Cinta Setelah Berpisah

Cinta Setelah Berpisah
Harmonis


__ADS_3

Di rumah terlihat Rachel begitu gelisah,dia berjalan mondar mandir tak karuan,pikirannya terus tertuju pada ucapan ibunya Dafa kalo dia memberi tahu bahwa Dafa adalah seorang duda,yang lebih gelisah lagi tentang jawaban atas pertanyaan ibunya Dafa yang akan di berikan.


"ya tuhan,kenapa jatuh cinta itu tak semudah aku bayangkan",keluh Rachel sambil mengusap wajahnya.


"ternyata orang yang ku cintai seorang duda,tapi dia masih perjaka,tapi apa aku bisa menerima semua ini,dan kenapa Dafa tidak memberi tahu ku sebelumnya",lanjut Rachel berbicara sendiri.


"apa aku akhiri saja hubungan ini,tapi aku gak bisa lupakan Dafa",lirih Rachel.


Di tempat lain,Dafa sedang bersama ibunya,mereka sedang makan,"bagaimana urusan Ana sudah beres?",tanya Ibu pada Dafa.


"sudah bu,dan Ana sudah bisa bekerja lagi di sana",jawab Dafa.


"syukurlah,ibu sangat lega,anak itu terlalu ceroboh",ujar ibu Dafa.


"ehm kamu sudah bertemu lagi dengan Rachel?",tanya ibu,Dafa menggelengkan kepalanya.


"kalian sedang marahan?",tanya ibunya lagi.


"gak juga,hanya saja Rachel sedang sibuk",jawab Dafa bohong.


Ibunya tersenyum,dia mengerti dengan apa yang sedang terjadi pada putranya,"apa semua karena Ana?",tanya Ibu sampai Dafa tersedak.


Dafa batuk lalu ibunya memberinya minum,"pelan-pelan Daf".


Dafa meminum air yang diberikan oleh ibunya,"maksud ibu apa?",tanya Dafa.


"maksud yang mana?",


"yang tadi karena Ana",


"oh soal itu,kamu gak bilang sama ibu juga,ibu sudah ngerti kok,ibu juga pernah muda Daf",


"ibu bisa membaca wajah Rachel saat melihat Ana memelukmu,karena ibu juga seorang wanita",


"sebaiknya kamu temui dia sesegera mungkin,jangan sampai kamu kehilangan apa yang kamu inginkan",lanjut ibu Dafa.


"Dafa akan berusaha membujuknya tapi Dafa minta agar Ana tidak terlalu sering datang ke sini",tutur Dafa.


"bukan Dafa gak mau tapi,Dafa harus menjaga perasaan Rachel",lanjut Dafa.


"ibu ngerti tapi untuk saat ini biarkan seperti biasanya,ibu yakin dengan seiring berjalan waktu Ana akan memahaminya",ucap Ibu dafa.


...----------------...


Keesokan harinya Rachel sudah siap berangkat ke kampus dia berpamitan kepada kedua orang tuanya dan kakaknya.


Lalu dia pergi keluar rumah,tanpa di sadarinya Dafa sudah menunggunya di depan gerbang rumahnya.

__ADS_1


Rachel begitu senang ketika pujaan hatinya sudah menunggunya di luar,namun dia menyembunyikannya karena ceritanya dia masih kesal.


Rachel menghampiri Dafa,"bapak sedang apa disini?",tanya Rachel.


"sedang menunggu pujaan hati keluar",jawab Dafa sambil merayu Rachel,dan pipi Rachel langsung memerah.


"silahkan masuk tuan putri",ucap Dafa sambil membuka pintu mobil.


Rachel pun masuk kedalam mobil dan Dafa langsung menutupnya kembali.


Dari dalam rumah ibu Dafa memperhatikan keduanya,dia menyunggingkan bibirnya seketika meneteskan air matanya.


"jika memang dia adalah kebahagiaan mu kejarlah nak,jangan sampai dia pergi".


"maafkan ibu yang pernah membuatmu menderita",ucap Ibu Dafa karena dia merasa bersalah atas kehidupan putranya,perjodohan antara Ana dan Dafa dia yang ciptakan dengan tujuan agar Dafa bahagia namun dugaannya salah bukan kebahagiaan namun Dafa merasa tersiksa dengan pernikahan itu.


Selama perjalanan ke kampus tidak ada pembicaraan diantara mereka,Dafa fokus menyetir dan Rachel hanya melihat ke arah jendela yang berada di sampingnya.


Tidak lama kemudian mereka sampai di kampus,ketika Rachel hendak turun tangan Dafa menggenggam tangan Rachel.


"apa kamu masih marah?",tanya Dafa.


Rachel memandang wajah Dafa yang tampan,"menurut bapak apa dengan secepat itu saya akan bisa melupakan",ucap Rachel.


"maafkan aku Chel,aku tidak tahu Ana akan seperti itu",


Rachel mencerna ucapan Dafa,dia berpikir kalo Dafa tidak main-main dengannya,dan dia juga kasihan terus menerus marah pada Dafa.


"sebagai permintaan maaf bagaimana kalo nanti siang kita pergi",ajak Dafa.


"kemana?",tanya Rachel.


"kemana aja kamu mau",jawab Dafa.


"aku ingin pergi ke pantai,boleh?",


Dafa menganggukkan kepalanya sambil tersenyum,karena dia berhasil membuat Rachel luluh.


...----------------...


Di kantor Atha sedang sibuk dengan laptopnya,dia di temani Abimanyu yang sedang memainkan game di ponselnya.


"kamu gak bosan nungguin kakak di sini?",tanya Atha yang terus melihat layar laptop.


"aku gak tahu harus pergi kemana,tadinya mau ngajak Rachel belanja tapi kayanya dia sedang tidak bisa di ganggu",jawab Abimanyu.


"jelaslah dia kan sedang bucin,kakaknya aja kalah",ujar Atha.

__ADS_1


"makannya kakak gak boleh kalah sama Rachel,ayo dong kenalin calonnya sama om dan tante",tutur Abimanyu.


Atha menghentikan aktivitasnya lalu bersandar di kursi kebesarannya,"benar juga apa yang dikatakan kamu,kalo kakak harus secepatnya membawa calon istri dan di perkenalkan pada ayah dan ibu",


"tapi persoalannya kakak belum punya calon istri,gimana dong",tutur Atha.


"ya cari dong kak,sudah waktunya loh kakak tuh nikah",ujar Abimanyu.


"oh ya,apa kakak sudah tua ya?",tanya Atha meminta pendapat Abimanyu.


"kalo tua sih belum tapi menurutku sudah sepantasnya kakak memiliki keluarga sendiri",Abimanyu memberi saran.


Atha tersenyum,apa yang dia ucapakan Abimanyu memang benar,sudah seharusnya dia memiliki keluarga.


Di tempat lain Yura dan Adelio sedang pergi ke suatu tempat pembelanjaan,dengan setia Adelio menemani Yura.


Adelio terus menggenggam tangan Yura,seolah-olah dia takut kehilangan Yura.


"sayang,sebaiknya kita cari tempat makan karena aku sudah kelaparan",ajak Adelio.


"ehm bagaimana kalo kita cari di luar saja soalnya kalo disini aku kurang nyaman",ucap Yura.


"baiklah ayo kita keluar",mereka pun mencari tempat makan di luar.


Adelio berjalan mengikuti Yura tanpa melepaskan genggamannya,dan langkah Yura terhenti di tempat makan kaki lima.


"bagaimana kalo disini,kamu mau kan?",tanya Yura.


"memangnya kamu mau?",Adelio balik tanya,dan Yura menganggukkan kepalanya.


Tidak menunggu lama Adelio langsung duduk dan memesan makanan,Yura tersenyum melihat suaminya tidak memilih milih tempat makan.


"ayo sayang sini",ajak Adelio sambil menarik tangan Yura untuk duduk di sebelahnya.


"kamu suka makanan ini?",tanya Adelio.


"kalo makanannya aku memang suka,tapi yang aku lebih sukai lagi tempatnya,ini mengingatkan ku pada waktu aku hidup berdua dengan Atha,untuk bisa makan di tempat seperti ini,aku harus bekerja lembur baru bisa mengajaknya",tutur Yura.


Adelio menggenggam tangan Yura,"aku akan lebih sering makan di tempat seperti ini,aku juga ingin merasakan apa yang istri dan putra ku rasakan",ucap Adelio.


"tidak perlu,maaf ya aku sudah mengungkit masa lalu lagi",ucap Yura.


"tidak apa,aku tahu kamu tidak bermaksud mengungkitnya,kamu bicara seperti itu karena tak sengaja melihatnya,sebaiknya kita tunggu masnya membuatkan makanan yang kita pesan.


Tidak lama kemudian pesanan datang,Adelio dan Yura begitu menikmatinya,dan mereka pun tidak lupa membagikan momennya pada anak-anaknya.


Ditempat terpisah Atha dan Rachel begitu senang melihat keromantisan kedua orang tuanya,mereka bersyukur masih memiliki orang tua yang selalu menjaga keharmonisan keluarga.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2