Cinta Setelah Berpisah

Cinta Setelah Berpisah
Calon menantu


__ADS_3

Atha memeluk Tiwi dengan erat,dia sangat merindukan wanita itu,begitu pula Tiwi,dia membiarkan Atha memeluk tubuhnya,Tiwi merasa tenang jika berada di dekat Atha.


Atha mulai melepaskan Tiwi dengan perlahan,lalu dia menatap wajah Tiwi.


"aku tidak tahu harus berkata apa,tapi yang jelas aku sangat senang bertemu lagi dengan mu,jadi tolong lah jangan menghindari ku,apa lagi harus resign dari perusahaan,aku yakin kalo kamu membutuhkan uang",ucap Atha.


"aku takut kehadiran ku membuatmu merasa tidak enak,apa lagi setelah kamu mengetahui kalo aku menyukai mu",tutur Tiwi.


"aku yakin kalo perasaan ini tidak akan terbalas dan aku memutuskan untuk pergi saja darimu,jika aku terus bersama mu,maka perasaan ini akan semakin terluka,jadi aku mohon biarkanlah aku pergi dan jangan pernah mencari ku lagi",lanjut Tiwi.


Atha terdiam,lalu dia menggenggam tangan Tiwi.


"aku tahu akan hal itu,tapi apa kita tidak akan mencobanya?",tanya Atha yang membuat Tiwi terdiam.


"aku juga tahu semua ini tak mudah bagi mu untuk menyimpan perasaan yang begitu lama,aku pun pernah merasakannya",tutur Atha.


"jadi marilah kita coba dan kamu harus membuatku selalu jatuh cinta padamu",lanjut Atha.


Tiwi memandang wajah Atha,lalu dia mengeluarkan air matanya,sedangkan Atha semakin erat menggenggam tangan Tiwi,berharap kalo Tiwi akan menerima ajakannya.


"aku butuh keyakinan mu,karena bagi ku ini tidak hanya sekedar percobaan dan bukan mainan",ujar Tiwi.


Atha tersenyum,"soal cinta memang belum sepenuhnya ada tapi keyakinan ku sudah bulat,dan aku yakin kalo aku akan mencintai mu dan menyayangimu,maka dari itu mari kita jalin hubungan ini dengan pernikahan",tutur Atha.


Tiwi diam terpaku,dia terkejut saat mendengar ucapan Atha.


Atha menyeka air mata di pipi putih Tiwi,"aku akan berusaha untuk mencintai mu,dan aku harap kamu bisa membantu ku",ucap Atha.


Tiwi memeluk Atha dengan erat sambil menangis,"sekarang aku mulai merasa kalo aku tak sendiri di dunia ini",ucap Tiwi sambil terisak menangis.


Atha tersenyum lalu membelai rambut Tiwi,"aku janji akan selalu ada untukmu",ucap Atha dalam hati.


...----------------...


Atha dan Tiwi masih berada di dalam kamar hotel,Atha membantu Tiwi mengoleskan salep pada luka lecetnya.


"aw...pelan-pelan",rengek Tiwi kesakitan.


"tahan,ini juga hampir selesai",ucap Atha.


"kenapa sih kamu menyiksa diri sendiri sampai luka seperti ini,kenapa juga tak meminta bantuan ku",lanjut Atha.


"aku malu",


"jadi karena malu,kamu rela seperti ini",ucap Atha.

__ADS_1


"selama ini aku mencari kamu,sampai aku hampir putus asa,sebenarnya kamu tinggal dimana?",tanya Atha.


"aku tinggal di jalanan,setiap malam selalu mencari tempat tidur,dan siang harinya berjalan dan tidak memiliki tujuan",jawab Tiwi.


"sebenarnya,waktu aku melihat mu di apartemen,itu tidak sengaja,karena aku juga tinggal di sana",tutur Atha.


"apa kamu tinggal di sana?",Tiwi terkejut.


"iya,dan pagi harinya aku ingin menemui mu tapi kamu sudah pergi dan teman mu itu memberitahuku kalo kamu sudah tak memiliki orang tua,asal kamu tahu,saat aku mendengar hal itu,perasaan ku terasa hancur,dan akhirnya aku memutuskan untuk mencari mu",


"pada waktu itu aku pergi ke kantor dan tak aku sangka,kalo kamu tidur di sana,dan melihat sebuah buku deary milikmu,dan di sana aku mengetahui kalo kamu menyukaiku",tutur Atha.


"kok kamu sembarang baca sih,itu kan buku pribadiku",ucap Tiwi.


"suruh siapa nyimpan buku sembarangan",ujar Atha.


"ih kamu ya",Tiwi mencubit pipi Atha.


"aw...sakit tahu",rengek Atha.


"biarin itu hukuman untuk orang yang sembarangan membaca buku ku",ujar Tiwi.


Atha tersenyum lalu mengacak-ngacak rambut Tiwi.


"aduh kan jadi berantakan"ucap Tiwi sambil merapihkan rambutnya.


"yup,mereka kedua orang tuaku dan calon mertuamu",jawab Atha.


Tiwi tersenyum malu,"memangnya gak kecepatan kalo kita menikah?",Tiwi bertanya lagi.


"aku gak mau lama-lama pacaran,aku mau kita memiliki hubungan dalam pernikahan,biar bebas",jawab Atha.


"bebas apa?",


"ya bebas menyentuh kamu",ucap Atha sambil menggelitik pinggang Tiwi.


"aw...jangan",teriak Tiwi kegelian.


"tapi apa mereka akan menerima ku?",


"mereka orang baik,aku yakin kalo mereka akan menerima mu",jawab Atha.


Tiwi tersenyum lalu mencium bibir Atha dengan lembut.


Sedangkan Atha diam terpaku,dia terkejut dengan serangan Tiwi yang tiba-tiba.

__ADS_1


Jantung Atha berdegup kencang,tubuhnya terasa panas,dengan perlahan dia menikmati serangan Tiwi lalu memejamkan matanya.


Kini ciuman mereka semakin panas,namun dengan sadar Atha melepaskannya karena dia tidak mau merusak Tiwi,dan dia juga tidak mau terjerumus kedalam hal-hal yang negatif.


"kenapa?",tanya Tiwi yang merasa heran.


"tolong jangan lakukan lagi sebelum kita menikah,aku takut tak bisa mengendalikan diri ku sendiri",jawab Atha.


"maaf,aku tak akan mengulanginya lagi",ucap Tiwi,dia merasa malu karena sudah berani melakukan hal itu pada Atha.


Tiba-tiba ponsel Atha berdering,ternyata itu dari Yura karena Atha tak kunjung kembali.


"aku harus kembali ke kamar orang tua ku,bersiaplah karena malam ini kita makan bersama,dan aku akan membahas soal hubungan kita",ucap Atha.


"aku takut",rengek Tiwi.


"apa yang di takutkan,mereka bukan singa atau hantu",ujar Atha menggoda Tiwi.


"bukan seperti itu,aku takut mereka tak menyukaiku",ucap Tiwi.


"yakinlah kalo kamu bisa melewati itu,pokoknya aku akan menghubungi kamu lagi",ucap Atha lalu dia pergi karena tidak mau membuat orang tuanya menunggu.


Tiwi memandang Atha yang semakin menjauh,dia begitu bahagia saat ini,dan dia tidak menduganya bisa bertemu lagi dengan Atha.


"apa aku sedang mimpi?",tanya Tiwi pada diri sendiri sambil mencubit pipinya.


"ini nyata,ya tuhan terima kasih",ucap Tiwi kegirangan.


...----------------...


Adelio,Yura,Atha dan Tiwi sedang menikmati makam malam di sebuah restauran,Yura sangat memperhatikan putranya yang terlihat ceria.


Begitu pula Adelio,dia merasa kalo Atha sedang berbahagia,namun dia tahu apa yang membuatnya sebahagia ini.


"ayah ibu,sebenarnya aku ingin memperkenalkan seseorang",ucap Atha.


"oh ya,kamu juga mengundang seseorang kesini?",tanya Yura.


"iya bu,dia calon menantu ibu",jawab Atha.


Yura mengehntikan makannya,"apa benar,dimana dia sekarnang,ayo perkenalkan pada ibu",ucap Yura tak sabar.


Atha terseyum,lalu dia menggenaggam tangan Tiwi,Adelio dan Yura saling melirik,"ayo kenalkan dirimu pada ayah dan ibu",ucap Atha.


Tiwi tak berkutik dia merasa gugup menghadapi kedua orang tua Atha.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2