
Bi iyem pergi menemui Yura yang sedang di kamarnya,"Ra...Tuan sudah pergi kamu boleh membersihkan kamarnya sekarang" ucap Bi iyem.
"iya bi,sebentar lagi saya ke sana"
"ada kabar gembira loh buat kamu" ujar Bi iyem.
"kabar gembira apa bi?" tanya Yura penasaran dan bi iyem pun menceritakan kalo Yura mulai hari ini menjadi asisten pribadi Tuannya dan Atha pun di perbolehkan tinggal di rumah itu.
"makasih bi sudah membantu ku" ucap Yura senang.
"iya sama-sama"
"ibu,jadi kita akan selalu bersama" ucap Atha
"iya nak kita akan selalu bersama,tapi kamu harus ingat jangan membuat ulah di sini ya" pesan Yura.
"hore...."
"lihat anak mu sampai kegirangan seperti itu" ucap Bi iyem.
"iya bi..." Yura pun ikut senang.
Di kediaman Soni,Mika sedang mengintrogasi seorang pembantu yang bekerja di rumah Soni,"aku mau tanya apa Tuan Adelio sering kesini?" tanya Mika.
"kemarin Tuan Adelio datang berkunjung,memangnya ada apa nyonya?"
"tidak apa-apa,saya ingin bertemu dengan Soni"
"maaf Tuan Soni tidak bisa di ganggu beliau masih Istirahat"
"jam segini masih tidur,apa dia tidak ke kantor" ketus Mika.
"bukan urusanmu aku ke kantor atau tidak" tiba-tiba terdengar suara Soni yang sedang menghampiri Mika dan pembantunya.
Soni memberi kode pada art nya untuk masuk kedalam.
"selamat pagi son,apa kamu ada waktu?"
"aku sangat sibuk sebaiknya cari waktu lain saja"
"sebentar saja,apa kamu tahu Adelio pergi kemana?" tanya Mika.
__ADS_1
"untuk apa kamu mencari dia,bukan kah kalian akan bercerai?" Soni balik tanya.
"itu bukan urusan mu,katakanlah dimana dia sekarang,aku sangat membutuhkannya"
"hentikan semunya Mika,jangan ganggu lagi sepupuku biarkan dia bahagia"
"aku tidak mengganggunya,aku hanya ingin memperjuangkan cinta ku saja"
Soni tertawa,"ha...ha...memperjuangkan cinta,apa aku gak salah dengar"
"sudah lah sebaiknya kamu jangan terus berharap,Adelio tidak mungkin dia kembali lagi padamu"
Mika memandang Soni dengan kesal,"aku akan pastikan dia kembali lagi kepelukanku" ucap Mika percaya diri lalu dia pergi meninggalkan Soni.
"selamat berjuang" teriak Soni sambil tertawa.
"memangnya siapa dia,coba-coba menghakimiku,awas saja Adelio aku akan menemukanmu" ucap Mika ketika sudah berada di dalam mobil.
Di paviliun Jodi yang sudah sadar dia melihat sosok Mika yang sedang berbicara dengan Soni,"Mika...aku di sini...Mika..." teriak Jodi ketika melihat Mika dari arah jendela.
Soni yang mendengar teriakan Jodi langsung menyuruh anak buahnya untuk membuat dia pelajaran karena sudah berteriak.
Adelio membuka pintu lalu dia cepat-cepat merebahkan tubuhnya di ranjang kebesarannya,wajahnya menatap langit-langit dia memikirkan sesuatu,dia teringat akan Yura dan Atha,"kalian dimana" ucap Adelio.
Sedangkan Yura dia sedang menemani putranya belajar,"kamu pintar nak...minggu depan ibu akan mendaftarkan mu kesekolah,jadi kamu punya kegiatan nantinya"
"hore....aku akan mempunyai banyak teman" ucap Atha kegirangan.
"sst...jangan berisik sayang nanti yang lain terganggu"
"maaf bu..."
"ya sudah kalo begitu ibu tinggal kerja dulu ya"
Yura keluar dari kamar lalu dia menghampiri bi iyem yang sedang memasak untuk makan malam.
"bi Tuan muda sudah datang?" tanya Yura.
Bi iyem menghentikan aktivitasnya saat mendengar pertanyaan Yura.
"Ra...kamu gimana sih Tuan muda sudah datang dari tadi"
__ADS_1
"apa..." Yura terkejut.
"lalu aku harus bagaimana bi..." lanjut Yura ketakutan.
"sebaiknya kamu naik keatas siapa tahu Tuan membutuhkan sesuatu"
"iya bi"
Yura pun pergi ke kamar Tuannya,tok....tok...
Yura mencoba mengetuk pintu,"Tuan ini saya".
"masuk" teriak Adelio.
Yura pun membuka pintu lalu masuk,terlihat seorang lelaki berbadan tegap,sedang menghadap ke arah jendela,"kamu dari mana saja?" ucap Adelio marah.
"maaf Tuan saya tadi...."
"aku kan sudah bilang kamu adalah asisten pribadiku kenapa lalai sekali?"
"mulai besok aku gak mau kamu mengulangi kesalahan semacam ini lagi"
"baik Tuan..."
"hari ini aku memaafkanmu sebaiknya kamu kembali" titah Adelio.
"iya Tuan permisi" ucap Yura sambil menutup pintu.
Yura dan Adelio sama-sama merasa kenal satu sama lain dengan suara mereka,namun keduanya belum menyadari,"dengar suaranya kok kaya gak asing ya" gumam Yura.
"mirip suara Yura" ucap Adelio setelah membalikkan badannya.
Yura kembali menghampiri bi iyem,"kamu tidak apa-apa Ra...?" tanya bi iyem.
Yura menggelengkan kepalanya,"gak apa-apa bi"
"di maklum ya kalau dia marah,kita kan hanya pembantu" ujar bi iyem.
"semua ini salah ku kok bi"
"ya sudah sebaiknya bantu bibi siapkan semuanya di meja".
__ADS_1