Cinta Setelah Berpisah

Cinta Setelah Berpisah
Persiapan pernikahan Soni


__ADS_3

Gemerincik hujan menemani aktivitas kedua sejoli yang sedang di mabuk cinta,sepasang suami istri sedang mandi keringat dengan nafas yang tidak teratur.


Erangan demi erangan keluar begitu saja dari mulut mereka,cengkraman Yura begitu kuat di punggung suaminya yang menandakan aktivitas mereka sudah mulai terhenti.


Adelio terkulai lemas di samping istrinya,dia menatap Yura yang sedang mengatur nafasnya,Adelio tersenyum,"terima kasih sayang",ucap Adelio.


"sama-sama",jawab Yura,dan kini mereka pun berpelukan kembali.


Malam ini Adelio benar-benar bahagia karena Yura menepati janjinya untuk memberikan apa yang tidak akan Adelio lupakan.


"sayang kapan kita berbulan madu?",tanya Adelio.


"bukan kah setiap malam berbulan madu?",Yura balik tanya.


"ini beda lagi sayang,aku ingin kita berlibur bersama sambil berbulan madu",jawab Adelio.


"bukannya tidak mau tapi aku berat meninggalkan Atha,apa lagi dia sudah sekolah",ucap Yura dengan alasannya.


"ehm sebenarnya satu bulan lagi aku ada bisnis ke luar negri dan aku mau kamu dan Atha juga ikut karena aku tidak bisa meninggalkan kalian di rumah dalam waktu yang lama",ucap Adelio.


"memangnya berapa hari kamu pergi?",tanya Yura.


"kurang lebih satu minggu",jawab Adelio.


"ehm kita lihat saja nanti,mudah-mudahan aku bisa",ucap Yura.


"usahakan sayang,aku ingin memberikan hadiah pada Atha",kata Adelio.


"hadiah apa sayang?",


"aku ingin memberikan dia seorang adik",bisik Adelio.


"alasan",gumam Yura,Adelio hanya tersenyum.


"sayang,kalau besok-besok seperti ini lagi bisa kan?",tanya Adelio.


"boleh asal tahu waktu dan tempat",jawab Yura.


"tapi kan biar ada sensasi",ujar Adelio.


Yura menghela nafasnya,"selalu saja seperti itu",Yura menggerutu.


"tidak apa-apa kita kan sudah menjadi suami istri",kata Adelio.


"ya terserah kamu saja,ayo kita tidur nanti besok kesiangan",ajak Yura sambil memejamkan matanya.


Keesokan harinya Adelio pergi ke cafe,karena Alex yang mengundangnya.


"ada apa tuan Alex ingin bertemu dengan saya?",tanya Adelio.


"saya ingin membicarakan soal sepupu anda tuan Soni",jawab Alex.


"soal itu,dia sudah memberi tahu saya",ucap Adelio.


"itu lah yang saya tidak mengerti,kenapa tuan Soni menyeret anda untuk permasalahan saya dan perempuan itu,apa lagi membawa-bawa perusahaan",Alex mencoba menanam benih kebencian pada Adelio supaya dia ikut termakan dengan ucapan Alex.


"sebelumnya saya minta maaf,kalo wanita yang bernama Alin adalah wanita yang di sukai sepupu saya,tepatnya wanita itu guru dari anak saya".


"dan saya akan memberi sebuah dukungan pada tuan Soni bagaimana pun dia adalah keluarga saya satu-satunya,jadi saya harap tuan mengerti",pinta Adelio.


"tapi bagaimana dengan urusan saya dengan keluarga wanita itu,saya sudah memberikan segalanya untuk mereka",ucap Alex.


"kalau menurut saya,lebih baik tuan ikhlaskan saja,kan sebagai manusia kita harus tolong menolong",ujar Adelio.


"tidak bisa seperti itu tuan,saya sudah mengeluarkan tenaga dan pikiran saya",tutur Alex.


Adelio tersenyum aneh,kenapa zaman sekarang masih ada yang mengharapkan imbalan setelah dia menolong orang.

__ADS_1


"itu terserah tuan,bukannya Soni sudah memberikan pilihan pada tuan?",tanya Adelio.


Alex menganggukkan kepala,"iya tapi saya tidak mau uang",jawab Alex.


"lantas anda ingin saya membatalkan perjanjian kita",ucap Adelio.


"jangan tuan",ucap Alex.


Adelio terdiam dia memberi waktu pada Alex untuk berpikir.


"baiklah tuan,sebagai gantinya saya akan menerima uang yang di berikan tuan Soni,tapi dengan jumlah yang tidak sedikit",ucap Alex,dia terpaksa karena tidak ada pilihan lain.


"katakan berapa yang anda minta?",tanya Adelio.


"5 Miliyar",jawab Alex.


Adelio pun tersenyum,"baiklah aku akan mengatakannya pada Soni",ucap Adelio.


...----------------...


Satu bulan berlalu,kini Soni sedang di sibukkan dengan acara pernikahannya bersama Alin,hampir sembilan puluh persen sebuah ruangan di sulap menjadi istana megah.


Kini tinggal menghitung jam karena besok pagi jam 9 mereka akan resmi menjadi pasangan suami istri.


Tidak hanya Soni dan Alin,Yura dan Adelio pun ikut membantu persiapan pernikahan mereka,"aku suka dengan dekorasinya",ucap Yura kagum.


"ini tidak sebanding dengan pesta pernikahan mu",ucap Soni yang kini tengah duduk


berdua berama Yura.


"aku senang sekali karena kakak sebentar lagi akan mempunyai gelar suami",tutur Yura.


"terima kasih sudah merasakan apa yang sedang aku rasakan",ujar Soni.


"tidak terasa ya kita sudah mempunyai keluarga sendiri,rasanya baru kemarin kita bertemu dan menjalin pertemanan",lanjut Soni.


"oh ya kok pemikiran kita sama?",tanya Soni heran.


"apa kakak pernah suka padaku?",Yura tanya balik,Soni pun tertawa,"ha...ha..."


Yura mengernyitkan keningnya,"kenapa kakak tertawa?".


Soni menjawab,"itu aneh tahu,aku memang pernah suka padamu tapi aku memutuskan untuk menghentikannya karena aku tahu tante menjodohkan mu dengan Adelio dan aku memutuskan untuk mendalaminya,tapi dengan seiringnya waktu semua itu hilang".


Yura tersenyum saat mendengarnya,"terima kasih sudah menyukaiku,dari dulu aku sudah menganggap kakak sebagai kakak yang baik untukku,terima kasih juga kakak sudah membelaku dan melindungi ku saat aku dulu tidak merasakan keadilan".


"apa lagi kakak sudah membantu Adelio dari keterpurukan saat aku meninggalkannya,semua itu aku benar-benar berterima kasih,dan sudah saatnya kakak memikirkan diri kakak sendiri",tutur Yura.


"aku tulus membantu kalian,apa lagi Adelio dia keluarga ku satu-satunya setelah kepergian kakek dan kedua orang tuaku",lirih Soni.


Mereka berdua sedang asyik berbincang,tiba-tiba Adelio datang menghampiri.


"berdua saja,apa yang kalian bicarakan?",tanya Adelio.


"kami hanya membicarakan masa lalu,dimana dulu kami begitu dekat",jawab Soni.


Adelio tersenyum lalu berkata,"bukan kah sampai sekarang kalian masih dekat?".


"kami memang dekat tapi tak sedekat dulu semua itu karena mu",goda Soni.


"apa",ucap Adelio menatap tajam pada Soni,Yura yang melihatnya langsung mencairkan suasana.


"kak Soni kenapa sih kakak gak pernah bosan membuat Adelio marah",ucap Yura.


"habisnya kalau marah dia lucu",ledek Soni.


"kau ini awas ya",ancam Adelio.

__ADS_1


"sudah ah,ingat ya kalian sudah pada tua tapi kelakuannya kaya anak SD",tutur Yura.


Di tempat lain Alin begitu kebingungan,besok adalah hari pernikahannya dia menginginkan ibu dan kakaknya menghadiri acara sakral itu,tapi di sisi lain dia takut kalo kakaknya akan mengacaukannya.


"bu maafkan aku",ucap Alin.


Alin berusaha untuk tidak berharap kalo ibunya tidak akan datang ke pernikahannya,dan dia mencoba tegar dalam mengahadapi semuanya.


Soni yang mengetahui keresahan Alin,kini dia menghampiri dan mencoba bertanya.


"apa yang sedang di pikirkan?",tanya Soni.


"ah tidak ada",jawab Alin.


"jangan menutupinya,katakanlah",ucap Soni.


"tidak ada".


"apa kamu merindukan ibu?",tanya Soni,Alin pun menganggukkan kepalanya.


"apa mau menelepon ibu untuk memberi tahu kalo besok kita akan menikah?",tanya Soni.


"tidak perlu lagian ibu kan tidak merestui pernikahan kita,"ujar Alin.


"sapa tahu ibu berubah pikiran".


"tapi kak",


"ayo lah kabari dia",titah Soni sambil memberikan ponselnya.


Lalu Alin mengambil ponsel itu dan menelepon ibunya.


Hallo bu,


ini Alin kan?


iya bu ini Alin,aku hanya memberi tahu kalo besok aku akan menikah,


Ibu Alin tidak menjawab,dia langsung menutup panggilannya.


Alin tertegun saat ibunya menutup panggilannya.


"Lin,bagaimana?",tanya Soni.


Alin menggelengkan kepalanya,"dia masih marah dan kecewa padaku",jawab Alin.


Soni mendekat dia menggenggam tangan Alin,"jangan bersedih aku yakin ibu akan luluh",ucap Soni menenangkan Alin.


"sebaiknya kamu istirahat,Yura dan Adelio sudah menunggu mu di luar",titah Soni.


"kalau begitu aku pergi",pamit Alin namun Soni enggan melepasnya,dia menatap calon istrinya dengan lekat.


"kenapa kakak melihatku seperti itu?",tanya Alin.


"aku mencintaimu,benar-benar menginginkanmu,jadi ku mohon jangan pernah meninggalkan ku",ucap Soni dan Alin pun mengangguk sambil tersenyum.


Soni mengecup bibir Alin,"selamat bertemu kembali besok di pernikahan kita sayang",ucap Soni pelan.


"aku pulang",


"hati-hati di jalan"


Sepertinya Soni enggan melepaskan tangan Alin,namun dia harus merelakannya Alin pulang karena Alin memerlukan waktu beristirahat.


Setelah Alin pergi,Soni pun pergi ke kamar hotel yang sudah dia pesan,sesampainya di sana dia menata kamar yang akan dijadikan kamar untuk malam pengantinnya.


Setelah selesai dia pun pulang kerumahnya,dia merebahkan tubuhnya di ranjang setelah dia berada di rumahnya,"5 Miliyar aku mengorbankan nya untuk mu Alin",ucap Soni.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2