
Suara burung berkicau dan udara yang sejuk nan asri jauh dari kebisingan kota,Yura yang sedang menghirup udara segar pagi hari di villa milik keluarga Adelio,dan sepertinya dia enggan untuk meninggalkan suasana sunyi itu.
Adelio tampak menghampiri istrinya yang tengah duduk di balkon kamarnya,"selamat pagi sayang",ucap Adelio sambil mencium pipi istrinya.
"pagi",ucap Yura tersenyum.
Adelio pun ikut duduk di samping Yura,"aku suka dengan suasana di sini,udaranya begitu sejuk",ucap Yura.
"apa kamu suka tinggal di sini dan punya rumah dengan suasana seperti ini?",tanya Adelio.
"tentu aku suka di sini jauh dari kebisingan,dan udaranya pun belum tercemar dan masih asri",jawab Yura.
"aku juga sama,kita harus mengagendakan untuk sering berkunjung ke sini,hanya sekedar mencari ketenangan",tutur Adelio.
"tidak hanya itu sekalian kita cuci mata",ujar Yura.
Di tempat lain,Alin sedang memanjakan suaminya,dia menyisir rambut Soni yang masih basah karena selesai mandi,keduanya begitu berseri-seri saat mata mereka saling bertemu.
"sayang apa Adelio dan Yura sudah bangun?",tanya Soni pada Alin.
"ini sudah jam 6 pagi,mereka pasti sudah bangun,tapi kalau putranya mungkin masih tidur",jawab Alin.
Soni menatap Alin dia menghela nafas,"tak terasa aku sudah menjadi suami sekaligus ayah,rasanya umurku semakin tua",ucap Soni.
"memang betul ini juga sudah ada ubannya",ujar Alin mencabut uban Soni lalu di tunjukkan pada Soni.
"ternyata suamiku pak tua",lanjut Alin menggoda suaminya.
Soni pun membulatkan matanya,"apa kamu bilang pak tua,aku masih muda",Soni menyangkalnya.
Alin tertawa kecil,"katanya semakin tua tapi di bilang pak tua malah tak terima",ucap Alin,Soni pun cemberut dia kesal karena istrinya menyebutnya pak tua.
"jangan marah sayang gak baik loh,nanti tambah tua gimana",ledek Alin yang langsung pergi karena takut amukan suaminya.
Alin benar-benar jahil,suaminya saja di buat kesal.
...----------------...
Hari pun berganti,Soni dan Adelio sudah di sibukkan lagi dengan pekerjaan mereka masing-masing,Adelio dan Andre sedang membicarakan pertemuan Andre bersama Lorenza.
Akhirnya Adelio mempertimbangkan tawaran bisnis dengan Lorenza,Tapi sebelum memutuskan, Adelio mengutus Andre terlebih dahulu untuk mengawasi gerak gerik Lorenza,dia tidak mau menyesal di kemudian hari apa lagi sikap Lorenza terhadapnya amat tidak sopan.
"lakukan apa yang aku perintahkan,aku tidak mau dia mengetahui kalo kita sedang mengawasinya",ucap Adelio pada Andre.
__ADS_1
"baik bos",
"jangan lupa jadwalkan penerbangan ku minggu ini",titah Adelio.
"siap bos,kalau begitu saya pamit",ucap Andre lalu dia pergi.
Minggu ini Adelio akan pergi ke luar negeri untuk menghadiri undangan kliennya,dan dia berniat untuk mengajak Yura dan Atha karena ini kesempatan bagi mereka untuk berlibur bersama.
...----------------...
Di tempat lain Lorenza tengah duduk berdua di sebuah cafe bersama seorang pria yang memakai topi hitam.
"kali ini kamu harus berhasil membuat Adelio jatuh ke pelukanmu",ucap pria yang bersama Lorenza.
"akan aku buktikan kalau dia akan menerima tawaran bisnis ku dan dia akan menjadi milikku selamanya",ucap Lorenza sambil tersenyum licik,dia mempunyai rencana lain selain berbisnis.
"mudah sekali menaklukannya,hanya dengan belaian saja dia akan masuk ke genggamanku",lanjut Lorenza.
"aku tidak tahu dia seperti apa sekarang ini,tapi jangan pernah memandang remeh dan jangan sampai meleset",pria itu memperingatkan Lorenza.
Lorenza tersenyum,"aku paling tahu merayu lelaki",ucap Lorenza sombong.
Ada dua pasang mata yang melihat gerak gerik mereka,dia merekam apa yang dilihatnya dan langsung dikirimkan pada seseorang.
Di tempat lain Andre menerima sebuah kiriman vidio yang memperlihatkan Lorenza bersama seorang pria namun percakapan mereka tidak begitu jelas.
Andre mengernyitkan keningnya,"apa yang mereka bicarakan dan siapa pria ini sepertinya aku pernah melihatnya",Andre berbicara sendiri.
Setelah berbincang di cafe,Lorenza dan pria itu memutuskan untuk pergi secara terpisah,anak buah Adelio mengikuti salah seorang dari mereka dan atas perintah Andre,dia pergi mengikuti pria tadi yang bersama Lorenza.
Sampai di sebuah rumah kecil yang jauh dari keramaian,pria itu masuk kedalamnya,tidak lama kemudian dia keluar lagi dengan memakai kostum yang berbeda,kini wajahnya begitu jelas,anak buah Adelio pun tidak melewatkan momen itu,dia langsung mengambil gambarnya dan mengirimkan pada Andre.
Andre terkejut saat melihat pria yang berada di poto yang dikirimkan oleh anak buah Adelio.
"ini kan mantan asistennya bos",ucap Andre dan dia berpikir harus cepat memberi tahu Adelio.
...----------------...
Yura sedang bersama Atha di rumahnya,mereka sedang menonton tv bersama.
Tiba-tiba Adelio pulang dari kantornya,"selamat siang sayang",sapa Adelio.
Yura dan Atha menoleh,"ayah sudah pulang?",tanya Atha.
__ADS_1
"kamu kok sudah pulang,apa kamu sakit?",tanya Yura mengkhawatirkan suaminya yang tidak biasa pulang siang hari.
Adelio menjawab,"aku baik-baik saja hanya saja aku pulang karena ada kabar gembira".
"oh ya,apa itu Ayah?",tanya Atha penasaran.
"minggu ini Ayah akan pergi keluar negri dan berniat untuk mengajak kalian",jawab Adelio.
"keluar negeri untuk apa?",tanya Yura.
"aku ada undangan dari klien mau tidak mau aku harus datang,dan kita ke sana akan sekalian berlibur",jawab Adelio.
Atha tidak menjawab,sepertinya dia sedang berpikir,"Ayah kalau aku tidak ikut bagaimana?",tanya Atha.
Adelio berjongkok mengsejajarkan dengan putranya.
"kenapa tidak ikut,ayah ingin kita pergi bertiga nak,ini kesempatan",ucap Adelio.
Atha melihat ke arah ibunya,"maaf Ayah aku harus sekolah,aku tidak mau bolos sekolah,sebaiknya ayah dan ibu yang pergi",tutur Atha.
"kalau kamu tidak pergi ibu juga tidak akan pergi,karena ibu tidak bisa meninggalkan kamu di sini sendirian",ujar Yura.
Adelio menghela nafasnya,"berarti rencana ayah gagal dong",ucap Adelio.
Atha dan Yura merasa bersalah,mereka langsung meminta maaf.
"sayang maafkan kami,bukannya kami menolak ajakan mu,yang di katakan Atha benar kalo dia tidak bisa bolos sekolah karena sebentar lagi mau akhir tahun ajaran,dan aku tidak bisa meninggalkannya begitu saja",tutur Yura.
"apa tidak bisa di lain waktu?",tanya Yura.
"tidak bisa sayang",rengek Adelio.
"sebaiknya ibu temani ayah saja,aku di sini akan baik-baik,ibu jangan khawatir kan ada om Andre,paman Soni,bibi Alin,bi iyem,bi Mia mereka akan menjaga ku bu",ucap Atha.
"tapi nak,ibu di sana akan mencemaskan mu",ucap Yura.
"ibu,ayolah kasihan Ayah",bujuk Atha.
"sudahlah boy biar ayah pergi sendiri,ayah paham kok mungkin di lain waktu kita pergi",ucap Adelio.
"sayang aku mau keruangan kerja ku",pamit Adelio.
Yura semakin merasa tidak enak karena sudah menolak ajakan Adelio,apalagi dia sengaja meluangkan waktunya untuk memberikan kabar itu.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Makasih ya buat yang sudah like,ini membuat author semangat menulis...