Cinta Setelah Berpisah

Cinta Setelah Berpisah
Cemburu


__ADS_3

Atha sudah berada di depan pintu cafe,dia ragu ragu untuk masuk kedalam,karena dia sudah menolak ajakan istrinya.


Dan akhirnya Atha memutuskan untuk kembali ke dalam mobil,dari dalam cafe Tiwi melihat tingkah suaminya,seketika dia tersenyum,"aku akan semakin membuat mu gelisah",ucap Tiwi dalam hati.


3 jam sudah Atha menunggu Tiwi di dalam mobil,perasaanya tak tenang,ingin rasanya dia menghampiri istrinya namun dia masih terlalu gengsi.


"kenapa lama sekali,atau aku hubungi saja dia",Atha berbicara sendiri.


Tidak lama kemudian Tiwi keluar dari cafe tersebut dia di temani oleh pria yang mengaku mantan pacar Tiwi.


"kalo gitu aku pergi,terima kasih atas traktirannya",ucap Tiwi.


Dika tersenyum,"sama-sama lain kali kita ketemu lagi",Tiwi hanya tersenyum dia tidak membalas ucapan Dika.


Dari dalam mobil,wajah Atha sudah memerah ketika melihat Tiwi bersama mantannya.


"kalo gitu aku pergi",pamit Tiwi,Dika pun menganggukkan kepalanya.


Saat Tiwi hendak melangkah kakinya,tiba-tiba dia tersandung dan hampir saja jatuh karena dengan cekatan tangan Dika menarik tangan Tiwi.


"hati-hati Wi",ucap Dika.


"aku gak apa-apa",ujar Tiwi.


Atha semakin panas,darahnya sudah naik ke ubun-ubun,lalu dia keluar untuk menghampiri istrinya.


Dika masih memegang tangan Tiwi,sepertinya dia enggan melepaskannya.


"ehem",Atha berdehem


Tiwi dan Dika pun menoleh ke arah Atha,"kamu sudah datang?",tanya Tiwi.


Namun Atha tidak menjawab,dia hanya melihat pegangan Dika dengan dingin,Tiwi yang menyadarinya langsung melepaskan tangan Dika.


"ayo sayang kita pulang",ajak Atha,Tiwi pun terpaku saat mendengar Atha memanggilnya sayang.


"Wi dia siapa?",tanya Dika.


Tiwi menjawab,"oh ya Dik,kenalkan ini suami ku".


Dika terpaku saat mendengarnya,dia tidak tahu kalo Tiwi sudah menikah.


"Tha ini Dika temanku",Tiwi juga memperkenalkan Dika pada Atha.


Atha mengulurkan tangannya,Dika pun menyambutnya dan mereka berjabat tangan,"apa kabar",ucap Atha.


"baik",jawab Dika,lalu mereka melepaskan satu sama lain.

__ADS_1


"karena suamiku sudah menjemput aku harus pulang",ucap Tiwi.


"iya hati-hati di jalan",ujar Dika.


Atha menggenggam tangan Tiwi lalu dia membawa Tiwi masuk ke dalam mobil.


Kini Atha dan Tiwi sudah berada di perjalanan,Atha tak mengucapkan sepatah kata pun,dia diam seribu bahasa.


Tiwi merasakan antara senang dan gelisah,pasalnya saat dia hendak terjatuh dan Dika membantunya,itu diluar skenarionya.


Keduanya telah sampai,Atha keluar dari mobil tanpa menunggu istrinya,dia masuk ke rumah begitu saja.


Tiwi tidak berkata apa-apa,lalu dia mengikuti langkah suaminya.


Atha membaringkan tubuhnya di atas sofa yang berada di ruang tv sambil memijit keningnya,sedangkan Tiwi dia masuk ke dalam kamarnya.


Tiwi duduk di tepi ranjang,dia berpikir kalo saat ini Atha terlihat cemburu,dan dia memutuskan tidak mengganggunya dan Tiwi memilih untuk mandi.


Tidak lama kemudian saat Tiwi mandi Atha pun masuk kedalam kamar dan dia mendengar gemerincing suara air,dan dia memutuskan untuk rebahan di kasur.


Tiwi pun keluar dari kamar mandi sambil mengelap rambutnya yang basah,"kamu senang bisa bertemu dengan teman-teman mu",ucap Atha tiba-tiba.


"ya aku senang,karena kami sudah lama tak bertemu",ujar Tiwi.


"apa lagi bertemu mantan kekasih kan,pasti senangnya luar biasa",kata Atha yang membuat Tiwi bingung.


"bukannya tadi pria yang bersama mu itu mantan pacar sewaktu SMA",ujar Atha.


Tiwi terkejut kenapa Atha bisa tahu,padahal dia tidak pernah berbicara masa lalunya.


"kamu cemburu",ucap Tiwi.


Atha tertawa,"ha...ha...aku cemburu,kenapa harus cemburu",ucap Atha yang membuat perasaan Tiwi tak enak.


"katamu kenapa,ya wajarlah kalo kamu cemburu kan kamu suami ku",ujar Tiwi.


"kalo kamu tidak cemburu kenapa kamu berkata seperti itu",lanjut Tiwi.


"mau tahu aja",ucap Atha yang membuat Tiwi kesal.


"terserahlah asal kamu bahagia",ucap Tiwi lalu dia pergi meninggalkan Atha.


Tiwi pergi ke balkon,dia menangis karena tak enak dengan perkataan suaminya,apa lagi dia merasa kalo Atha memang tidak mencintainya.


...----------------...


Malam pun tiba,Atha dan Tiwi berada di meja makan,mereka sedang makan malam,tidak ada pembicaraan dari keduanya suasana terasa hening.

__ADS_1


Setelah makan Atha memutuskan untuk tidur terlebih dahulu,sedangkan Tiwi dia langsung membersihkan piring.


Waktu menunjukkan jam 2 malam,Tiwi masih belum tidur,dia sedang duduk di kursi taman,malam ini tidak hujan bintang-bintang seakan menemaninya.


Tiwi menangis,dia masih mengingat ucapan Atha tadi siang.


"kenapa membuat orang jatuh cinta pada kita itu tidak mudah",ucap Tiwi sambil menyeka air matanya.


Di kamar Atha baru menyadari kali Tiwi tidak ada di tempat tidur,lalu Atha berniat mencarinya.


Setelah berada di lantai bawah,Atha melihat Tiwi yang sedang duduk di luar,lalu dia menghampirinya.


"kamu belum tidur?",tanya Atha.


"belum",jawab Tiwi.


"kenapa duduk di luar,nanti masuk angin",ucap Atha.


"sebaiknya kita masuk kedalam dan tidur",ajak Atha.


Tiwi beranjak dari duduknya,tanpa sepatah kata pun dia langsung masuk ke dalam,dan Atha pun mengikutinya.


Atha berjalan di belakang Tiwi namun dia melihat kalo Tiwi tidak ke kamarnya melainkan ke kamar tamu.


"kamu kok masuk ke sana?",tanya Atha heran.


"sebaiknya kita tidur terpisah dulu,aku butuh merenungkan tentang hubungan kita",jawab Tiwi lalu dia masuk kedalam kamar.


Atha terdiam dia merasa kalo hubungannya dengan Tiwi sedang tidak baik-baik saja.


Di dalam kamar Tiwi membaringkan tubuhnya,kepalanya terasa berat,namun rasa kantuk belum juga hadir.


Tidak lama kemudian suara pintu di ketuk,tok...tok...tok...


Tiwi enggan membukanya dia masih membaringkan tubuhnya.


Terdengar lagi suara pintu di ketuk,namun Tiwi tetap dengan posisinya.


Di belakang pintu Atha berdiri,dia merasa kalo istrinya tidak ingin di ganggu,dan dia memutuskan untuk kembali ke kamarnya.


Setelah Atha berada di kamar dia membaringkan tubuhnya,dia menatap langit-langit kamarnya dengan tatapan kosong,dia masih mencerna dengan sikap istrinya.


Begitu pula Tiwi,dia memikirkan cintanya,dia merasa belum berhasil mengambil hati Atha sepenuhnya.


"ayah ibu,aku rindu",ucap Tiwi tiba-tiba teringat kedua orang tuanya,menurut Tiwi hanya cinta kasih mereka yang utuh.


Lagi-lagi Tiwi mengeluarkan air matanya,sekarang tangisannya begitu nyaring.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2