka?",tanya Ibu Dafa lagi.


"ehm kalau rencana pernikahan mungkin kita tunggu Rachel lulus kuliah nyonya",jawab Adelio.


"kalau menunggu lulus kuliah terlalu lama,bagaimana kalo bulan depan saja",Ibu Dafa memberi saran.


Yura dan Adelio pun terkejut,"apa tidak terlalu mendesak?",


"menurut saya itu cukup,saya tidak mau menunggu lama-lama,karena putra saya sudah semakin bertambah usianya,apa lagi saya sudah tidak sabar ingin menimang cucu",jelas Ibunya Dafa.


"lalu bagaimana dengan kuliah Rachel?",ucap Yura.


"kenapa harus bingung,ya biarkan saja di meneruskan kuliahnya",jawab Ibunya Dafa.


"tidak apa sayang,Rachel pasti bisa melewati ini semua",timpal Adelio.


"baiklah nyonya,tapi semua keputusan ada pada anak-anak kita",ujar Yura.


"baiklah nanti saya akan berbicara pada Dafa",ucap Ibu Dafa.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2