Cinta Setelah Berpisah

Cinta Setelah Berpisah
Keputusan Alin


__ADS_3

Suara kicauan burung yang menemani kesunyian di alam bebas,udara yang amat sejuk membuat nafas begitu lega.


Soni dan ibunya Alin sedang menikmati udara dibawah pohon yang rindang,mereka berdua sedang bicara soal kehidupan yang dialami keluarga Alin.


"di sini lah kehidupan kami setelah ayah Alin pensiun dari pekerjaannya,sebelumnya dia bekerja sebagai supir pribadi,dia bekerja di keluarga tuan Alex,kami sangat berhutang budi padanya kalau bukan kerena dia belum tentu kami seperti ini",tutur Ibunya Alin.


"untuk membalas semua kebaikannya,kami membiarkan Alin untuk bersama tuan Alex",lanjut Ibunya Alin.


Soni menghela nafasnya lalu berkata,"berarti ibu sudah menjual anak ibu sendiri,dan sudah mengorbankan masa depannya",ucap Soni.


"justru ini untuk masa depannya",ujar Ibu Alin.


Soni tersenyum,"apa ibu rela Alin menjadi simpanan Alex?".


"apa ibu tahu resiko menjadi wanita simpanan?",tanya Soni.


Ibu Alin hanya terdiam,dia berpikir kalo Soni berusaha untuk menentangnya.


"kami tidak bisa berbuat apa-apa,jadi mau atau tidak Alin harus menerimanya",ucap Ibu Alin penuh penekanan.


Soni menggelengkan kepalanya,diam merasa aneh dengan Ibu Alin,kenapa dia begitu mudah memberikan putri kandungnya pada lelaki beristri apa lagi dengan alasan hutang budi.


"aku akan memberikan apapun yang anda mau asalkan anda membiarkan Alin untuk memilih jalan hidupnya sendiri",ucap Soni.


Ibu Alin tersenyum,"sebenarnya mau anda apa?",tanya Ibu Alin.


"sebenarnya saya datang ke sini untuk meminta restu Ibu untuk menikah dengan Alin",ucap Soni.


Ibu Alin pun sontak melihat ke arah Soni,"apa tidak cukup dengan penjelasan saya?",tanya Ibu Alin.


"seberapa kali ibu menjelaskan,saya akan tetap menikahi Alin",tutur Soni.


"walaupun kami tetap dengan pendirian kami?",tanya Ibu Alin.


"iya,dan saya tidak akan membiarkan itu terjadi",ujar Soni.


Ibu Alin tersenyum dia merasa kalo Soni sudah menantangnya.


...----------------...


Plaak...


Sebuah tamparan mendarat di pipi Alin,Bowo terlihat kesal karena Alin telah pergi bersama Soni saat bersama Alex.


"dari kemarin aku menunggu mu pulang untuk menanyakan hal ini,dan sekarang amarah ku benar-benar memuncak saat melihat mu dengan laki-laki lain",bentak Bowo.


Alin terisak menangis karena kakaknya terus-menerus memarahinya sampai menamparnya,Alin tidak bisa berbuat apa-apa,dan dia juga takut untuk membicarakan kalo dirinya sudah tidak perawan lagi.


"mulai sekarang kau harus menemui Alex lagi dan meminta maaf padanya",ucap Bowo.


Alin menatap Bowo,"jangan paksa aku untuk menemuinya lagi,karena sampai kapan pun aku tidak akan pernah menjadi miliknya",kata Alin sambil terisak menangis.

__ADS_1


Bowo mengepalkan tangannya,kali ini Alin benar-benar sudah membantahnya.


"dasar anak tidak tahu diri",ucap Bowo sambil melayangkan pukulannya lagi,namun di tahan oleh tangan Soni.


"jangan pernah menyentuh milikku,sekalipun itu keluarganya",ucap Soni dengan tatapan tajam pada Bowo.


Soni melepaskan tangan Bowo lalu dia menghampiri Alin.


"jangan menangis aku akan selalu melindungi mu",ucap Soni sambil mengusap air mata Alin.


"makasih kak",tanya Alin penasaran.


"Alin,ibu akan bertanya,dan kamu harus menjawabnya dihadapan kami,kamu akan menuruti keinginan ibu atau ikut dengan laki-laki ini?",tanya Ibunya.


Alin pun tidak bisa menjawab,dia merasa ini pilihan yang sangat sulit baginya.


"ayo jawab Lin?",tanya Bowo tidak sabar mendengar jawaban Alin.


"ini pilihan yang sangat sulit bagi ku bu",lirih Alin.


"Ibu berharap kamu menuruti keinginan Ibu dan kakakmu",tutur Ibu Alin.


Soni menggenggam tangan Alin dengan kuat,dia memberi isyarat kalo Alin harus memilihnya.


Alin pun menatap wajah Soni,dia begitu bingung harus memilih yang mana.


"kalo aku memilih kak Soni?",tanya Alin.


Alin semakin bingung,"ya tuhan kenapa menjadi serumit ini",ucap Alin dalam hati.


"keputusan ada di tanganmu,jangan sampai kamu memilih yang salah",ucap Soni.


"kak,aku bingung",kata Alin.


"ikuti apa kata hatimu",ucap Soni,Alin pun mengangguk dan di menarik nafasnya,"baiklah aku memutuskan untuk pergi bersama kak Soni",Alin memutuskan untuk menikah dengan Soni,alasannya kalo dia memilih keluarganya sudah jelas dia harus menjadi wanita simpanan Alex.


"pergilah jika itu keputusan mu",ucap Ibu Alin.


Alin pun menundukkan kepalanya,karena dia merasa sangat bersalah.


"bu kenapa begitu,lalu bagaimana dengan Alex,dia akan menuntut kita bu",jelas Bowo kesal.


"dan kamu Lin,sudah membuat kami sengsara lagi",lanjut Bowo.


"sudah selesai ayo kita pergi",ajak Soni pada Alin.


"tunggu,tidak boleh seperti ini dia adalah adikku satu-satunya dan kamu tidak berhak membawanya",ucap Bowo.


"cukup Bowo,biarkan mereka pergi lagian itu sudah keputusannya",ujar Ibu Alin.


Alin pun menatap Ibunya dan kakaknya,perasaannya begitu hancur saat dia memberikan keputusan.

__ADS_1


Soni pun menggenggam tangan Alin,"ayo kita pergi",ajak Soni.


"sebentar kak,aku akan mengambil barang-barang ku di kamar",ucap Alin lalu pergi ke kamarnya untuk mengemasi barangnya.


Setelah selesai Alin pun keluar,dia langsung menghampiri Soni,"aku sudah siap kak".


"ayo",ajak Soni.


"sebentar kak",Alin menghampiri ibunya untuk berpamitan.


"Bu maafkan Alin",ucap Alin namun Ibunya hanya diam,Alin pun menatap Soni,dan Soni memberi isyarat kalo mereka harus secepatnya pergi,Alin pun mengerti dan langsung pergi.


Ketika mereka hendak masuk mobil,tiba-tiba seorang perempuan dengan berbadan dua datang menghampirinya,"Alin",panggil perempuan itu.


Alin menoleh kearahnya,"kak Muti",ucap Alin sambil memeluknya.


"hati-hati di jalan ya,maafkan sikap kakak mu",ucap Muti yang tak lain adalah kakak iparnya.


"aku sedih sekali kak",ujar Alin.


"jangan di pikirkan,kakak juga tidak tahu jalan pemikiran kakak mu,sebaiknya kamu ikuti kata hati mu dan berbahagialah di sana".


"makasih kak,aku pasti akan merindukan kakak",


"kakak juga",Ucap Muti.


"hei tuan jangan sakiti dia ya,karena dia adalah adikku satu-satunya,jaga dia dan buat dia bahagia",pesan Muti pada Soni.


Soni tersenyum ternyata masih ada yang sayang dan perhatian pada Alin,"aku akan mendengarkan pesan mu",ucap Soni.


"Muti...",panggil Bowo yang sedang berdiri di teras rumah.


Ketiga orang itu pun menoleh ke arah Bowo,"sebaiknya kakak masuk,kakak jaga diri baik-baik ya,aku pergi",pamit Alin.


"kamu juga",ucap Muti.


Alin dan Soni pun masuk kedalam mobil dan mereka pun pergi.


Muti meneteskan air matanya,sedih rasanya berpisah dengan Alin,"kamu sedang apa di sini,ayo masuk",ajak Bowo yang sudah berada sampingnya.


"aku tidak tahu dengan cara berpikir mu,tapi aku berharap kamu cepat-cepat menyadarinya",ucap Muti lalu meninggalkan Bowo.


Di perjalanan,Alin terus menerus menangis,dia masih sakit hati karena harus meninggalkan ibunya.


"menangis lah jika itu membuat mu tenang",ucap Soni.


"aku yakin dengan keputusanku,dan aku berharap kakak akan menepati janji kakak",tutur Alin.


"aku akan menepati janji ku",jawab Soni.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2