Cinta Setelah Berpisah

Cinta Setelah Berpisah
Status


__ADS_3

Andre baru saja sampai disebuah kota kelahiran Adelio,dia turun dari mobil dan langsung masuk kesebuah bangunan yang menjulang tinggi dan di temani anak buah Adelio.


"selamat siang bos" sapa Andre pada Adelio yang sedang berbicara dengan sekretarisnya di depan ruangannya.


"lebih cepat yang ku duga" ucap Adelio.


"apa kabar mu?"tanya Adelio.


"baik bos..."


"ayo kita masuk" ajak Adelio,dan akhirnya mereka pun masuk.


Di dalam ruangan Adelio mempersilahkan duduk.


"duduk lah,pasti kamu sangat lelah".


"sedikit bos..." ujar Andre mesem.


"selama di sini kamu akan tinggal di rumahku,jadi sekarang kita akan pulang sama-sama" ucap Adelio.


"baik bos".


Tiba-tiba saja seseorang mengetuk pintu,tok...tok...


"masuk"


Sekretaris Adelio membuka pintu,"permisi pak ada kabar tentang bu Mika kalo dia mengalami kecelakaan".


"apa?" Adelio terkejut.


"siapa yang memberi tahu?" tanya Adelio.


"pihak rumah sakit pak" jawab sekretaris.


Adelio mencoba mengambil ponselnya yang berada di laci meja kerjanya.


"sial..." ucap Adelio ketika melihat layar ponsel,ada beberapa panggilan tak terjawab.


"sebaiknya bos langsung ke rumah sakit" ujar Andre.


"untuk apa"


Andre mengernyitkan keningnya,"bukankah bu Mika istri bos dan dia mengalami kecelakaan" ucap Andre.


Adelio mengusap wajahnya kasar,"kenapa bisa seperti ini" gumam Adelio.


"baiklah ayo kita pergi" ajak Adelio pada Andre.


Kini mereka sudah berada di rumah sakit,Adelio sedang berbicara dengan dokter yang menangani Mika.


"bagaimana kondisi Mika dok?"tanya Adelio.

__ADS_1


"Nyonya baik-baik saja tidak ada luka yang serius,hanya saja ada yang harus anda tahu kalo Nyonya usianya tidak akan lama lagi" jelas Dokter.


"apa yang dokter katakan?"


"dia mengidap penyakit kanker",Adelio tertegun saat mendengarnya.


Di luar Andre sedang menunggu bosnya,tiba-tiba Adelio keluar dari ruangan dokter dengan wajah kusut,Andre yang memperhatikannya langsung menghampirinya,"bos,apa baik-baik saja?" tanya Andre.


"buruk..." jawab Adelio singkat sambil duduk di kursi tunggu.


Adelio merasa bimbang di sisi lain dia sudah tidak bisa menerima Mika lagi,di sisi lain dia sangat kasihan dengan kondisi Mika yang sekarang ini.


"bos sebaiknya kita pulang Nyonya Mika sudah menunggu di dalam mobil" ajak Andre.


"apa kamu sudah tahu tentang semuanya?" tanya Adelio.


Andre sudah paham pertanyaan bos nya,"ya aku sudah tahu semuanya,tentang bos, tentang siapa Yura sebenarnya"


Adelio tersenyum,"apa Yura menjelekanku?"


"aku yakin bos sudah tahu jawabannya".


"lalu apa kamu akan terus mendekatinya?" tanya Adelio lagi.


"apa aku layak menjadi kekasihnya?" Andre balik tanya.


"aku tidak akan membiarkan itu terjadi" jawab Adelio sambil berdiri melangkahkan kaki dan pergi,Andre pun tersenyum dia yakin kalo bosnya mulai ada rasa pada mantan istrinya namun belum di sadarinya.


Beralih ke Yura dia sedang membersihkan kamar Tuannya,"hu...beres juga,kapan ya pemiliknya datang,sayang sekali kamar sebagus ini tidak berpenghuni" ucap Yura dan dia melihat ke arah kasur yang berukuran king size dia teringat saat suaminya merebut kehormatannya dengan paksa.


"hentikan mas...jangan...tolong..."


plaak...sebuah tamparan berlabuh di pipi Yura,"jangan berisik bukankah kamu adalah istriku" ucap Adelio.


"tapi tidak seperti ini,kamu kasar sekali"ujar Yura sambil berderai air mata.


"lepas..." teriak Yura.


Yura pun tersadar dari bayangannya,tak terasa air mata nya terjatuh lalu dia menyekanya,kenangan itu teramat pahit baginya.


Bi iyem sedang memasak di dapur dia di temani Atha yang sedang menggambar,sesekali bi iyem melirik ke arah Atha lalu dia tersenyum lebar saat melihat anak kecil itu yang sedang menggambar.


"kamu belum masuk sekolah?" tanya bi iyem pada Atha,dan Atha menjawab,"belum,kata ibu tahun ini aku masuk sekolah".


"belajarlah yang rajin nak..." pesan bi iyem.


"Atha...kamu sudah minum obat?" tanya Yura ketika dia sudah berada di dapur.


"sudah bu..." jawab Atha.


"Ra...Atha kenapa? perasaan bibi anak mu sehat-sehat saja".

__ADS_1


"dia punya riwayat penyakit jantung bawaan lahir bi,jadi satu bulan sekali dia harus kontrol ke rumah sakit".


"kasihan sekali anakmu,yang sabar ya..."


"iya bi..."


"ayo ikut ibu ke kamar,sebaiknya kita istirahat" ajak Yura pada putranya.


"nanti kalo makanannya sudah matang bibi panggil ya" ujar bi iyem.


Yura dan Atha sudah berada di kamar,"bu aku akan nyaman tinggal di sini,rumahnya begitu besar dan halaman yang sangat luas,jadi aku bisa bermain-main di sini" ujar Atha.


lalu Yura berkata,"iya rumah ini memang nyaman tapi ingat status ibu di sini hanya pembantu rumah tangga".


"iya bu...aku ingat itu"


"sebaiknya kamu istirahat dulu nak" titah Yura.


"aku belum ngantuk bu..."


"kadi kamu mau ngapain?"


"Atha mau lanjut belajar saja"


"ya sudah kalo begitu ibu mau bantu bibi ya,kasian dia memasak sendiri".


"iya bu".


Kembali ke kediaman Adelio,mereka baru saja memasuki rumah,"Ndre kamar kamu ada di lantai bawah dekat kamar aku" ucap Adelio.


"sayang...bukannya kamar kita ada di lantai atas?" tanya Mika.


"itu untuk mu,kita sekarang bukan suami istri lagi,ingat aku sudah mentalak mu" tutur Adelio,Andre terkejut mendengarnya,"apa bos sudah bercerai?" gumam Andre.


"aku ke kamar mau istirahat" ucap Adelio.


"iya saya juga mau istirahat",Adelio dan Andre pergi ke kamar masing-masing,sedangkan Mika masih berdiri di ruang tamu,"ih nyebelin cuek banget sih padahal kan aku baru saja kecelakaan" ucap Mika kesal sambil menghentakan kakinya lalu melangkah menuju kamarnya.


Adelio yang sudah berada di kamarnya,dia membaringkan tubuhnya di kasur,wajahnya menghadap langit-langit kamar seketika dia teringat sesuatu dan langsung mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.


halo,


iya Tuan,


aku pastikan besok malam sudah sampai di sana,


siap Tuan kami tunggu,


Adelio pun mematikan ponselnya,lalu di teringat ucapan Andre kalo sekarang dia sudah mengetahui siapa Yura,"kenapa akhir-akhir ini hidup ku tak tenang,ketika mendengar seseorang mendekati mu,apa aku cemburu?" tanya Adelio pada diri sendiri sambil memikirkan wajah mantan istri pertamanya.


"ah...itu tidak mungkin",Adelio menepisnya.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2