
Pagi ini Adelio berniat menghampiri Yura dia ingin meminta maaf karena sudah menampar Yura,tiba-tiba saja suara ketukan pintu kamarnya terdengar.
tok...tok...
Seketika Adelio berpikir mungkin Yura yang berada di balik pintu,cepat-cepat dia membukanya namun dugaannya meleset yang berada di hadapannya adalah bi iyem.
"ada apa bi?" tanya Adelio.
bibi menjawab," maaf tuan saya mengganggu,anu tuan...ehm" ucapan bibi berhenti bi iyem sepertinya ragu untuk mengatakannya.
"katakanlah..." titah Adelio penasaran.
"Yura sudah pergi tuan" ucap bi iyem.
Adelio membulatkan matanya dia terkejut saat mendengar Yura pergi.
"apa...tidak mungkin,pasti dia sedang keluar" ujar Adelio mencoba berpikir positif.
"dia memang sudah pergi pakaiannya pun tidak ada" lirih bi iyem.
Adelio mengusap wajahnya dengan kasar,"kau bodoh Adelio seharusnya semalam kau menemuinya" gumam Adelio.
Adelio sengaja tidak langsung menemui Yura setelah kejadian itu karena dia ingin memberi waktu pada Yura agar bisa menenangkan pikirannya.
Mika yang mendengar hal itu pun langsung tersenyum licik,"akhirnya dia pergi dari sini dan aku bebas untuk bisa mendekatimu lagi sayang" ucap Mika dalam hati.
"baik lah sekarang boleh kembali bekerja" titah Adelio pada bi iyem.
Adelio pun kembali menutup pintunya,di dalam kamar dia cepat-cepat menghubungi anak buahnya agar mencari keberadaan Yura saat ini.
Padahal hari ini Adelio sudah berjanji akan mengajak Yura ke pemakaman dimana mamanya di semayamkan,namun semuanya gagal.
"ya tuhan semoga saja Yura belum jauh dari sini" ucap Adelio.
Bi iyem dan Mia sedang bekerja namun pikirannya tertuju pada Yura dan Atha,mereka sangat cemas apa lagi Yura tidak memberitahu kalo dia akan pergi.
"kemana kamu Ra...kenapa tidak memberitahu bibi" ucap bi iyem sambil memasak.
"semua ini gara-gara nenek sihir itu,Yura dan Atha jadi pergi, tapi kemana ya mereka pergi" ucap Mia dalam hati.
Tiba-tiba Adelio memanggil bi iyem dan Mia untuk berkumpul di ruang keluarga.
"bi...Mia...tolong kesini dulu" panggil Adelio.
Mia dan bi iyem yang mendengarnya langsung menghampiri Adelio.
"ya tuan"
"kalian tahu kapan Yura pergi?" tanya Adelio.
bi iyem menjawab,"tidak tuan sejak kejadian kemarin sore Yura dan Atha tidak keluar kamar,mereka pun melewati makan malamnya".
__ADS_1
"apa kalian tahu sesuatu tentang Yura,seperti keluarga nya atau yang lainnya?" tanya Adelio lagi.
Mia dan bi iyem saling lirik,"ayo katakan jangan takut" ucap Adelio.
"maaf tuan kalo tentang keluarganya kami tidak tahu,tapi kalo soal Atha kami tahu" ucap Mia.
"iya tuan,sebenarnya..." belum sempat meneruskan pembicaraan Mika sudah memotongnya.
"ada acara apa kalian berkumpul di sini?" tanya Mika pada ketiga orang tersebut.
"Yura pergi dari sini,semua ini gara-gara kamu" ketus Adelio.
"oh ya,bagus dong jadi aku di sini bebas tidak akan ada lagi yang memukul ku" ucap Mika.
Adelio memalingkan mukanya lalu dia berkata,"aku sudah membeli tiket untuk kepulangan mu hari ini".
"apa?" Mika terkejut.
"kamu gak bisa kaya gini,aku ingin tetap di sini sama kamu Del" rengek Mika.
"kita bukan siapa-siapa lagi dan aku menyesal sudah membawamu ke rumah ini,jadi sebaiknya kamu pulang" jelas Adelio lalu pergi ke kamarnya.
"rasain lo nenek sihir kena getahnya juga" ucap Mia dalam hati.
"kenapa kalian masih di sini?" tanya Mika pada Mia dan bi iyem sambil berteriak.
Mia menjawab," biasa aja nyonya kami masih bisa mendengar" ketus Mia lalu mereka berdua pergi menuju dapur.
...----------------...
Yura dan Atha sudah sampai di rumah kontrakan Yuli,Yura berniat menginap di tempat Yuli namun dia merasa tidak enak,secara temannya itu sama sepertinya hidup pas-pasan.
Yura pun memilih untuk pergi lagi,"bu sebenarnya kita mau kemana?" tanya Atha yang sudah kelelahan.
"ibu tidak tahu sayang,maafkan ibu belum bisa menjadi ibu yang baik" lirih Yura.
"ibu jangan bersedih aku baik-baik saja" ucap Atha menenangkan hati ibu nya.
Yura pun tersenyum dia memeluk anaknya,beruntung dia melahirkan anak seperti Atha.
Tiba-tiba saja sebuah mobil berhenti di depan mereka dan seseorang turun dari mobil,"hai kita ketemu lagi" sapa Mika.
Yura langsung melepas pelukannya lalu dia menoleh ke arah suara,"apa yang kamu lakukan di sini?" tanya Yura.
"aku mau pulang karena Adelio sudah memesan tiket untukku kau tahu semua ini gara-gara mu hubungan ku dan Adelio berantakan" jawab Mika.
"berhenti untuk menyalahkan orang lain" ucap Yura.
Mika tersenyum lalu dia melihat ke arah Atha yang sedang ketakutan di balik kaki ibunya.
"apa dia tahu siapa ayahnya sebenarnya?" tanya Yura.
__ADS_1
Yura hanya melihat tajam pada Mika,Yura tidak tahu apa isi dari kepala Mika.
"hai bocah...sudah ku katakan ibu mu sudah merebut suami ku dan kau anak yang tidak di inginkan" ucap Mika jelas,sontak Atha tertegun mendengar kata anak tak di inginkan.
Dadanya bergemuruh ada rasa sesak dan panas,keringat keluar dengan deras nafasnya terasa ada yang tersumbat.
Tiba-tiba Atha ambruk ke tanah sambil memegang dadanya yang mulai sakit.
"Atha bangun sayang..."ucap Yura ketakutan melihat anaknya sudah terkapar di tanah.
Sedangkan Mika dia terkejut saat melihat Atha dan tidak berpikir panjang Mika langsung pergi tanpa menolong Yura dan Atha.
Yura menangis sejadi-jadinya,"Atha bangun nak..." teriak Yura.
Dengan bersamaan supir Soni dan anak buah Adelio melihat Atha yang terkapar di tanah yang di tangisi ibunya.
Supir Soni langsung menghampiri Yura,"nyonya kenapa anaknya?" tanya Supir Soni.
Yura menjawab sambil terisak,"tolong anak saya pak".
"mari saya antar ke rumah sakit" ucap Supir Soni yang langsung mengangkat Atha dan masuk ke dalam mobil.
Anak buah Adelio langsung menghubungi tuannya kalo dia sudah menemukan Yura dan anaknya,namun Adelio terkejut saat mendengar kalo Atha di larikan ke rumah sakit.
"apa yang sebenarnya terjadi" gumam adelio.
Adelio langsung bergegas menuju rumah sakit,tapi bi iyem mendadak menghentikan langkah tuannya.
"tunggu tuan" ucap bi iyem.
"iya ada bi saya sedang terburu-buru" ucap Adelio.
"tuan tadi saya dengar anak buah anda sudah menemukan Yura apa benar?" tanya bi iyem.
Adelio mengangguk sambil berkata,"iya bi tapi ada sesuatu yang terjadi" ucap Adelio.
"apa itu tuan?" tanya bi iyem lagi.
"Atha di larikan ke rumah sakit,tapi saya belum tahu persis apa penyebabnya" jawab Adelio.
Bi iyem terkejut dia menutup mulutnya dengan mata sudah berkaca-kaca," kasian Atha mungkin penyakitnya kambuh lagi" ucap bi iyem.
Adelio mengernyitkan keningnya,"maksud bibi Atha sakit?" tanya Adelio penasaran.
"iya tuan dia mengidap penyakit jantung bawaan lahir,setiap bulannya dia harus meminum obat saya jadi takut soal itu tuan" jawab bi iyem.
"katakan apa lagi yang bi iyem tau?" tanya Adelio.
Bi iyem pun memberitahu kalo sebenarnya Atha adalah anak kandungnya,sontak Adelio mendadak lemas seakan tubuhnya tidak bisa menopangnya lagi.
"sudah ku duga dia adalah anakku" ucap Adelio sambil menahan tangis.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...