Cinta Setelah Berpisah

Cinta Setelah Berpisah
kelahiran anak pertama Soni


__ADS_3

Keesokan harinya di kediaman Soni,Alin sedang merasa kesakitan,sakit yang tidak bisa di gambarkan,tubuhnya sudah banyak keluar keringat,lututnya begitu lemas.


"kak...perutku sakit banget",lirih Alin kesakitan.


Soni yang sedang menyiapkan pakaian gantinya,langsung menghampiri istrinya.


"sebaiknya kita ke dokter,aku takut ada apa-apa sama kandungan mu",ajak Soni.


Untuk sekarang ini Alin pun menuruti Soni,kini mereka berdua pergi ke dokter kandungan.


Disebuah klinik bersalin,Soni sedang mencemaskan keadaan istrinya,dia merasa bersalah,karena yang membuat Alin kesakitan adalah perbuatan dirinya.


Soni mondar mandir tak karuan,dia mencoba menenangkan dirinya,Soni menarik nafas lalu membuangnya dengan perlahan.


"tenang Soni,Alin akan baik-baik saja",Soni berbicara sendiri.


Tiba-tiba Dokter keluar dari ruangan sambil membawa Alin yang berbaring di blankar rumah sakit,dibantu oleh dua perawat yang mendorongnya.


"dok istri saya mau di bawa kemana?",tanya Soni.


"tuan,istri anda akan melahirkan,dan saya akan membawanya ke ruangan bersalin",jawab dokter.


Soni hanya terdiam,kecemasannya memuncak saat mendengar Alin akan melahirkan.


"sebaiknya tuan ikut saya",ajak Dokter,Soni pun menganggukkan kepalanya lalu mengikuti dokter.


Sampai di ruangan bersalin,para perawat sedang mempersiapkan persalinan Alin,Soni pun menjadi tegang.


Alin sudah berada di ranjang persalinan,semua alat sudah siap termasuk dokter dan perawat,namun Soni mengerutkan keningnya dan bertanya pada Dokter.


"dok,apa istri saya melahirkan akan di bantu oleh dokter?",tanya Soni.


Dokter pun menghela nafas,"memang saya yang akan membantunya melahirkan",jawab dokter.


"tidak bisa, dokter kan laki-laki,terus kalo dokter membantu istri saya melahirkan dokter jadi tahu dong istri saya",ucap Soni.


"itu sudah kewajiban saya,tenang saja tuan saya tidak akan ngapa-ngapain istri anda,lagian saya sudah sering membantu wanita melahirkan",ujar Dokter sambil mesem,begitu juga para perawat.


Soni memilih menunggu bersama Alin,dia tidak mau melewatkan momen kelahiran bayinya.


Alin terus mengejan tapi bayinya masih belum keluar,Soni semakin cemas tapi dia serahkan semuanya pada tuhan,Soni terus memberi semangat pada Alin.


"ayo sayang,kamu bisa ayo yang kuat",ucap Soni sambil mengusap pucuk kepala istrinya.


Tidak lama kemudian suara bayi menangis terdengar,"oak...oak...",Soni pun tersenyum bahagia,begitu juga Alin dia sampai meneteskan air matanya.


"sayang anak kita lahir",ucap Soni bahagia.


"selamat nyonya,tuan anaknya laki-laki dan keadaannya sehat",ucap dokter memberi selamat pada kedua orang yang sudah menjadi ayah dan ibu sambil menunjukkan anaknya.


Setelah itu Perawat langsung membersihkan tubuh si bayi,sedangkan dokter dan perawat yang lainnya sedang mengurus Ibunya.

__ADS_1


Setelah selesai persalinan,Alin pun di bawa keruangan inap,di sana sudah ada Yura dan Adelio,karena Soni yang memberitahu mereka ketika Alin di bawa ke klinik.


"akhirnya aku jadi ayah",ucap Soni kegirangan sambil lompat-lompat.


Yura yang melihatnya tersenyum,sedangkan Adelio dia memalingkan wajahnya karena merasa malu melihat sikap sepupunya yang seperti anak kecil.


"oh ya,aku tadi sempat menolak saat dokter akan membantu Alin melahirkan",ucap Soni.


"kenapa?",tanya Yura.


"ya secara dia kan laki-laki,jadi aku takut kalo dia tahu bagaimana bentuk istriku",jawab Soni yang seperti anak kecil.


Pleetak...


Adelio memukul kening Soni,"aw...",Soni meringis.


"kamu itu bodoh atau apa sih,dia kan seorang dokter kandungan,ya jelas pekerjaannya membantu ibu melahirkan",ucap Adelio kesal,Yura pun tertawa kecil saat melihat kedua sepupu itu kalo sudah bertemu.


"ya aku juga awalnya takut,tapi saat dia menjelaskan akhirnya aku juga paham",ujar Soni.


"tapi kalo di pikir enak juga ya jadi dokter kandungan jadi bisa melihat beragam bentuk",lanjut Soni sambil tertawa.


Adelio dan Yura sontak terkejut,"ya ampun Soni",ucap Adelio tidak habis pikir,sedangkan Yura dan Alin hanya tersenyum sambil menggelengkan kepala.


Tidak lama kemudian dokter dan perawat datang sambil membawa baby boy nya Alin dan Soni.


Perawat memberikan bayinya pada Alin,"ibu coba berikan ****** susunya pada bayi,agar bayi terbiasa dan dapat merangsang air susu untuk keluar",saran dokter.


"terima kasih dok sudah membantu istri saya",ucap Soni.


"ya walaupun sempat ingin menolak",ledek Adelio.


"iya maaf dok",ucap Soni.


"tapi dok,saya ada pertanyaan",ujar Soni.


"ya silahkan tuan".


"apa mungkin rasa sakit yang di alami istri saya ada sangkutannya dengan hubungan suami istri?",tanya Soni.


Dokter tersenyum,lalu menjelaskannya pada Soni,"bisa juga seperti itu,karena hubungan suami istri bisa memicu kontraksi pada janin,dan memberikan jalan lahir pada janin".


"berarti itu bagus dok?",tanya Soni.


"bagus kalo memang sudah waktunya melahirkan",jawab dokter.


Adelio menggelengkan kepalanya,lalu berbisik pada Soni,"kalo masalah itu coba deh searching di goggle gak usah di tanyain langsung,apa gak malu".


"eh kalo tanya goggle kan harus bayar,lah ini kan gratis",ujar Soni balik berbisik.


"ehm...",Yura berdehem karena melihat suami dan sepupunya saling berbisik di depan Dokter dan dia hanya tersenyum lalu pamit pergi.

__ADS_1


"gak sopan ya berbisik di depan orang",tegur Yura.


"iya ni Adel,bisik-bisik",ucap Soni.


"sama aja",timpal Alin.


Adelio dan Yura pamit pulang setelah dokter pergi,"kak,kami pamit pulang besok aku akan kesini lagi",ucap Yura.


"ya makasih Ra,mudah mudahan besok bisa pulang,aku sudah gak sabar mengurus istri dan bayi ku",ujar Soni gemas,Yura hanya tersenyum.


"Lin,kakak pulang dulu ya",pamit Yura pada Alin.


"iya kak,hati-hati di jalan kak".


...----------------...


Setelah kepergian Adelio dan Yura,kini tinggal Soni dan Alin berdua.


"sayang,mulai hari ini aku puasa ya",ujar Soni.


Alin mengernyitkan keningnya,dia tidak paham dengan ucapan suaminya.


"maksud kakak?",tanya Alin.


"masa kamu gak ngerti,aku puasa buat puasin kamu",bisik Soni.


Alin langsung mencubit perut Soni,"ih,kakak pikirannya ke sana terus",ucap Alin sambil memalingkan wajahnya.


"emang ucapan ku salah?",tanya Soni.


"tau ah",ucap Alin cemberut.


Di perjalanan pulang ke rumah Adelio dan Yura mendapati Jodo yang tengah duduk di trotoar jalan sambil menenteng tas.


"sayang bukannya itu Jodi",ucap Yura sambil menunjuk ke arah jalan.


Adelio mengernyitkan keningnya,"ya memang betul itu Jodi tapi dia mau kemana ya?",


"kita hampiri saja dia",Yura memberi saran.


Adelio pun menepikan mobilnya tepat di depan Jodi yang tengah duduk,seperti orang yang tidak mempunyai arah tujuan.


"Jodi",sapa Yura yang sudah turun dari mobilnya.


Jodi pun mengangkat kepalanya,"nyonya,tuan",ucap Jodi.


"kamu sedang apa di sini?",tanya Yura.


"ehm anu nyonya saya...",ucap Jodi tidak meneruskan jawabannya,namun Adelio paham,lalu dia mengajak Jodi untuk ikut dengannya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2