Cinta Setelah Berpisah

Cinta Setelah Berpisah
Duri


__ADS_3

bug....


bug...


Pukulan demi pukulan di layangkan Adelio pada mantan asistennya sampai dia tak berdaya.


"cukup Del...apa kamu akan membuatnya mati?" tanya Soni.


"terlalu sayang jika tangan ku membuatnya mati,ini pertama dan terakhir kalinya aku menghajarnya,dan aku tidak akan menyesali perbuatan ku ini" jawab Adelio.


"lalu bagaimana ratu di rumah mu,apa kau juga akan menghajarnya?"tanya Soni menyeringai.


Adelio menoleh ke arah Soni,"itu dulu,sekarang dia adalah duri di hidupku,dan itu adalah urusan ku"


"ha...ha..." Soni tertawa.


"kenapa kamu tidak sadar juga,justru dari dulu dia adalah duri di hidupmu" ucap Soni yang membuat Adelio tertegun,wajah Yura langsung membayanginya dan dia bergegas memakai jasnya.


"hei kamu mau kemana?" tanya Soni.


"aku harus pergi untuk beberapa waktu,semua perusahaan akan di handle oleh Andre" jawab Adelio.


"lalu dia mau di apakan lagi?"


"buang saja ketempat yang jauh dari kota ini" jawab Adelio.


Andre yang menyaksikan itu merinding ketakutan,ternyata bosnya lebih kejam dari binatang buas.


"ayo..." ajak Adelio pada Andre,dan Andre pun mengekor pada bos nya.


"bagaimana seru kan melihat pertunjukkan ku?" tanya Adelio pada Andre sambil melangkahkan kaki.


"bos apa itu tidak keterlaluan jika dia di buang ketempat lain?" Andre balik tanya.


Adelio menghentikan langkahnya,"itu sepadan dengan apa yang dia perbuat,dan ingat jangan sekali-kali kamu mencoba mengkhianati ku,jika kamu sudah tidak ingin bekerja dengan ku bicara baik-baik" Adelio memperingatkan.


"baik bos saya akan berusaha,tapi selama bos pergi saya tidak akan tinggal di rumah,saya merasa risih dengan bu Mika" ucap Andre.


"ok kalo begitu,kamu akan tinggal di apartemen tempat Jodi dulu,hubungi saja anak buah ku yang lain" ujar Adelio.


"satu lagi bos"


"apa lagi Ndre..."


"kenapa perusahaan yang handle saya bukan pak Soni?"tanya Andre.


"Soni memegang dua perusahaan jadi tidak mungkin dia memegang perusahaan satu lagi,jadi mau tidak mau kamu harus berusaha sambil belajar" jawab Adelio.


"baiklah aku akan berusaha semampuku"

__ADS_1


"ok kalo begitu aku pergi"


"hati-hati di jalan bos"


Adelio pun pergi,tidak lama kemudian Andre pun ikut pergi dengan mengendarai mobil.


Selang beberapa menit Andre sampai di rumah Adelio,dia berniat membawa pakaiannya,ketika dia sedang berkemas di kamar tiba-tiba dia di kaget kan dengan suara Mika.


"kamu mau kemana sudah berkemas?" tanya Mika.


"nona...apa anda tidak bisa mengetuk pintu dulu,tidak sopan langsung masuk kamar orang tanpa ijin" jelas Andre.


"memangnya kamu siapa di sini,ini rumah ku" ucap Mika.


Andre tersenyum,"rumah anda,bukan kah ini rumah Tuan Adelio?"


"rumah Adelio adalah rumahku" ujar Mika.


"apa...anda kan bukan siapa-siapanya lagi"


"tutup mulut mu,kau hanya seorang asisten tidak berhak untuk mengatur ku,beri tahu aku kemana Adelio pergi?"


"maaf saya tidak bisa memberi tahu mu karena Tuan yang memintanya" jawab Andre.


"brengsek...lihat saja aku akan menemukan dia" ucap Mika langsung pergi dan membanting pintu.


"ah....." Mika berteriak di kamarnya.


"semua ini gara-gara Jodi..." ucap Mika.


Tiba-tiba notifikasi pesan berbunyi,Mika langsung membukanya,seketika matanya melotot melihat sebuah gambar di layar ponsel dengan pesan singkat.


Sebentar lagi giliran mu jadi bersiap-siap lah...


"ah..." ponsel itu langsung di lempar oleh Mika.


"bukan kah Jodi di penjara,apa ini pekerjaan Adelio" gumam Mika ketakutan.


...------------...


Hari berganti,sudah pekerjaan rutin bagi Yura dan Mia membersihkan seluruh ruangan termasuk kamar pemilik rumah tersebut,saat Yura hendak masuk kamar dia mendengar seseorang sedang mandi,dan Yura mengurungkan niatnya untuk membersihkan kamar itu namun orang yang berada di dalam kamar mandi berteriak.


"hei...di luar ada orang?"


Yura kebingungan kenapa dia mengetahui kalo dirinya berada di kamar.


"hei...kau mendengarkan ku?"


Yura menjawab,"iya Tuan saya asisten di sini,apa anda perlu sesuatu?"

__ADS_1


"ya...aku lupa bawa handuk,berikan sekarang juga pada ku"


Yura mencari handuknya,tapi dia tidak tahu di simpan di mana,"maaf Tuan saya tidak melihat handuk anda".


"handuknya ada di lemari buka saja"


Yura pun membuka lemari yang super besar namun dia belum juga menemukan handuk itu,"cepat..." teriak lagi.


"iya sebentar Tuan" ucap Yura yang sudah menemukan handuknya,lalu dia menutup kembali pintu lemari.


tok ...tok ..


"Tuan handuknya"


ceklek


Seketika pintu kamar mandi sedikit terbuka,Yura langsung memberikannya sambil memalingkan muka.


"terima kasih,kamu boleh keluar"


"iya Tuan"


Yura cepat-cepat pergi dengan nafas tak teratur,"hu...kenapa bi iyem sama Mia tidak bilang-bilang ya kalo pemilik rumah ini sudah datang" gumam Yura sambil melangkah pergi.


Adelio keluar dari kamar mandi dia langsung memakai pakaian yang sudah di sediakan olehnya terlebih dahulu,setelah itu dia keluar dari kamar untuk sarapan pagi.


"selamat pagi Tuan" sapa Bi iyem yang sedang menyiapkan makanan di meja makan.


"pagi...saya mau tahu asisten di rumah ini ada berapa orang?"


"asisten di sini ada 3 orang,tukang kebun satu orang Tuan".


"oh ya saya mau salah satu dari ketiga asisten menjadi asisten pribadi saya,khusus menyiapkan perlengkapan yang saya butuhkan" ujar Adelio.


Ternyata pemilik rumah baru itu adalah Adelio,sengaja di membeli rumah agar Mika tidak mengetahui keberadaannya.


"tapi ingat,kalo bisa yang muda dan cekatan"


"yang muda ada Tuan tapi dia di sini bersama anaknya"


Adelio mengernyitkan keningnya,"maksudnya?"


"anu Tuan dia seorang janda dan sebatang kara di sini,jadi dia tidak bisa menitipkan anaknya,kalo anda tidak keberatan boleh dia tinggal di sini bersama kami"


"sudah terlanjur dia di sini aku tidak bisa menolaknya,beritahu dia kalo sekarang dia adalah asisten pribadiku dan kamu harus memberi tahu apa saja yang harus dia kerjakan tapi ingat jangan sampai anaknya mengganggu ibunya bekerja"


"baik Tuan"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2