
Lorenza dan tantenya sedang berada di rumah sakit,mereka kini telah bersama Intan yang sudah sadarkan diri.
"bu,aku mau bertemu om Andre",rengek Intan.
"kenapa sih di otak kamu Andre...Andre...dan Andre,pikirkan kesehatan mu",ucap Ibunya Intan dengan nada kesal.
"Ibu kenapa sih sewot gitu,Intan baru saja sadar bu",tegur ayah Intan.
"habisnya ibu kesal pak,kenapa Intan rela seperti ini karena Andre".
"dan kamu lagi,kenapa sih kamu jadi seperti ini,tadi saja di rumah semangat untuk bantuin tante,setelah bertemu mereka kamu jadi pendiam gini",lanjut Ibunya Intan.
"sudah lah tante jangan bicara terus aku nyesel,kalau tahu Andre adalah asisten Adelio,aku gak bakalan nekat kaya tadi",ujar Lorenza.
Ibunya Intan mendelik,"dasar kamu nya aja punya masalah sama mereka iya kan?".
Lorenza menatap ke arah tantenya,"kok tante jadi mengungkit masalah aku sih".
"memang benar kan",ucap Ibunya Intan.
"terserah tante yang jelas aku mundur,karena aku gak mau berurusan dengan mereka",ujar Lorenza.
"memangnya apa yang terjadi?",tanya Ayah Intan.
Lorenza pun menceritakan semuanya pada om nya,soal kejadian tadi sebelum mereka berangkat ke rumah sakit.
"ya ampun bu,kenapa sih selalu mengikuti nafsu belaka,dan kamu lagi Lorenza,om gak habis pikir kalo kamu jadi ikut-ikutan kaya tante kamu",tutur Ayah Intan.
"maaf om,aku nyesel banget",ucap Lorenza.
"sekarang nyesel tadi aja semangat bener",ledek tantenya.
"bu...",ucap ayah Intan agar istrinya tidak banyak berbicara.
"Intan aku beri tahu kamu ya,sebaiknya kamu jangan pernah berurusan dengan Andre,karena aku sudah tahu orang di belakang Andre,dia tidak akan segan-segan membiarkan kamu hidup tenang",pesan Lorenza.
"maksudnya?",tanya Ayah Intan.
"maksud aku,ada orang yang melindungi Andre dan pacarnya,yaitu Adelio dia adalah bos Andre,dia orang kaya dan memiliki kekuasaan,dia terkenal kejam,dia bisa melakukan keinginannya jika orang-orang nya di usik",jawab Lorenza.
__ADS_1
"pantas saja tadi kamu ketakutan",ledek ibunya Intan.
"aku gak bisa jauh-jauh dari om Andre",rengek Intan.
"Intan,apa yang di katakan Lorenza memang benar,sebaiknya kamu jauhi Andre kita tidak perlu berurusan lagi dengan mereka,ayah gak mau terjadi sesuatu dengan keluarga kita",ucap ayah Intan.
"tapi Intan tetap mau sama om Andre",ucap Intan sambil menangis.
"aku rela jadi istri keduanya,asal aku selalu bersamanya",lanjut Andre.
Ayah Intan dan istrinya tidak bisa berbuat apa-apa mereka bingung mengahadapi putrinya yang bersi keras menikah dengan Andre.
"beginilah sepupu mu,dia tidak mau menjauhi Andre",ucap Ayah Intan pada Lorenza.
"iya om,sepertinya Intan sudah cinta berat pada Andre sampai dia rela melepas nyawanya sendiri",ujar Lorenza.
Kiki sudah siap untuk pulang bersama Yura,dia merasa berat untuk pergi meninggalkan Andre.
"hati-hati di jalan,hubungi aku kalo sudah sampai rumah",ucap Andre pads Kiki.
"iya mas,tapi aku minta kamu jangan berubah pikiran dengan hubungan kita ya",pinta Kiki.
Kiki pun tersenyum,"aku percaya padamu,aku akan selalu menunggu mu".
"dan aku juga akan berjuang di sini untuk mu",ucap Andre lalu memeluk Kiki,untuk melepaskan kepergian calon Istrinya.
"sayang kamu jangan nakal-nakal di sini ya,aku takut banget kalo Lorenza akan merayu mu lagi",pesan Yura pada Adelio.
"aku gak mungkin tergoda oleh nya,kamu jangan khawatir",ujar Adelio.
"oke kalo begitu kami pergi",pamit Yura.
"hati-hati di jalan,jaga anak-anak dengan baik,kalo ada apa-apa hubungi aku",pesan Adelio.
"iya sayang".
"Atha jaga ibu dan adik mu baik-baik ya nak",pesan Adelio pada putranya.
"siap ayah",ucap Atha.
__ADS_1
Adelio mencium kening Atha dan Rachel secara bergantian,tidak lupa pada Yura.
Andre dan Adelio melepas kepergian Yura dan Kiki dengan melambaikan tangan tangan mereka.
"sebaiknya kita selesaikan urusan mu hari ini juga,karena aku tidak bisa lama-lama jauh dari istri dan anak-anakku",ajak Adelio.
"baik bos".
Mereka pun pergi ke rumah sakit di mana Intan di rawat.
Setelah sampai mereka langsung menuju ruangan Intan,di sana ada kedua orang tua Intan dan Lorenza yang tengah berbincang soal Intan yang bersi kukuh untuk menikah dengan Andre.
"selamat datang kembali nak Andre",sapa ayah Intan ketika Andre dan Adelio masuk.
Intan dengan gembira menyambut Andre,"om,aku kangen",ucap Intan sambil merentangkan tangannya namun Andre hanya diam saja di tempatnya.
Adelio melirik ke arah Lorenza yang tengah menunduk di samping tantenya,lalu dia melihat tingkah Intan saat bertemu dengan Andre.
Adelio tersenyum tipis,"ternyata mereka sama saja,Lorenza dan Intan sama-sama wanita pemaksa laki orang",gumam Adelio.
"maaf tuan mungkin anda sudah tahu kedatangan kami ke sini,kami ingin menyelesaikan masalah Intan dan Andre sampai tuntas",ucap Adelio mewakili Andre.
Ayah Intan menoleh kearah Istrinya,"baiklah tuan,sebenarnya kamu sudah tahu jawaban nak Andre pasti sama seperti kemarin,tapi mudah-mudahan saja kali ini nak Andre berubah pikiran",ucap Ayah Intan.
"apa yang di katakan bapak memang betul,tapi untuk berubah pikiran itu tidak mungkin,karena saya sudah menetapkan hati saya pada Kiki,jadi mohon berhenti untuk memelas,meminta apa lagi memaksa saya untuk menikah dengan Intan",jelas Andre.
"dan untuk kamu Intan,sebaiknya kamu menyadari dengan perbuatan kamu sekarang ini salah,dan om minta kamu berhenti memaksa om,aku sudah lelah terus-terusan seperti ini,aku ingin tenang,dan biarkan om bahagia dengan pilihan om sendiri,om mohon sama kamu",lanjut Andre dan Intan pun menangis.
"Intan kamu dengar sendiri nak,nak Andre tetap pada pendiriannya sendiri jadi ayah mohon jangan terus-terusan menyakiti dirimu sendiri nak,pikirkan masa depan mu sayang",pesan Ayahnya.
"tidak semua yang kamu inginkan akan menjadi milikmu",ucap Adelio.
"aku tahu kamu anak yang baik,aku yakin kamu akan mendapatkan lelaki yang baik juga,jadi lah kebanggaan orang tua mu,kamu seperti Intan berlian yang berharga bagi mereka,jadi lah dirimu sendiri".
"dan jangan pernah rendahkan dirimu di hadapan laki-laki,jadikan dirimu terlihat mahal dia mata mereka dan aku yakin mereka akan menghargai mu",lanjut Adelio.
Lorenza mendengar penuturan Adelio menjadi tersentuh,dia juga akan berusaha untuk merubah dirinya menjadi lebih baik.
"baiklah aku putuskan untuk berhenti mengejar om Andre,aku akan berusaha mengikhlaskan om Andre menikah dengan wanita pilihan om sendiri,tapi jika om tidak nyaman dengannya aku siap menerima om kembali",akhirnya Intan memberi keputusan.
__ADS_1
"itu adalah keputusan yang tepat,tapi soal kenyamanan,om hanya minta doa saja dari kamu agar rumah tangga kami langgeng sampai maut memisahkan kami",tutur Andre.