Cinta Setelah Berpisah

Cinta Setelah Berpisah
Nyosor


__ADS_3

Hari sudah sore,Adelio dan Yura masih berada di perjalanan pulang,tiba-tiba saja ponsel Adelio berdering menandakan pesan Wa masuk ponselnya.


Adelio pun merogoh ponselnya di saku jasnya,"siapa sayang?",tanya Yura ketika Adelio membuka layar ponselnya.


"pesan dari orang-orang Soni,katanya bosnya dari pagi belum pulang dan tidak memberi kabar apa lagi keadaan dia sedang sakit",jawab Adelio.


"terus kamu tahu dia kemana?",tanya Yura.


"aku tidak tahu,sebaiknya kita pergi kerumahnya",ucap Adelio.


Tidak menunggu lama Adelio dan Yura sudah berada di rumah Soni,"kapan Soni pergi?",tanya Adelio pada art nya.


"saya tidak tahu,waktu den Soni meminta di buatkan bubur dia masih ada tapi setelah saya ke kamarnya lagi dia sudah tidak ada,dan saya tidak tahu dia pergi kemana",jawab art Soni.


"tuan muda keluar dengan membawa mobilnya sendiri tapi saya juga tidak tahu dia mau kemana",timpal penjaga rumah.


"apa kalian sudah mencarinya ke setiap rumah sakit?",tanya Adelio pada anak buah Soni.


"kami sudah mencarinya tapi tidak ada nama bos Soni di sana",jawab anak buah Soni.


Adelio berpikir keras,baru kali ini Soni menghilang tanpa memberi kabar pada orang-orang rumah.


"kamu kemana Soni",gumam Adelio yang semakin cemas.


Tidak lama kemudian Soni pulang berjalan sambil di gandeng oleh Alin,Yura yang melihatnya langsung menghampirinya.


"kak Soni,kamu dari mana saja?",tanya Yura.


Alin menjawab,"kak Soni tadi datang ketempat saya dan dia pingsan jadi saya merawatnya dahulu,maaf saya baru mengantarnya".


"ya sudah kita bawa saja ke kamarnya",ajak Yura pada Alin,dan Soni pun di bawa ke kamarnya.


Setelah itu Alin pamit pulang pada Yura dan Adelio.


"bu,pak saya permisi mau pulang,mudah-mudahan kak Soni cepat sembuh",ucap Alin.


"iya hati-hati dijalan,terima kasih sudah menjaganya,kami di sini sangat mengkhawatirkannya",tutur Yura.


"sama-sama,maaf ya saya sudah membuatnya seperti ini,kalo begitu saya pulang",Alin pun pergi.


Setelah Alin pergi,Adelio dan Yura menghampiri Soni.


"sudah tahu sakit kenapa kamu datang menemuinya?",tanya Adelio kesal.


"aku mengkhawatirkannya karena kemarin aku tinggalkan dia di tengah hujan yang deras",jawab Soni.


Adelio tersenyum,"ternyata kau bucin juga",ujar Adelio.

__ADS_1


"apa aku bucin?",tanya Soni.


"iya itu bucin namanya,sudah tahu sakit malah keluyuran datang ke rumah cewek",ketus Adelio.


"apa jangan-jangan kau mulai jatuh cinta",ucap Adelio.


Soni pun terdiam,dia tidak mungkin jatuh cinta secepat itu karena baru saja Soni mengenal Alin.


"tidak mungkin aku jatuh cinta padanya",Soni mengelak.


"kenapa tidak mungkin,itu buktinya kamu mengkhawatirkannya",jelas Adelio.


"aku merasa bertanggung jawab karena dia sudah berniat mengantarkan ku",ucap Soni.


Adelio pun menyunggingkan mulutnya,"kamu belum menyadarinya sepupuku,lambat laun kau juga akan merasakannya",bisik Adelio.


Yura yang melihat tingkah suaminya dia langsung menepuk pundak Adelio,"sudah jangan menggodanya,sebaiknya kita pulang biarkan dia istirahat",ajak Yura.


"kalian mau pulang?",tanya Soni.


Adelio dan Yura pun mengangguk,"apa kalian tidak kasihan melihatku seperti ini,aku sakit disini aku tidak ada yang merawat,kamu mau kan merawat ku?",rengek Soni pada Yura.


Sontak Adelio pun melotot pada Soni,"memangnya dia pengasuh mu,enak saja meminta itu pada istriku",ketus Adelio.


"setidaknya kan kalian menginap di rumahku",rengek Soni lagi.


Yura menghela nafasnya,"sayang sebaiknya kita menginap saja semalam,lagian kasihan juga kan kak Soni dia kan lagi sakit",tutur Yura.


"jangan khawatirkan Atha,di sana kan ada Mia sama bi iyem,kalo mau biarkan anak buah kak Soni yang menjemputnya untuk menginap disini bersama kita",saran Yura.


Adelio pun tidak bisa berbuat apa-apa kalau Yura yang minta dan akhirnya dia mengikuti ucapan Yura.


...----------------...


Hari sudah berganti,kini Soni sudah sehat kembali dan sudah beraktivitas seperti biasanya,selama dia sakit Alin tidak pernah memberi kabar atau menemuinya,Soni mencoba beberapa kali menghubunginya namun nomor ponsel Alin selalu tidak aktif.


Akhirnya Soni berniat menemui Alin di tempat dia bekerja,namun hasilnya nihil,kepala sekolah memberi tahu kalo Alin sudah mengundurkan diri sejak kemarin.


Tidak berhenti sampai di situ,Soni mendatangi kontrakan Alin,namun hasilnya tetap sama pemilik kontrakan bilang kalo Alin pergi tanpa memberi tahu dia kemana.


Hati Soni semakin tak tenang,"ada apa denganmu Alin,apa kamu menghindari ku",tanya Soni dalam hati.


Adelio sedang berbincang bersama Yura dan Andre,mereka sedang membicarakan pesta pernikahan yang akan di laksanakan minggu depan.


Adelio menginginkan pestanya di adakan di sebuah hotel berbintang miliknya,"sejauh mana persiapannya?",tanya Adelio pada Andre.


"sudah 80 persen bos,pokonya hasilnya akan memuaskan",jawab Andre.

__ADS_1


"bagus,itu yang aku inginkan",ujar Adelio.


Yura hanya diam,sebenarnya pesta pernikahannya tidak harus mewah karena dia tidak mau menghambur-hamburkan uang,apa lagi Adelio banyak mengeluarkan uang ratusan juta.


"kamu kok diam saja sayang,kamu gak suka?",tanya Adelio pada Yura.


"bukan begitu,tapi ini berlebihan",jawab Yura.


"kenapa kita tidak membuat pesta sederhana saja,dan sebagian uangnya kita sumbangkan kepada orang yang tidak mampu",lanjut Yura.


Adelio tersenyum,dia menggenggam tangan istrinya untuk meyakinkan,"dengarkan suamimu ini,bagiku ini teramat penting,almarhum mama pernah berkata kalo dia ingin pernikahanku di adakan secara mewah,dan waktu itu bukannya aku tidak mampu, tapi karena aku enggan menikahi mu karena perjodohan",jelas Adelio.


"dan sekarang sudah waktunya mengabulkan keinginan mama,karena pernikahan ini di dasari dengan cinta dan sayang,jadi tolong ikuti permintaan mama",lanjut Adelio.


"terus pernikahan kamu sama Mika,bukankah kalian mengadakan pesta?",tanya Yura.


Adelio menjawab,"kami memang mengadakan pesta tapi tidak semewah sekarang,karena menantu yang mama inginkan itu hanya kamu sayang".


Adelio menempelkan keningnya dengan kening Yura,"kamu memang bukan cinta pertamaku tapi kamu adalah cinta terakhirku",ucap Adelio lalu mengecup kening Yura.


"ehem...",Andre berdehem.


Adelio pun melepaskan kecupannya,Yura yang baru menyadarinya menundukkan wajahnya karena malu.


"ternyata kamu masih disini?",tanya adelio pada Andre.


Andre berdecak,"ck,bos masa aku segede ini tidak kelihatan,kan dari tadi kita sedang membicarakan pesta",jawab Andre.


"ya seharusnya kamu itu mengerti kalo aku sedang merayu istriku seharusnya kamu pergi",ucap Adelio.


Andre menghela nafas,"salah lagi",ucapnya sambil mengacak rambutnya.


Yura yang melihatnya hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.


"kalo begitu saya pamit keluar",ucap Andre lalu beranjak pergi.


"dasar bucin,mau nyosor kok gak tau tempat",gerutu Andre ketika sudah di luar ruangan Adelio.


Adelio tertawa kecil,"makannya kalo mau apa-apa itu lihat keadaan,jangan main nyosor",ketus Yura pada Adelio.


"biarkan saja,dia kan jomblo akut pulang ke rumah pasti membayangkan yang tidak-tidak",ucap Adelio.


"ih jail ya,ngomong-ngomong pak Andre sudah di beri cuti untuk menemui neneknya?",tanya Yura.


"belum",jawab Adelio.


"kenapa,kasian loh",ucap Yura.

__ADS_1


"iya nanti kalo pesta pernikahannya sudah selesai",tutur Adelio.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2