
Yura sudah tersadar dari pingsannya,dia di temani suami dan anak-anaknya,Yura sangat bersyukur masih di kelilingi orang-orang yang amat menyayanginya.
"sebaiknya kalian istirahat,biar ayah yang jagain ibu",titah Adelio.
"iya,ibu sudah baikkan kok",ucap Yura.
"kalo gitu aku pergi ke kamar",pamit Rachel lalu dia mencium pipi Yura.
"aku juga",ucap Dafa lalu mereka berdua pergi.
"kalo ada apa-apa panggil aku saja",ucap Atha.
"iya nak",
"ayo Wi,aku tunjukan kamar untuk mu",ajak Atha pada Tiwi.
"ayah ibu,aku pergi",pamit Tiwi.
Pasangan pengantin itu pun menyusul Rachel dan Dafa keluar dari kamar Yura,dan kini tinggal Adelio dan Yura.
"maafkan aku sudah membuatmu khawatir",ucap Yura.
"tidak apa-apa,lain kali kalo kamu merasa tidak enak badan atau lelah bicaralah padaku atau pada anak-anak",tutur Adelio.
"kasihan mereka sangat menyesali kondisi kamu saat ini",lanjut Adelio.
"makasih sayang atas perhatiannya",ucap Yura.
Di kamar,Rachel dan Dafa tengah berbaring di kasur milik Rachel,mereka berbaring saling berpelukan.
"apa boleh semalam saja kita menginap di sini,aku mencemaskan ibu",tanya Rachel.
Dafa menjawab,"tentu sayang,malam ini kita akan menginap di sini,aku sudah menghubungi ibu soal keadaan ibu Yura".
"makasih sayang",ucap Rachel lalu memberikan hadiah ciuman di pipi suaminya,Dafa pun tersenyum.
"aku sangat khawatir dengan keadaan ibu,karena tiba-tiba dia pingsan,aku takut kehilangannya",lirih Rachel.
"aku tahu dengan perasaan mu saat ini,lebih baik kita berdoa saja semoga ibu Yura sehat selalu",ucap Dafa.
"aku juga berharap seperti itu",
Beralih ke calon pengantin,mereka berdua sedang duduk di balkon rumah,Atha terus melihat ke arah langit dengan tatapan kosong,sedangkan Tiwi dia menatap Atha,pikirannya berkata kalo pria yang akan menjadi suaminya itu adalah pria yang sangat menyayangi dan menghormati ibunya,dan Tiwi berharap dapat perlakuan yang sama setelah menikah nanti.
"kenapa kamu menatapku?",tanya Atha yang membuyarkan pikiran Tiwi.
__ADS_1
Tiwi pun kaget,dia tidak tahu sejak kapan Atha memperhatikannya,"enggak aku hanya ....",Tiwi tidak melanjutkan ucapannya.
Atha tersenyum,"apa kau memang benar-benar terpesona padaku?",goda Atha.
"apa terpesona?",Tiwi balik tanya.
"kamu ada-ada aja",ucap Tiwi malu.
"ehm Tha,maaf ya tadi saat aku mengetahui kondisi ibu,aku tidak memberitahu mu",Tiwi merasa bersalah.
"gak apa-apa,lagian ibu sekarang sudah membaik",ucap Atha.
"aku bangga sama kamu,karena kamu begitu amat menyayangi ibu",puji Tiwi.
"aku sangat menyayanginya karena dia adalah sosok ibu yang kuat,yang bisa membuatku jadi seperti ini,aku tidak tahu bagaimana jadinya kalo ibu tidak ada",tutur Atha.
"ibu dan ayah pasti bangga memiliki anak sepertimu,Tha jangan sia-siakan orang tua yang masih ada",
"seperti yang ku alami saat ini,entah tangan siapa yang akan ku cium,tidak ada tubuh yang ingin ku peluk ketika aku melepaskan beban hidup ini,aku sudah tak memilikinya lagi,kadang jika aku merindukan mereka,aku hanya bisa mendoakan mereka",tutur Yura sambil menitikkan air matanya.
Atha pun ikut bersedih,dia tidak tahu apa yang sudah di alami Tiwi selama ini,Atha menggenggam tangan Tiwi,"bersabarlah sebentar lagi ada tangan yang akan kau cium,ada tubuh yang akan kau peluk jika itu membuat beban di pundak mu terasa ringan",ucap Atha.
"jangan bersedih lagi,aku di sini untukmu",lanjut Atha.
...----------------...
Singkat cerita hari pernikahan Atha dan Tiwi pun telah tiba,pernikahan yang di gelar dengan sederhana tidak membuat Atha atau Tiwi mengurangi para tamu undangan.
Pasalnya Atha adalah seorang pengusaha muda yang sukses,begitu pula ayahnya Adelio mereka sama-sama sukses di usia muda.
Ijab Qobul pun telah selesai,Atha dan Tiwi resmi menjadi suami istri,keluarga Adelio sedang bahagia,kini anggota mereka semakin bertambah.
Atha dan Tiwi duduk di pelaminan,semua para tamu undangan berburu mengucapkan selamat kepada kedua pengantin tersebut.
Ana mantan istri Dafa pun ikut hadir,dia juga ikut berbahagia atas pernikahan kedua temannya.
"selamat ya Wi,Tha,atas pernikahannya,aku ikut bahagia loh",ucap Ana.
"makasih Na,semoga kamu juga nyusul kita",ujar Tiwi,Ana pun tersenyum.
Ana meminta di poto dengan kedua pengantin tersebut,Rachel melihat dari kejauhan saat Ana mendekati Atha dan Tiwi.
Rachel terus memperhatikannya,tiba-tiba Dafa menghampirinya,"kamu kenapa lihat Ana seperti itu?",tanya Dafa.
"enggak,aku hanya ingin tahu apa hubungan dia dan kedua kakakku",jawab Rachel.
__ADS_1
"sudahlah jangan mencari identitas orang lain,Ana orang nya baik kok",ucap Dafa yang membuat Rachel cemburu.
"kalo dia baik kenapa kamu mau pisah sama dia?",tanya Rachel lalu dia pergi meninggalkan suaminya.
Dafa terpaku seketika Rachel bertanya seperti itu,"ada apa dengan dia,kok sensi ya",ucap Dafa bicara sendiri.
"hai Daf",sapa Ana.
"hai Ana,sudah makan?",Ana menggelengkan kepalanya,"kalo gitu kamu cicipi hidangan di sini aku mau pergi menemui istriku",ucap Dafa lalu dia pergi.
Ana mengernyitkan keningnya,dia tidak mengerti dengan sikap Dafa yang pergi begitu saja saat dia menyapanya.
Dafa mencari keberadaan Rachel,dia mencari ke setiap sudut ruangan namun Rachel tidak di temukan.
"kemana dia perginya?",Dafa bertanya pada diri sendiri.
Dafa begitu kebingungan mencari istrinya,namun Rachel kini berada di kamar sedang membaringkan tubuhnya.
Badannya terasa lemas,dan mudah capek,akhirnya dia memutuskan untuk beristirahat di kamar saja.
Sedangkan di luar sana,tamu undangan semakin banyak,apa lagi teman-teman Atha dan Tiwi saat di bangku kuliah datang,ini sekaligus acara reunian satu angkatan.
"gue demen sama pasangan yang satu ini,dari mulai masuk kuliah selalu bersama,dan nikah pun hari yang sama,jam yang sama,detik yang sama,orang yang sama pula",ucap salah seorang teman Atha dan Tiwi.
Mereka pun tertawa bersama,"memang jodoh gak akan kemana,kita nyari jodoh sampai nyebrang lautan,eh ternyata jodoh kita ada di depan mata",ucap lagi salah seorang temannya.
Atha dan Tiwi tersipu malu saat teman-temannya terus meledeknya.
Dafa masih mencari keberadaan istrinya,tiba-tiba Adelio datang menghampirinya,"dari tadi ayah lihat kamu mondar mandir,sebenarnya kamu ada apa?",tanya Adelio.
"ehm anu yah,aku lagi cari Rachel",jawab Dafa.
"kamu cari Rachel,dia tadi pergi ke atas",ucap Adelio.
"Rachel di atas?",
"iya tadi ayah lihat dia menaiki anak tangga,mungkin dia sedang di kamarnya",
"ehm makasih yah kalo begitu aku ke atas dulu",
"emmm",
Dafa pun pergi menaiki anak tangga,sedangkan Adelio dia sudah menghilang.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1