Cinta Setelah Berpisah

Cinta Setelah Berpisah
Bersama Alin


__ADS_3

Soni tengah duduk di kursi tunggu yang di sediakan sekolah dimana Alin mengajar,suara bel berbunyi.


teeet....


Tandanya anak-anak sudah waktunya pulang,tiba-tiba seorang anak memanggil namanya.


"paman Soni",panggil Atha sambil berjalan menghampiri Soni.


Soni pun menoleh ke arah suara tadi,"Atha",ucap Soni yang melihat bocah kecil itu berjalan ke arahnya.


"paman sedang apa di sini?",tanya Atha.


"ehm,paman sedang menunggu teman paman nak",jawab Soni.


"aku kira paman menjemput ku",ujar Atha.


"memangnya belum ada yang menjemputmu?",Soni balik tanya,Atha pun menggelengkan kepalanya.


"ya sudah paman akan menemani kamu sampai orang rumah menjemput mu",kata Soni.


"iya paman",dan mereka kini duduk berdua.


Setelah beberapa menit,Alin pun datang menghampiri,dia di buat heran dengan sikap Soni pada Atha anak didiknya.


"kalian akrab sekali",ucap Alin yang melihat mereka sedang bercanda.


"ibu guru kenal paman Soni?",tanya Atha.


"paman",ucap Alin dalam hati sambil mengernyitkan keningnya.


"iya nak ibu kenal pria ini",jawab Alin sambil melirik ke arah Soni.


"anak ini adalah ponakan ku,ternyata dunia itu tak seluas yang kubayangkan ya",ujar Soni.


"ehm pantesan akrab sekali seperti ayah dan anak",ujar Alin,dan Soni pun merasa tersanjung dengan ucapan Alin karena di usianya yang sudah tidak muda lagi seharusnya dia sudah menikah dan memiliki seorang anak.


"ayo kita pulang",ajak Alin.


"tapi Atha belum ada yang jemput",ucap Soni.


"kenapa kakak bingung,Atha kan keponakan kakak,kenapa tidak diantar saja ke rumahnya",Alin memberi saran.


"ehm biar aku naik taxi,kamu pulang saja ke rumah",tutur Soni.


"enggak bisa gitu dong kak,aku kan sudah janji mau nganterin kakak pulang,jadi kita anterin Atha dulu gimana?",tanya Alin meminta pendapat Soni.


"apa tidak merepotkan mu?",tanya Soni.


"ya enggak lah kak,soalnya kakak juga baik pada ku",ucap Alin yang membuat Soni tersenyum lebar.


"ya sudah kalo begitu kita pulang",ajak Soni,lalu mereka bertiga pun pergi dengan mengendarai sepeda motor milik Alin.


Di perjalanan Atha begitu bahagia,karena dia bisa merasakan hembusan angin,begitu pula dengan Soni,dia juga merasa bahagia saat pergi bersama Alin dan Atha,dia membayangkan kalo mereka adalah keluarga kecil yang bahagia.


...----------------...


Di rumah,Adelio dan Yura baru saja mengakhiri pergulatan mereka,"makasih sayang",ucap Adelio sambil mencium kening istrinya.

__ADS_1


Tidak tahu pertarungan yang ke berapa,Yura begitu di buat lemas oleh suaminya.


"jatah malam sudah di ganti siang ini ya",ucap Yura.


"kenapa begitu sayang,ya beda lagi",ujar Adelio.


"apa kamu gak lihat kalau aku sekarang lemas sekali",ucap Yura kesal karena perbuatan suaminya.


"tapi sayang itu hanya permulaan",rengek Adelio.


"apa permulaan?",tanya Yura terkejut.


"dasar otak mesum",gumam Yura yang terdengar oleh Adelio.


"apa otak mesum,kamu bilang aku otak mesum",ucap Adelio sambil menggelitik pinggang Yura.


"aw...hentikan sayang aku geli",pinta Yura.


"aku tidak akan lepaskan,ini hukuman karena kamu sudah bilang aku otak mesum",ucap Adelio.


"aw..."


Teriakan Yura terdengar sampai bawah,Bi iyem dan Mia pun saling pandang,"sebenarnya apa yang mereka lakukan?",tanya Mia pada Bi iyem.


"makannya cepat nikah",jawab Bi iyem sambil tersenyum malu.


Tiba-tiba Soni datang bersama Alin dan Atha,"selamat siang",sapa Soni.


"siang tuan",Bi iyem dan Mia menjawab sapaan Soni dengan serentak.


Soni mendengar suara jeritan,"itu suara siapa?",tanya Soni pada kedua asisten Adelio.


Seketika Soni menutup matanya,"ya ampun jadi ini alasan mereka tidak menjemput putranya",ucap Soni.


Alin dan Atha pun saling melihat,"apa ibu sedang sakit bi?",tanya Atha.


"ehm tidak tahu den",jawab bi iyem.


...----------------...


Kini Adelio dan Soni sudah berada di ruang keluarga,Soni terpaksa menghubungi Adelio lewat teleponnya karena dia tidak mau kalo Atha mendengar candaan kedua pengantin baru itu.


Sedangkan Yura dia sedang bersama Alin,mereka sedang berbincang mengenai Atha di sekolah.


"apa putra saya mengikuti pelajaran dengan baik?",tanya Yura pada Alin.


"sangat baik,apa lagi Atha sangat pintar dia cepat tanggap",jawab Alin.


"mungkin karena usianya,seharusnya dia sekarang sudah masuk sekolah dasar,hanya saja waktu itu banyak sekali kendala",ucap Yura.


"tidak apa-apa,justru Atha paling aktif di kelas apa lagi dengan hal-hal positif", ujar Alin.


Di ruang keluarga,Adelio menanyakan soal wanita yang di bawa Soni ke rumahnya.


"siapa wanita tadi yang bersama mu?",tanya Adelio.


"dia Alin,semalam aku baru mengenalnya",ucap Soni.

__ADS_1


"apa baru mengenalnya,lalu kau bawa dia kemari?",tanya Adelio sedikit terkejut.


"memangnya kenapa,dia juga guru Atha dan dia mengantar kami pulang kesini",kata Soni.


"iya tapi dia anak orang gimana kalo orang tuanya mencarinya,apa lagi kalian tidak mempunyai hubungan",tutur Adelio.


"aku tahu sebentar lagi aku akan pulang bersamanya",ujar Soni.


"ingat langsung suruh dia pulang,jangan di bawa ke lain tempat berbahaya tau",ujar Adelio.


"oh ya kenapa kamu bisa bertemu dengannya?",tanya Adelio.


Soni pun menceritakan kejadian saat bertemu dengan Alin sampai akhirnya mereka bisa datang ke rumah Adelio bersamaan.


"jangan-jangan kalian berjodoh",ucap Adelio saat mendengar penjelasan Soni.


"aku tidak tahu",ujar Soni.


"apa kamu tidak menyukainya,dia kan cantik",kata Adelio.


"dia memang cantik tapi belum tentu aku suka",tutur Soni.


"kalo kalian sering bertemu lama-lama juga rasa suka dan cinta itu akan muncul",ucap Adelio.


"aku tidak tahu biar tuhanlah yang menentukan jodohku",ujar Soni.


Yura dan Alin menghampiri Soni dan Adelio,Alin hendak berpamitan untuk pulang.


"pak,kak...saya mau pamit pulang ini sudah sore".


"kalau begitu kita sama-sama saja",ucap Soni.


"iya biarkan dia menemani mu",tutur Adelio dan Alin pun menganggukkan kepalanya.


"kalo begitu saya pamit",ucap Alin.


"hati-hati di jalan",Alin dan Soni pun pergi keluar rumah.


Di perjalanan menuju pulang,tiba-tiba hujan turun,Soni dan Alin memutuskan untuk berteduh.


Mereka berteduh di sebuah kafe,tapi keadaan kafe tersebut tutup.


Soni kedinginan begitu juga Alin,mungkin bagi Alin kehujananan hal yang biasa tapi tidak bagi Soni yang terbiasa naik turun mobil,dia terus menerus bersin dan menggigil kedinginan.


"kakak baik-baik saja kan?",tanya Alin cemas.


"aku baik-baik saja",jawab Soni.


"lebih baik kakak pulang naik grab saja ya,kelihatannya kakak kedinginan",ucap Alin.


"lalu kamu bagaimana?",tanya Soni.


"jangan khawatir aku bisa pulang sendiri",jawab Alin.


Dan Soni pun mengikuti saran Alin karena dia sudah merasa kalo tubuhnya sudah tidak bersahabat.


"maaf aku tidak bisa mengantarmu,hati-hati di jalan ya,kalo sudah sampai rumah hubungi aku",ucap Soni.

__ADS_1


"iya kak...",Soni pun akhirnya pulang,di dalam mobil dia merasa kalo pertemuannya bersama Alin sama halnya dengan pertemuan bersama Yura,apa lagi sikap dan perhatiannya pun sama.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2