Cinta Setelah Berpisah

Cinta Setelah Berpisah
Resign


__ADS_3

Tiwi terdiam duduk di pinggir jalan sambil memegang kopernya,dia tidak tahu harus pergi kemana,untuk menyewa hotel yang dikatakannya pada Andre hanya alasan semata.


Uang untuk menyewa hotel tidak cukup,mau tidur di pantry kantor tidak bisa,karena merasa tidak enak.


Kini Tiwi kebingungan,"ayah ibu,aku rindu kalian",ucap Tiwi sambil menitikkan air mata.


"aku harus kuat,aku harus cari tempat tinggal secepatnya",ucap Tiwi menyemangati diri sendiri.


Namun semangat itu pudar ketika dia melihat uangnya yang tinggal sedikit lagi.


"ya tuhan,kenapa malang sekali nasib ku ini",lirih Tiwi sambil menangis lagi.


Tiba-tiba sebuah lampu mobil menyorotinya dan Tiwi menutupi wajahnya dengan tangannya.


"kamu sedang apa di sini?",tanya Atha ketika sudah berada di dekat Tiwi.


"ehm aku sedang menunggu jemputan",jawab Tiwi bohong.


Atha melihat ke arah koper Tiwi,"sebaiknya aku antar,gak baik malam-malam diam di jalan seperti ini",kata Atha.


"sebentar lagi ada yang jemput,jadi kamu boleh pergi",ujar Tiwi.


"jangan keras kepala Wi",ucap Atha.


"kamu kenapa sih ngurusin anak orang,suka-suka aku dong",ucap Tiwi dengan nada tinggi.


"baiklah kalo itu mau mu",ucap Atha lalu dia pergi meninggalkan Tiwi sendiri.


Setelah mobil Atha pergi,dia menangis lagi,sebenarnya dia begitu membutuhkan bantuan seseorang namun dia tidak bisa untuk mengungkapkannya.


Tiwi memilih berjalan kaki untuk mencari tempat berlindung,walau pun kakinya sudah lecet.


Di dalam mobil Atha terus memikirkan Tiwi,jujur saja dia sangat peduli terhadap wanita itu.


Seketika Atha mengingat dengan ucapan teman wanita satu apartemen Tiwi,kalo Tiwi sebatang kara.


Dan Atha langsung balik arah untuk kembali pada Tiwi lagi,namun ketika dia sampai di tempat itu,Tiwi sudah tidak ada.


Atha memukul stir mobilnya saat Tiwi sudah tidak ada di tempatnya,dia merasa bodoh harus kehilangan jejak Tiwi lagi.


Dan Atha mulai merasa kalo kepeduliannya terhadap Tiwi bukan lagi sekedar teman melainkan lebih dari teman,dan kini dia khawatir setengah mati.


Atha terus mencari Tiwi,dia akan berusaha menemukan Tiwi.


Tiwi duduk di sebuah teras rumah yang kosong dan gelap gulita,rasa takut yang di milikinya mendadak hilang,dia terpaksa tidur malam ini di sana,karena dia tidak tahu harus mencari kemana lagi.


Tiwi membaringkan tubuhnya dia atas lantai yang beralaskan kain yang di keluarkan dari kopernya,dia mencoba memejamkan matanya sambil mengeluarkan air matanya.


Dia harus menanggung beban hidupnya saat ini,"tuhan hadirkan lah seseorang dalam hidupku untuk mengurangi beban ini",pinta Tiwi.


...----------------...

__ADS_1


Keesokan harinya Atha sudah berada di kantor,lingkaran matanya agak menghitam,semalaman dia tak tidur karena memikirkan keberadaan Tiwi.


Atha menyandarkan tubuhnya di kursi kebesarannya,dia melihat langit-langit dengan tatapan kosong.


Tiba-tiba Andre datang menghampiri,"Tha,kamu baik-baik saja kan?",tanya Andre.


"aku baik om",jawab Atha.


"oh ya aku harus menemui Tiwi",ucap Atha lalu beranjak dari duduknya.


"dia tidak masuk",ujar Andre yang menghentikan niatnya.


"kenapa dia tidak masuk?",tanya Atha penasaran.


"sebenarnya ada apa antara kamu dan Tiwi?",Andre balik tanya.


"maaf om menanyakan hal ini",lanjut Andre.


"dia adalah...",Atha tak meneruskan kata-katanya.


"om tahu,om tidak berhak untuk mengetahuinya,jadi kamu tidak boleh memaksakan diri",ujar Andre.


"bukan begitu maksudku,hanya waktu yang tidak tepat",kata Atha.


"ehm baiklah kalo begitu om mau kembali keruangan",pamit Andre lalu dia pergi.


Atha kembali duduk di kursinya dan bersandar lagi sambil memejamkan matanya,dan akhirnya dia terlelap tidur.


"kamu baru masuk?",tanya Andre.


"maaf pak saya terlambat,saya hanya ingin memberikan ini",ucap Tiwi sambil memberikan sebuah kertas.


Andre pun mengambilnya lalu membacanya,"kamu yakin dengan ini?",tanya Andre.


"iya pak saya yakin",jawab Tiwi.


"jujur ya Wi,perusahaan sangat membutuhkan mu saat ini,tapi kalo ini keputusan mu saya tidak akan memaksa,tapi kamu harus pergi ke direktur utama untuk mengetahui ini semua",tutur Andre.


"maaf pak,memang sama bapak tidak cukup,saya harap bapak merahasiakan ini dari pak Atha",pinta Tiwi.


"saya tidak tahu alasan kamu seperti ini",ujar Andre.


"ini demi kebaikan pak Atha juga,saya tidak mau menjadi beban perasaannya",lirih Tiwi.


Andre mengernyitkan keningnya,"ehm baiklah kalo itu mau mu,saya tidak akan memaksa",ujar Andre.


Atha sudah terbangun dari tidurnya,dan kini dia berniat untuk makan siang di kantin kantor,namun ketika dia hendak keluar,Andre sudah lebih dulu masuk.


"om Andre",ucap Atha.


"kamu mau kemana?",tanya Andre.

__ADS_1


"aku mau cari makan,pagi tadi aku melewatkan sarapan",jawab Atha.


"oh ya ada yang harus disampaikan",ucap Andre.


"tentang apa?",tanya Atha.


"tadi Tiwi datang kesini,dia resign dari kantor",jawab Andre.


Atha terkejut,"apa dia sudah pergi?",tanya Atha lagi.


"iya dia sudah pergi",ucap Andre.


"kenapa om tidak menyuruhnya menemui ku?", tanya Atha kesal.


"om sudah menyuruhnya,tapi dia memohon pada om untuk tidak memberi tahu mu",jawab Andre.


Atha mengusap wajahnya kasar,"maafkan om Tha",ucap Andre.


"aku harus mencarinya",ucap Atha lalu dia pergi meninggalkan Andre.


Dengan langkah cepat Atha keluar dari kantornya,lalu dia pergi untuk mencari Tiwi,kali ini dia berharap bisa bertemu dengannya dan akan mengatakan kalo perasaanya saat ini sama seperti apa yang dirasakan Tiwi.


Atha pun tidak akan menyia-nyiakan kesempatan jika dia bertemu lagi dengan Tiwi.


"ya tuhan pertemukan aku lagi dengannya",doa Atha dalam hati.


...----------------...


3 hari sudah semenjak Tiwi resign dari pekerjaan,dia masih mencari tempat tinggal,niat dia keluar adalah ingin menjauh dari Atha,karena dia tidak mau mengusik kehidupan temannya itu.


Tiwi duduk di sebuah taman tempat bermain,dia meminum air botol yang dia beli di sebuah warung.


Lalu dia menghela nafasnya,"kenapa sewa rumah di sini begitu mahal,kalo saja aku memiliki uang lebih mungkin aku sudah mendapatkan tempat tinggal",ucap Tiwi


Tiwi tidak mau berlama-lama di sana,lalu dia melanjutkan perjalanannya.


Ketika dia hendak menyebrang jalan,tiba-tiba dia mendengar bunyi klakson mobil yang hampir menabraknya.


Untungnya pengendara mobil cepat-cepat mengerem.


Tiwi kaget lalu dia menjatuhkan tubuhnya ke jalan.


Pemilik mobil itu sama terkejutnya seperti Tiwi,lalu mereka cepat-cepat keluar dari mobil.


"sayang,apa kita menabrak orang?",tanya Yura pada Adelio.


"aku gak tahu",


"ayo kita lihat",dan mereka pun turun dari mobil.


Ternyata Tiwi hampir tertabrak oleh mobil yang di kendarai Adelio.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2