Cinta Setelah Berpisah

Cinta Setelah Berpisah
Nenek Andre sakit


__ADS_3

Malam pun tiba,Andre,nenek dan Kiki sedang makan malam,tidak ada pembicaraan diantara mereka.


Tiba-tiba suara bel berbunyi,Andre pun segera membuka pintu,terlihat kedua orang tuan Intan yang sudah berdiri di depan pintu.


"malam nak Andre",sapa ayah Intan.


"malam pak silahkan masuk",Andre mempersilahkan kepada tamunya,dan dia sudah tahu maksud dan tujuan mereka datang kerumahnya.


"silahkan duduk,sebentar saya panggilkan dulu nenek",ucap Andre namun ayah Intan menahannya.


"tidak perlu kami hanya ingin bertemu dengan nak Andre",ujar ayah Intan.


"oh silahkan sebenarnya ada apa?",tanya Andre.


"mungkin nenek sudah memberi tahu nak Andre,sebenarnya putri kami sudah lama memiliki rasa pada nak Andre,dan dia bersedia untuk menikah dengan nak Andre,dan minggu-minggu kemarin saya sempat datang kesini untuk melamar nak Andre untuk putri saya,dan waktu itu nenek meminta untuk di bicarakan terlebih dahulu dengan nak Andre,dan saat ini saya ingin mendengar langsung dari orangnya",jawab ayah Intan.


Andre menarik nafasnya lalu dia berkata,"sebenarnya tadi siang nenek sudah memberi tahu saya,tapi soal ini saya minta maaf tidak bisa menikahi Intan karena saya sudah punya calon istri kebetulan dia juga ada sini",jelas Andre.


"Ki...",panggil Andre,Kiki pun datang menghampiri.


"Pak,bu kenalkan ini Kiki dia adalah calon istri saya",ucap Andre memperkenalkan Kiki pada kedua orang tua Intan agar mereka tahu kalo Andre sudah mempunyai dambaan hati.


Ayah dan Ibu Intan saling menatap,mereka harus menerima penolakan Andre,namun ibu Intan sedikit tidak terima kalo lamaran mereka di tolak.


"kurang nya apa putri kami,sampai nak Andre tega menolaknya,padahal dia begitu perhatian pada nenek",ucap Ibu Intan.


"saya tahu putri ibu sangat baik,dan saya berterima kasih karena Intan sudah bersedia menemani nenek saya tanpa di minta,tapi kalo soal perasaan maaf saya tidak bisa memberikannya begitu saja,karena hati ini sudah ada pemiliknya",jelas Andre.


"om Andre tega sama Intan,padahal Intan sudah lama menunggu om Andre sampai Intan meminta ayah dan ibu untuk pergi melamar om Andre,tapi jawaban om Andre membuat Intan sakit hati",tiba-tiba Intan datang dan mengeluarkan kekesalannya.


Semua orang menoleh ke arah Intan yang sedang berdiri di ambang pintu.


Intan melihat ke arah Kiki yang sedang duduk di samping Andre.


Tidak lama kemudian nenek juga datang menghampiri mereka.


Intan yang melihat nenek datang dia langsung berlari menghampiri nenek dan langsung memeluknya.


"nenek,om Andre tidak mencintai ku",isak Intan.


Kiki yang melihatnya menjadi sakit hati,ternyata hubungannya dengan Andre tak semulus yang di bayangkan.


"sudah jangan menangis sebaiknya ayo kita bicarakan",ucap Nenek menenangkan Intan dan mereka pun duduk.

__ADS_1


"Intan kamu sudah dengar jawaban cucu nenek,jadi kamu harus bisa menerima semuanya ya nak",tutur nenek.


"tapi nek,bagaimana dengan perasaan Intan,kenapa kalian begitu tega padaku",ucap Intan sambil menangis.


"kamu jangan bersedih,nenek yakin kamu akan menemukan lelaki yang pantas untukmu,bersabarlah nak",ucap nenek sambil mengusap punggung Intan.


Kiki yang melihat perhatian nenek Andre pada Intan merasa tidak enak,dan dia berpikir nenek pasti sangat menyayangi Intan.


Ibu Intan yang masih belum menerima lamarannya di tolak,dia langsung mengajak suami dan anaknya pulang.


"ayo kita pulang buat apa lama-lama di sini bikin sakit hati aja,percuma kamu baik pada mereka nyatanya mereka tidak pandai membalas kebaikan orang",ketus Ibu Intan dan mereka pun pergi.


Andre yang melihat sikap Ibu Intan sampai menggelengkan kepalanya,nenek merasa tidak enak pada Intan dia juga tidak bisa memaksa Andre untuk menikahi Intan.


"nek sebaiknya kita lanjutkan makan malamnya",ajak Andre.


"kalian lanjutkan saja nenek mau ke kamar",ujar nenek yang langsung pergi.


Kiki yang sedari tadi hanya menundukkan kepalanya,perasaannya sekarang semakin sakit.


"ayo kita lanjutkan makan",ajak Andre pada Kiki dan mereka pun menuju dapur.


Kini mereka melanjutkan makan malam walau sudah terasa hambar,Kiki memulai pembicaraannya.


"keterlaluan bagaimana,aku hanya memperjuangkan perasaan ku itu saja",jawab Andre.


"tapi aku merasa tidak enak sama nenek,gara-gara aku mereka mengatai nenek",lirih Kiki.


"jangan berpikir seperti itu,memang mereka nya saja yang tidak tahu diri,sudah tahu aku tidak mau kenapa mereka terus memaksa",jelas Andre.


Kiki hanya diam,dia tidak melanjutkan pembicaraannya.


Sedangkan di kamar nenek mendengarkan percakapan mereka,kebetulan kamar nenek berada di depan meja makan.


...----------------...


Keesokan harinya Andre dan Kiki sudah siap pergi,namun Andre merasa heran sedari tadi nenek tidak keluar dari kamarnya,dan Andre pun memutuskan untuk masuk kedalam kamar nenek.


"nek...",panggil Andre setelah membuka pintu kamar,Andre melihat nenek yang tengah berbaring di ranjangnya.


Andre menghampirinya,dia melihat nenek yang masih memejamkan matanya,tidak biasanya nenek tidur di pagi hari.


"nek",ucap Andre sambil menggoyangkan tubuh neneknya,namun nenek tidak bangun juga.

__ADS_1


Andre cemas dengan keadaan nenek dan akhirnya dia membawa nenek ke rumah sakit.


Sesampainya di rumah sakit,nenek langsung ditangani oleh dokter.


Andre sangat mencemaskan nenek,dia berharap nenek akan baik-baik saja.


"tenang mas,nenek akan baik-baik saja",ucap Kiki.


Andre menggenggam tangan Kiki,"makasih,maaf ya kepergian kita mungkin akan tertunda karena kondisi nenek",ucap Andre.


"tenang saja aku mengerti kok",ujar Kiki.


"kalo begitu aku akan memberi tahu bos kalo kita menunda kepulangan mu",ucap Andre.


Andre pun langsung menghubungi Adelio dan memberi tahu kondisi neneknya sekarang.


Setelah beberapa menit ditangani dokter akhirnya nenek di bawa keruang rawat inap.


"pak Andre nenek anda harus di rawat karena tekanan darahnya sengat tinggi yang membuat nenek anda pingsan",jelas dokter.


"baik dok,terima kasih",ucap Andre.


"sama-sama".


Andre menatap wajah neneknya,dia merasa takut akan kehilangan nenek yang mengurusnya sedari kecil.


Kiki yang melihat kesedihan Andre dia langsung memberi semangat pada calon suaminya itu.


"mas,yang sabar ya aku yakin nenek akan cepat sembuh,sebaiknya kita doakan saja nenek",ucap Kiki.


"makasih kamu sudah membuatku tenang",ujar Andre.


"oh ya kamu belum sarapan sebaiknya aku pergi ke kantin dulu",lanjut Andre.


"biar aku saja yang pergi,kamu tunggu saja di sini",ujar Kiki lalu dia pergi.


Setelah kepergian Kiki,Andre menggenggam tangan neneknya,"nek maafkan aku yang belum menjadi cucu terbaik bagi nenek",lirih Andre,sambil menundukkan kepalanya.


Tiba-tiba Intan datang,"nenek",ucap Intan langsung menghampiri nenek dan memeluknya.


Andre yang mendengarnya langsung mengangkat kepalanya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2