
Satu tahun sudah setelah pernikahan Atha dan Tiwi,namun mereka belum juga di karuniai seorang anak,mereka berharap bisa secepatnya memberikan cucu pada Yura dan Adelio.
Sedangkan Rachel dia sudah melahirkan anak kembarnya,kehidupan Rachel dan Dafa begitu lengkap,apa lagi kini Dafa dan Rachel terjun langsung ke perusahaan milik Rachel yang di wariskan oleh ayahnya.
Tidak hanya kehidupan anak-anaknya yang bahagia,kehidupan Yura dan Adelio pun semakin harmonis,apa lagi Adelio tak pernah mengingkari janjinya untuk selalu menjaga istri dan anak-anaknya.
Suatu hari mereka berkumpul di rumah Adelio,nampak Rachel dan Dafa yang baru saja memandikan si kembar.
"wah cucu nenek sudah mandi ya",ucap Yura.
Kedua anak Rachel pun terlihat menggemaskan.
"iya nenek,aku cudah wangi",ucap Rachel menirukan bicara anak kecil.
Yura menggendong putra nama anak laki-laki Rachel,sedangkan bayi yang sedang di gendong Rachel bernama putri.
Adelio datang menghampiri,"ibu sedang menggendong putra dan ayah akan menggendong putri",ucap Adelio.
Dengan senang hati Rachel pun memberikannya pada ayahnya.
Tidak lama kemudian Atha dan Tiwi datang,"senangnya jika berkumpul seperti ini",ucap Atha.
"tentu sayang ibu sangat bahagia melihat keluarga kita selalu bersama",ujar Yura.
"bagaimana kalo kita liburan bersama di vila milik ayah,pasti menyenangkan",Atha memberi ide.
"iya betul,pasti seru deh",timpal Rachel.
"kita harus agendakan",ucap Adelio.
"bagaimana kalo lusa,kebetulan tanggal merah,pasti kita semua libur bekerja",kata Dafa.
"ayah setuju,bagaimana dengan yang lain?",tanya Adelio.
"aku juga setuju",ucap Atha.
"kalo begitu kita persiapkan kebutuhan yang harus di bawa",kata Yura.
Liburan ke vila pun tiba,keluarga Adelio sudah siap untuk pergi,mereka membawa mobilnya masing-masing.
Perjalanan ke vila memerlukan waktu tiga jam,kebetulan vila milik Adelio di kelilingi kebun teh,dan suasana di sana sangat dingin.
Mereka semua memilih beristirahat terlebih dahulu sebelum melakukan aktivitas,Yura dan Adelio membereskan barang-barang,Rachel dan Dafa masih sibuk dengan si kembar yang ingin minum susu,sedangkan Atha dan Tiwi mereka memilih untuk jalan-jalan melihat pandangan sekitaran vila.
"aku suka dengan pemandangannya",ucap Tiwi.
"aku pernah satu kali ke sini,itu juga saat masih kecil",
"kenapa hanya sekali,kamu bisa aja kan ke sini beberapa kali,apa lagi ini milik ayah",ucap Tiwi.
__ADS_1
"iya sih,tapi ayah terlalu sibuk,apa lagi saat memegang dua perusahaan sekaligus,dan kami selalu melewatkan liburan",kata Atha.
Tiwi menggenggam tangan suaminya,"suasana di sini dingin banget",ucap Tiwi.
"kebetulan ini musim kemarau jadi dinginnya terasa",ujar Atha.
"ehm bagaimana kalo kita kembali ke rumah dan membuat minuman hangat",Tiwi memberi saran.
"gak usah kembali ke vila,kita beli saja minuman susu jahe khas di sini",ucap Atha.
"emang ada yang menjualnya?",tanya Tiwi.
"ada,ayo kita ke sana",Atha dan Tiwi pun pergi.
...----------------...
Malam pun tiba,keluarga Adelio sedang mengadakan acara makan-makan di teras vila,mereka sangat menikmati kebersamaannya.
Setelah makan-makan Adelio beserta istri dan anak-anaknya memutuskan untuk menonton vidio pernikahan Yura Adelio.
"wah ibu cantik sekali",puji Rachel.
"ibu mu paling cantik,ayah yang berhasil mendapatkannya",ucap Adelio.
"itu anak kecil kak Atha?",tanya Rachel.
"iya itu aku,tampan kan!",ujar Atha.
Adelio dan Yura tertawa kecil,"kamu bisa aja",ucap Yura.
Setelah menonton,mereka kembali ke kamar masing-masing.
Adelio dan Yura pun sudah berada di kamarnya,Adelio berbaring di atas kasur sedangkan Yura dia pergi ke kamar kecil.
Yura merasakan kalo kepalanya terasa pusing dan sakit,dia meringis kesakitan sambil memegang kepalanya.
Setelah di rasa sakitnya berkurang,dia keluar dari kamar mandi.
Yura melihat suaminya sudah tertidur pulas,tapi dia tidak ikut berbaring melainkan pergi ke luar dari kamarnya.
Yura pergi ke dapur dia mencari kotak obat,tapi dia tak menemukannya.
Tiba-tiba kepalanya terasa sakit lagi,kini sakit yang luar biasa sampai mengeluarkan darah dari hidungnya,karena tak kuat menahan sakit akhirnya Yura pingsan dan tergeletak di lantai dapur.
Keesokan harinya Adelio terbangun dari tidurnya,ketika dia bangun,Adelio tak menemukan istrinya,dia rasa mungkin Yura sudah bangun dan berada di dapur.
Adelio pun memilih untuk pergi ke kamar mandi,namun tiba-tiba sebuah teriakan terdengar,tak menunggu lama Adelio pun dengan cepat keluar dari kamarnya.
Rachel terisak menangis saat melihat Yura tak berdaya,dia begitu terkejut saat Yura mengeluarkan darah dari hidungnya.
__ADS_1
"bu,bangun",isak Rachel.
Tidak lama kemudian semua orang datang menghampiri Rachel.
Adelio,Atha,Tiwi dan Dafa sangat terkejut ketika melihat Yura.
"sayang bangun,sayang kamu kenapa?",tanya Adelio sambil menepuk pipi Yura.
"badannya dingin ayah",ucap Rachel.
"kita harus membawa ibu ke rumah sakit",kata Atha.
Yura pun di bawa ke rumah sakit dekat vila,Yura langsung di tangani oleh dokter.
Adelio,Atha dan Dafa menunggu di kursi tunggu,sedangkan Rachel dan Tiwi mereka tinggal di vila karena si kembar tak ada yang menjaga.
Adelio sangat mencemaskan keadaan Yura,dia tidak bisa diam,dia terus mondar mandir sambil mengharapkan yang terbaik untuk istrinya.
Tidak lama kemudian dokter keluar dari ruangan pemeriksaan,Adelio,Atha dan Dafa pun menghampiri.
"bagaimana keadaan ibu saya dok?",tanya Atha.
Dokter menjawab,"kami sudah mengambil darahnya untuk di lab,dan saya tidak bisa memberikan penjelasan untuk saat ini,dan nyonya harus di rawat di rumah sakit agar mendapatkan perawatan medis".
"baik dok,berikan yang terbaik untuk dia",ucap Adelio.
"tolong bantu dengan doa agar istri anda baik-baik saja",ucap dokter.
...----------------...
Yura tengah berbaring di kasur rumah sakit,dia baru saja membuka matanya,Yura melihat sekeliling ruangan namun dia tak mengenalinya.
Atha yang melihat ibunya sudah sadar langsung menghampirinya,"ibu sudah sadar",ucap Atha.
Adelio dan Dafa pun menghampiri Yura ketika mendengar ucapan Atha.
"ibu ada dimana?",tanya Yura.
"ibu berada di rumah sakit,tadi kami melihat ibu tergeletak dia lantai",jawab Atha.
Wajah Yura terlihat pucat,Adelio mengusap rambut istrinya,"sebenarnya apa yang kamu rasakan bisa seperti ini?",tanya Adelio.
Yura menjawab,"semalam aku merasakan sakit di kepala".
Adelio menggenggam tangan istrinya,"maafkan aku karena tak bisa menjaga mu",ucap Adelio,Yura pun menganggukkan kepalanya.
"ibu cepat sembuh ya,aku tak mau melihat ibu berbaring di sini",ucap Atha.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
jangan lupa mampir di karya ketiga ku dengan judul Tulang Punggung,kebetulan baru dua episode lho....makasih