
Sudah beberapa hari semenjak Soni memerintahkan anak buahnya,belum juga ada kabar tentang Yura,namun hatinya yakin kalo mereka akan menemukan Yura.
Andre baru saja tiba di rumah Adelio,Soni yang sedang berusaha membujuk Adelio untuk makan seketika melihat ke arah Andre yang tengah berjalan menghampirinya.
"ada kabar?",tanya Soni,Andre pun hanya mengangguk lalu memberi kode pada Soni agar menjauh dari Adelio.
Soni pun mengerti dan dia menyuruh suster untuk melanjutkan menyuapi Adelio.
"bagaimana?",tanya Soni ketika mereka sudah berdua di ruangan tamu.
"anak buah pak Soni sudah berhasil menemukan keberadaan Yura dan mereka sudah mengirimkan alamatnya",jawab Andre.
"sudah ku duga,aku tidak akan pernah meragukan kerja keras mereka",ucap Soni sambil tersenyum penuh harap agar bisa secepatnya membawa Yura pulang.
"kapan pak Soni menjemput Yura?",tanya Andre.
"sekarang kita akan menjemputnya",ucap Soni.
Bi iyem tidak sengaja mendengar percakapan antara Soni dan Andre,kabar itu pun langsung terdengar oleh Mia.
"yang benar bi,mereka sudah menemukan keberadaan Yura?",tanya Mia.
"iya Mia",jawab bi iyem senang.
"syukurlah,mudah-mudahan saja setelah Yura pulang tuan Adelio bisa secepatnya sembuh,kasihan dia aku tak tega melihatnya",lirih Mia.
"iya bibi juga sama,mudah-mudahan tuhan memberikan keajaiban pada tuan Adelio".
...----------------...
"Atha...",Yura memanggil putranya yang hendak pergi bermain bersama teman sebayanya.
"iya bu..."
"kemari lah sayang,ibu butuh bantuan mu tolong ambilkan pisau di dapur,ibu mau membelah semangkanya",titah Yura,Atha pun langsung memenuhi perintah ibunya.
Yura berada di desa saat masih bersama kedua orang tuanya,dan dia tinggal di rumah yang hampir ambruk karena tahun-tahun tidak di tempati semenjak kedua orang tuanya meninggal.
Tidak ada yang tahu kisah Yura sebenarnya,hanya alm mama Adelio yang mengetahuinya.
Yura menyambung nasib dengan berjualan minuman atau jus dan makanan ringan.
"saya mau jus alpukat nya satu",ucap salah seorang pria yang memakai kaca mata hitam dan setelan jas berwarna hitam pula.
"sebentar ya",ucap Yura tanpa melihat ke arah pembelinya.
Atha keluar dari rumahnya dan menuju ke sebuah warung kecil yang terletak di teras rumah.
"om Andre",sapa Atha.
__ADS_1
Yura pun menoleh ke arah Atha lalu menoleh lagi ke arah pandangan putranya.
Seketika sendok yang di pegang Yura terjatuh ke lantai.
"selamat siang Ra...",sapa Soni yang sudah berada di hadapan Yura.
Yura melihat Soni dan Andre juga beberapa anak buahnya.
"si...siang",ucap Yura gugup.
Kini Soni dan Yura sedang berada di dalam rumah sedangkan Andre mengajak Atha bermain di luar.
"apa kabar mu?",tanya Soni.
"baik kak",jawab Yura.
"bahagia tinggal di sini?",tanya Soni lagi.
"ya sangat,sangat bahagia",ucap Yura bohong,sebenarnya dia sangat tersiksa seperti halnya Adelio,namun Yura berusaha menutupinya di depan putranya.
"kamu sudah berhasil membuat anak orang hampir mati",ucap Soni tiba-tiba.
Yura pun mengernyitkan keningnya,"maksud kakak?",tanya Yura.
"jangan panggil aku kakak,karena aku tidak punya adik sekejam kamu",ketus Soni yang membuat Yura tertunduk.
"apa kamu sadar,kamu sudah menghancurkan impian dan harapan seseorang".
"maaf kak,aku tidak bermaksud untuk menyakitinya",lirih Yura.
"aku tahu itu,tapi dengan tindakan mu seperti ini sudah sangat berlebihan Ra",
"kamu berusaha membantu orang lain sedangkan orang yang kamu sayangi terluka,kamu sudah meremehkan perasaan orang lain",ucap Soni yang menyentuh hati Yura.
"aku tidak akan memaksamu untuk kembali,tapi kalo kamu punya hati nurani pulanglah dan jadilah pengobat baginya",ucap Soni lalu pergi meninggalkan Yura.
Andre yang melihat Soni keluar dia langsung mengejarnya,"pak tunggu".
Soni menghentikan langkahnya lalu di membalikkan tubuhnya,"kenapa bapak pergi,lalu bagaimana dengan Yura?",tanya Andre.
"itu tugas kamu,yakinkan dia sampai dia bisa ikut kamu pulang",titah Soni dan melanjutkan langkahnya.
Andre pun kembali ke kediaman Yura,"Ra...",sapa Andre.
Yura yang sedang menangis langsung menyeka air matanya.
"jangan sakit hati dengan ucapan Pak Soni,mungkin suasana hatinya sekarang sedang hancur karena kondisi bos saat ini",ucap Andre.
"sebenarnya Adel kenapa pak?",tanya Yura.
__ADS_1
"aku tidak bisa menjelaskannya,lebih baik kamu melihatnya sendiri",jawab Andre.
"asal kamu tahu,hari di mana kamu pergi,bos sudah mempersiapkan untuk melamar mu secara resmi dan pernikahan kalian pun sudah dia siapkan",
"namun ketika dia mengetahui kamu pergi,aku yakin hatinya hancur berkeping-keping,orang yang di cintai nya pergi meninggalkannya begitu saja,dan kehidupannya berubah sangat drastis",jelas Andre.
"lalu bagaimana dengan Mika ketika melihat kondisi Adel?",tanya Yura.
"bos tidak akan membiarkan wanita itu masuk kedalam kehidupannya apa lagi menyentuhnya berbicara saja sudah enggan,dia sudah menutup rapat-rapat",jawab Andre.
"sebenarnya aku juga terluka,berat bagi ku untuk meninggalkannya",lirih Yura.
"pulang lah Ra,beri dia dorongan untuk bisa hidup normal kembali,jangan di kemudian hari kamu menyesali semuanya",saran Andre.
"oh ya aku ada titipan,Mika yang memberikannya padaku",ucap Andre sambil memberikan sebuah buku diary.
Yura pun menerima buku itu,"makasih Pak".
"oh ya satu lagi Ra,Mika masih hidup dia di jemput oleh ibu angkatnya dan aku dengar dia sudah menikah dengan keturunan bule",tutur Andre.
"apa menikah?",tanya Yura terkejut.
"iya,di dalam buku itu ada poto pernikahannya karena dia mau membagikan momennya dengan mu",jawab Andre.
"kapan bapak bertemu Mika?",
"satu bulan yang lalu dia datang menengok bos,kebetulan kami bertemu di sana dan memberikan buku itu katanya sekalian pamit dia akan ikut suaminya ke luar negeri",jelas Andre.
Yura menghela nafas,ternyata selama dia pergi begitu banyak kisah yang dia lewatkan.
"bagaimana apa kamu ikut aku pulang?",tanya Andre.
"aku takut pak",lirih Yura.
"kenapa kamu takut Ra justru bos akan sembuh ketika melihat mu lagi,jangan siksa diri sendiri aku yakin kamu juga tersiksa",ujar Andre.
"tolong beri aku waktu",ucap Yura.
Andre pun tidak bisa memaksanya,dan dia pun memberikan waktu pada Yura untuk berpikir sejenak.
"baiklah aku akan memberi mu waktu,tapi ingat berikan keputusan yang tepat dan hubungi aku jika kamu ingin pulang karena aku akan menjemputmu",pesan Andre.
"makasih pak",
"kalo begitu aku pergi",pamit Andre.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Akan kah Yura kembali pulang???
__ADS_1
kita tunggu di episode selanjutnya...