
Rachel dan Atha sudah sampai di tempat tujuan,mereka melihat-lihat setiap ruangan rumah baru untuk sang ibu,walaupun terlihat belum 100 persen beres.
"aku suka dengan suasana rumah ini,adem banget",ucap Rachel takjub.
"sengaja kakak pilih jauh dari keramaian,karena kakak ingin ibu dan ayah merasa tenang di sini",ujar Atha.
"aku bangga memiliki kakak seperti mu,bukan hanya tampan tapi sosok lelaki yang sayang akan keluarganya,kelak nanti aku ingin memiliki pasangan seperti mu kak",tutur Rachel.
"makasih,kalo soal memuji kamu paling jagonya",ucap Atha sambil mengacak-ngacak rambut Rachel.
Atha dan Rachel mengelilingi rumah baru mereka,Atha sudah tidak sabar ingin memberi kejutan pada ibunya,apa lagi ini adalah keinginan pertamanya dia akan selalu menjadi yang terbaik bagi orang tuanya.
"sudah waktunya kita pulang ayo",ajak Atha pada Rachel.
"kakak duluan deh aku mau ke kamar kecil dulu",ucap Rachel sambil berlari mencari kamar mandi.
Atha tersenyum,"kakak tunggu di mobil ya",teriak Atha,lalu dia pergi.
Tidak lama kemudian Rachel keluar dari kamar mandi,dan dia langsung mengambil tasnya dan pergi menemui kakaknya yang sudah menunggu di mobil.
Rachel melangkah menuju mobil,namun dia tidak menemukan kakaknya,Rachel mencari sampai keluar gerbang namun Atha tidak terlihat.
Saat berada di luar gerbang rumah,Rachel tidak sengaja melihat pujaan hatinya Dafa masuk kedalam rumah tepat sebrang rumah barunya.
Rachel terkejut bukan main,sampai dia tidak bisa berkata-kata.
"kamu sedang apa disini?",tanya Atha sambil menepuk pundak Rachel.
Sontak Rachel pun terkejut,"kakak ngagetin deh",rengek Rachel.
"lagian kamu ngapain di sini,di panggil dari tadi diam aja",ujar Atha.
"aku nyari kakak tau,ke sana gak ada di sini juga gak ada,ya udah aku coba keluar gerbang tapi tetep gak ada,sebenarnya kakak dari mana sih?",tanya Rachel.
"tadi ayah nelpon karena di sini sinyalnya jelek ya kakak nyari sinyal ketempat lain,ya udah kita pulang",ajak Atha.
Rachel berbalik melihat ke arah rumah mewah yang berada di sebrang rumahnya lalu dia berkata dalam hati,"apa ini rumah pak Dafa,kalo benar mungkin kita berjodoh".
"Rachel ayo",teriak Atha,Rachel pun berlari menghampiri kakaknya,"tunggu kak".
...----------------...
Yura dan Adelio sedang duduk berdua di balkon sambil minum teh hangat buatan Yura,sesekali mereka melakukan adegan romantis yang bikin iri para jomblo.
__ADS_1
Adelio membelai rambut Yura lalu mencium kening istrinya,"kamu tahu aku selalu jatuh cinta pada orang yang sama",ucap Adelio lalu mencium tangan Yura.
"terima kasih sudah mencintaiku sampai saat ini",ucap Yura sambil menyenderkan kepalanya di bahu Adelio.
Mereka berpegangan tangan,serasa masih berada di fase awal menikah.
"sayang,apa kamu tidak lelah hidup bersamaku?",tanya Adelio.
"kenapa kamu bertanya seperti itu?",Yura balik tanya.
"karena aku takut membuatmu tidak nyaman selama hidup bersamaku",jawab Adelio.
"jangan bicara seperti itu,justru aku bersyukur bisa di pertemukan lagi dengan mu",ucap Yura.
Adelio memeluk erat Yura,seakan dia enggan melepaskan istrinya.
Atha dan Rachel sudah sampai di rumah,mereka menyaksikan keromantisan kedua orang tuanya.
Dengan perlahan mereka menghampiri karena tidak mau menganggu kedua orang tuanya.
"cuaca hari ini sangat cerah,secerah hati dua sejoli yang sedang di mabuk cinta",goda Atha yang membuat Adelio melepaskan pelukannya dan menoleh ke arah belakang.
"kalian sudah pulang",ucap Adelio yang melihat Atha dan Rachel sudah berdiri di belakangnya.
Yura dan Adelio tersenyum,"ayah doakan semoga kalian mendapatkan pasangan yang tepat seperti ayah dan ibu",ucap Adelio.
"aamiin,terima kasih doanya mudahan-mudahan aku mendapatkan istri yang baik hati seperti ibu".
Rachel memandang kedua orang tuanya secara bergantian,tak terasa air matanya menetes,Yura yang menyadarinya lalu menggenggam tangan Rachel.
"sayang kamu kenapa?",tanya Yura.
Rachel tersenyum lalu berkata,"aku bersyukur terlahir dari rahimmu bu,aku di besarkan oleh keluarga yang harmonis,beda dengan teman-teman ku,kadang keluarganya ada yang berantakan dan orang tuanya bercerai",jawab Rachel.
Yura,Adelio dan Atha terdiam saat mendengar ucapan Rachel,dia belum mengetahui kalo Rachel bukanlah anak dari Yura dan Adelio.
"jadi bersyukurlah kamu hadir di sekeliling kami Chel",ucap Atha mencairkan suasana.
Rachel tersenyum lalu dia memeluk Yura dengan erat,"kamu putri kami satu-satunya,jadilah kebanggaan kami sayang",pesan Yura.
"iya bu".
...----------------...
__ADS_1
Keesokan harinya,seperti biasa Rachel pergi ke kampusnya,namun kali ini dia berangkat memakai sepeda motor metik miliknya,karena Atha dan Adelio sudah berangkat terlebih dahulu.
Di tengah perjalanan,motor yang di tumpangi Rachel tiba-tiba oleng dan mengakibatkan Rachel terjatuh,beruntung Rachel tidak ugal-ugalan menjalankannya jadi lukanya hanya ringan.
Dafa yang melintas di jalan itu melihat Rachel sadang kesusahan berdiri karena merasakan sakit di kakinya.
Dafa menghentikan mobilnya lalu menolong Rachel.
"kamu tidak apa-apa kan?",tanya Dafa sambil mengangkat motor Rachel dan membantu Rachel berdiri.
"mana yang sakit?",tanya Dafa cemas.
Rachel menunjukkan ke arah dengkulnya,lalu Dafa merabanya,sontak Rachel pun meringis kesakitan,"aw...sakit".
Dafa membawa Rachel masuk kedalam mobilnya,dan Dafa menyuruh Rachel duduk karena dia akan mengobati lukanya.
"kamu duduk dulu di sini aku akan mengambil kotak obat di garasi",titah Dafa lalu dia mencari kotak obat tersebut.
Setelah itu Dafa kembali menghampiri Rachel dan mengobati lukanya,"untung saja lukanya tidak parah",ucap Dafa.
Sedari tadi Rachel hanya diam,dia tidak menyangka dengan perlakuan Dafa terhadapnya.
Dafa selesai mengobati luka Rachel,lalu dia melihat ke arah wajah Rachel,seketika jantungnya berdegup kencang saat melihat wajah Rachel yang cantik.
"kenapa bapak memandang saya?",tanya Rachel.
"sebenarnya kamu bisa mengendarai motor gak sih,kalo belum bisa jangan coba-coba membawa motor ke jalan",ucap Dafa marah.
"kalau terjadi sesuatu pada mu bagaimana,untung lukanya ringan kalo sampai patah gimana?",lanjut Dafa.
Rachel tertegun dia tidak tahu kenapa tiba-tiba Dafa memarahinya.
"kenapa bapak memarahi saya?",tanya Rachel yang membuat Dafa serba salah,dia juga tidak tahu kenapa tiba-tiba marah dan mencemaskan keadaan Rachel.
"ehm aku...aku kan dosen mu jadi hal wajar aku seperti ini pada anak didik ku",ucap Dafa.
"oh karena jabatan bapak,saya kira bapak perduli dengan keselamatan saya,kalo begitu saya pergi,terima kasih bapak sudah menolong saya",ucap Rachel lalu beranjak dari duduknya dan berjalan walau kakinya terasa sakit.
Rachel mencoba menaiki motor metik nya itu,"saya tunggu bapak di kelas",ucap Rachel lalu pergi meninggalkan Dafa.
Dafa mengusap wajahnya dengan kasar lalu memukul dadanya perlahan-lahan,"ada apa denganku,kenapa menatap wajahnya jantungku sampai berdegup kencang seperti ini",ucap Dafa.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1