Cinta Setelah Berpisah

Cinta Setelah Berpisah
Mundur


__ADS_3

3 hari sudah pasca Rachel jatuh dari sepeda motor,selama itu Rachel ijin tidak masuk kelas karena luka di kakinya masih terasa sakit,dan Adelio menyuruh Rachel untuk tidak masuk kuliah dulu.


Rachel merasa bosan setiap hari harus diam di rumah tanpa aktivitas,sampai dia merengek pada kakaknya untuk mengajaknya keluar.


Atha yang merasa kasihan,dia berjanji pada Rachel kalo siang nanti dia akan mengajaknya pergi melihat lagi rumah barunya,dengan senang hati Rachel pun mengiyakan.


Sedangkan Yura,dia tidak mengetahui rencana anak-anaknya,karena Atha tetap komitmen pada rencana awal.


Sudah tiba waktunya Atha dan Rachel pergi,mereka pamit pada Yura dengan alasan pergi ke mencari makanan.


Awalnya Yura tidak mengijinkan mereka karena luka Rachel masih terasa sakit,namun Rachel merengek yang membuat Yura mengijinkan mereka.


Sampainya di tempat tujuan,mereka masuk kedalam rumah.


Rachel sangat takjub dengan nuansa rumah itu,ingin cepat-cepat rasanya dia pindah ke rumah itu.


Namun sayang pengerjaannya belum selesai,masih memerlukan waktu beberapa minggu untuk menjadi rumah idaman.


Atha menerima telepon dari sekretarisnya kalo hari ini ada klien yang ingin bertemu dengannya di luar kantor.


Atha pun tak bisa menolak,karena klien ini sangat penting baginya.


"Chel,sepertinya kakak akan pergi ke cafe depan karena hari ini ada klien yang ingin bertemu kakak",


"kenapa kakak gak bilang dari tadi kalo kakak akan bertemu dengan klien?",tanya Rachel.


"ini mendadak Chel,gimana kamu ikut gak?",ajak Atha.


Rachel sejenak berpikir lalu dia balik bertanya,"lama gak?".


"tergantung sih,tapi menurut kakak gak bakal lama mungkin satu jam",jawab Atha.


"ehm aku nunggu aja di sini,kakak pergi saja",ujar Rachel.


"kamu yakin akan nunggu di sini?",tanya Atha meyakinkan Rachel.


"iya aku yakin,tapi ingat jangan lama-lama ya".


"iya kakak gak akan lama",Atha pun pergi.


Rachel merogoh ponselnya,dan dia melihat layar yang di dalamnya ada foto Dafa yang sedang mengajar.


Ternyata Rachel diam-diam mengambil poto Dafa tanpa sepengetahuan orang itu.


Rachel menyunggingkan bibirnya,lalu dia menutup lagi ponselnya.


Rachel membayangkan kalo Dafa sedang berada di sisinya,mereka saling menatap,tiba-tiba Dafa mencium kening Rachel,"i love you",ucap Dafa dan Rachel pun tersenyum.


Tiba-tiba Rachel mendengar sesuatu terjatuh yang membuat khayalannya membuyar.


"ternyata ini hanya mimpi",ucap Rachel.

__ADS_1


Rachel pergi melihat-lihat pemandangan di sekitar rumah itu,Rachel sangat menikmati udara yang masih alami.


"kak Atha memang pintar,dia memilihkan rumah ini untuk ibu,aku jadi ikut bangga padanya",Rachel berkata sendiri.


Rachel terus berjalan dan dia sudah sampai di depan rumah itu,di atas loteng dia tak sengaja melihat mobil milik Dafa masuk kedalam garasi rumah itu,Rachel memicingkan matanya dan dia melihat seorang perempuan datang menyambut Dafa.


Rachel terkejut lalu dia membalikan tubuhnya,"apa pak Dafa sudah menikah,lalu kenapa dia mengaku single di depan anak-anak",ucap Rachel dalam hati.


Dengan penasaran Rachel membalikkan tubuhnya lagi,dia masih melihat Dafa berbincang dengan perempuan itu.


"kalo memang dia sudah menikah,lebih baik aku mundur untuk mendapatkan cintanya",tutur Rachel dengan perasaan hancur.


Rachel tidak ingin berlama-lama melihat Dafa berduaan dengan perempuan itu,akhirnya Rachel memilih turun ke lantai bawah.


"terima kasih kamu sudah menemani ibu di rumah,sebaiknya kamu cepat pulang aku gak enak sama calon suami mu",ucap Dafa pada seorang perempuan.


"baiklah kalo gitu aku pulang,tolong bilang sama ibu minggu depan aku akan berkunjung lagi,oh ya Daf andaikan kita masih bersama mungkin ibu gak akan kesepian seperti ini",tutur perempuan itu.


"ini sudah takdir tuhan lebih baik kita terima saja,tolong jangan bahas soal perceraian kita,cukup sampai di sini saja",ujar Dafa.


"sekali lagi aku minta maaf,andai saja pernikahan kita berlandaskan cinta mungkin sampai saat ini kita masih bersama",ucap perempuan itu.


Dafa hanya tersenyum,pernikahan mereka memang perjodohan orang tua,Dafa sudah berusaha mencintai perempuan itu namun perasaan itu tidak hadir juga dan akhirnya mereka memutuskan untuk bercerai.


...----------------...


Keesokan harinya Rachel pergi ke kampus,dia di antar oleh Jodi.


Rachel bercengkrama dengan teman-temannya,tanpa mereka sadari Dafa sudah berdiri di depan kelas.


"sudah siap menerima materi hari ini",ucap Dafa.


"siap pak",ucap mereka serentak,Dafa pun memulai aktivitasnya.


Setelah selesai memberikan materi Dafa menutupnya lalu keluar dari kelas itu karena sebentar lagi akan ada dosen lain yang masuk.


Dafa berjalan melangkah pergi,namun beberapa hari ini dia merasa ada yang kurang,Dafa menengok kebelakang tapi di sana tidak ada siapapun,Dafa melanjutkan lagi langkahnya.


Dafa menyadari kalo Rachel tidak ada di belakangnya,biasanya kalo dia keluar kelas Rachel selalu mengikutinya,walau pun hari ini Rachel masuk kuliah.


Dafa duduk di kursinya,tiba-tiba dia teringat saat Rachel jatuh dari motornya,dia marah pada Rachel karena kecerobohan anak itu.


Dafa berpikir kenapa dia bisa marah pada Rachel,padahal dia bisa mengingatkannya tanpa memarahinya.


Apa dia mencemaskan Rachel?


Para mahasiswa membubarkan diri,mereka berhamburan keluar kelas,karena sudah waktunya mereka pulang.


Terlihat Rachel yang sedang menunggu jemputan,dia berdiri sambil mengutak-atik ponselnya.


"pak Jodi kemana ya kok belum juga kesini",gumam Rachel.

__ADS_1


Rachel terus melihat ke arah kiri dan kanan,siapa tahu Jodi memarkirkan mobilnya di lain tempat.


"gak ada,jangan-jangan pak Jodi gak jadi jemput",ucap Rachel lagi.


Dafa berjalan melewati dan tidak menghiraukan keadaan Rachel,dia terus berjalan pergi menuju mobilnya.


Rachel pun menatap punggung Dafa,lalu pergi begitu saja.


Rachel berjalan menelusuri jalan,sudah beberapa kali dia menelepon Jodi namun tidak ada jawaban.


Dia berniat menelepon ayah dan kakaknya namun dia takut mengganggu pekerjaan mereka.


Di tengah perjalanan Rachel di goda oleh beberapa anak laki-laki,dan dia mencoba berlari namun tangan kiri Rachel sudah di cekal oleh salah satu dari mereka.


"mau kemana gadis,kita ngobrol dulu",ucap salah satu dari mereka sambil cengengesan.


"lepas,kamu jangan sembarangan menyentuh ku ya",ucap Rachel kesal.


Laki-laki itu tersenyum,"oww...maaf",ujarnya sambil melepaskan genggamannya.


"tapi kalo kenalan bolehkan!",


"maaf aku mau pulang",


"tunggu sebentar aku hanya ingin berkenalan",


"kamu kok maksa sih,aku mau pulang",


"sebentar saja",


Dari kejauhan Dafa melihat Rachel yang sedang di goda oleh beberapa lelaki,tidak menunggu lama dia menghampiri dan berniat menyelamatkan Rachel.


"lepaskan dia",teriak Dafa yang sedang berjalan menghampiri Rachel dan para lelaki itu.


"om siapa?",tanya salah seorang.


"lepaskan dia sebelum aku memanggil polisi kesini untuk menangkap kalian karena sudah mengganggu pengguna jalan",jawab Dafa.


Rachel terdiam saat mendengar ucapan Dafa,"apa kamu wanita simpananya?",ledek salah seorang laki-laki itu.


Mereka menertawakan Rachel,"udah lah bro kita pergi saja,lagian dia kan butuh uang buat sekolahnya kita kalah saing bro".


"maksud kalian apa?",tanya Rachel tidak mengerti dan matanya sudah berkaca-kaca karena merasa sakit hati di katai wanita simpanan.


"memang betulkan kamu pasti wanita simpanan om itu,ih ternyata murahan juga",ucap mereka lalu pergi meninggalkan Rachel.


Dafa sudah berada di dekat Rachel,"kamu gak apa-apa kan?",tanya Dafa.


Rachel menoleh pada Dafa dengan mata sudah merah dan mengeluarkan air.


"terima kasih bapak sudah membuat mereka mengatai saya sebagai wanita simpanan",ucap Rachel dengan penuh kesal lalu dia pergi meninggalkan Dafa.

__ADS_1


Dafa terdiam dia tidak mengerti dengan kata-kata yang maksud Rachel.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2