
Menjelang hari pernikahan Rachel dan Dafa,semua di sibukkan dengan acara yang akan di laksanakan besok.
Yura dan Adelio menerima tamu undangan dari luar negri,begitu juga Atha sudah mempersiapkan kamar hotel untuk para tamu undangan.
Semua keluarga pun berdatangan,Soni dan Alin beserta Abimanyu,Andre dan Kiki,Jodi dan Mia,kebetulan mereka yang ikut membantu di bagian dapur.
Sedangkan calon pengantin sedang duduk santai sambil memainkan ponselnya dan senyum-senyum sendiri.
Ternyata Rachel sedang chatting dengan calon suaminya,tiba-tiba suara pintu di ketuk,tok...tok...tok...
"siapa",
"aku Tiwi",
"masuk kak",
Tiwi pun masuk kedalam kamar Rachel,"hai Chel",sapa Tiwi.
"hai juga",balas Rachel.
"aku mau mengantarkan ini",ucap Tiwi sambil membawa beberapa cemilan dan minuman.
"lho kok kakak yang antar,kan ada pelayan",ujar Rachel.
"gak apa-apa,pelayan semuanya pada sibuk,kebetulan kakak sedang tidak ada kerjaan",tutur Tiwi.
"makasih lho kak",ucap Rachel.
"ehm gimana rasanya jadi calon pengantin?",tanya Tiwi.
"rasanya deg degan kak,pokoknya campur aduk deh,bahagia,takut,malu pokoknya serba ada",jawab Rachel.
"oh ya...",
"nanti juga kakak bakalan ngalamin kaya aku",ujar Rachel,Tiwi pun tersenyum malu.
"oh ya,katanya setelah menikah kamu akan ikut suami mu ya",
"iya kak,karena Dafa hanya memiliki seorang ibu,jadi mau gak mau aku harus ikut dia,kasihan kan kalo ibunya Dafa di tinggal,lagian gak jauh kok,rumah depan",tutur Rachel.
"selamat ya sebentar lagi kamu akan melepas masa lajang mu dan akan menjadi seorang istri",ucap Tiwi.
"makasih kak,tapi kakak juga akan segera menikah dengan kak Atha,jadi kita akan sama-sama menjadi seorang istri",ujar Rachel,Tiwi pun tersenyum.
"oh ya kalo gitu aku pergi bantu-bantu yang lain",pamit Tiwi.
"ehm jangan terlalu cape kak",ucap Rachel.
"iya",Tiwi pun pergi,sedangkan Rachel dia akan menjadi di kurung di kamar seharian.
...----------------...
Atha turun dari mobil,lalu seseorang menabraknya,"maaf saya tidak.....",Atha dia buat terkejut dengan seseorang yang berada di hadapannya.
"Ana",ucap Atha.
__ADS_1
"hai,kita bertemu lagi,apa kabar mu?",sapa Ana yaitu mantan istri Dafa.
"baik,bagaimana kabar mu?",Atha balik tanya.
"aku baik,kamu sedang apa di sini?",tanya Ana lagi.
"ini rumah orang tua ku",jawab Atha,Ana pun berpikir kalo ini rumah orang tua Atha berarti Atha adalah saudara Rachel yang akan menikah dengan mantan suaminya.
"kamu sendiri sedang apa di sini?",tanya Atha pada Ana.
"ehm aku mau menemui Rachel",jawab Ana.
Atha sedikit heran,kenapa Ana bisa kenal dengan Rachel.
"oh kalo gitu silahkan masuk",ucap Atha mempersilahkan masuk pada Ana.
Ketika mereka sudah berada di dalam rumah,Atha dan Ana berpapasan dengan Tiwi,"kamu Tiwi kan?",tanya Ana yang membuat Tiwi terkejut karena Ana datang bersama Atha.
"Wi,Ana ingin bertemu dengan Rachel,kebetulan di depan kami bertemu",jelas Atha tak ingin ada salah paham.
Tiwi hanya menganggukkan kepala,"kamu masih seperti dulu,sangat pendiam,aku salut pada kalian persahabatan kalian memang tidak luntur ya,sampai sekarang pun kalian masih menjalin nya",tutur Ana.
"kalo kamu ingin bertemu dengan Rachel,biar pelayan yang akan mengantarmu",ucap Atha lalu dia memanggil seorang pelayan untuk mengantarkan Ana ke kamar Rachel.
"makasih ya Tha,Wi kali kali kita ngobrol bareng yuk",ajak Ana.
"iya",ucap Tiwi.
"oke kalo gitu aku ke atas dulu",Ana pun berlalu,kini tinggal Atha dan Tiwi.
Atha menarik tangan Tiwi dan membawanya ke tempat yang agak sepi.
"kenapa kamu membawaku ke sini?",tanya Tiwi.
"kamu percaya padaku kan?",tanya Atha.
"percaya soal apa?",Tiwi balik tanya.
"soal Ana,aku baru kali ini bertemu dengannya lagi,dan aku gak tahu apa hubungan Ana dengan Rachel",jawab Atha.
"oh itu",
Atha berdecak,"kamu cemburu?",tanya Atha.
Tiwi melihat ke arah Atha,"seseorang yang melihat pasangannya datang bersama atau sekedar ngobrol dengan seseorang yang pernah di sukai nya pasti merasakan cemburu",
"hanya saja ada yang di perlihatkan dan ada juga yang di sembunyikan",jawab Tiwi.
"jadi kamu cemburu",goda Atha.
"pikirkan saja sendiri",ujar Tiwi.
Atha tersenyum lalu mencubit pipi Tiwi,"aww sakit",ucap Tiwi.
"gemes",ucap Atha mencubit lagi pipi Tiwi.
__ADS_1
"ih nyebelin",Tiwi membalasnya dan akhirnya mereka saling bercanda.
Ada dua pasang mata yang sedang menyaksikan keromantisan Tiwi dan Atha,dia adalah Ana yang sedang menunggu Rachel di sebuah ruangan.
"ehem...",Rachel berdehem.
Ana membalikkan tubuhnya,"hai Chel",sapa Ana.
Rachel terdiam aneh dengan sikap Ana yang tiba-tiba datang menemuinya.
"silahkan duduk",ucap Rachel dengan nada jutek.
Ana pun duduk di kursi,"maaf ya aku menganggu istirahat kamu",ucap Ana.
"ada apa?",tanya Rachel.
"aku hanya ingin memberi ini",ucap Ana sambil memberikan sebuah kotak pada Rachel.
"ini apa?",tanya Rachel sambil menerima kotak pemberian Ana.
"buka saja",
Rachel pun membuka kotak itu,didalamnya ada sebuah kalung,dan Rachel pun mengambil kalung itu.
"bisa jelaskan",ucap Rachel.
"ehm,itu pemberian ibunya Dafa waktu aku masih menjadi istrinya Dafa,karena sekarang aku dan Dafa sudah bercerai dan sebentar lagi kamu akan menikah dengan Dafa,ya aku berikan saja ini padamu",jelas Ana.
Rachel pun menaruh kalungnya lagi kedalam kotak itu lalu menutupnya,"maaf aku gak bisa menerimanya,karena ini milik kamu",ucap Rachel sambil mengembalikan kotak itu ke tangan Ana.
"kenapa Chel,kamu kan besok akan menjadi istri Dafa?",tanya Ana.
"aku gak bisa karena itu bukan milik aku,dan kamu gak perlu memberikannya padaku,apalagi itu pemberian ibu untuk kamu",tutur Rachel.
"tapi Chel,ini juga gak ada gunanya buat aku,karena aku bukan bagian dari keluarga mereka lagi",kata Ana.
"maaf ya aku gak bisa,terserah kamu mau pakai atau enggak,yang penting kamu simpan itu dan anggap sebagai kenang-kenangan dari ibu",jelas Rachel.
Ana tidak bisa berbuat apa-apa,dia tidak bisa memaksa Rachel untuk menerima kalung itu.
"ibu akan terluka jika tahu soal ini,sebaiknya kamu jaga perasaan ibu,dan kamu simpan ini baik-baik",ucap Rachel.
"kamu tahu Chel,sebenarnya aku merasa lebih terluka jika melihat ini,karena ini pemberian ibu dimana aku menikah dengan Dafa,dia berharap kalo Dafa dan aku akan menjadi keluarga yang utuh,tapi harapannya sia-sia karena Dafa tak mencintai ku,apa yang sudah aku korbankan untuknya tak berarti apa pun",
"tadinya aku mau mengembalikan ini pada ibu,tapi aku tak kuasa",jelas Ana.
"apa kamu menyukai Dafa?",tanya Rachel,Ana pun terkejut.
"jawab",ucap Rachel.
"dulu iya tapi sekarang sudah enggak,karena sikap dinginnya itu yang membuatku menjauh darinya",jawab Ana.
"kalo memang tidak ada perasaan apa pun,simpan kalung ini baik-baik",ucap Rachel.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1