
Andre dan Intan sedang berada di luar ruangan,mereka tengah membicarakan soal lamaran kemarin.
"Intan maafkan om sudah menolak keinginan kamu,om sadar kalo kamu orang baik dan patut memiliki laki-laki yang baik juga,tidak seperti om",ucap Andre.
"bagi Intan om baik kok,makannya Intan suka sama om dan bermimpi bisa menjadi istri om",ujar Intan.
"kamu gak cocok sama om,kamu cocoknya sama daur muda,om yakin di luar sana banyak yang menginginkan mu",tutur Andre.
"om kok ngomong kaya gitu,aku terima om apa adanya,aku memilih om karena aku mau ada yang membimbing ku saat aku berumah tangga nanti,dan om lah yang layak akan hal itu",
"kamu salah,om gak bisa menjadi suami yang baik buat kamu",
"tapi om,tolong lah jangan patahkan hati Intan",rengek Intan.
"dengarkan aku Intan,kamu sudah dianggap keluarga jadi tidak mungkin om menikahi kamu,pasti kamu mengerti maksud om",Andre terus membujuk Intan agar mengerti kalo dirinya tidak berniat menikahi Intan.
Intan terdiam lalu seketika dia memeluk Andre,"lepas Intan ini di rumah sakit,banyak orang yang lewat",ucap Andre mencoba melepaskan tangan Intan,namun gadis itu memperkuat pelukannya.
"Intan bersedia kok jadi istri keduanya om,asalkan kita bisa terus bersama",ucap Intan.
Ketika Intan sedang memeluk Andre,secara kebetulan Kiki datang sambil menenteng kantong plastik berisi makanan.
Kiki melihat adegan itu,dia terpaku saat melihatnya,hatinya sakit seperti di tusuk oleh pisau,air matanya ingin keluar tapi dia berusaha mungkin untuk menahannya.
Intan melepaskan pelukannya lalu dia mencium bibir Andre.
Kiki yang melihatnya seketika membalikan tubuhnya sambil membungkam mulutnya sendiri,kini air matanya terjatuh,hatinya begitu sakit saat orang yang di cintai nya menerima ciuman dari seorang wanita lain,"aku mencintai om",ucap Intan.
Andre terkejut dengan sikap Intan padanya,lalu dia mendorong Intan menjauh.
"om boleh menikahi wanita itu,setelah itu kita bisa menikah,aku rela jadi madunya",ucap Intan lagi.
Lagi-lagi Kiki mengeluarkan air matanya,ucapan Intan begitu terdengar jelas di telinganya,karena tidak tahan Kiki pun pergi.
Andre menyadari kalau orang yang pergi adalah Kiki,dan dia langsung berlari mengejar Kiki.
"Ki...",panggil Andre.
Kiki tidak menghiraukannya,dia terus berlari sekuatnya,namun dengan cepat Andre berlari melebihi kekuatan Kiki,dan akhirnya Andre dapat menarik tangan Kiki.
"Ki tunggu dulu",ucap Andre sambil nafas yang tidak beraturan.
__ADS_1
Kiki pun memilih berhenti,air matanya terus keluar,Andre yang melihatnya merasa sangat bersalah.
"Ki aku bisa jelaskan semuanya",ucap Andre.
"aku sadar,sebenarnya aku gak pantas sama kamu,aku hanya anak tukang supir gak lebih,dasar begonya aku kenapa aku bisa mencintai kamu,seharusnya aku bisa mengubur itu dalam-dalam",isak Kiki.
"kamu jangan bicara seperti itu,jangan pernah berbicara status,aku juga orang biasa",ucap Andre.
"aku bisa jelaskan padamu,ayo kita pergi ke tempat lain",ajak Andre.
Namun Kiki menolaknya dia malah meminta tiketnya karena saat ini dia ingin pulang.
"aku mau pulang,jadi tolong kembalikan tiketnya",ucap Kiki,Andre pun terdiam,dia tidak tahu harus bagaimana.
"tolong Ki,kamu jangan kaya gini,ku mohon tetap lah di sini bersama ku",pinta Andre.
Kiki menunduk,dia juga merasa kebingungan di sisi lain dia ingin pulang,di sisi lainnya dia kasihan pada Andre.
"Ki,ku mohon",ucap Andre lagi.
"aku memilih saja pulang ke rumah,aku gak mau mengganggu mas sama Intan",tutur Kiki.
"ganggu apa,kami gak ngapa-ngapain kok",ujar Andre.
...----------------...
Di tempat lain Adelio menerima telepon dari Andre,dan dia sudah tahu keadaan Andre dan Kiki saat ini,dan Adelio merasa kalo Andre sedang membutuhkan bantuannya saat ini.
"sayang sepertinya kita akan pergi menemui Andre dan Kiki",ucap Adelio pada Yura yang sedang memakaikan baju pada Rachel.
"kenapa?",tanya Yura heran.
"Sepertinya mereka sedang ada masalah,dan saat ini mereka membutuhkan kita",jawab Adelio.
"baiklah kalo begitu aku akan bersiap-siap",ucap Yura.
"jangan lupa,ajak Atha".
"iya sayang".
Di rumah sakit,Andre terdiam memikirkan ucapan Intan,gadis itu terlalu nekat agar dapat memilikinya,tapi Andre akan berusaha untuk menjelaskannya lagi pada Intan.
__ADS_1
"Ndre...",panggil nenek.
Andre pun tersadar dan dia langsung menggenggam tangan neneknya,"syukurlah nenek sudah sadar",ucap Andre.
"nenek dimana?",
"nenek berada di rumah sakit,tadi pagi nenek pingsan,dan aku membawa nenek ke sini",jawab Andre.
Nenek tersenyum,"kamu tidak jadi pergi karena nenek ya!".
"enggak apa-apa,mungkin sudah waktunya Andre menjaga nenek",ujar Andre.
"Kiki kemana?",tanya nenek.
"tadi dia pulang karena di rumah gak ada siapa-siapa,dan malam ini kita akan berdua saja di sini",jawab Andre.
Nenek membelai rambut cucunya,seketika air matanya keluar,"memang sudah saatnya kamu menikah,karena nenek tidak bisa terus terusan bersama mu,karena usia nenek sudah semakin tua".
"apa kamu mencintai Kiki?",tanya Nenek,Andre menganggukkan kepalanya.
"menikahlah dengannya jika memang dia pilihan mu yang terbaik,nenek hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk kalian".
"maaf nenek baru memberikan restu pada kalian,tapi percayalah nenek juga menyukai Kiki walaupun kami belum mengenal lebih dalam",lanjut nenek.
"aku yakin kalo nenek akan lebih menyukai dia dan menyayangi dia setelah nenek tahu siapa dia",ujar Andre dan mereka berdua pun tersenyum bahagia.
Sedangkan di rumah nenek,Intan sedang bersama Kiki,mereka tengah mengobrol di teras depan.
"kamu beruntung bisa di cintai om Andre,sedangkan aku hanya mengejar cintanya saja tanpa balasan darinya",ucap Intan.
"tapi aku yakin kami akan bersama,karena setelah dia menikahi mu dia juga akan menikahi ku,jadi mulai saat ini kita harus belajar akur",lanjut Intan.
Kiki hanya terdiam,dia menahan hatinya yang sakit,dan dia berusaha untuk tegar dalam hal ini.
"kenapa kamu diam,apa kamu keberatan?",tanya Intan.
"tidak ada wanita yang rela di madu,sekalipun ada tetap saja hatinya tidak bisa di bohongi,seperti halnya aku yang tak mau di madu,aku lebih baik memilih pergi",jelas Kiki.
Intan pun tersenyum tipis,"syukur lah kalo kamu memilih pergi,jadi aku gak usah repot-repot mengemis cinta om Andre",ucap Intan.
"kalau mas Andre menolak keinginan mu bagaimana?",tanya Kiki.
__ADS_1
"tidak mungkin karena nenek yang akan menjadi penguat dalam hubungan kami",jawab Intan percaya diri.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...