
Di ruang rawat inap,Mika dan Jodi masih berdebat,"ku mohon Jodi berhentilah seperti ini,aku yakin kamu akan menjalani hidup lebih baik lagi",ucap Mika.
"aku akan lebih baik jika bersama mu Mika",ujar Jodi.
"dengarkan aku Jodi,ini belum terlambat lebih baik kamu bertaubat dan kembali kejalan yang benar,soal kita lupakanlah karena aku sudah milik orang lain,sekuat apa pun kita berusaha kalo kita tidak berjodoh maka kita tak kan bersama",jelas Mika.
"berhenti untuk berbicara seperti itu Mika,kita akan bersama dan aku akan menemani mu,jangan patahkan semangatku untuk mendapatkan mu lagi,aku sudah lama menunggu mu kembali jadi ku mohon berikan aku kesempatan untuk memperbaiki sikap ku bersama mu",tutur Jodi.
Mika tidak bisa menjelaskannya lagi,dia sudah berusaha keras untuk meyakinkan Jodi kalau dirinya sudah tak ingin bersama pria yang pernah menjadi selingkuhannya.
Tiba-tiba Mika meringis kesakitan,dia memegang perutnya dengan kuat,"aw...sakit...",ucap Mika sambil merintih kesakitan,wajahnya semakin pucat.
Jodi pun mencemaskan Mika,"Mika kamu kenapa,aku panggilkan dokter ya",ucap Jodi.
Namun Mika menahannya,"jangan Jodi",ucap Mika.
"kenapa?",tanya Jodi.
"mungkin sudah waktunya aku pergi,dan biarkan suami ku melihat mayat ku untuk ke terakhir kalinya",pinta Mika dengan lemah.
"tidak Mika,kamu akan baik-baik saja,bertahanlah aku akan panggilkan dokter",ucap Jodi langsung beranjak pergi.
Namun saat Jodi membuka pintu dia melihat Yura dan Adelio sudah berada di hadapannya.
Adelio pun melotot saat melihat Jodi berada di ruangan Mika.
"kau,sedang apa di sini?",tanya Adelio sambil menarik kerah Jodi.
"aku...aku yang membawa Mika kesini",jawab Jodi gugup.
"sudah ku duga kau adalah dalang di balik semua ini",teriak Adelio.
Yura yang melihat keadaan Mika dia langsung menghampiri,"Mika...kamu kenapa?",tanya Yura.
"Ra...sakit se...kali...",jawab Mika terbata-bata.
Adelio yang melihatnya pun langsung melayangkan pukulan di wajah Jodi.
buuggg...
Jodi pun tersungkur ke lantai,"kau apakan Mika hah...?",tanya Adelio penuh dengan amarah.
"aku tidak menyakitinya,aku bersumpah",ucap Jodi.
Yura pun mencoba menekan tombol darurat untuk memanggil dokter,setelah menekannya Yura mencoba menenangkan suaminya.
__ADS_1
"sayang sudah lah hentikan,ini di rumah sakit ku mohon jangan buat kegaduhan di sini",pinta Yura.
"tapi dia harus di beri perhitungan",ucap Adelio.
"aku tahu,tapi yang terpenting sekarang ini adalah keselamatan Mika",kata Yura.
Adelio pun terdiam dan melihat ke arah Mika,lalu dia menelepon seseorang.
kalian ke atas sekarang,dan masuk ke kamar VVIP Dahlia 2,
Adelio pun menutup panggilannya,Jodi pun kebingungan dia tidak tahu apa yang akan di lakukan Adelio terhadapnya.
Tidak lama kemudian,dua orang anak buah Adelio datang,"bos...",sapa salah satu dari mereka.
"bawa dia ke tempat biasa",titah Adelio pada kedua anak buahnya.
"baik bos",
Mereka pun langsung memegang kedua tangan Jodi,"lepaskan aku",ucap Jodi.
"ayo ikut kami kalau tidak kami akan memaksamu dengan kekerasan",ucap salah seorang anak buah Adelio.
"tolong lah,biarkan aku di sini bersama Mika ku mohon,untuk kali ini saja,aku janji setelah ini aku akan ikut dengan mu",pinta Jodi pada Adelio.
"ku mohon berikan aku kesempatan kali ini saja",lanjut Jodi sambil berjongkok di hadapan Adelio,Yura yang melihatnya merasa kasihan,kali ini permintaan Jodi benar-benar tulus.
"cepat bawa dia,aku muak melihat wajah menyebalkan nya",titah Adelio pada anak buahnya.
Kedua anak buahnya pun memaksa Jodi untuk mengikuti mereka,dan Jodi pun tidak bisa berbuat apa-apa,akhirnya dia pun mengikuti mereka dari pada harus babak belur.
"apa kamu tidak keterlaluan?",tanya Yura.
"itu belum seberapa",jawab Adelio,Yura pun menggelengkan kepalanya.
...----------------...
Dokter baru saja selesai memeriksa keadaan Mika,"bagaimana dok keadaan teman saya?",tanya Yura.
"dia mengalami kontraksi,tanda-tanda akan melahirkan,sakitnya belum seberapa tapi yang saya khawatirkan dia tidak akan kuat menahan sakit yang luar biasa setelah ini",jelas dokter,Yura pun terduduk lemas.
"oh ya,saya mau bertemu dengan suaminya,tadi dia berada di sini",ucap dokter.
Adelio pun mengernyitkan keningnya,"suami",ucap Adelio.
"iya suaminya,dia yang membawanya ke sini,saya tadi sempat berbicara dengannya soal keadaan istrinya",tutur dokter.
__ADS_1
"ternyata Jodi mengaku suami Mika",ucap Adelio dalam hati.
"maaf dia bukan suaminya,sebenarnya dia orang stres dok",ucap Adelio.
Sontak Yura pun menoleh ke arah Adelio,"sayang",ucap Yura.
"iya memang dia stres kan,kalo tidak kenapa dia harus mengaku-ngaku menjadi suami orang lain",ucap Adelio setelah melihat istrinya menoleh padanya.
Dokter pun di buat bingung oleh Adelio,"maaf pak dokter,suami nyonya Mika sedang berada di perjalanan sebentar lagi dia datang",ucap Yura mencoba menjelaskan pada dokter.
"baiklah kalo dia sudah datang tolong suruh dia untuk datang keruangan saya",pinta dokter.
"baik dok saya akan sampaikan,tapi apa boleh saya masuk lagi dok?",tanya Yura.
"oh silahkan,kalo ada apa-apa tinggal hubungi perawat",ujar dokter.
"baik dok terima kasih",ucap Yura.
"eh satu lagi dok",timpal Adelio,Yura dan dokter pun menoleh kearah Adelio.
"besok-besok kalau ada yang masuk rumah sakit,harus di tanya status kekeluargaannya ditanya akta nikah juga tidak apa-apa,jangan seperi tadi orang stres bisa masuk",ucap Adelio.
Yura pun menutup matanya sambil menunduk,dia merasa malu karena ucapan Adelio.
"baik terima kasih atas sarannya,kalau begitu saya permisi",pamit dokter.
Yura pun kesal dengan kelakuan suaminya dan dia mencubit perut Adelio.
"aw...sakit sayang",Adelio meringis.
"itu mulut kenapa gak bisa di jaga",
"memangnya ucapan ku salah",ucap Adelio.
"ucapannya gak salah,tapi kamu salah sasaran,di depan pintu masuk ada kotak saran",ujar Yura kesal.
"baiklah,aku akan sekalian ke direkturnya langsung"goda Adelio,dengan wajah cemberut Yura pun meninggalkan Adelio masuk kedalam ruangan Mika.
Mika terlihat pucat dan lemah tak berdaya,rasa sakitnya membuat dia hampir tak sadarkan diri,Yura yang berada di samping Mika mengelus perut Mika,karena Yura merasakan sakitnya kontraksi saat melahirkan Atha.
Adelio melihat ketulusan Yura saat menemani Mika,dia semakin bersalah terhadap istrinya yang pernah menyia-nyiakannya.
Adelio menepuk pundak Yura,"terima kasih sudah peduli padanya",bisik Adelio.
Yura menoleh ke arah Adelio,"karena aku juga wanita",ujar Yura,dan Adelio pun tersenyum.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Jangan lupa kasih vote,like dan komentar yang membangun untuk author,karena itu sangat berharga....