
Yura benar-benar seperti di sambar petir,kakinya lemas tak ada tenaga,air matanya mulai keluar dan dia hanya menatap layar ponselnya,entah apa yang ada di pikirannya saat ini,ketika Adelio berciuman dengan wanita lain yang membuat tubuhnya bergetar hebat sampai ponsel yang dia pegang terjatuh ke lantai.
Jodi yang melihat Yura seketika menyunggingkan bibirnya,dia berpikir kalo rencana Lorenza kali ini berhasil namun belum sepenuhnya karena dia tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.
Di rumah pak Amin menghubungi Andre,dia memberi tahu kalo Yura sedang pergi bersama Jodi mantan asisten Adelio.
Andre pun bergegas mencari Yura,dia mencari kemana-mana tapi belum juga menemukan Yura.
Di waktu yang sama Andre menerima informasi kalo Lorenza dan Jodi sedang merencanakan sesuatu,dan Andre meyakini kalo rencana mereka untuk menghancurkan reputasi Adelio.
Di tengah perjalanan Andre melihat Yura berjalan gontai,tatapannya kosong dan hampir saja sebuah motor menabraknya namun dengan sigap Andre menarik tangan Yura.
"awas...",teriak Andre.
Jantung Andre berdetak kencang karena hampir saja Yura tertabrak.
"kamu kenapa Ra?",tanya Andre sambil menggoyangkan tubuh Yura.
Yura hanya terdiam,sepertinya dia enggan berbicara,Yura melepaskan tangan Andre dari tangannya,lalu dia pergi begitu saja.
Andre yang melihat tingkah Yura merasa heran,dia langsung menghubungi Adelio namun ponselnya tidak aktif.
"sial,kenapa ada acara tidak aktif segala",Andre menggerutu.
Lalu Andre berinisiatif menghubungi Soni,tapi Soni tidak mengangkatnya.
"ini lagi kenapa tidak diangkat",ucap Andre kesal.
Dan akhirnya Andre memutuskan untuk mengikuti Yura.
Setelah setengah jam berjalan kaki akhirnya Yura sampai dirumahnya yang di ikuti Andre dari belakang,Yura langsung pergi menuju kamarnya,dia menaiki anak tangga,tapi kakinya terasa berat untuk melangkah sampai Yura terjatuh namun dia berusaha bangkit lagi.
Mia yang hendak membantunya di cegah oleh Andre,"biarkan dia sendiri dulu",ucap Andre pada Mia.
Bi Iyem,Mia dan pak Amin,heran melihat sikap Yura yang tidak seperti biasanya.
"nak Andre sebenarnya ada apa?",tanya Bi iyem.
Andre menjawab,"saya tidak tahu pasti,tapi saya yakin ini ada hubungannya dengan Jodi".
"Jodi?,siapa dia?",tanya Mia.
__ADS_1
"Jodi adalah mantan asisten bos yang selingkuh dengan nona Mika",jawab Andre.
...----------------...
Di tempat lain Adelio baru saja keluar dari sebuah perusahaan milik kliennya,dia berniat untuk pergi ke kamar hotelnya namun Lorenza sudah lebih dulu menunggunya.
"siang pak Adel",sapa Lorenza.
Adelio menatap Lorenza tajam,dia masih kesal dengan sikap wanita itu semalam,"pak Adel saya mau minta maaf tentang semalam karena sudah mencium bibir anda",ucap Lorenza.
"sikap anda sudah keterlaluan nona,dan saya putuskan untuk menolak bisnis yang anda tawarkan dan tolong jangan datang lagi sebelum anda menyesal",Adelio secara terang-terangan menolak Lorenza,kelakuan Lorenza yang semena-mena tidak bisa di maafkan oleh Adelio karena sudah kelewat batas.
"tapi tuan,saya benar-benar minta maaf,saya janji tidak akan mengulanginya lagi",ucap Lorenza memohon,Adelio tak menanggapinya dia langsung pergi.
"tuan tolong beri aku kesempatan sekali lagi",ucap Lorenza sambil mengejar Adelio.
Pria itu tetap acuh dan tetap melangkahkan kakinya,namun tangan Lorenza menghentikannya,dia memeluk Adelio dari belakang.
Seketika Adelio terhenti dan melepaskan pelukan Lorenza,"apa yang kau lakukan",teriak Adelio marah,dan orang-orang sekitar pun menoleh ke arahnya.
Lorenza pun sangat terkejut melihat kemarahan Adelio.
"hei,dengarkan aku jangan pernah mengusikku lagi,dan enyah lah dari hadapan ku",ucap Adelio penuh amarah.
Tidak menunggu lama,Adelio langsung pergi meninggalkan Lorenza.
Lorenza sendiri merasa ketakutan,tubuhnya pun bergetar hebat,baru kali ini ada seorang pria yang berani memarahinya,dan akhirnya Lorenza pun pergi.
Sampainya di kamar hotel,Adelio mengusap wajahnya dengan kasar.
Adelio berpikir kalau dirinya harus pulang hari ini juga,karena tidak mungkin dia menunggu esok hari apalagi urusannya sudah beres.
Di tempat lain Lorenza minum segelas air dengan rakus lalu dia melemparkan gelas itu ke dinding,dia marah karena rencananya meleset,yang dia anggap Adelio akan jatuh kepelukannya dengan cara merayunya namun semua itu hanya harapan belaka,karena Adelio bukan Adelio yang dulu yang mudah di taklukan dengan sekali belaian.
"susah payah aku mengikuti mu ke sini hanya untuk mencari perhatian mu tapi apa yang kudapatkan aah...",ucap Lorenza lalu berteriak.
"baiklah kalo ini mau mu akan ku lakukan",Lorenza berbicara sendiri.
Adelio sudah mengemasi pakaiannya,dan dia hendak pergi namun ketika Adelio membuka pintu,Lorenza sudah berdiri di depan pintu.
Lorenza langsung mendorong dada bidang Adelio sampai masuk lagi kedalam lalu dia menutup pintu dan menguncinya.
__ADS_1
Lorenza dengan sengaja merobek lengan bajunya,tidak hanya itu dia juga membuka celana jeansnya sampai tubuh putihnya terpampang di hadapan Adelio.
"apa yang kau lakukan?",tanya Adelio terkejut melihat Lorenza yang seperti kerasukan setan.
Lorenza melangkah sedikit demi sedikit ke hadapan Adelio,dan Adelio pun berusaha menghindarinya,namun tangan Lorenza sudah berada di lehernya.
"ayo kita lakukan sayang",ucap Lorenza lalu mencium bibir Adelio dengan rakus.
Adelio pun mencoba melepaskannya,"lepaskan wanita murahan",ucap Adelio.
Lorenza pun semakin tertantang dengan penolakan Adelio,tidak banyak bicara dia langsung membuka paksa kancing kemeja yang dikenakan Adelio.
Dan Adelio pun mencoba menahannya tapi karena Lorenza lebih dulu akhirnya pakaian Adelio pun terbuka.
"hentikan Lorenza,apa sebenarnya mau mu?",tanya Adelio.
"aku menginginkan bercinta dengan mu,karena aku mencintai mu,aku ingin memilikimu",jawab Lorenza.
"jangan bohong,kau adalah suruhan Jodi kan!",ucap Adelio.
Lorenza sedikit terkejut,tapi dia tidak mau menunjukkannya.
"aku tidak tahu siapa Jodi,dan aku tidak kenal dia",ucap Lorenza.
Adelio tersenyum,"jangan berpura-pura karena aku sudah tahu kartu mu",ujar Adelio.
Lorenza menatap Adelio,bukan hanya sebagai suruhan Jodi,tapi dia juga berharap Adelio dan hartanya menjadi miliknya.
Lorenza menatap Adelio dengan lapar,dia benar-benar sudah tidak berpikir waras karena ambisinya,Lorenza meraba dada Adelio,namun Adelio menepisnya.
Lorenza mendorong lagi Adelio sampai Adelio terbaring di sofa,dengan sigap Lorenza menaiki tubuh Adelio dan mencium di bagian leher untuk memberi rangsangan.
Namun dengan sekuat tenaga Adelio mendorong Lorenza sampai terjatuh ke lantai.
"hentikan...",teriak Adelio dengan mata yang sudah merah.
"kau lakukan sekali lagi,aku tidak akan segan-segan membunuhmu",ucap Adelio mengancam Lorenza.
Setelah berkata seperti itu Adelio pun pergi dari kamarnya.
Lorenza tersenyum licik,"lihat saja apa yang akan terjadi",ucap Lorenza.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...