Cinta Setelah Berpisah

Cinta Setelah Berpisah
Tamparan Jodi


__ADS_3

Marcel dan Mika sedang berbincang di kamar,keduanya saling berpelukan,Marcel mengusap punggung Mika yang sedang berbicara.


"jika anak kita sudah lahir,kamu mau kasih nama apa?",tanya Mika.


Marcel menjawab,"kalo soal nama aku serahkan pada mu".


"karena hasil USG anak kita perempuan maka aku ingin kasih nama Rachel,gimana menurut kamu bagus gak?",tanya Mika meminta pendapat suaminya.


"bagus,aku suka nama itu",jawab Marcel.


Mika tersenyum,dia sangat menanti kehadiran buah hatinya,dari perkiraan dokter kelahirannya tinggal menghitung hari.


"ngomong-ngomong apa urusan mu sudah selesai?",tanya Mika.


"lusa kita pulang sayang,sabar ya aku masih ada urusan untuk hari besok",jawab Marcel.


"baiklah,tapi kalo boleh besok aku mau pergi ke tempat pembelanjaan",ucap Mika.


"tapi aku tidak bisa mengantar mu sayang",ujar Marcel.


"tidak apa,aku akan mengajak Yura dan Alin istri Soni",kata Mika.


"aku ingin mengadakan perpisahan dengan mereka,karena lusa kita kan pulang",lanjut Mika.


"baiklah,tapi jangan terlalu lama karena kamu harus banyak istirahat,dan jangan lupa persiapkan yang harus kita bawa",Marcel mengingatkan Mika.


"oke",ucap Mika sambil mencium pipi Marcel.


Waktu terus berjalan,tidak lama kemudian Mika pun tertidur,Marcel yang menyadarinya dia melihat Mika dan mengusap perutnya.


"sayang aku yakin kamu akan kuat,dan untuk calon anakku sehat-sehat di perut mamah mu agar kita terus bersama-sama",ucap Marcel,dia tidak bisa menyembunyikan kesedihannya,pada akhirnya Marcel pun menangis karena ketakutannya semakin dekat.


Mika yang belum terlelap,dia dapat mendengar ucapan Marcel,Mika pun mengeluarkan air matanya,"maafkan aku,sudah hadir di kehidupan mu dan membiarkan mu dalam kesedihan",ucap Mika dalam hati.


...----------------...


Keesokan harinya,Yura,Mika dan Alin mereka sedang berada di sebuah gedung perbelanjaan,mereka sedang melihat-lihat pakaian bayi perempuan.


"coba lihat,ini bagus kan?",tanya Yura pada Alin dan Mika.


Mika dan Alin pun menoleh,"ini lucu sekali",ucap Alin.


"iya Ra,ini lucu sekali",ujar Mika.


"tapi sayang aku belum tahu jenis kelamin calon bayi ku",tutur Alin.


"kalo begitu bolehkan aku yang ambil?",tanya Mika pada Alin.


"boleh ambilah saja kak",ucap Alin sambil tersenyum.


"makasih ya",ucap Mika,lalu dia pergi ke tempat kasir.


Setelah selesai melihat-lihat,ketiga wanita itu pun memutuskan untuk pergi menuju tempat makan yang masih di sekitaran gedung itu.


Ketiganya memesan makanan dan minuman yang sama,sambil menunggu pesanan datang,Alin pamit pergi ke kamar kecil.

__ADS_1


"hai Lin",sapa seorang lelaki yang tengah menunggu Alin keluar dari kamar kecil.


Alin pun kaget saat melihat siapa lelaki itu,"Jo",ucap Alin.


Jo adalah mantan tunangan Alin yang pernah bertemu dengan Soni saat mereka bertemu waktu itu.


"lama tak jumpa,bagaimana dengan pernikahan mu sepertinya kamu sangat bahagia",ucap Jo.


"seperti yang kamu lihat kami sangat bahagia",ujar Alin.


Jo pun tersenyum,"bagaimana dengan tasnya kamu suka?",tanya Jo.


Alin pun tertegun,dari awal dia sudah menduga kalo tas itu pemberian Jo.


"terima kasih dengan tasnya,tapi sepertinya kamu tidak usah repot-repot membelikannya untukku",tutur Alin.


"itu hadiah pernikahan untuk mu,maaf aku telat memberikannya,semoga kamu senang",ucap Jo.


Mika dan Yura menunggu kedatangan Alin,"kenapa Alin lama sekali ya?",tanya Yura cemas.


"mungkin ngantri Ra",jawab Mika.


Yura tidak enak hati lalu dia memilih untuk menyusul Alin ke toilet.


"kalo gitu aku lihat Alin dulu",ucap Yura namun Mika mencegahnya.


"tunggu Ra,biarkan aku saja,soalnya aku ingin ke kamar kecil",ucap Mika.


"bagaimana kalo kita sama-sama saja",saran Yura.


"kalo kita pergi lalu pesanannya gimana?",tanya Mika.


"baiklah kalo begitu hubungi aku kalo ada apa-apa",pesan Yura.


"sip deh",ucap Mika lalu beranjak pergi.


Mika berjalan menuju kamar kecil,secara kebetulan die melihat Jodi yang tengah menghampirinya,Mika pun langsung mencari persembunyian untuk melarikan diri dari Jodi.


Dia berlari kecil,ke tempat yang dia rasa banyak orang agar Jodi terkecoh.


Dan betul,Jodi pun kehilangan jejak Mika,"sial kemana dia pergi",umpat Jodi.


Yura sedang menunggu Alin dan Mika,makanan yang dipesan sudah ada di depan mata,tapi kedua wanita hamil itu belum juga muncul.


"kalian kemana sih kok lama banget",gumam Yura cemas.


Yura hendak mencari keduanya,namun tiba-tiba saja Alin datang,"kak maaf ya aku lama".


Yura melihat Alin tapi dia tidak melihat Mika,"Lin,Mika kemana?",tanya Yura.


Alin pun mengernyitkan keningnya,"Kak Mika,aku tidak bertemu dengannya",jawab Alin.


"tapi tadi dia pergi mencari mu,katanya sekalian ke kamar kecil",ucap Yura.


"tapi benar kak,aku tidak melihatnya di toilet",ujar Alin,dan Yura pun menjadi cemas dan dia memutuskan untuk mencari Mika.

__ADS_1


"kalo begitu aku akan cari Mika",ucap Yura.


"aku ikut kak",ujar Alin dan mereka berdua pergi mencari Mika.


Masih di tempat yang sama,Mika berlari ke arah parkir mobil kebetulan di sana keadaannya sangat sepi,dia hendak pergi karena dia tidak mau Jodi melihatnya.


Mika mencoba mencari mobil Yura namun dengan ketakutan dia tidak menemukannya,dan Mika berinisiatif menelepon Yura namun tiba-tiba seseorang perampas ponselnya.


Mika pun terkejut saat melihat orang yang mengambil ponselnya,Mika menutup mulutnya.


"Mika aku ingin bicara padamu",ucap Jodi.


Mika pun ketakutan,dia mencoba menghindar dari Jodi,ternyata Jodi sedari tadi mengintainya .


"jangan mendekat Jodi,tidak ada yang harus di bicarakan,biarkan aku pergi",pinta Mika sambil tubuhnya bergetar.


"beri aku waktu untuk menjelaskannya Mika",ucap Jodi.


"penjelasan apa lagi Jodi",tanya Mika.


"aku memang benar ingin menghancurkan Adelio,tapi aku punya alasan tersendiri",jawab Jodi.


Mika menarik nafas,"aku tidak perduli penjelasan mu,sebaiknya kamu menyerah saja kalau kamu ingin selamat",ucap Mika.


Jodi menggelengkan kepalanya,"aku tidak akan menyerah,aku ingin dia merasakan apa yang aku rasakan",ujar Jodi.


"seharusnya kamu berpikir,jika Adelio berbuat kasar padamu anggap saja itu sebagai hukumanmu,karena kita lebih dulu mengkhianatinya,tidak ada asap kalo tidak ada api",jelas Mika.


Jodi tersenyum tipis dia mendekati Mika dengan perlahan,begitu juga dengan Mika dia melangkah mundur.


"apa yang akan kamu lakukan Jodi?",tanya Mika.


Jodi pun menghentikan langkahnya dan mencekal tangan Mika,"ayo ikut aku",ucap Jodi sambil menarik tangan Mika.


"lepas Jodi",pinta Mika.


"tolong....",teriak Mika namun Jodi melihat ke sekeliling parkiran dia takut ada orang yang mendengar teriakan Mika.


"jangan berisik Mika,aku tidak akan menyakitimu",ucap Jodi.


"aku tahu siapa kamu dasar lelaki jahat,tolong...",teriak Mika lagi dan akhirnya Jodi pun menampar pipi Mika.


plaak...


Mika pun langsung berhenti berteriak,seketika dia memegang pipinya,matanya memerah dan berkaca-kaca.


Jodi pun jadi terkejut karena tamparannya terhadap Mika,"maaf kan aku Mika",ucap Jodi menyesali perbuatannya.


Mika tidak berbicara lalu dia berlari meninggalkan Jodi.


Jodi pun tidak tinggal diam,dia mengejar Mika sampai ke jalan,Mika dengan tergesa pergi karena dia tidak mau Jodi mengejarnya.


"Mika tunggu aku",teriak Jodi.


Mika pun terus berlari dan pada saat Mika menyebrang jalan tiba-tiba sebuah mobil menyenggol tubuhnya sampai terjatuh ke aspal.

__ADS_1


"Mika....",teriak Jodi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2