Cinta Setelah Berpisah

Cinta Setelah Berpisah
Sarapan bersama


__ADS_3

Yura sudah berada di kamarnya,dia tidak bisa tidur karena mengingat kejadian saat Adelio memeluknya,baru kali ini dia merasakan kehangatan dari seorang Adelio yang terkenal kasar.


Sama halnya dengan Adelio,dia juga tidak bisa tidur karena dia sudah nekat memeluk mantan istrinya dan meminta maaf.


"Adelio apa yang akan kamu lakukan jika nanti bertemu dia" ucap Adelio sambil menutup wajahnya dengan bantal.


Adelio merasa malu sudah berani memeluk Yura,dia tidak menyangka aksi romantisnya keluar begitu saja.


"ah...tapi aku yakin dia juga menyukai pelukanku,karena tadi dia hanya diam saja saat aku peluk" ucap Adelio kegirangan.


"andai saja waktu bisa ku putar kembali,mungkin malam ini aku masih bersamanya" lanjut Adelio lagi.


Hari sudah pagi waktunya Yura menyiapkan kebutuhan Adelio dari mulai pakaian sampai sarapan.


Yura memilih baju yang cocok untuk mantan suaminya itu,dan akhirnya pilihannya jatuh pada jas berwarna biru tua.


"aku yakin ini cocok untuknya" gumam Yura sambil mengambil setelan jas.


Adelio masih di kamar mandi,pagi ini mandinya agak lama karena dia merasa malu jika bertemu dengan Yura.


"ah...sampai kapan aku berdiam diri di sini" ucap Adelio.


"apa dia sudah keluar?" Adelio bertanya sendiri.


Adelio mencoba membuka pintu dia mengedarkan pandangannya,"akhirnya dia sudah keluar" ucap Adelio.


"siapa yang sudah keluar?" tanya Yura di balik pintu lemari yang sedang terbuka.


Adelio membulatkan matanya,"kamu masih di sini?" tanya Adelio.


Yura menjawab,"saya belum selesai menyiapkan baju tuan".


"ah....itu ya...ya...aku akan segera memakainya..." ucap Adelio sambil mengambil pakaian yang sudah di siapkan Yura.


Adelio salah tingkah dia benar-benar tidak tahu harus berbuat apa ketika bertemu dengan Yura.


"baiklah tuan saya keluar,tidak mungkin saya diam di sini melihat anda memakai baju" ucap Yura.


"iya..."


Yura keluar dari kamar Adelio,dia langsung pergi menuju meja makan untuk menyiapkan sarapan tuannya.


Tidak lama kemudian Adelio turun dan berniat untuk sarapan,"nyonya Mika sudah turun?" tanya Adelio pada Bi iyem dan Yura.


"belum tuan biasanya nyonya agak siang kalo sarapan" jawab Bi iyem.

__ADS_1


Yura dan Bi iyem pergi ke dapur namun Adelio meminta Yura untuk menemaninya sarapan.


"Ra...kamu tinggal saja di sini,kita sarapan bersama" titah Adelio.


"tapi tuan saya tidak mungkin sarapan satu meja bersama anda" ujar Yura.


"kenapa tidak mungkin aku yang memerintahkan mu" ucap Adelio.


Yura menoleh ke arah Bi iyem,dia meminta pendapat dari bi iyem lewat matanya,dan bi iyem pun mengerti maksud Yura dan bi iyem menganggukkan kepalanya agar Yura mengikuti keinginan tuannya.


Yura pun menghampiri Adelio dan duduk di hadapannya.


"bi...tolong panggil Atha kesini biar dia sarapan bersama kami" titah Adelio pada bi iyem.


"tapi biar saja aku yang akan membawakannya makanan" ucap Yura.


"tidak, dia akan sarapan bersama kita,cepat panggilkan bi" titah Adelio,bi iyem pun pergi menemui Atha.


Kini mereka bertiga sarapan bersama,ada rasa senang di hati Adelio sebenarnya ini yang di impikan bisa sarapan bersama dengan keluarga.


Tiba-tiba Mika datang menghampiri mereka bertiga,Yura yang melihatnya pun merasa tidak enak.


"silahkan,saya sudah selesai" Yura mempersilahkan Mika untuk duduk di hadapan Adelio.


Mika pun duduk di kursi dan langsung mengambil nasi dan lauk pauk.


"bagaimana keadaanmu sekarang?" tanya Adelio pada Mika.


"sudah baikan,oh ya...siapa anak kecil ini?" tanya Mika pura-pura tidak tahu.


Adelio menjawab,"dia Atha anak dari Yura".


Mika melihat ke arah Atha yang sedang sarapan,namun tiba-tiba Yura memanggil Atha,"nak,ini sudah waktunya kita berangkat".


"baik bu...om tante aku berangkat ke sekolah dulu" pamit Atha pada Adelio dan Mika.


"tunggu boy,om akan mengantar mu ke sekolah" ucap Adelio setelah menghabiskan makannya.


"kenapa kamu meninggalkan aku,baru saja aku datang ingin sarapan bersama" ucap Mika.


"suruh siapa telat datang,aku sudah kenyang dan ini sudah waktunya aku berangkat" ujar Adelio sambil pergi meninggalkan Mika.


Atha dan Yura berjalan menuju gerbang rumah,Adelio yang melihatnya langsung memanggil Atha,"boy..."


Atha dan Yura menoleh ke arah Adelio,"aku akan mengantar kalian tunggu supir membawa mobil" ucap Adelio.

__ADS_1


"jangan repot-repot tuan saya akan mengantarnya sendiri dengan berjalan kaki hitung- hitung berolah raga" Yura mencoba menolak ajakan Adelio.


"Ayo lah,jangan pernah menolak ajakan ku" ujar Adelio.


Mobil Adelio sudah berhenti di hadapan mereka,Adelio langsung membuka kan pintu untuk Yura dan Atha.


"ayo masuk" titah Adelio,Yura pun akhirnya mengalah dia menuruti ajakan Adelio,Yura masuk ke dalam mobil di susul oleh Atha lalu Adelio pun ikut masuk.


Setelah berada di dalam mobil supir pun melajukan mobilnya.


Di perjalanan Yura dan Adelio saling diam mereka merasa canggung yang membuat Atha merasa bosan.


"sepi sekali ya suasananya" sindir Atha padahal jalanan begitu ramai dengan kendaraan.


"terus harus gimana boy,coba lihat di jalan ramai sekali!" ujar Adelio yang tidak mengerti ucapan Atha.


Atha menepuk jidatnya lalu berkata,"di mobil ini ada empat orang,tapi seperti kuburan sepi tidak ada suara"


Adelio tersenyum mendengar ucapan anak kecil yang jadi pemisah antara dirinya dan Yura.


Mereka telah sampai di halaman sekolah,ketiga orang tersebut turun dari mobil,seperti biasa sebelum masuk kelas Atha mencium tangan kedua orang tuanya.


"semangat belajarnya ya boy" ucap Adelio.


"siap om" ujar Atha.


Yura sangat senang melihat keduanya akrab,namun tetap saja rasa takut terus menghantuinya.


"ayo kita pergi,biarkan dia berbaur bersama teman-temannya" ajak Adelio pada Yura.


"baiklah kalo begitu saya duluan" pamit Yura.


"kok duluan,kita pulang sama-sama lagi" ucap Adelio.


"tuan harus segera ke kantor,saya bisa pulang sendiri" tutur Yura.


"tidak bisa kita kesini bersama,pulang pun harus bersama" ujar Adelio.


"saya mau jalan saja permisi" Yura pergi meninggalkan Adelio,namun Adelio tidak tinggal diam dia langsung menyuruh supirnya untuk pulang dahulu sambil bawa mobil,sedangkan dirinya akan berjalan kaki bersama Yura.


"tunggu aku akan menemani mu" ucap Adelio.


"apa tuan akan berjalan kaki?"tanya Yura kaget.


"jangan tuan nanti kakinya bisa lecet,kalo saya sudah terbiasa" lanjut Yura.

__ADS_1


"tidak apa-apa ayo" ajak Adelio sambil melangkahkan kakinya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2