
Adelio dan Yura sedang berada di sebuah pusat pembelanjaan,mereka memboyong Atha,Rachel dan pengasuh Rachel,Adelio ingin memanjakan istri dan anak-anaknya.
"sayang makasih kamu sudah memberikan ini semua pada kami",ucap Yura.
"ini sudah kewajiban ku memenuhi kebutuhan kalian",ujar Adelio.
"oh ya sekalian beli kado buat calon bayi Soni",lanjut Adelio.
"oh iya,ayo kita cari baju bayi saja",ajak Yura.
Yura pun memilih baju bayi anak laki-laki,karena hasil USG calon bayi Soni dan Alin adalah bayi laki-laki.
Setelah selesai Adelio berniat membawa keluarga kecilnya makan di luar,lalu mereka pergi ke tempat makan yang lagi viral di daerah sana,Yura dan Atha sangat menikmatinya.
Tiba-tiba saja datang seorang lelaki menyapa Adelio,"hai Del".
Adelio dan Yura menoleh ke arah suara tersebut,"Rangga",gumam Adelio.
Rangga menghampiri Yura dan Adelio,"kita bertemu lagi",ucap Rangga sambil bersalaman dengan Adelio dan Yura.
"iya mungkin kita di takdir kan untuk bertemu lagi",ujar Adelio.
"oh ya kenalkan ini istri dan anak-anakku",Adelio memperkenalkan Yura pada Rangga.
"sayang,dia adalah teman kampusku dulu waktu kuliah".
"hai,salam kenal",ucap Yura.
"hai juga,senang bisa berkenalan dengan nyonya Adelio",ujar Rangga sambil mengedipkan mata kananya,Adelio yang melihatnya tersenyum tipis,ternyata Rangga masih sama seperti Rangga yang dulu.
"kamu ke sini bersama siapa?",tanya Adelio pada Rangga.
"aku sendiri,kebetulan tempat ini milikku",jawab Rangga.
"oh ya jadi tempat makan yang lagi viral ini milik temanku,kebetulan sekali aku bisa makan gratis di sini",canda Adelio.
Rangga tertawa,"tenang saja aku akan menyuruh pegawai ku untuk memasak menu utama di tempat makan ku dan di sajikan di sini,kalian wajib mencobanya",ujar Rangga.
"asalkan kamu memberikan alamat perempuan yang waktu itu",bisik Rangga.
Adelio mengernyitkan keningnya,"siapa?",tanya Adelio.
"masa kamu lupa,Lorenza aku masih mengingat namanya",ucap Rangga.
Yura yang mendengar nama Lorenza seketika menoleh pada kedua pria itu.
"ah itu,aku tidak punya no ponselnya lagian aku tidak ada hubungan dengannya",ucap Adelio.
__ADS_1
"bukannya dia klien mu?",tanya Rangga heran.
Adelio tersenyum,"klien sesat",ucap Adelio.
Rangga yang mendengarnya sedikit heran dengan ucapan Adelio.
"sudahlah jangan mengharapkan wanita itu,lebih baik kamu cari yang lain saja yang pantas di jadikan istri",pesan Adelio pada Rangga.
"maunya sih seperti itu,tapi masih ingin berkelana dulu",ujar Rangga.
"ingat umur tuan",ucap Adelio,Rangga hanya tersenyum tipis.
Setelah dua jam berada di tempat Rangga,akhirnya Adelio dan Yura pamit pulang,kini mereka sudah berada di dalam mobil,namun tiba-tiba Yura teringat sesuatu.
"sayang,jangan dulu pergi",ucap Yura.
"memangnya kenapa?",tanya Adelio.
"aku lupa,tadinya aku mau pesan makanan untuk Mia dan bi Iyem,kasihan mereka makan-makanan rumah terus,kali-kali kita belikan makanan di luar",jawab Yura.
"ya sudah kalo begitu aku saja yang turun",ucap Adelio.
"biar aku saja kamu tunggu di sini",ujar Yura.
"lebih baik kita sama-sama saja,aku gak mungkin membiarkan kamu sendiri ke sana apalagi harus nyebrang jalan",tutur Adelio.
"baiklah ayo kita turun,ki jaga anak-anak aku gak akan lama",titah Yura pada Kiki pengasuh Rachel.
Yura dan Adelio pun turun dari mobil,mereka hendak pergi menyebrang jalan untuk kembali ke tempat makan milik Rangga,karena Adelio memarkirkan mobilnya tepat di sebrangnya.
Saat Adelio dan Yura melangkah tiba-tiba dari arah samping Yura terlihat sebuah sepeda motor hendak menabraknya namun seseorang menolong mereka berdua.
"aaah....",jerit Yura,Kini mereka bertiga terjatuh ke tanah.
"Sayang kamu gak apa-apa kan?",tanya Adelio cemas.
"aku baik-baik saja",jawab Yura,lalu dia menoleh seorang pria yang berada di sampingnya sambil memegang tangannya.
"Jodi,kamu sedang apa di sini?",tanya Yura.
"nona tidak apa-apa kan?",Jodi balik tanya.
"aku baik-baik saja,kamu bagaimana?",tanya Yura.
"saya juga baik nona,syukurlah kalo nona dan tuan baik-baik saja,kalau begitu saya pamit,oh ya hati-hati saat menyebrang nona",pesan Jodi,lalu dia beranjak pergi namun Yura menahan tangannya sontak saja Jodi meringis kesakitan.
"aw..."
__ADS_1
Yura pun terkejut lalu melepaskan pegangannya,"kamu baik-baik saja kan?",tanya Yura.
Adelio yang sedari tadi melihat Jodi,dia tidak bergeming,Adelio berpikir kalo Jodi sangat berubah,kini Jodi menjadi ramah.
"sepertinya tangan mu terkilir",ucap Adelio.
Jodi menoleh pada Adelio lalu dia tersenyum tipis,"saya baik-baik saja tuan nanti di oles balsam juga sembuh",ujar Jodi.
Adelio dan Yura saling melihat satu sama lain,lalu Yura bertanya,"kamu sedang apa di sini?".
"saya mau pesan katering nona",jawab Jodi.
"makasih ya kamu sudah mau menolong saya",ucap Yura.
"sama-sama nona,saya juga mau ngucapin terima kasih dengan bingkisan yang di berikan nona kemarin,kebetulan pihak yayasan akan ada cara syukuran rutin 6 bulan sekali jadi saya bisa memakainya di acara itu",tutur Jodi.
"syukurlah kalo bermanfaat",ucap Yura.
"kalau ada waktu nona dan tuan datang ke acara syukuran yayasan jam besok jam 9 pagi",Jodi mengundang Yura dan Adelio.
"makasih,tapi kami tidak janji",ucap Yura.
"baik kalo begitu saya pamit",ucap Jodi lalu dia pergi.
Sedari tadi Adelio hanya terdiam,lalu dia bertanya pada Yura,"kamu ngasih apa padanya?".
"aku belikan kemeja,aku rasa dia akan membutuhkannya,kamu gak marah kan?",
Adelio menggelengkan kepalanya seraya mengusap pucuk kepala Yura,lalu berkata,"jangan takut aku marah,karena aku akan mendukung mu apa yang kamu lakukan asalkan dalam hal positif".
"makasih sayang",ayo kita pergi ajak Yura pada Adelio.
Adelio dan Yura sudah sampai di rumah,kini mereka memilih beristirahat di kamar,sedangkan kedua anaknya ikut bersama Kiki di kamar bermain.
"sayang bagaimana kalo besok kita pergi ke acara syukuran yayasan dimana Jodi tinggal",Adelio meminta saran Yura.
"aku mau saja,tapi kenapa kamu tiba-tiba ingin ke sana?",tanya Yura.
"tadi kan Jodi mengundang kita,selain itu aku jadi kepikiran kalo dia tidak baik-baik saja",jawab Adelio.
"aku juga sama merasakan hal seperti itu,jangan-jangan tangannya kesakitan",ucap Yura.
"makannya besok kita pergi ke yayasan".
"baiklah besok kita akan pergi",
Di tempat lain Jodi meringis kesakitan,dugaan Adelio benar kalau tangannya terkilir.
__ADS_1
Tiba-tiba Jodi tersenyum lebar,dia begitu senang saat bertemu Adelio,Jodi berpikir kalo Adelio sepertinya sudah melupakan kesalahan Jodi karena dia kini tidak menerima bentakan atau pukulan mantan bosnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...