
Mika sedang mondar mandir sambil memikirkan sesuatu agar Yura keluar dari rumah Adelio.
Mia yang sedang bekerja pun sesekali melihat ke arah Mika,"apa dia tidak punya pekerjaan dari tadi kesana kemari" gumam Mia yang terdengar oleh Mika.
"kamu bicara apa?" tanya Mika.
Mia menjawab,"saya tidak bicara apa-apa nyonya",Mia mengelak.
"aku heran dengan art di sini,tidak punya tata rama" ketus Mika sambil beranjak pergi.
"ih dasar nenek lampir bisanya cuman marah-marah" ucap Mia kesal.
Bi iyem menghampiri Mia yang sedang bekerja sambil menggerutu,"Mi...kamu kenapa sih dari tadi mulutnya komat kamit?" tanya bi iyem.
"abisnya kesal sama perempuan itu masa dia bilang art di sini tidak punya tata rama" jawab Mia.
Bi iyem menggelengkan kepalanya dan berkata,"sudah jangan terlalu di dengar kita kan bekerja di sini".
"iya kita bekerja di sini tapi dia kan bukan majikan kita" ketus Mia.
"ya sudah sebaiknya kamu sarapan dulu biar perut kenyang hati pun senang" ujar bi iyem.
"iya bi..." Mia pun pergi ke dapur dan bi iyem langsung mengikuti Mia.
Di kamar Mika masih saja memikirkan rencana jahatnya,"aha...aku ada ide" ucap Mika yang sudah menemukan ide nya.
"lihat saja kau akan berlutut memohon di hadapan ku" gumam Mia.
Adelio dan Yura berjalan kaki bersama,Adelio mulai membuka obrolan,"hari ini ada waktu tidak?" tanya Adelio.
Yura menjawab,"seperti biasa saya harus bekerja di rumah anda".
"bisa tidak sehari meluangkan waktu untuk kita pergi bersama" ujar Adelio,Yura pun menghentikan langkahnya,"tuan saya ini asisten tuan,bukan pendamping tuan" ucap Yura yang keluar begitu saja.
Adelio pun terdiam saat mendengar ucapan Yura,"maaf bukan begitu maksud saya" ujar Yura.
"tidak apa-apa aku ngerti kok,sebaiknya kita lanjutkan jalan kakinya sebentar lagi sampai" ujar Adelio dan langsung berjalan kembali.
Yura merasa tidak enak hati karena ucapannya dan akhirnya dia langsung mengikuti Adelio.
"ini mulut kenapa gak bisa dijaga" gumam Yura.
Mereka sudah sampai di depan gerbang rumah,Adelio langsung pamit pada Yura,"aku berangkat kerja".
"tuan..." ucap Yura.
Adelio menoleh ke arah Yura,"iya..."
__ADS_1
"tuan akan mengajakku kemana?"tanya Yura.
"aku akan mengajakmu ke KUA" batin Adelio.
"kenapa kamu bertanya hal itu,apa kamu berubah pikiran?" tanya Adelio balik.
"tidak saya hanya ingin tahu" jawab Yura.
"aku akan membawamu pergi ke tempat dimana kamu merindukan seseorang" jawab Adelio.
Yura mengernyitkan keningnya dia tidak tahu dengan ucapan Adelio.
"kalo kamu bersedia kita akan pergi besok pagi" ucap Adelio.
"saya akan usahakan tuan" ujar Yura.
"baiklah kalo begitu kamu persiapkan saja karena kita akan menginap satu hari di sana" tutur Adelio lalu dia masuk kedalam mobil.
Yura bertanya-tanya dalam hati,sebenarnya apa tujuan pria yang tadi bersamanya yang tiba-tiba mengajaknya pergi.
"akhirnya kesempatan itu akan datang" ucap Adelio senang,supir Adelio pun tersenyum sambil geleng-geleng saat melihat tuannya begitu kegirangan.
Yura sudah berada di dalam rumah,dia langsung membantu bi iyem di dapur.
"sudah pulang Ra..." ucap bi iyem.
Bi iyem menjawab,"tuh dia lagi bersihin makanan sambil ngomel-ngomel".
Yura menoleh ke arah pintu menuju arah kamar asisten,"kenapa dia ngomel bi?" tanya Yura lagi.
"bibi juga gak tahu persis,cuman dia lagi kesal sama nyonya Mika" jawab bi iyem.
"ehm pasti nyonya Mika ngatain Mia ya" ujar Yura.
"emang iya Ra..." ucap bi iyem.
"kalo kerja jangan sambil bergosip,mulai sekarang kalau Adelio tidak ada aku yang akan mengawasi kalian,ingat kalian bekerja di sini di gaji" tutur Mika yang tiba-tiba datang menghampiri Yura dan bi iyem.
"apa hak nyonya berbicara seperti itu,tuan Adelio tidak memerintahkan itu pada kami" timpal Mia yang sudah berada di dapur.
"ini kebijakan baru,apa kalian tahu aku istri tuan kalian" ujar Mika.
bi iyem dan Mia saling lirik,sedangkan Yura dia hanya menunduk.
"dan untuk kamu jangan pernah mendekati atau mencoba merayu Adelio lagi atau kamu aku pecat" jelas Mika.
Mia dan bi iyem pun terkejut,"maaf nyonya teman kami tidak pernah merayu tuan Adelio" ucap Mia membela Yura.
__ADS_1
"benar nyonya,tuan Adelio sendiri yang selalu perhatian pada Yura dan anaknya",bi iyem ikut membela.
Mika tertawa,"ha...ha...kalian sudah di bodohi jelas-jelas dia seorang penggoda,lalu apa kalian bertanya siapa ayah dari anaknya itu?" tanya Mika sengaja memancing kedua asisten Adelio.
Yura sudah mengepalkan tangannya rasanya dia ingin mencabik-cabik mulut Mika namun dia berusaha tetap tenang.
"kenapa anda tiba-tiba membahas soal anak saya,apa hubungannya dengan anda,oh saya tahu pasti anda takut dengan kehadiran Atha kan" tutur Yura.
"apa saya harus memberitahu ayahnya sekarang juga!" lanjut Yura dengan berani.
Mia dan bi iyem pun keheranan dengan ucapan Yura,"saya tahu nyonya tidak menginginkannya jadi jangan coba-coba mengusik saya dan anak saya" Yura memberi peringatan terhadap Mika lalu dia pergi meninggalkan ketiga orang itu.
Mia dan bi iyem pun mengikuti Yura,dan kini Mika sendiri di dapur,wajahnya sudah memerah menahan amarahnya.
"oh jadi dia anak kandung Adelio,tapi Adelio belum mengetahuinya,terima kasih Yura kamu sudah memberi tahu ku" ucap Mika tersenyum licik.
Bi iyem dan Mia sudah berada di kamar Yura,mereka mengintrogasi Yura karena penasaran dengan ucapan yang dilontarkan Yura.
"sebenarnya apa hubungan kamu dengan tuan Adelio,lalu kenapa nyonya Mika bisa berkata seperti itu tentang Atha?" tanya bi iyem.
"iya Ra...kamu boleh bercerita pada kami" ucap Mia.
Yura menghela nafasnya lalu berkata,"sebenarnya tuan Adelio adalah mantan suami ku" jawab Yura.
Bi iyem dan Mia sontak terkejut,"kok bisa" ucap Mia.
Sudah terlanjur tahu Yura akhirnya dia menceritakan kisah hidup dan rumah tangganya bersama Adelio.
"benar benar ya nenek sihir itu,dia sudah mengatai mu perebut suami orang padahal dialah pelakor yang sebenarnya" ucap Mia sambil mengepalkan tangannya.
"lalu apa tuan Adelio mengetahui kalau Atha adalah darah dagingnya?" tanya Mia,Yura pun menggelengkan kepala.
"Ra sebaiknya kamu cepat-cepat beri tahu tuan Adelio,sebelum dia mencarinya sendiri",saran bi iyem.
"aku takut bi...aku tidak mau terjadi sesuatu pada anakku" keluh Yura.
"maksud kamu?" tanya Mia.
"Mi,kalian tidak tahu siapa Mika dia akan berbuat apa pun demi keinginannya,tadi aku juga keceplosan karena terpancing olehnya" lirih Yura.
"yang sabar ya Ra...kita janji kita akan menjaga Atha dengan baik dan tidak ada seorang pun yang akan menyakitinya" ucap bi iyem menenangkan Yura.
"makasih bi...Mi...aku sekarang punya kalian yang akan melindungi dan memberi dukungan,kalian seperti keluarga ku sendiri" ucap Yura.
Bi iyem,Mia dan Yura saling berpelukan menguatkan Yura.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1