
Andre setia menunggu bosnya,tapi dia tak kunjung keluar dan akhirnya Andre berniat menemui Yura nanti sore pulang bekerja,dan Andre pun memilih untuk pergi.
Di sebuah kantor Mika sedang mengerjakan pekerjaan suaminya,karena dia menggantikan Adelio sementara waktu sampai suaminya kembali,namun pekerjaannya tertunda karena ulah pria yang menjadi selingkuhannya.
"kenapa tidak memberi tahuku kalau kamu pergi menemui suami mu" ucap lelaki itu.
"aku kan sudah memberi tahu mu"
"memang,waktu di hotel kau bilang lusa baru menemui suamimu,nyatanya hari itu pun kau pergi".
"maafkan aku sayang,aku hanya ingin dia tidak mencurigai kita" jelas Mika.
"baiklah aku akan memaafkan mu tapi ingat jangan ulangi lagi karena aku sangat mengkhawatirkan mu sayang"
"makasih..." ucap Mika langsung mengecup bibir lelaki itu.
"apa harus kita melakukannya di sini?" bisik lelaki itu,Mika pun tersenyum lalu mereka melakukan penyatuan di kantor Adelio.
Di rumah, Yura sedang melihat kabar tentang lowongan kerja lewat ponselnya dan dia menemukannya,rencananya besok pagi dia akan mencoba melamar ketempat itu.
"bu..." sapa Atha.
"emmm..."
"ibu sedang apa,katanya ibu ingin beristirahat?"
"iya nak...tapi ibu harus mencari sesuatu"
"apa itu bu...?"
"ibu akan memberi tahu mu tapi tidak hari ini ya..."
"Atha tidak akan memaksa ibu untuk memberitahu"
Hari menjelang sora,Yura sedang memandikan Atha karena hari ini dia akan memanjakan anaknya,tiba-tiba saja suara pintu di ketuk.
tok...tok...tok...
"sayang sepertinya ada tamu,ibu buka dulu ya kamu teruskan mandinya dan langsung pakai baju yang sudah ibu sediakan".
"iya bu..."
__ADS_1
Yura pun pergi untuk membukakan pintu.
cekrek...
"pak Andre" gumam Yura.
Andre tersenyum,"hai...Ra..." sapa Andre.
"silahkan masuk Pak" ucap Yura.
Andre pun masuk lalu duduk di kursi tanpa Yura mempersilahkan.
"ada apa ya pak?" tanya Yura.
"kenapa sih kamu gak peka kalo aku mencemaskan mu" ucap Andre dalam hati.
"Pak..."
"eh iya...maaf aku kesini mau menanyakan tentang.."
"tentang aku di pecat" potong Yura.
"iya itu..."
"kenapa bos bisa seperti itu padamu?"tanya Andre.
Yura hanya menggelengkan kepalanya dia juga tidak bisa menjelaskan pada Andre sebenarnya siapa Adelio baginya dan Yura yakin kalau Adelio sedang membuatnya sengsara.
"aku akan berusaha membujuk bos untuk mencabut pemecatan mu"
"tidak usah pak...itu tidak perlu saya sudah tidak ingin bekerja di sana lagi"
"tapi kamu butuh uang untuk pengobatan Atha Ra..."
"saya tahu,saya akan mencari pekerjaan lain"
"Ra...tolong pikirkan anakmu,mencari pekerjaan tidak mudah"
"saya mengerti,tapi bapak tidak akan mengerti bagaimana berada di posisi saya saat ini"
"makannya karena saya mengerti,jadi saya akan memperjuangkan kamu untuk bekerja lagi di perusahaan"
__ADS_1
"makasih bapak sudah mau membantu saya,tapi lebih baik bapak jangan lakukan karena itu akan sia-sia" jelas Yura yang tidak mau berdebat lagi dengan Andre.
Andre pun tidak bisa berbuat apa-apa,dia menyerah semua dia serahkan pada Yura sendiri.
"baiklah kalo itu mau kamu,percuma aku panjang lebar berbicara padamu kalo akhirnya kamu menolak tawaranku" ucap Andre dengan rasa menyesal dia kira Yura akan menerima bantuannya tetapi dia salah ternyata Yura menolaknya.
Di dalam mobil tepatnya di dekat kontrakan Yura,Adelio ingin menemui Yura tapi dia ragu-ragu karena dia yakin kalo Yura tidak akan memaafkannya,lalu dia urungkan niatnya akan tetapi saat hendak supir menjalankan mobilnya,tiba-tiba matanya melihat sosok asistennya keluar dari kontrakan Yura,"stop..."
dia terus memicingkan matanya,benar saja itu adalah Andre.
"brengsek kenapa dia ada di sini" ucap Adelio kesal.
"perintahkan anak buah ku untuk menelusuri tentang hubungan Andre dan Wanita itu" ucap Adelio pada supirnya.
"baik pak..."
Andre pulang kerumahnya dengan rasa kesal,karena Yura sangat begitu keras kepala dia terus menggerutu,"kenapa kamu begitu keras kepala Ra..."
Setelah kepergian Andre,Yura duduk di kursi sambil memijit keningnya kepalanya terasa sakit dan berat.
"bu..." panggil Atha yang sudah di dekatnya.
"iya sayang..."
"jadi alasan ibu tidak bekerja karena di pecat bukan ingin beristirahat"
Yura menghela nafasnya," maafkan ibu nak,sudah mengajarkan kamu tidak baik tapi ibu melakukan itu karena ibu gak mau kamu bersedih".
Atha berkata,"Aku tidak akan bersedih jika ibu berterus terang,lalu apa yang akan ibu lakukan?"
"ibu akan mencari pekerjaan lain,kamu doakan ibu ya,sebentar lagi kan kamu masuk sekolah"
"aku akan selalu mendoakan ibu"
Yura pun menitikkan air matanya,dia sudah tidak bisa berpura-pura lagi untuk menjadi bahagia dihadapan putra semata wayangnya.
...----------------...
Dua hari kemudian Yura bergegas untuk pergi,dia berniat mencari pekerjaan untuk lulusan SMA sepertinya.
Yura menulusuri jalan,setiap informasi yang dia dapatkan untuk lowongan kerja dia datangi tapi hasilnya nihil,"ya tuhan aku harus mencari pekerjaan kemana lagi" lirih Yura yang tengah duduk di pinggir trotoar sambil memijit kakinya sendiri.
__ADS_1
Dia tidak tau harus pergi kemana lagi,sedangkan membayar kontrakan tinggal beberapa hari lagi,apa lagi uang yang dia sisihkan untuk membayar kontrakan sudah terpakai sebagian untuk menutupi kebutuhan sehari-hari,betapa malang nasibnya sekarang,apalagi tidak ada sanak saudara yang ingin membantunya,mau pulang ke kampung percuma karena dia tidak punya siapa-siapa lagi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...