Cinta Setelah Berpisah

Cinta Setelah Berpisah
Di percepat


__ADS_3

Kiki menikmati sentuhan bibir Andre,semakin Kiki mendesah Andre semakin memperdalam ciumannya.


Di balik pintu ada sepasang mata yang melihat keintiman Andre dan Kiki,mata itu pun seketika memerah.


braak....


Kiki dan Andre pun kaget dan langsung melepas ciuman mereka,Kiki dan Andre langsung melihat kearah pintu yang sudah terbuka lebar,terlihat pak Amin yang tengah berdiri di ambang pintu.


Ternyata pak Amin menyusul Kiki karena putrinya tidak kunjung keluar dari kantor Adelio,dan dia memutuskan untuk masuk kedalam kantor,namun ketika dia hendak masuk kedalam ruangan Andre yang sedikit terbuka pintunya,dia melihat putrinya sedang berciuman dengan calon suaminya.


Hal itu membuat pak Amin hancur,seharusnya Kiki menjaga tubuhnya untuk tidak di sentuh oleh orang lain walaupun itu calon suaminya,karena pak Amin selalu mengajarkan tentang moral pada Kiki.


"bapak gak nyangka kamu akan serendah itu Ki",ucap pak Amin yang matanya sudah berkaca-kaca.


"maaf kan Kiki pak",ucap Kiki sambil menghampiri,namun pak Amin mengangkat tangannya tanda Kiki untuk berhenti melangkah.


Pak Amin menatap Kiki dan Andre saling bergantian lalu dia pergi tanpa berbicara sepatah pun.


Kiki yang ingin mengejarnya di hadang oleh Andre,"biarkan dia pergi,kita akan sama-sama menemuinya jika semuanya sudah reda",ucap Andre.


Kiki pun tidak bisa menahan air matanya,dan akhirnya dia menangis.


Di rumah,Adelio menunggu kedatangan Kiki dan pak Amin,"kemana mereka kok jam segini belum juga pulang",gumam Adelio sambil melihat ke arah jam tangannya.


Tidak lama kemudian pak Amin datang seorang diri,"pak Amin,Kiki mana?",tanya Adelio.


"maaf tuan saya tidak bersamanya,tidak lama lagi dia akan datang",jawab pak Amin.


"kalau begitu saya pamit ke kamar soalnya kepala saya sakit",pamit pak Amin.


"iya silahkan".


Adelio merasa ada yang tidak beres dengan pak Amin,tidak biasanya dia pergi pamit tanpa Adelio suruh.


Pak Amin sudah berada di kamarnya,dia merenungkan apa yang sudah dia saksikan,betapa sakitnya melihat Kiki dan Andre begitu intim sebelum pernikahan.


Andre dan Kiki sedang berada di perjalanan,kini mereka berada di dalam mobil,tidak ada pembicaraan diantara mereka.


Kiki terus melihat ke arah jalan dengan tatapan kosong,sedang kan Andre fokus menyetir mobil.


"aku datang ke sini bersama nenek,dia sekarang ada di apartemen",ucap Andre mencairkan suasana.


Kiki menoleh,"kenapa baru sekarang kamu memberitahu ku",ujar Kiki.


"rencananya malam ini kami akan pergi ke rumah bos untuk menemui bapak mu,tapi karena kejadian tadi,mau tidak mau aku harus secepatnya menemui bapakmu",jelas Andre.


"Ki,maaf ya aku sudah lancang menciummu lagi,seharusnya aku bisa menahananya",ucap Andre.

__ADS_1


"ini bukan salah mas saja,ini salahku juga seharusnya tidak mengikuti nafsu kita masing-masing",tutur Kiki.


"kita akan hadapi sama-sama",ucap Andre dan Kiki pun mengangguk setuju.


...----------------...


Sore telah tiba,Adelio sedang menunggu Kiki pulang,karena tadi dia mendapat telepon dari Kiki lewat istrinya kalo dia akan pulang diantar Andre.


Ketika Adelio hendak pergi ke ruangan kerjanya,tiba-tiba pak Amin memanggilnya.


"tuan",


Adelio pun menoleh ke belakang,"ya ada apa pak?",tanya Adelio.


"ada yang harus saya bicarakan dengan tuan",jawab pak Amin.


"soal?",


"ehm soal...",ucap pak Amin ragu-ragu.


"soal apa pak?",


"soal Kiki dan Pak Andre",jawab pak Amin.


Adelio pun terdiam lalu dia mengajak pak Amin untuk masuk keruangannya.


"lebih baik kita bicarakan di dalam".


"tidak apa-apa silahkan apa yang ingin pak Amin bicarakan".


"begini tuan saya ingin mempercepat pernikahan putri saya",ucap pak Amin.


"iya memang itu akan di percepat,dua minggu lagi Kiki akan menikah",ujar Adelio.


"iya tuan tapi saya mau besok mereka menikah",


Adelio mencerna permintaan pak Amin,"pak katakan yang sejujurnya pada saya apa yang sebenarnya sudah terjadi?",tanya Adelio penasaran karena dengan mendadak pak Amin ingin besok Kiki dan Andre menikah.


"alasannya saya tidak mau menundanya begitu lama",jelas pak Amin.


"dua minggu waktu yang cepat pak",ucap Adelio.


"bagi saya itu terlalu lama",ujar pak Amin.


Adelio tersenyum tipis dia yakin ada sesuatu yang di sembunyikan pak Amin.


"pak Amin boleh katakan semuanya pada saya,sebenarnya ada apa pak,karena saya yakin ada yang sedang di tutupi oleh pak Amin",desak Adelio.

__ADS_1


Pak Amin tertunduk dia tidak tahu harus berkata apa pada tuannya.


"kalau bapak tidak bisa memberi tahu,saya tidak akan memaksa,dan soal pernikahan Kiki saya akan bicarakan terlebih dahulu dengan Andre,kebetulan Andre sedang mengantar Kiki pulang",ucap Adelio.


Setelah berbincang dengan Adelio,pak Amin pun pamit untuk kembali kekamarnya.


Tidak lama kemudian Andre datang mengantarkan Kiki,"kalian baru datang",sapa Yura yang baru turun dari kamarnya.


"nyonya hati-hati",ucap Kiki sambil berlari menghampiri Yura dan membantunya menuruni tangga.


Yura pun duduk di sofa,"kamu dari mana saja,suami ku sampai cemas",ucap Yura pada Kiki.


"maaf nyonya",ucap Kiki sambil menundukkan kepalanya.


Yura menepuk pundak Kiki,"tidak apa-apa jangan di pikirkan,tapi lain kali jangan di ulangi lagi",pesan Yura dan Kiki pun menganggukkan kepalanya.


Adelio pun datang menghampiri ketiganya,"kalian sudah datang",sapa Adelio.


"sayang kenapa kamu tidak istirahat saja di kamar",ucap Adelio sambil duduk di samping Yura.


"aku bosan di kamar terus",ujar Yura.


"oh ya Ndre aku ingin berbicara dengan mu,tapi kita bicara di ruangan ku saja",ajak Adelio lalu mereka pun pergi.


Kini tinggal Kiki dan Yura,"sebaiknya kamu hampiri Bi Iyem karena sedari tadi Rachel rewel terus",titah Yura.


"baik nyonya",Kiki pun pergi menemui bi Iyem.


...----------------...


Di ruangan kerjanya,Adelio membicarakan keinginan pak Amin yang menginginkannya secepatnya menikahi Kiki,Andre pun mengerti akan hal itu dan mau tidak mau dia harus menyetujuinya walaupun pernikahan mereka hanya sederhana.


Dengan penasaran,Adelio pun menanyakan perihal pak Amin yang menginginkan Andre menikahi Kiki hari besok,karena Adelio yakin tidak mungkin pak Amin meminta hal itu kalau tidak terjadi sesuatu pada mereka.


Andre pun menceritakan semuanya pada Adelio,awal Soni datang sampai ciumannya dengan Kiki yang di ketahui pak Amin.


Adelio pun tidak bisa menahan tawanya saat Andre mengkhayal Kiki,sampai dia tertawa terbahak-bahak,sedangkan Andre hanya tertunduk malu.


"ada-ada saja Ndre,pantas saja pak Amin terlihat murung dan meminta pernikahan kalian di percepat,ternyata ini alasannya",kata Adelio.


"iya bos saya jadi merasa bersalah",ucap Andre menyesali perbuatannya.


"oke jadi kita sepakat kalo besok pernikahan mu di gelar tanpa pesta",tutur Adelio.


"tidak apa tidak ada pesta,yang penting selamat",ucap Andre.


"bagus aku suka prinsip mu,tapi soal nenek gimana?",tanya Adelio.

__ADS_1


"jangan khawatir saya yakin nenek akan mengerti",jawab Andre.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2